
Nyssa makan dengan disuapi Mami Sita, Azmy dan Papi Agam juga memakan bagian mereka sesuai instruksi Mami Sita.
Mami Sita yang telah menyiapkan semuanya. Mendengar kabar dari kepala pelayan bahwa Nyssa sudah siuman, Mami Sita segera pergi ke dapur memasak pesanan Nyssa. Dibantu koki dan pelayan, Mami Sita menyiapkan 4 porsi untuk setiap masakan. Membawanya ke rumah sakit bersama Papi Agam. Dan mengatakan jika mereka akan sahur di rumah sakit menemani Nyssa.
Azmy dan Papi Agam hanya bisa menurut makan menemani Nyssa. Dengan sikap Mami Sita, tidak ada tempat untuk penolakan. Mereka makan dengan tenang, sampai Nyssa merasa sudah kenyang, barulah Mami Sita bergabung bersama Azmy dan Papi Agam untuk makan. Sedangkan Nyssa menikmati jus alpukat nya. Sebenarnya Azmy melarang Nyssa minum minuman dingin sepagi ini, dan meminta Nyssa minum air hangat saja. Tetapi dengan dukungan Mami Sita, Nyssa diperbolehkan minum jus alpukat nya, Azmy tidak dapat ruang untuk protes.
Nyssa tersenyum melihat suami dan Papi mertuanya menurut dengan setiap kata Mami mertua, persis dengan Azmy yang tidak menerima penolakan. Memang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Nyssa mengusap perutnya yang sedikit berisi sekarang ini. Allah selalu memberikannya hikmah dibalik musibah. Musibah yang dialaminya kemarin adalah ketetapan Allah, Nyssa meyakininya dan bersyukur Allah masih sayang kepadanya. Dengan musibah Allah mengingatkan Nyssa untuk semakin dekat dengan-Nya.
Melihat Nyssa yang tersenyum, Azmy merasa beban berat dalam hatinya terangkat. Ia takut Nyssa akan menyalahkannya dan akan merasakan trauma. Tetapi Nyssa tidak menyalahkannya sedikitpun, malahan bersikap seperti kejadian kemarin tidak pernah terjadi. Dan sekarang masih bisa tersenyum manis seperti biasanya. Azmy merasa beruntung menikahi Nyssa, seorang wanita yang kuat.
Kejadian kemarin membuat Azmy lebih waspada, akan ada banyak hal yang akan mereka alami kelak. Sebagai pencegahan, Azmy mengganti ponsel Nyssa dengan ponsel baru yang telah ditanamkan alat pelacak oleh orang kepercayaannya. Sehingga Azmy bisa dengan mudah melacak keberadaan Nyssa kapan pun.
Tepat pukul 07.00, dokter kandungan yang bertanggung jawab atas Nyssa, dokter Rena datang berkunjung. Melihat status pasien dan hasil CTG pagi ini, dokter Rena mengatakan jika detak jantung janin mulai membaik. Dokter Rena menyarankan untuk observasi lagi selama 3 hari ke depan, sehingga dapat memastikan perkembangan kedua janin dalam kandungan Nyssa.
Nyssa yang belum mengetahui kehamilan kembarnya bertanya kepada dokter, apa yang dimaksud oleh dokter.
Dokter Rena mengerti keadaan Nyssa yang baru saja siuman, belum diberitahu kondisinya oleh pihak keluarga. Sehingga dokter menjelaskan keadaannya dengan pelan-pelan. Respon yang diberikan Nyssa diluar dugaan dokter Rena yang mengira Nyssa akan syok. Yang terjadi adalah Nyssa yang mengucapkan terimakasih karena telah mengusahakan mempertahankan kandungannya, juga berkata jika kehamilan kembarnya sudah ada yang mengaturnya maka keselamatan mereka akan dijamin. Walaupun nantinya akan ada masalah pada kehamilannya saat sudah mengusahakan yang terbaik, Nyssa ikhlas menerima.
__ADS_1
Dokter Rena yang sempat memiliki pemikiran Nyssa beruntung mendapatkan suami seperti Azmy, mengganti sudut pandangnya. Azmy lah yang beruntung mendapatkan Nyssa, jarang-jarang ada perempuan dengan pembawaan seperti Nyssa. Timbul rasa kagum dengan wanita didepannya saat ini. Keluarga ini juga menerimanya sebagai dokter penanggung jawab terlepas dari perbedaan keyakinan mereka. Nyssa adalah pasien pertamanya yang muslim, selama ini perbedaan keyakinan membuatnya selalu menangani pasien yang bukan muslim. Karena pasien muslim akan menolak ditangani oleh dokter non muslim seperti dirinya.
Berkat Nyssa, pikiran dokter Rena sedikit terbuka akan muslim, yang dulunya dikira kolot, ternyata tidak semua muslim seperti itu. Mungkin bergantung pada pribadi masing-masing, bukan keyakinan mereka.
Setelah tidak ada lagi yang perlu dijelaskan, dokter Rena undur diri untuk melanjutkan kunjungan ke pasien yang lain.
