
"Pagi sayang.." Sapa Azmy saat melihat Aeesha mulai membuka mata.
"Emm.." Jawab Aeesha yang masih malas.
"Cup.." Kecupan singkat di bibir membuat Aeesha membelalakkan matanya.
"Morning kiss sayang." Jawab Azmy santai, sambil menunjuk ke arah bibirnya sendiri. Aeesha pura-pura tidak mengerti dan mencoba untuk bangun. Tetapi Azmy menahannya dengan mengapit kakinya.
"Lepaskan! Ayo kita sholat dulu." Azmy tidak bergeming dan berpura-pura memasang wajah dingin.
"Suamiku.. Tolong lepaskan, jika tidak aku bisa mengompol!" Mendengar hal tersebut Azmy segera berdiri dan mengangkat Aeesha ke kamar mandi.
Kamar mandi di apartemen Nyssa tidak ada bath tub, hanya shower dengan partisi mandi. Tetapi cukup luas untuk mereka berdua. Azmy mengajak Aeesha mandi sebelum menjalankan sholat subuh. Sebenarnya, Aeesha masih tidak nyaman dengan Azmy tetapi ia mencoba bersikap biasa. Ia akan menambah dosa, menolak Azmy untuk kesekian kalinya. Azmy yang mengetahui kecanggungan Aeesha, sedikit kecewa. Ia yang berkata akan menunjukkan cinta, maka Ia juga harus lebih berusaha.
Azmy membantu Aeesha menggosok punggung, ternyata Ia sudah mulai tidak bisa menjangkau punggungnya. Kehamilannya semakin besar, ukurannya 2 kali lipat kehamilan normal wajar saja. Jika seperti ini, sebentar lagi Ia akan merasakan pegal-pegal dan masalah posisi tidur.
"Apakah disini ada bantal khusus untuk ibu hamil?" Batin Nyssa.
"Sayang, sudah selesai. Kamu bersiaplah dulu.." Azmy telah memakaikan handuk di badan Nyssa, kini ia yang akan mandi.
Untungnya, semua keperluan yang disediakan Leni merupakan kebutuhan ibu hamil. Bra seamless tanpa pengait, ****** ***** maternity, gamis dan yang lain-lain disesuaikan dengan kehamilan Nyssa. Sehingga tidak perlu lagi berbelanja kebutuhan. Tetapi Nyssa masih perlu membeli beberapa keperluan. Sambil menunggu Azmy, Aeesha menuliskan daftar belanja di catatan ponselnya seperti, korset hamil, bantal hamil, anti slip untuk kamar mandi, matras yoga, gym ball, stretch mark cream.
"Sedang apa sayang? Jangan terlalu lama bermain ponsel, radiasi tidak baik untuk kandungan." Azmy sudah siap dengan koko, celana kain dan peci. Aeesha seakan melihat 2 versi suami saat ini.
"Sayang.." Azmy mengambil ponsel Nyssa dan membuyarkan lamunan Aeesha. "Ya Allah,, Ampuni aku." Aeesha secara tidak sadar membayangkan suaminya yang dulu.
__ADS_1
Azmy melihat daftar belanja yang ditulis Aeesha, kemudian dikirimkan ke ponselnya. Dan bertanya apakah ada tambahan? Aeesha menggeleng, untuk kehamilan trimester 2 nya sudah cukup. Mereka pun melaksanakan sholat bersama.
Kini mereka sedang duduk di sofa, Aeesha berada dalam pelukan Azmy dengan posisi memunggunginya. Azmy mengusap lembut perut Nyssa sambil membaca surat pendek. Aeesha sangat menikmati sentuhan Azmy. Tidak dipungkiri, kontak fisiknya dengan Azmy tidak bisa ia tolak. Hanya saja karena pikiran dan hatinya yang masih menyisakan ingatan kehidupannya yang lalu, membuatnya canggung. Azmy merasakan gerakan kecil di perut Nyssa, diperut bawah bagian kanan dan kiri secara bersamaan.
"Assalamualaikum.. Malaikat-malaikat Daddy, kalian sedang ingin bermain yaa.." Gerakan janin secara teratur menggelitik tangan Azmy. Azmy mengajak mereka berbicara sebagai stimulasi.
