Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
86. Bertemu Nyssa


__ADS_3

Aeesha hari ini menghadiri kelas pagi, setelah memastikan malaikat kembarnya kenyang dan nyenyak. Aeesha menitipkan keduanya kepada Rara dan 2 penjaga bayangan. Sedangkan ia akan ditemani Victor, ketua penjaga bayangan.


Sebenarnya Aeesha tidak masalah berangkat sendiri ke Universitas, tetapi Leon tidak bisa membiarkannya. Jika atasannya tahu ia membiarkan istrinya pergi sendiri, entah apa yang akan terjadi. Apalagi mengingat kondisi Tuan Mudanya sekarang ini, sudah pasti musuh atasannya tersebut akan bertindak.


Sementara Papi Agam dan Mami Sita masih menunggui Azmy di rumah sakit. Leon juga sudah menempatkan 2 penjaga bayangan untuk menjaga kamar Azmy agar dirinya bisa tenang di perusahaan bersama Rian.


Leon berusaha sebisa mungkin menekan dewan direksi yang menginginkan Azmy untuk hadir dalam rapat direksi. Leon dengan jujur mengatakan jika Azmy sedang dirawat di rumah sakit karena kecelakaan. Meskipun maksud Leon kecelakaan pingsan mendadak, tetapi dewan direksi menangkap jika Azmy kecelakaan mobil. Leon tidak ambil pusing untuk menjelaskan, biarkan saja mereka berspekulasi. Dengan begini mereka tidak akan ribut meminta kedatangan Azmy. Apalagi melihat Rian, asisten Papi Agam yang juga terjun membantu Leon, mereka berspekulasi jika keadaan Azmy sangat serius.


Beberapa kerjasama proyek, sebelumnya sudah ditandatangani oleh Azmy sebelum kejadian penyerangan. Tersisa pelaksanaan dan pengawasan. Rian yang bertanggungjawab atas urusan lapangan, sedangkan Leon mengurus laporan dan file di perusahaan. Mereka berdua sama-sama asisten workaholic, jadi tidak ada masalah dalam jam kerja. Apalagi dengan sifat Rian yang humoris, membuat Leon merasa hidup saat bekerja dibandingkan dengan Azmy yang irit bicara.


Tetapi ia juga merasa ada yang kurang dengan tidak ada kehadiran Tuan Mudanya. Walaupun jika ada hanya akan ada perintah untuknya. "Tuan Muda, cepatlah sembuh." Gumam Leon.


Azmy masih dengan keadaan vegetatif nya. Dokter mengatakan jika fungsi otak dan semua organ tubuh Azmy bekerja dengan baik. Hanya saja, semuanya bergantung pada keinginan Azmy untuk bangun.


Di sisi lain, Azmy sedang berada di sebuah tempat yang berwarna putih seorang diri.


"Dimana aku?"


"Kamu ada dalam alam bawah sadar mu kak." Jawab seorang perempuan dengan gaun putih, rambut terurai. Wajah itu dikenali Azmy sebagai Nyssa.


"Nyssa?" Tanya Azmy.


"Ya, aku Nyssa."

__ADS_1


"Bagaimana kamu bisa ada disini? Dan mengapa juga aku ada di alam bawah sadar? Aku ingat sedang dalam perjalanan dan ada penyerangan di jalan. Tunggu.. Apakah aku terluka parah?" Tanya Azmy pada Nyssa yang sekarang berdiri dihadapannya.


"Oh.. Ingatan kakak setelah penyerangan ternyata terdistorsi. Mungkin secara tidak sadar kakak menghapusnya karena merasa bersalah."


"Maksud kamu?" Azmy tidak mengerti yang dimaksud oleh Nyssa.


"Tidak masalah, kakak tidak perlu khawatir. Kakak, aku hanya sebuah kesadaran disini. Tidak nyata juga tidak berwujud. Aku bisa ada dalam alam bawah sadar mu karena ada sesuatu yang ingin aku sampaikan."


"Apa itu?" Tanya Azmy tidak sabar.


"Sebelum itu, apakah kakak mengingat semua memori ini?" Seketika ingatan-ingatan bermunculan seperti gelembung sabun yang berterbangan.


"Aku ingat, itu semua hari-hari yang kujalani bersama istriku."


"Terimakasih kak, kamu mau menerima identitas istimewa kami."


"Kak,, sebenarnya sebelum aku bertukar tubuh dengan Kakak Aeesha aku ada disana memperhatikan kalian. Tetapi maafkan aku, aku menutup ingatan kakak Aeesha saat itu. Karena kakak Aeesha selalu merindukan keluarganya."


"Jadi, kamu yang membuat dia menjalani kehidupanmu?" Sela Azmy.


"Tolong sampaikan permintaan Maaf ku kepada kakak Aeesha."


"Kamu tahu apa yang kami alami karena mu?!" Azmy ingin marah rasanya saat mengingat kejadian Aeesha yang pingsan karena ia tidak menjaganya.

__ADS_1


"Aku benar-benar minta maaf kak. Saat itu kesadaran ku mulai pudar dalam ragaku, maka aku menggunakan sisa kesadaranku untuk menutup ingatan Kakak Aeesha agar ia tidak sedih. Aku tidak bermaksud untuk berbuat jahat kak.." Nyssa memohon pengampunan Azmy.


Azmy ingat akan Aeesha yang dengan lapang menerima takdirnya, akhirnya ia tidak jadi meluapkan kemarahannya.


"Apakah kamu akan mengambil ragamu kembali?" Tanya Azmy dengan was-was.


