Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
23. Tiba-tiba Menangis


__ADS_3

Setelah perbincangan mereka, Azmy melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 16.00, kemudian ia pun menggenggam tangan Nyssa dan membawanya menyusuri taman, sebelum mereka pulang.


Tanpa diduga, dari arah samping ada anak kecil yang menabrak Nyssa dan terjatuh. Azmy menatap dingin kearah anak tersebut, ia hanya memperhatikan Nyssa, apakah istri kecilnya itu baik-baik saja. Sedangkan Nyssa justru mengabaikan suaminya, fokusnya saat ini membantu anak yang menabraknya.


Nyssa menanyakan apakah anak itu baik-baik saja, juga menanyakan apakah ada yang sakit. Tapi tidak mendapatkan respon. Anak tersebut hanya melihat Nyssa dengan senyuman yang menurut Azmy aneh. Nyssa memperhatikan tubuh anak tersebut dengan seksama, terlihat lututnya tergores. Lalu ia bersihkan dengan tisu basah yang ia bawa, dan membalutnya dengan sapu tangan. Anak tersebut masih tidak merespon, hanya diam memperhatikan Nyssa.


"Bukannya anak-anak biasanya menangis jika terluka?" batin Azmy yang mengernyitkan alisnya, tidak suka dengan respon anak kecil tersebut.


Akan tetapi, Nyssa tetap mengajak anak kecil itu berbicara, kemudian menggendongnya tanpa ada penolakan.


"Suamiku,, kita bawa anak ini ke pos keamanan ya. Kasian kalau kita tinggalkan." Azmy ingin mengutarakan keberatannya, namun segera ia urungkan, saat melihat wajah keibuan Nyssa yang dengan kasih sayang menggendong dan tetap mengajak anak kecil tersebut berbicara, meskipun tidak mengenalnya. Sisi Nyssa yang seperti ini, baru ia lihat berkat anak kecil tersebut.


Azmy hanya mengikuti Nyssa dari belakang, karena saat akan menggantikan Nyssa untuk menggendong, anak kecil tersebut menolak dengan mengeratkan pelukannya. Azmy sempat merasa marah, siapa dia beraninya memeluk erat istri kecilnya, tapi segera mereda saat Nyssa menggenggam tangannya.

__ADS_1


Dengan memperhatikan interaksi keduanya, Azmy merasa sisi hatinya menghangat. Mungkin inilah yang terjadi jika kelak mereka memiliki anak. Anak? Kenapa sudah memikirkan sampai kesana, jatahnya saja ia belum merasakannya. Wajahnya yang sudah menghangat kini berubah dingin lagi.


Nyssa hanya geleng-geleng mengetahui perubahan suaminya tersebut. Nanti ia akan menjelaskan keadaan anak yang ada di gendongannya. Supaya Azmy bisa mengerti dan tidak marah padanya.


Dari arah depan, seorang laki-laki setengah baya menghampiri mereka. Laki-laki tersebut mengatakan jika ia adalah orang tua dari anak yang ada di gendongannya.


Nyssa tidak langsung memberikan anak kecil tersebut, melainkan memberikan beberapa pertanyaan untuk memastikan apakah laki-laki tersebut benar-benar orang tua anak kecil ini. Karena keadaan spesial anak kecil tersebut, maka mudah bagi Nyssa untuk mengetahui apakah laki-laki itu berbohong atau tidak. Setelah memastikannya, Nyssa menyerahkan anak kecil tersebut kepada orang tuanya. Orang tuanya mengucapkan terimakasih, dan mengajarkan anak kecil tersebut untuk mencium punggung tangan Nyssa dan Azmy. Setelah itu mereka berpamitan, anak kecil tersebut melambaikan tangannya yang juga dibalas lambaian tangan Nyssa.


Kini mereka sudah berada di area parkir. Saat memasuki mobil, wajah Azmy masih belum mencair. Sebelum Azmy melajukan mobilnya, Nyssa membuka suara, berharap dapat mencairkan wajah suaminya tersebut.


