Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
7. Diperbolehkan Pulang


__ADS_3

Hari ini, Azmy diperbolehkan pulang oleh dokter. Karena tidak ada masalah selama beberapa hari ini dan Azmy juga meminta agar dipulangkan. Maka dokter memperbolehkannya pulang dan kembali seminggu kemudian untuk checkup.


Nyssa dibantu Rara membereskan barang bawaan, sedangkan Leon telah membantu mengganti baju pasien Azmy dengan atasan kemeja warna putih dan celana kain warna abu, yang sekarang sudah duduk di atas kursi roda.


"Tuan, semuanya sudah beres. Mari kita pulang sekarang. " kata Leon yang baru saja menyelesaikan administrasi rumah sakit.


Azmy mengangguk, kemudian Leon mendorong kursi roda menuju lantai bawah. Nyssa mengikuti dari belakang bersama Rara.


Mobil SUV berwarna hitam dof telah menunggu di depan pintu keluar rumah sakit. Nyssa menggelengkan kepala, mobil pertama yang dibeli suaminya dahulu adalah mobil sejuta umat, setelahnya membeli mobil kecil untuk memudahkannya antar jemput anak-anak. Dua mobilnya jika dijumlahkan tidak bisa membeli SUV type ini.


Menaiki SUV sekarang ini mengingatkannya pada tabungan suaminya yang dikhususkan untuk membeli mobil baru, menggantikan mobil sejuta umatnya yang sudah mulai banyak repair sana-sini.


Memasuki pagar mansion keluarga Azmy, Nyssa dibuat takjub dengan gaya bangunan rumah berlantai 2 tersebut. Terlihat megah namun juga ada kesan tidak berlebihan. Halaman depan yang luas, ditata rapi dengan taman kecil berisi beberapa jenis bunga di sebelah kanan, di sebelah kiri dibiarkan kosong dengan hamparan rumput hijau dan beberapa pohon yang menambahkan kesan teduh. Terdapat fountain di tengah-tengah yang memisahkan jalur keluar dan masuk mansion.


Setelah memasuki pintu mansion, barulah terlihat jika mansion terdiri dari tiga bangunan. Rara menjelaskan, bangunan rumah utama ditempati orang tua Azmy, bangunan di sayap kanan tempat tinggal Azmy. Dan sayap kiri merupakan tempat tinggal para ART dan pekerja mansion, juga terdapat paviliun pribadi. Di tengah-tengah terdapat dua gazebo yang disatukan dengan jembatan karena dibawahnya adalah kolam ikan koi. Dalam hati, Nyssa merasa akan benar-benar tersesat di rumah sebesar ini. Seketika membuatnya merindukan rumah minimalisnya, yang ia design sendiri bersama sang suami.

__ADS_1


Selain menjelaskan secara singkat struktur bangunan mansion, Rara juga memberitahu berapa banyak pekerja di mansion dan siklus kerja mereka. Namun Rara menekankan jika di hunian Azmy tidak ada ART sama sekali. Hal ini dikarenakan, Azmy tidak suka ada ART disekitar rumah. Hanya Leon, Rara, orang tua Azmy dan kepala pelayan, Pablo yang diizinkan masuk. Rara mengatakan, ART akan membersihkan rumah saat Azmy tidak ada ditempat. Jadi, sekarang menjadi tugas Nyssa untuk mengatur kediaman Azmy.


Karena pesan dari Mami Sita, Nyssa ditempatkan disebelah kamar Azmy. Azmy tidak banyak berkomentar, setelah masuk ke rumah Azmy dan Leon langsung menuju ruang kerja. Rara mengantarkan Nyssa ke kamar dan membantu membereskan barang-barang Nyssa. Rara juga menjelaskan jika Mami Sita secara khusus mendekor kamar ini untuk Nyssa, dan menugaskan kepala pelayan untuk mengisi lemari pakaian dengan baju ukuran Nyssa. Rara memperlihatkan walk in closet, dan kamar mandi. Jika merasa ada yang tidak disukai, bisa segera diganti.