"Tidak kak. Aku bersyukur kakak Aeesha yang masuk ke ragaku, karena kakak Aeesha bisa memutuskan karunia dari darah keturunan keluarga ibuku." Nyssa mulai menceritakan kepada Azmy awal mulai dirinya bisa berganti jiwa.


Saat itu, Nyssa sedang bersedih atas keputusan pengantin pengganti. Selain itu, ia juga merasa sedih tanpa adanya orang yang bisa merangkulnya. Ayahnya yang mengabaikannya dan rasa sayang palsu ibu tirinya membuatnya putus asa ingin mengakhiri hidupnya. Saat akan berniat memutuskan pembuluh venanya, ia memasuki keadaan hampa. Di Sana ia melihat perjalanan keluarga pihak ibunya bertukar jiwa.


Nyssa mendengar ada suara, jika anugerah bertukar jiwa yang turun-temurun tersebut adalah kutukan. Nenek moyangnya yang melakukan praktik tercela tersebut. Sehingga mendapat hukuman untuk terus mengulang siklus itu pada generasinya. Suara itu menjelaskan, dirinya adalah keturunan terakhir yang diberi kesempatan memilih. Mau melanjutkan kutukan atau memutuskannya. Jika ingin melanjutkan, jiwa yang akan bertukar dengannya adalah jiwa yang redup. Jiwa yang sama-sama memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup. Tetapi jika ingin memutuskannya, ia harus bertukar dengan jiwa yang terang.


Nyssa memilih untuk memutuskan kutukan tersebut. Sampai ia bertemu dengan jiwa Aeesha Nyssa yang tenang dan bersinar terang. Jiwa Aeesha Nyssa membuatnya tenang dan merasakan kasih sayang. Nyssa menyentuh jiwa tersebut, seketika Nyssa melihat ingatan dan kenangan Aeesha Nyssa.


Suara itu berkata, semua keturunan yang bertukar jiwa akan hilang begitu saja karena mereka memilih jiwa yang berkeinginan untuk mati. Tetapi Nyssa memutuskan untuk memilih jiwa yang terang, maka Nyssa akan menggantikan jiwa yang dipilihnya. Aeesha Nyssa ada dalam raganya dan Nyssa dalam raga Aeesha Nyssa. Suara itu juga memberi kesempatan untuk Nyssa tinggal dalam raga tersebut untuk melihat kehidupannya yang dijalani orang lain. Sehingga ia bisa menilai apakah keputusannya tepat atau tidak.


Nyssa merasakan Aeesha berbeda dengan kebanyakan orang. Hatinya teguh, tegas, dan tidak menyalahkannya, justru Nyssa yang merasa bersalah karena Aeesha Nyssa sangat merindukan keluarganya. Maka dari itu, Nyssa menutup ingatan Aeesha Nyssa dengan sisa kesadarannya sebelum hari pernikahan. Sejak saat itu pula, Nyssa menjalani kehidupan sebagai Aeesha Nyssa.


Dan kesadarannya sekarang ini, adalah kesempatan terakhirnya untuk meminta maaf. Ini juga merupakan kesempatan yang diberikan oleh suara yang dari awal memberitahunya tentang bertukar jiwa. Karena selama menjalani kehidupan sebagai Aeesha Nyssa, ia merasakan kasih sayang yang selama ini tidak pernah ia rasakan. Meskipun kehidupan Aeesha Nyssa ada dibawah kehidupannya dulu, tetapi kehidupan Aeesha Nyssa lebih berwarna. Kartunya yang biasa berisi 2 sampai 3 digit, berbeda dengan Aeesha Nyssa yang akan punya 2 digit saat suaminya menerima gaji. Ketika uang sudah dibelanjakam untuk kebutuhan, maka menyisakan tabungan yang sedikit menurut Nyssa. Tetapi mereka hidup bahagia tanpa mempermasalahkan materi.


Apalagi keadaan spesial anak kedua mereka, ingatan akan kesabaran Aeesha Nyssa merawat anaknya membuat Nyssa terharu. Dan saat dirinya menjalaninya sendiri sebagai Aeesha Nyssa, ternyata kesabarannya tidak sebesar itu. Tapi Nyssa berusaha sebisa mungkin menjadi Aeesha Nyssa.


"Kak,, tolong sampaikan permintaan maaf ku juga Terima kasih ku pada kakak Aeesha. Katakan juga, keluarganya hidup dengan bahagia seperti yang dijalani kakak. Aku yang menggantikannya mengurus suami dan anaknya. Suaminya juga berharap kakak Aeesha ikhlas menerima ketetapan Allah, karena aku sudah jujur kepada kak Fatih. Anak pertamanya mendapatkan juara 1 lagi tahun ini, dan akan selalu seperti itu. Aku akan tetap menerapkan pola ajarnya. Karena memang aku tidak tahu apa-apa selain dari ingatan Kakak Aeesha. Dan anak keduanya sudah mulai bisa makan sendiri juga pakai baju sendiri. Sampaikan mereka sangat menyayangi kak Aeesha. Waktuku tak banyak lagi kak. Pesan kak Fatih "Hadiah terbaik adalah apa yang kamu miliki, dan takdir terbaik adalah apa yang sedang kamu jalani."..... "

__ADS_1


Nyssa menghilang dari hadapan Azmy, tinggallah Azmy ditempat yang serba putih itu. Azmy mencerna semua ucapan Nyssa, ia mulai mengerti mengapa Aeesha tidak bisa melupakan kehidupannya. Nyssa saja merasakan kebahagian di sana, apakah Aeesha bahagia disini?


Tak lama, keadaan pun berubah gelap.


__ADS_2