Aeesha tersenyum dengan interaksi Azmy dan janinnya. Jika dulu, suaminya akan telat merasakan gerakan anak mereka karena setiap disentuh ayahnya, mereka tidak akan bergerak. Tetapi malaikat kembarnya selalu bergerak disaat ia sedang bersama Azmy. Begitu kuat ikatan mereka, trimester 2 ini mereka akan banyak bergerak. Jika sudah memasuki trimester 3, gerakan mereka akan berkurang karena ruang gerak mereka akan semakin sempit.
"Sayang, apakah di umur sekarang sudah bisa melihat jenis kelamin?" Tanya Azmy.
"Kehamilan kembar, aku kurang tahu. Tapi jika kehamilan normal sudah bisa. Nanti kita tanyakan dokter Rena. Sepertinya besok adalah jadwal checkup."
"Tidak perlu sayang, biarkan saja. 2 laki-laki atau sebaliknya, aku tidak masalah. Aku menerimanya, biarlah jenis kelamin mereka jadi surprise saat kamu melahirkan nanti." Aeesha tiba-tiba menangis, semua yang diucapkan Azmy sama dengan ucapan suaminya dulu.
"Sayang, mengapa kamu menangis?" Azmy membalikkan badan Nyssa dan mengusap air matanya.
"Sayang,, ingatlah. Aku suamimu saat ini, meski ucapanku mungkin sama dengan suamimu dulu, tetapi kami berbeda kamu yang mengatakannya." Azmy memeluk Aeesha dan mengecup puncak kepalanya, tangisan Aeesha justru semakin kencang.
"Aku sudah ikhlas, Aku ikhlas yaa Robb.." Gumam Aeesha disela tangisnya. Azmy merasa nyeri dihatinya. Ia pun memberanikan diri untuk mencium bibir istri kecilnya, berharap bisa meredakan tangisnya.
Ciuman Azmy berubah menjadi ******* karena Aeesha yang terkejut justru memberi akses Azmy dengan leluasa. Aeesha yang sudah berhenti menangis menjadi terbuai dalam ciuman Azmy dan sentuhan tangan Azmy terasa panas di kulitnya. Aeesha sudah pasrah, Ia tidak bisa terus menekan gairahnya. Hormon kehamilannya menyebabkan *********** lebih sensitif dan area sensitifnya pun bereaksi pada sentuhan Azmy.
Aeesha meremas kaos yang dikenakan Azmy, tangannya dituntun Azmy untuk dikalungkan dilehernya. Azmy merasa jika Aeesha tidak menolak dan menikmati sentuhannya. Ia mulai menyusupkan tangannya di dada Nyssa. Di Sana ternyata terasa basah, Azmy menghentikan ciumannya. Segera melepaskan baju istri kecilnya. Dilihatnya, bra yang dikenakan sudah basah sebagian. Aeesha yang memperhatikan pun mengatakan, jika itu adalah ASI.
Dulu Aeesha mengalaminya saat masuk usia 6 bulan kandungan. Di kehamilan kembarnya sekarang ini, semua yang dialaminya dulu terjadi lebih cepat.
__ADS_1
Azmy melepaskan bra yang dikenakan istri kecilnya dan mulai memberi tanda disana. Aeesha merasa gejolak gairahnya meningkat, *********** yang terasa kencang semakin sensitif karena sentuhan Azmy dan membuatnya tanpa sadar mendesah. Mendengar ******* Aeesha, membuat Azmy hilang kendali dan segera membawa Aeesha ke tempat tidur dan melanjutkan kegiatannya. Penyatuan pun mereka lakukan sampai Aeesha terlelap. Azmy merasa sangat puas, sejak istri kecilnya hamil kegiatan Penyatuan mereka semakin intim karena mereka sama-sama aktif. Apalagi sudah hampir seminggu lebih dirinya tidak menggauli istri kecilnya. Pengaruh hormon kehamilan Nyssa memang luar biasa bagi Azmy yang memang mempunyai hasrat tinggi. "Mungkin dengan begini, Aeesha perlahan akan melupakan suaminya." Harap Azmy di dalam hati. Meskipun dengan jalan hasrat, Azmy tidak peduli. Mereka adalah suami istri, halal baginya menggauli istri kecilnya. Jika dengan jalan ini bisa membuat Aeesha melupakan kenangan kehidupannya yang lalu, maka Azmy tidak akan keberatan. Karena ia pun menikmatinya, ia tidak akan membayangkan jika bukan dengan Nyssa atau Aeesha. Ia pun membersihkan diri, kemudian membersihkan tubuh Nyssa Dan menutupnya dengan selimut.
