Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
13. Berada dalam Kehangatan


__ADS_3

Nyssa merasa bahagia bertemu suami dan kedua anaknya, ia ingin selalu bersama mereka. Nyssa tidak menyadari jika dirinya sedang bermimpi.


Suaminya mengatakan kepada Nyssa, jika ia harus bahagia. Ini adalah takdirnya, sudah seharusnya ia mensyukuri rahmat Allah dan menjalani segala ketetapan-Nya. Allah akan selalu bersamanya. Suaminya memang seperti itu, mau dalam kesusahan seperti apapun tetap Allah menjadi sandarannya.


Anak pertamanya seorang anak perempuan berumur 10 tahun, memberikan senyuman manis dan menganggukkan kepalanya. Nyssa merasa bersalah kepada anak pertamanya, kasih sayangnya terbagi disaat berumur 4 tahun. Sejak itu, Nyssa tidak bisa menyeimbangkan perhatiannya. Karena hampir seluruh perhatiannya tertuju kepada sang adik.


Sedangkan anak keduanya seorang anak laki-laki berumur 5 tahun dengan keadaan spesial sedari lahir memberikan tawa ceria yang selalu menemani harinya dahulu. Meski banyak cibiran yang Nyssa dapat, anaknya yang spesial tetaplah anugerah terindah. Allah mempercayakan anak spesial kepadanya, Allah memilihnya dari sekian banyaknya hamba Allah.

__ADS_1


Akan tetapi, belum sempat Nyssa menanggapi perkataan suaminya, suami dan kedua anaknya melambaikan tangan seraya pergi menjauh darinya. Nyssa mulai menangis dan mengejar mereka, belum sempat ia memeluk anak-anaknya, menanyakan kabar mereka. Banyak hal yang ingin ia tanyakan kepada sang suami, apakah hal-hal yang ia alami selama ini mimpi atau kenyataan, mungkin suaminya memiliki jawabannya. Semakin Nyssa mengejar, semakin mereka menjauh. Tangisan Nyssa semakin pecah, ia tidak ingin ditinggalkan sendiri disini. Ia tidak ingin menukar kehidupan juga kebahagiaannya. Baginya sudah cukup dengan keluarga yang dimilikinya sekarang.


"Bawa aku.. " gumamnya dalam isakan dengan mata terpejam. Azmy merasakan sesak dihatinya, namun ia tidak tahu apakah harus membangunkannya atau tidak.


Nyssa yang masih di dalam mimpi lelah mengejar, terduduk menangis sejadi-jadinya. Pemilik tubuh datang memeluknya, mengatakan semuanya akan baik-baik saja. Nyssa bisa melupakan kesedihannya, semua kesedihan akan dibawa oleh pemilik tubuh, meninggalkan kebahagiaan untuk Nyssa. Karena Nyssa berhak bahagia, setelah semua yang terjadi. Meski terpisah dengan keluarga kecilnya, akan ada keluarga yang akan menggantikan kehampaannya. Nyssa menolak, ia hanya ingin berkumpul kembali dengan keluarga kecilnya.


Nyssa memang berempati dengan pemilik tubuh, namun ia juga memiliki kehidupannya sendiri. Apalagi keadaan anak keduanya yang spesial, hanya ia yang dapat mengatasinya. Bagaimana jika tidak ada yang bisa mengerti? Siapa yang akan merawatnya? Jika suaminya merawat anak mereka, bagaimana dengan pekerjaannya?

__ADS_1


Memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi, semakin membuat hatinya terasa tercabik-cabik. Hati ibu mana yang tidak patah saat harus berpisah dengan anak-anaknya. Bagaimana ia akan hidup tanpa ada anak-anaknya? Anak-anaknya adalah separuh dari jiwanya, bagaimana ia akan bisa berdiri jika separuh jiwanya tidak ada?


Tangisan Nyssa terasa pilu bagi pemilik tubuh, pemilik tubuh memiliki kesedihannya, namun ia merasa tak sebanding dengan yang dirasakan oleh Nyssa. Jika pemilik tubuh meninggalkan mereka yang tidak menyayanginya, sehingga keterikatan tidak terlalu dalam. Sedangkan Nyssa, kehilangan separuh jiwanya, orang-orang yang berharga dalam hidupnya. Pemilik tubuh ingin sekali menyalahkan Tuhan. Akan tetapi, selama Nyssa bersamanya pemilik tubuh telah belajar, jika Tuhan yang Nyssa percaya adalah Tuhan yang selalu menyayangi umatnya. Jadi, pemilik tubuh tetap memeluk Nysssa tanpa berkeinginan untuk melepaskan. Namun lambat laun, pemilik tubuh mulai memudar. Nyssa tidak peduli, ia masih dipenuhi keinginan untuk kembali bersama keluarga kecilnya. Seiring dengan memudarnya pemilik tubuh, Nyssa merasakan kehangatan yang memeluknya. Meski tangisannya masih tengar pilu, kehangatan itu mampu mengurangi kesedihannya. Hingga pemilik tubuh benar-benar hilang, tidak ada sepatah katapun yang terucap, hanya menyisakan isakan Nyssa.


Ya Allah, apakah engkau mengabulkan doa hamba untuk berkumpul kembali dengan keluarga kecil hamba? Tanya Nyssa yang mulai berdzikir kepada Allah. Hingga kegelapan pun menutup mimpi Nyssa dengan kehangatan yang tetap membalut tubuhnya.


Azmy yang merasa jika isakan Nyssa telah mereda dan tergantikan deru nafas halus, ia merasa lega. Ia penasaran, mimpi apa yang dimimpikan oleh Nyssa hingga menangis pilu seperti itu. Azmy tidak akan bertanya, jika memang Nyssa bisa menerimanya, kelak Nyssa akan jujur kepadanya, semoga. Meski tahu jika Nyssa mengetahui ia memeluknya seperti ini akan membuat Nyssa marah, tapi secara bersamaan ia juga enggan melepaskan pelukannya. Ia sudah tidak peduli dengan rasa bersalah yang dirasakannya tadi, ia siap menerima kemarahan Nyssa nanti. Azmy mengeratkan pelukannya dan ia pun ikut terlelap dengan Nyssa yang ada di dalam pelukannya.

__ADS_1


Kehangatan yang Nyssa rasakan di alam bawah sadarnya adalah pelukan Azmy. Azmy semakin khawatir saat mendengar isakan Nyssa dalam tidurnya semakin dalam, hingga ia mensejajarkan tubuhnya dan memeluk Nyssa.


__ADS_2