Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
92. Honeymoon Versi Irit


__ADS_3

Acara anniversary yang diadakan Azmy untuk dua yayasan akan dilaksanakan hari ini. Keseluruhan akomodasi akhirnya dibagi 2, Azmy dan Aeesha. Awalnya Azmy yang ingin mengcover semua biaya, namun Aeesha memaksa menggunakan kartu yang ia pegang. Karena setiap uang yang diterima, ada hak untuk golongan yang berhak menerima. Azmy tidak dapat membantah istri kecilnya, sehingga ia pun setuju membagi 2 seluruh biaya akomodasi.


Acara dilakukan disalah satu resto dan homestay pinggir pantai yang dapat menampung seluruh penghuni dua yayasan. Pengurus yang bertanggungjawab untuk menjaga yayasan, diberikan ganti uang tunai oleh Azmy sesuai dengan akomodasi yang didapat anggota yang lain agar tidak menimbulkan iri.


Karena tempatnya yang lumayan jauh, setiap 4 orang anak diberikan satu kamar untuk beristirahat. Ini adalah ide Aeesha yang ingin sekalian membawa anak-anak yayasan bertamasya. Sekitar pukul 09.00, seluruh rombongan telah sampai ditempat tujuan. Total ada 2 bus besar rombongan dari yayasan. Mami Sita, Papi Agam dan kedua asistennya satu mobil. Azmy dengan keluarga kecilnya satu mobil, Leon sendirian membawa mobil. Azmy memberikan kompensasi untuk Leon agar bisa ikut berlibur, perusahaan ditinggal satu hari tidak masalah. Ada manajer personalia sebagai penanggung jawab sementara.


Terlihat keceriaan di wajah anak-anak yayasan, mereka segera berlari ke arah pantai. Azmy sudah menugaskan penjaga bayangan untuk menjaga sekitar resto dan pantai. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan anak-anak selama berada disini.


Mami Sita dan Rara mengambil alih kedua malaikat dari tangan Nyssa. Sebelumnya Azmy sudah meminta tolong kepada Mami nya untuk membantu menjaga malaikat kembarnya. Setelah malaikat kembar dibawa menuju kamar Mami Sita beserta perlengkapan mereka, Aeesha justru merasa linglung. Azmy tersenyum melihat wajah istri kecilnya yang murung, ia pun menggandeng Aeesha membawanya menuju kamar mereka.


Kamar mereka terpisah dari bangunan penginapan, seperti sebuah paviliun kecil. Aeesha dikejutkan isi dalam paviliun tersebut, lilin, karangan bunga, taburan kelopak bunga, layaknya dekorasi kamar pengantin. Ia sudah bisa menebak maksud suaminya, seketika melayangkan cubitan di pinggang Azmy.


"Sakit sayang.." Azmy berpura-pura kesakitan memegangi bekas cubitan Aeesha.


"Jadi, sambil menyelam minum air yaa?" Sindir Aeesha.


"Memanfaatkan keadaan sayang.." Azmy memeluk istri kecilnya.


"Jadi, ini honeymoon yang suami katakan kemarin?"

__ADS_1


"Tidak sayang,, ini versi iritnya karena sekalian. Sebenarnya ini ide mendadak, saat survei kemarin melihat situasi mendukung jadi baru terpikirkan. Honeymoon yang sebenarnya ada lagi sayang." Azmy mengecup puncak kepala istri kecilnya.


Aeesha tidak dapat berkata-kata lagi, suaminya memang terbiasa menghitung peluang jadi hal seperti ini pasti sudah masuk dalam perhitungannya. Termasuk malaikat kembarnya yang sekamar dengan Mami Sita, pasti karena permintaan suaminya. Pantas saja, ada beberapa pelayan yang dibawa khusus untuk membawa peralatan malaikat kembar.