"Memang beda, sultan mah bebas" batin Nyssa. Satu kesamaan Nyssa dengan pemilik tubuh, yaitu tidak akan memanfaatkan keadaan seperti ini. Nyssa mengucapkan terimakasih kepada Rara, juga mengatakan tidak ada yang perlu diganti, ia menyukainya.


"Saya permisi dulu Nona, jika ada yang dibutuhkan bisa menghubungi saya." pamit Rara yang kemudian menutup pintu kamar. Dalam hati Rara memuji Nyssa, setelah melihat kemewahan ia tidak berubah. Tetap dengan rendah hati, dan sopan santunnya. Pantas saja majikannya menyukai gadis ini. Selama Nyssa membutuhkannya, Rara berjanji akan membantu semampunya. Tanpa sadar, keengganan yang ditunjukkan Rara berganti dengan ketulusan.


Nyssa mengirimkan pesan kepada Mami Sita, mengucapkan terimakasihnya atas kamar yang sekarang ditempatinya. Kemudian ia merebahkan tubuhnya ditempat tidur ukuran kingsize, maksud hati ingin meluruskan kakinya sebentar namun ia langsung terlelap begitu merasakan lembutnya tempat tidur.


Diruang kerja, Azmy sedang berbicara dengan Mami Sita dan meminta penjelasan tentang Nyssa.


Setelah penjelasan Mami Sita bisa diterima Azmy, ia memutuskan sambungan telpon dan meminta laporan Leon. Isi laporan tersebut tidak lain adalah tentang identitas Nyssa. Terbesit adanya perbedaan laporan dengan sikap Nyssa selama beberapa hari ini, tetapi tidak dihiraukannya. Azmy mengira, mungkin perubahannya terjadi karena sekarang memeluk islam.


Hanya saja, didalam laporan tidak disebutkan hubungan Nyssa dan Ayahnya, sehingga Azmy tidak tahu bagaimana perlakuan keluarga Nyssa. Dan yang paling penting adalah tidak tahu kebenaran jika Nyssa yang sekarang bersamanya bukanlah Nyssa yang ada dilaporan Leon.

__ADS_1


Saat menanyakan pendapat Leon, ia semakin merasa tertarik dengan Nyssa.


"Menurut saya, Nona Nyssa jauh lebih baik dibandingkan adik tirinya. Perbedaan sifat dan gaya hidup mereka terlalu jauh. Jika saya boleh jujur, Nona Nyssa adalah pilihan terbaik untuk pendamping Tuan Muda."


"Saya sudah memperhatikan Nona Nyssa selama menemani Tuan Muda di rumah sakit. Jika perempuan biasa akan mencari kesempatan untuk memanfaatkan keadaan Tuan Muda, namun Nona Nyssa hanya melakukan apa yang menurutnya baik dan tidak mengecewakan Nyonya besar." terang Leon yang ditanggapi dengan anggukan Azmy.


"Apakah ini yang membuat Mami sangat antusias?"


"Menurut pandangan saya, Nyonya besar menyukai sifat Nona Nyssa yang sopan dan menjaga pandangannya. Karena setahu saya, sampai sekarang Nona Nyssa belum pernah menyentuh Tuan Muda. Maka dari itu, Nyonya besar bersemangat sekali mendekor kamar sebelah Tuan Muda dan mengisinya dengan keperluan Nona Nyssa."


"Baiklah, kamu boleh pergi. "


"Baik Tuan Muda. "


"Menarik, selain lucu dia juga memiliki sifat yang dikagumi Leon bahkan Mami yang terkenal angkuh bisa bersemangat seperti itu. Aku akan melihatnya pelan-pelan, kira-kira sedang apa kelinci kecil itu? "

__ADS_1


Azmy mulai memanggil Nyssa dengan sebutan kelinci kecil karena kelincahannya. Selama menemaninya di rumah sakit, Nyssa melakukan semua kegiatan dengan cepat. Saat melayaninya pun dilakukan dengan cepat dan segera menghindar. Membuatnya penasaran, apakah dirinya tidak menarik didepan matanya?


Jika Azmy tahu jiwa Nyssa adalah orang yang sudah kebal dengan pesonanya, ia tidak akan senarsis sekarang ini.


__ADS_2