Azmy keluar kamar. Brenda yang sedang menata makanan dimeja makan menyapanya. Azmy hanya menganggukkan kepalanya Dan meminta untuk menyiapkan sarapan di nampan. Ia akan menikmati sarapan dikamar. Brenda merasa suami majikannya tidak ramah. "Bagaimana Nona bisa mengenal laki-laki kaku seperti ini?" Batin Brenda.
Azmy membawa nampan berisi makanan untuk mereka berdua Dan juga susu untuk Aeesha ke dalam kamar. Setelah meletakkannya dimeja, ia membangunkan Aeesha untuk sarapan. Aeesha yang terbangun tanpa sehelai benangpun terkejut, Azmy hanya terkekeh melihat keterkejutan Aeesha. Kemudian membawa istri kecilnya ke kamar mandi dan membantunya mandi. Meskipun sudah ia bersihkan setelah kegiatan mereka, tetap saja harus mandi.
Setelah itu mereka makan bersama, tetapi Aeesha menolak meminum susunya. Mencium bau susu membuatnya mual, akhirnya Azmy meminta Brenda untuk membuatkan jus alpukat. Azmy berselancar di internet, mencari alternatif dari susu kehamilan. Ia menemukan jus kemasan untuk ibu hamil, segera ia memasukkannya kedalam daftar belanja.
Azmy harus berangkat ke perusahaan. Setelah menemani Aeesha sarapan, ia pun bersiap, seperti biasa Aeesha akan membantunya memakai dasi. Azmy jadi berfikir, apakah Aeesha terbiasa memakaikan dasi suaminya dulu, sehingga dengannya sekarang membantunya memakai dasi dengan rapi.
"Hentikan pemikiranmu suami! Mas Fatih mengenakan dasi hanya saat menikah dan bukan aku yang memakaikannya!" Azmy terperanjat, darimana istri kecilnya tahu isi pikirannya? Tapi dialah Aeesha yang cepat tanggap, jadi Azmy memakluminya. Ia fokus dengan nama yang diucapkan Aeesha.
"Mas Fatih?"
"Itu nama suamiku di kehidupan ku dulu. Memanggil dia suamiku di depanmu akan terasa tidak nyaman, jadi panggil nama saja." Azmy tersenyum mendengar kata-kata Aeesha, istri kecilnya sedikit demi sedikit mulai mementingkan dirinya.
"Jadi namanya Mas Fatih." Azmy menganggukkan kepalanya.
"Bukan Mas Fatih namanya. Namanya El Fatih Ramadhan, "Mas" itu panggilan untuk kakak laki-laki maupun saudara di Jawa atau laki-laki yang lebih tua. Sapaan hormat seperti, Tuan Muda, Nyonya, Nona, Pak, seperti itu." Jelas Aeesha.
"Banyak sekali yang harus kamu ceritakan padaku sayang.." Seraya memeluk istri kecilnya.
"Awas, ada anak kita terjepit." Aeesha memberontak.
"Maafkan aku sayang.. Kalian tidak apa-apa sayang?" Tanya Azmy sambil mengelus perut Nyssa.
__ADS_1
"Daddy pergi bekerja dulu sayang, jaga Mommy untuk Daddy ok.." Dikecupnya perut Nyssa dengan khidmat.
Aeesha hanya mengantar Azmy sampai didepan pintu apartemen, di sana ada Rara yang baru saja keluar dari lift. Azmy tidak segan-segan mengecup kening Nyssa didepan Rara, sebelum memasuki lift. Aeesha saja yang menahan malu atas kelakuan Azmy.