"Iya sayang, kenapa?" jawab Azmy dengan senyuman merekah karena panggilan Nyssa.


Nyssa pun menjelaskan keadaan spesial anak kecil yang mereka tolong. Azmy memang sudah bertanya-tanya sejak tadi, tapi ia kesal karena Nyssa mengabaikannya, lebih memilih menggendong anak yang tidak dikenalnya. Dan pelukan erat anak kecil tersebut, juga atas penolakannya tadi melukai harga dirinya.

__ADS_1


Nyssa mengatakan bahwa anak tersebut mengidap autisme. Keadaan dimana, perkembangan motorik, baik motorik kasar maupun motorik halus dan sensorik nya tidak berkembang seperti anak normal pada umumnya. Hal itulah yang menyebabkan anak autis tidak dapat mengolah informasi, kesulitan berinteraksi, kesulitan berekspresi, peka terhadap suatu keadaan tertentu, dan tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya dengan leluasa. Nyssa juga mengatakan, ia tidak mengetahui autisme anak kecil tersebut tergolong autisme apa. Karena autisme dibedakan menjadi beberapa jenis.


Namun, dibalik autisme tersebut biasanya mereka mempunyai kelebihan masing-masing. Itulah sebabnya, Nyssa mengatakan keadaan anak tersebut spesial. Hanya saja, terkadang orang tua kurang memperhatikan dan juga kendala finansial menjadi penyebab potensi mereka terkubur dan hanya dianggap autisme. Ada kelebihan yang tidak banyak diketahui karena kekurangannya.


Selesai menjelaskan semua yang ia ketahui, Nyssa menangis sesenggukan. Azmy yang melihat istrinya terlalu lembut itupun segera melepaskan seatbeltnya, kemudian meraih istri kecilnya kedalam pelukan.


Nyssa merasakan rasa sakit yang mengiris hatinya, entah mengapa ada perasaan menyakitkan saat mengingat keadaan spesial anak kecil yang ditemuinya tadi. Ada perasaan hancur secara bersamaan, ia tak tahu mengapa ia merasakan semua itu. Nyssa juga terkejut dengan dirinya sendiri yang mengetahui informasi tentang autisme, saat berinteraksi dengan anak kecil tersebut. Padahal ia belum pernah bertemu apalagi membaca informasi seputar anak-anak.


Azmy mengelus punggung Nyssa, mengecup puncak kepalanya. Tetapi belum ada tanda-tanda Nyssa akan berhenti menangis Nyssa hanya ingin menangis mengeluarkan perasaan yang menumpuk di hatinya. Posisi Azmy yang memeluk merasa tak nyaman, dadanya pun sudah basah karena air mata.


Melihat jam tangannya ternyata sudah setengah jam ia berada dalam posisi seperti ini. Nyssa sudah tidak bersuara lagi, hanya suara sesenggukan yang sesekali terdengar. Ternyata istri kecilnya telah tertidur.


"Apa yang membuatmu menangis pilu seperti ini?" Tanya Azmy dalam hati, semoga setelah menangis kamu akan melupakannya.

__ADS_1


Azmy membenarkan posisi Nyssa perlahan, menurunkan sandaran mobil agar tidur Nyssa nyaman, kemudian memasangkan seatbelt. Ia pun melajukan mobilnya pulang ke rumah.


Sampai dikediaman, Nyssa belum bangun. Jadi dengan perlahan Azmy mengangkat tubuh Nyssa dan dibawanya masuk ke dalam kediamannya. Sampai di kamar, Azmy merebahkan tubuh Nyssa perlahan di tempat tidur. Ia pun tersenyum geli melihat Nyssa, ternyata ia menikahi putri tidur, bosan menunggu di perusahaan tidur, selesai menangis tidur, waktu belajar pun tertidur. Setelah memasangkan selimut dan menyalakan pendingin ruangan, Azmy pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


__ADS_2