Azmy yang tidak mendapatkan respon dari istri kecilnya, mulai melepaskan ikatan gamis Aeesha. Kemudian melepaskan hijab dan mengecup kening Nyssa. Aeesha merasakan keningnya menghangat, ia pun menutup matanya. Meresapi kecupan suaminya, meneguhkan hatinya kembali jika sekarang ini suaminya adalah Azmy. Meskipun Aeesha sudah ikhlas, ia masih belum benar-benar lupa dengan kehidupan lalunya. Karena kehidupannya yang lalu bukanlah sekedar mimpi, melainkan kenyataan yang dialami sehingga susah untuknya melupakannya sama sekali.


"Sayang, aku mencintaimu.." Bisikan Azmy menyadarkan Aeesha. Ia menatap mata Azmy, tidak ada keraguan di sana. Tetapi Aeesha tidak menjawab pernyataan suaminya, hanya tersenyum dan mengusap pipi Azmy.


"Aku mencintaimu, baik kamu sebagai Nyssa atau sebagai Aeesha Nyssa." Ucap Azmy lagi yang kini menyatukan kening mereka.


Aeesha menitikkan air matanya, selama ini ia tidak tahu makna cinta. Cinta baginya adalah cinta pada sang penciptanya. Apakah rasa cinta kepada suaminya juga diartikan sama? Ia tak tahu, ia hanya tahu menjalani rumah tangganya dengan kasih sayang.


Azmy yang tidak mendapat jawaban dari Aeesha sudah menyiapkan hati. Karena memang dirinya yang akan menunjukkan cinta kepada Aeesha.


Aeesha mengangguk dan memeluk erat suaminya. Azmy menyambut pelukan istri kecilnya dengan bahagia. Meskipun istri kecilnya tidak bisa mengungkapkan rasa cinta, baktinya sebagai istri dan kasih sayangnya menunjukkan bahwa Aeesha mencintainya itu sudah cukup baginya.


Azmy melepaskan pelukan Aeesha, ia mulai mengecup kening, hidung, kedua pipi dan berakhir menyatukan bibir mereka. Azmy mengangkat tubuh istri kecilnya, membawanya ke tempat tidur yang penuh dengan taburan kelopak bunga mawar merah. Ia mulai melepaskan pakaiannya dan Aeesha, Azmy mulai menikmati setiap lekuk tubuh istri kecilnya. Aeesha turut menikmati sentuhan yang diberikan suaminya, sesekali ia mengeluarkan suara *******. Penyatuan mereka terjadi diiringi nafas keduanya yang memburu. Keduanya hanyut dalam kenikmatan yang mereka ciptakan.


Disisi lain, panitia sedang mempersiapkan acara yang akan dilaksanakan setelah dzuhur. Sedangkan anak-anak yayasan masih bermain di pantai dan sebagian memilih istirahat dikamar mereka.

__ADS_1


Seolah mengerti keinginan Daddy mereka, malaikat kembar tidak rewel sama sekali tinggal bersama Mami Sita dan Papi Agam. Hal ini membuat Mami Sita bernafas lega, permintaan Azmy memang benar-benar membuatnya sakit kepala. Belum lagi honeymoon yang direncanakannya, hasrat anaknya menurun dari suaminya. Beruntung Azmy bukan type casanova, jadi ia bisa tenang. Lagipula mengasuh cucu tidak masalah baginya dan suaminya. Justru mereka bahagia, di masa tua mereka bisa mengurus kedua cucunya.


Acara pun dimulai. Karena kebanyakan tamu adalah anak-anak, tema acara hari ini adalah dinosaurus. Panitia menyiapkan dekorasi penuh dengan nuansa hutan dan dinosaurus seperti garden party. Anak-anak sangat antusias, setelah sambutan dan pembacaan doa bersama, mereka pun menikmati hidangan bersama-sama.


