
Azmy memeluk istri kecilnya dari belakang, Nyssa yang sudah bisa menebak niat Azmy segera melepaskan diri dari pelukan Azmy. Entah mengapa, ia sedang tidak berselera bermesraan dengan suaminya.
“Sayang, aku mau ke taman bermain.” Saat memikirkan alasan untuk lepas dari suaminya, tiba-tiba Nyssa ingin pergi ke taman bermain. Azmy yang mendengar permintaan Nyssa, mengernyitkan dahi. “Taman bermain? Untuk apa istri kecilnya pergi kesana?” tanya Azmy di dalam hati.
Azmy tidak akan mengatakan tidak pada Nyssa, ia pun menghubungi Leon, menanyakan apa saja jadwalnya hari ini. Leon di seberang sana memberi jawaban jika tidak ada meeting untuk hari ini. Azmy meminta Leon untuk tetap berada di perusahaan, dan menyuruh Rara untuk kembali ke mansion. Ia akan pergi sendiri bersama Nyssa ke taman bermain, tutup Azmy.
Leon hanya menghela nafas, kebiasaan atasannya menutup telepon secara sepihak masih sama. Ia pun menyampaikan kepada Rara apa yang atasannya perintahkan.
Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit, mereka sampai di sebuah taman bermain. Nyssa tidak menginginkan menaiki wahana bermain, yang dilakukannya hanya berjalan-jalan. Azmy dengan setia menggandeng tangan istri kecilnya, mengikuti kemauan Nyssa yang menurutnya aneh. Nyssa meminta es krim, gula kapas, gulali, dan lollipop.
Azmy membelikan semua yang diminta, tetapi Nyssa tidak memakannya, hanya es krim saja yang ia makan, yang lainnya ia berikan kepada anak-anak yang ditemuinya. Azmy semakin merasa aneh dengan kelakuan Nyssa, tetapi tetap diam. Menurutnya, lucu juga sifat istri kecilnya yang seperti ini. Sampai akhirnya Nyssa merasa lelah, ia mengajak Azmy duduk di sebuah bangku. Azmy melihat istri kecilnya penuh peluh, mengambil sapu tangan dan mengusap lembut kening Nyssa.
“Sayang, aku haus. Mau itu!” tunjuk Nyssa pada stand jus buah. Azmy tahu apa yang diinginkan Nyssa, lalu
mengajaknya untuk berdiri. Nyssa menolak, hanya ingin menunggunya duduk di sini. Azmy menawarkan diri untuk menggendongnya, tetap di tolak oleh Nyssa yang kukuh menunggu di bangku. Azmy tidak ingin meninggalkan istri kecilnya sendirian, tetapi akhirnya dengan enggan ia meninggalkannya menuju stand jus buah untuk membelikan jus alpukat kesukaan Nyssa.
Mereka tidak tahu, jika sedari tadi ada sepasang mata yang mengawasi mereka.
Seorang anak kecil menangis tidak jauh dari tempat Nyssa duduk, Nyssa pun menghampiri anak tersebut membawa duduk di bangku dan memberikan gula kapasnya untuk anak tersebut agar berhenti menangis. Azmy memperhatikan Nyssa dari kejauhan, mengawasi jika saja istri kecilnya kesulitan.
Dua orang yang terlihat seperti sepasang suami istri menghampiri Nyssa dengan tergesa-gesa, menarik tangan anak kecil tersebut dengan kasar yang membuat anak kecil tersebut menangis lagi. Azmy yang melihat hal tersebut segera berlari ke arah Nyssa, melupakan pesanannya.
“Ada apa sayang?” tanya Azmy melihat Nyssa ingin merebut anak kecil tersebut dari tangan perempuan yang tiba-tiba menarik.
__ADS_1
“Ibu ini tiba-tiba menarik kasar adik kecil ini ketakutan.”
“Ini anak saya!” suara ibu tersebut melengking membuat tangis anak kecil tersebut semakin kencang. Azmy tidak bisa gegabah menghadapi orang seperti ini, ia pun memanggil petugas keamanan yang kebetulan berada tak jauh dari tempat mereka. Petugas tersebut mendekat dan Azmy menjelaskan kronologi kejadian. Petugas tersebut membawa mereka ke pusat pelayanan.
Azmy dan Nyssa mengikuti petugas tersebut, begitu juga dengan kedua orang tersebut dan anak kecil yang masih
menangis. Sesampainya di pusat pelayanan, petugas keamanan menceritakan kronologis kepada kepala pelayanan.
Kepala pelayanan menanyakan beberapa pertanyaan kepada Nyssa, namun Azmy yang menjawab semuanya karena istri kecilnya diam saja. Kepala pelayanan tersebut mencurigai Nyssa yang tidak mau menjawab pertanyaan, namun detik berikutnya Nyssa menangis membuat kepala pelayanan tersebut serba salah. Azmy segera menenangkan istri kecilnya dengan memeluknya dan mengusap-usap punggungnya. Azmy semakin merasa aneh dengan sikap Nyssa, namun sekarang bukan waktu yang tepat untuk mencari tahu.