Banyak pertanyaan di benak Azmy, tetapi ia memilih bungkam menunggu waktu yang tepat. Berbeda dengan Mami Sita yang langsung menyerbu Nyssa dengan rentetan pertanyaan.
"Sayang, mengapa kamu mengatakan seperti itu? Apa kamu tidak senang dengan kehamilan kembarmu? Apa kamu tidak ingin mereka sehat?"
Nyssa tersenyum mendengar pertanyaan Mami Sita. Ia sadar, nalarnya akan sulit dipahami orang sekitarnya. Pikirannya yang terbuka akan menimbulkan pertanyaan besar baginya. Kemudian ia memberikan jawaban yang sekaligus menjawab pertanyaan yang ada dalam benak Azmy, sambil mengusap lembut perutnya.
Baik Mami Sita, Papi Agam, dan Azmy, mereka sama-sama terkejut dengan jawaban Nyssa. Begitu dewasa Nyssa menyikapi kehamilannya yang bermasalah, sampai ikhlasnya sudah ia siapkan terlebih dahulu. Mami Sita memeluk Nyssa erat, secara tidak langsung sudah mengingatkannya untuk selalu berserah diri kepada Allah. Sama dengan yang dirasakan Papi Agam dan Azmy saat ini.
Azmy mendekati istri kecilnya meminta maaf atas kelalaiannya menjaga kemarin. Nyssa tidak menyalahkannya, justru jawaban Nyssa membuat Azmy takjub.
"Jangan menyiksa dirimu sendiri sayang, jangan menghukum dirimu sendiri hanya karena 1 kesalahan. Kita manusia tidak lepas dari kekurangan, kesalahan dan kekhilafan, yang bisa kita lakukan adalah berdamai dengan keadaan. Allah yang Maha Pemberi Keputusan atas hukuman saja Maha Pengampun, mengapa kita tidak bisa memaafkan diri sendiri?" Nyssa menangkupkan kedua tangannya di wajah Azmy, menyatukan dahi mereka berdua.
__ADS_1
Setelah bangun dari tidurnya, Nyssa merasakan perasaan yang lebih terbuka. Seperti ia kembali pada dirinya sendiri. Bayang-bayang perasaan kerinduannya, keengganannya juga mulai menyeruak kembali. Ia seperti melupakan banyak hal, entah ingatan yang dimulai dari mana, sulit bagi Nyssa untuk mengingatnya. Nyssa bisa menutupinya, bukankah selama ini ia sudah terbiasa mengesampingkan perasaan tersebut? Jadi, Nyssa akan tetap menyimpannya untuk dirinya sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Ia masih belum bisa memulai percakapan ini dengan Azmy, biarlah waktu yang membukanya. Jika Allah berkehendak, maka tabir ini akan terkuak kelak.
"Sayang, kamu kelinci kecilku yang menakjubkan."
"Kelinci kecil? Aku pernah menanyakan ini, tetapi tidak pernah dijawab. Jadi kelinci kecilnya aku?" cecar Nyssa seraya menjauhkan diri dari Azmy.
Azmy hanya mencium bibir istri kecilnya singkat. Perasaannya sudah kembali menghangat saat ini, meski masih tersisa kekhawatiran di lubuk hatinya.
Mami Sita yang melihat adegan kedua anaknya berdehem untuk menghentikan kemesraan mereka.
Nyssa merasa mengantuk setelah meminum obat yang diresepkan dokter, sehingga ia memejamkan matanya. Mami Sita dan Papi Agam berpamitan pulang kepada Azmy, mereka akan kembali saat makan siang. Mami Sita yang akan secara khusus menyiapkan makanan mereka selama Nyssa di rawat.
Tidak berselang lama dari kepulangan Mami Sita dan Papi Agam, keluarga Ayah Abraham berkunjung bersama Edward. Melihat Nyssa yang beristirahat, mereka memutuskan untuk kembali lagi nanti. Sebelum keluar, Ayah Abraham menyempatkan mengusap kepala Nyssa dengan selembut mungkin agar tidak membangunkannya.
Setelah itu mereka keluar diikuti Azmy, mereka berbincang sebentar didepan ruangan Nyssa. Ayah Abraham menanyakan kejadian yang dialami Nyssa dan keadaan Nyssa sekarang. Azmy menjawab semuanya dengan jujur, Ayah Abraham diliputi perasaan yang campur aduk. Di Satu sisi merasa sakit dengan kejadian yang menimpa anak yang selama ini diabaikannya. Di sisi lain, bahagia dengan kehamilan Nyssa juga iba dengan keadaannya.
Azmy yang melihat kegalauan ayah mertuanya, mengatakan mereka akan baik-baik saja karena Nyssa adalah perempuan yang kuat. Ayah Abraham percaya, sikap abainya selama ini tidak mempengaruhinya, Nyssa tetap tumbuh sebagai perempuan yang menakjubkan.
__ADS_1
Jika saja mereka tahu Nyssa yang sebenarnya terpengaruh oleh keegoisan ayahnya, mungkin tidak akan berpikir seperti sekarang. Karena yang mereka hadapi sekarang adalah jiwa Nyssa, jiwa yang telah ditempa hidup.