Acara berjalan dengan lancar, semua anak yang menghadiri pun bergembira berkat panitia yang memberikan game-game kecil dengan hadiah kejutan untuk memeriahkan acara. Aeesha tidak turut mengikuti acara, karena kedua malaikatnya tidak ingin lepas dari pelukannya. Setelah mengikuti pembacaan doa, Aeesha menemani kedua malaikatnya dikamar Mami Sita bersama Rara.


Setelah memastikan acara selesai dan sudah dibereskan oleh panitia, serta anak-anak sudah pulang bersama rombongan. Azmy berjalan menuju kamar kedua orang tuanya untuk menjemput istri kecilnya. Mereka akan menginap malam ini karena mereka membawa bayi, takut membuat kedua malaikatnya kelelahan diperjalanan. Tetapi pemandangan yang ia lihat adalah kedua malaikatnya menempel dalam dekapan Aeesha.


"Mereka tidak mau lepas." Kata Mami Sita yang mengerti ekspresi Azmy. "Kembali ke kamar dulu, jika nanti mereka bisa lepas, Aeesha akan menyusul." Imbuh Mami Sita.


"Azmy tunggu saja Mi." Akhirnya Azmy menunggu Aeesha di kursi yang ada di teras kamar kedua orang tuanya ditemani Papi Agam.


Obrolan mereka berputar pada bisnis yang baru-baru ini Azmy kembangkan, yaitu pembangunan rumah bersubsidi. Perumahan yang diperuntukkan kalangan menengah kebawah, ide ini Azmy dapat dari kegiatan yang akhir-akhir ini melibatkan yayasan. Banyaknya anak-anak terlantar, menggugah Azmy untuk memberikan layanan rumah bersubsidi agar keluarga menengah kebawah mendapatkan lingkungan yang layak. Papi Agam sangat setuju dengan ide Azmy, Papi pun tidak segan-segan menggelontorkan dana untuk membantu Azmy. Karena Azmy menggunakan dana pribadi tanpa campur tangan pemerintah, menurut Azmy lebih praktis seperti itu. Jika pemerintah ikut campur, maka akan banyak prosedur yang harus dilakukan. Dan pastinya akan mengikuti persyaratan mereka. Azmy tidak mau, takutnya proyek yang ia jalankan tidak sesuai dengan niat di awal.


Setelah kedua mertuanya beserta Azmy selesai melaksanakan sholat isya', barulah kedua malaikatnya mau tidur didalam box bayi mereka. Azmy pun segera membawa istri kecilnya ke kamar mereka sendiri. Kedua orang tuanya hanya terkekeh melihat kelakuan anak mereka.


Sesampainya dikamar, Aeesha terlebih dulu mandi kemudian melaksanakan sholat isya'. Azmy menyiapkan makan malam yang telah diantarkan layanan kamar di teras belakang paviliun. Mereka pun makan malam bersama di sana. Setelah makan malam, Azmy menunggu istri kecilnya ditempat tidur sedangkan Aeesha menyiapkan dirinya dikamar mandi.


Aeesha mengenakan gaun tidur yang diberikan Azmy sebelumnya, menyemprotkan parfum, menyisir rambut, mengenakan cream wajah tanpa riasan, dan lipmatte warna dusty sehingga terlihat natural.

__ADS_1


Azmy yang sudah menantikan istri kecilnya pun berdiri saat mendengar suara pintu terbuka. Terlihat Aeesha yang anggun dalam balutan gaun tidur warna putih berbahan sutra selutut dengan tali spaghetti. Pandangan Azmy tertuju pada dada istri kecilnya yang terlihat penuh. Aeesha yang berjalan pelan mendekati Azmy menutupi dadanya, karena sadar akan pandangan suaminya.


Tanpa aba-aba, kegiatan mereka pun dimulai dan penyatuan mereka lakukan sampai Aeesha terlelap. Sedangkan Azmy tidak merasakan lelah, justru seperti tenaganya telah terisi penuh. Tetapi ia tetap menutup matanya, karena esok mereka akan kembali ke mansion.


__ADS_2