Kepala pelayanan berganti menanyakan beberapa pertanyaan kepada kedua orang yang mengaku sebagai orang tua anak kecil yang menangis tersebut. Kebetulan di pusat layanan ada tenaga medis yang membantu menenangkan anak kecil tersebut, dan tangisnya mau berhenti akan tetapi tidak mau mendekat ke arah pasangan yang mengaku orang tuanya. Hal ini membuat kepala pelayanan mencurigai mereka, akhirnya mencoba menghubungi pihak berwajib untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini.
Beberapa menit kemudian, dua orang polisi datang dan mendengarkan penjelasan kepala pelayanan. Azmy melihat
Nyssa yang menangis menjadi tenang setelah mendengar bisikan suaminya. “Sayang, suamimu ini akan menjadi hero, tenanglah dan tutup matamu.” Azmy tidak tahan dengan kinerja kedua polisi tersebut. Jadi, ia memutuskan untuk menyelesaikan masalah disini dengan caranya.
Kedua orang yang mengancam tersebut hanya fokus dengan petugas polisi dan pintu keluar, sehingga tidak
memperhatikan keberadaan Azmy yang sekarang berada dibelakang mereka. Dengan satu gerakan Azmy memukul tengkuk laki-laki yang memegang senjata tajam hingga pingsan. Wanita yang mencengkeram anak kecil tersebut berteriak, namun tidak ada waktu untuk bergerak karena Azmy sudah memutar kedua tangannya ke belakang
hingga cengkeramannya lepas. Nyssa yang menyaksikan suaminya sedari tadi, segera berlari memeluk anak kecil tersebut dan mengangkatnya menjauh dari kedua orang yang berbahaya, kemudian menenangkannya. Kedua petugas polisi, petugas keamanan dan petugas yang ada di pusat pelayanan, melongo bersamaan dengan tindakan frontal yang dilakukan pasangan tersebut. Namun segera sadar dari keterkejutan mereka ketika Azmy berteriak meminta tali untuk mengikat.
Salah satu petugas polisi menghubungi rekannya yang kemudian datang membawa beberapa polisi bersamanya
__ADS_1
dan segera membawa kedua pelaku ke kantor polisi. Sedangkan kedua petugas polisi yang berada di TKP meminta keterangan dari beberapa saksi dan akan membawa anak kecil tersebut ke kantor polisi untuk ditemukan kedua orang tuanya. Azmy menolak keputusan polisi tersebut. Menurutnya, lebih baik mengumumkan jika ada anak yang ditemukan di pusat pelayanan, orang tua yang merasa anaknya menghilang akan datang ke pusat pelayanan. Untuk mencegah kejadian seperti tadi terulang, petugas polisi yang berkewajiban memastikan identitas mereka. Kedua petugas polisi tersebut menyetujui saran Azmy, segera pusat pelayanan memberikan pengumuman.
Nyssa meminta izin Azmy, ia ingin menunggu sampai orang tua anak tersebut datang, dan memastikan anak tersebut baik-baik saja. Azmy menganggukkan kepalanya tanda setuju, istri kecilnya seperti malaikat yang selalu menolong anak-anak.
Tak lama setelah pengumuman disiarkan, datanglah sepasang suami istri dengan satu anak yang di gendong.
Anak tersebut mirip dengan anak yang saat ini tertidur di dalam pelukan Nyssa. Petugas polisi menanyakan identitas mereka dan semuanya cocok, ternyata anak mereka kembar. Salah satu anaknya menghilang saat mereka turun dari komedi putar, mereka sudah mencoba mencarinya namun tidak menemukannya sampai terdengar suara pengumuman barulah mereka tahu jika anak mereka berada disini.
Nyssa menyerahkan anak kecil tersebut kepada sang ibu yang matanya sembab akibat menangis. Mereka mengucapkan terima kasih, dan berpamitan untuk pulang. Polisi mempersilakan mereka, juga mengucapkan terima kasih kepada Azmy yang telah membantu mereka. Azmy hanya mengangguk, kemudian menggandeng Nyssa membawanya pergi dari sana.
“Sayang, kamu hebat.” Nyssa
mengacungkan kedua jempol nya untuk Azmy.
“Ingat sayang, jangan gegabah lagi lain kali. Untung saja mereka tadi tidak menyerang kamu.” Azmy menarik istri
kecilnya kedalam pelukan. Meskipun ia tenang dalam bertindak, tetap saja hatinya takut terjadi sesuatu dengan Nyssa.
“Tidak bisa janji sayang, karena kejadian seperti tadi di luar kendali kita.” sesal Nyssa.
“Ya, tetapi tetap utamakan keselamatanmu sayang.” Azmy melepaskan pelukannya mengecup kening Nyssa yang
menganggukkan kepala. Mereka melanjutkan jalan menuju tempat parkir.
__ADS_1
Baru beberapa langkah, Nyssa menghentikan langkahnya membuat Azmy menengok kearahnya. Tetapi yang terjadi selanjutnya adalah Nyssa yang tiba-tiba pingsan. Azmy tepat waktu menangkap tubuh istri kecilnya, ia segera berlari dengan Nyssa dalam gendongannya ke arah tempat parkir dimana ia memarkir mobilnya. Ia ingin segera membawa Nyssa ke rumah sakit, takut terjadi sesuatu pada istri kecilnya.