
Mulai hari ini, Rara ditugaskan Mami Sita untuk menemani Nyssa. Selain sebagai asisten, Rara juga merupakan
bodyguard yang tepat untuk Nyssa. Awalnya Nyssa menolak, merasa tidak nyaman jika harus diikuti kemanapun ia pergi. Tetapi suaminya juga mendukung keputusan Mami Sita, sehingga ia pun akhirnya menyetujuinya.
Nyssa sedang berada di kelas, sedangkan Rara menunggunya didepan kelas karena selain mahasiswa tidak diperbolehkan masuk kelas.
Rara sudah menerima Nyssa sebagai majikannya, karena selama ini ia sudah salah menilai. Dulu, ia mengira jika Nyssa sama dengan perempuan-perempuan yang mendekati Mami Sita karena ketampanan dan kekayaan Tuan Muda. Tetapi ternyata ia salah, Nyssa adalah gadis sederhana yang tulus. Bahkan sampai sekarang pun kartu yang diberikan Tuan Mudanya belum pernah dipakai sekalipun, hal ini ia ketahui dari Leon. Leon sengaja memberitahukannya karena merasa miris dengan pandangan Rara dan kasihan terhadap Nyssa yang di nilai buruk. Dan selama ia memperhatikan dengan seksama, Nyssa memang seperti yang dikatakan semua orang, Nyssa juga memperlakukannya seperti teman bukan sebagai bawahannya. Akhirnya ia pun bisa menerima Nyssa, dan sekarang dengan senang hati menjadi asisten sekaligus bodyguard bagi Nyssa.
Karena baginya, Mami Sita adalah penyelamat hidupnya. Sehingga ia akan mendedikasikan hidupnya untuk
melayani majikannya. Dan sekarang ia akan menjaga Nyssa dengan sepenuh hati karena ia sudah tahu akan ada pelakor yang mencoba mengusik kehidupan Nyssa dan Tuan Mudanya.
Setelah kelas selesai, Nyssa meminta Rara untuk mengantarkannya ke toko buku. Ada beberapa buku yang perlu ia beli dan juga tas. Tas ransel yang sekarang dipakainya sudah mulai koyak, karena tas tersebut sudah lama ia gunakan sejak awal kuliah. Rara membawa Nyssa ke toko buku yang ada di dalam mall. Rara senantiasa mengikuti Nyssa yang asyik memilih buku, dan juga menjawab pertanyaan Nyssa saat meminta pertimbangan memilih tas.
Saat akan membayar, tangan Nyssa dicegah oleh seseorang. Nyssa menarik tangannya dan melihat pemilik tangan yang ternyata adalah suaminya, Azmy.
“Biar aku saja sayang.” Seraya menyerahkan kartu kepada kasir. Setelah itu membawa belanjaan Nyssa dan menggandeng tangan istri kecilnya keluar dari toko buku.
“Suami kenapa bisa ada di sini, bukannya di perusahaan?” tanya Nyssa.
Karena sudah ada Rara yang menemani Nyssa, Azmy tidak lagi mengantar dan menjemput istri kecilnya. Jadi, ia pun menyibukkan diri di perusahaan dan pulang saat Nyssa juga sudah pulang.
“Ada janji temu dengan klien sayang. Kamu ikut ya.” Azmy membawa Nyssa ke sebuah stand food court dimana janji temu akan dilaksanakan.
“Apa tidak mengganggu?”
“Tentu saja tidak sayang, klien meminta bertemu di sini karena ia membawa serta anaknya.” Jelas Azmy sambil
__ADS_1
memesan es krim dan minuman untuknya. Rara dan Leon berada di meja sebelah mereka.
"Mana mobile banking mu sayang?"
Nyssa yang tidak mengerti maksud suaminya, membukakan aplikasi mobile banking dan menyerahkannya kepada Azmy. Segera Azmy mengetikkan sesuatu di ponselnya dan notifikasi terdengar dari ponsel Nyssa.
"Suamiku, mengapa mengirimkan uang disini? Kartu yang diberikan kemarin masih Nyssa simpan."
"Justru karena kartunya kamu simpan, maka tidak kamu gunakan sayang. Jadi, mulai sekarang aku akan mengirimkannya ke rekeningmu langsung. Dan tetap simpan kartu yang aku berikan."
Baru saja Nyssa akan membuka mulutnya, segera di sela Azmy.
"Tidak ada penolakan sayang!"
Nyssa pun menggangukkan kepalanya dan berterimakasih.
“Lama menunggu Pak Azmy?” tanya seorang laki-laki berumur 30-an yang menggendong seorang anak laki-laki berumur 3 tahunan.
“Perkenalkan, ini istri saya Nyssa.” Azmy memperkenalkan istri kecilnya. Nyssa menangkupkan tangannya di dada, yang dibalas anggukan Reynold.
“Ini anak saya, Arsya.”
“Hai Arsya." Nyssa menyapa anak laki-laki yang bersembunyi di dada klien Azmy. "Mau es krim?” tanya
Nyssa yang ditanggapi dengan anggukan kecil.
Reynold pun menurunkan Arsya dan mendudukkan nya di kursi, namun anak kecil tersebut justru turun dari kursi dan mendekat ke arah Nyssa. Melihat hal itu, dengan sigap Nyssa membawa Arsya ke pangkuannya, dan mulai menyuapkan es krim dengan telaten.
__ADS_1
Kedua leki-laki yang memperhatikan interaksi Nyssa dengan Arsya secara bersamaan tersenyum dan mulai membicarakan kesepakatan mereka.
Kesepakatan mereka pun mencapai mufakat, karena Reynold cukup puas dengan penjelasan dan data yang disajikan Azmy. Leon telah memesan makanan untuk mereka, sehingga setelah penandatanganan kontrak selesai makanan yang dipesan pun datang. Arsya masih berada di pangkuan Nyssa, tanpa ada keinginan untuk berpindah. Nyssa tidak keberatan, justru menawarkan makan siang dan menyuapi Arsya sambil menyanyikan lagu sayur mayur yang nadanya entah dari mana. Arsya pun dengan senang hati memakan apapun yang disuapkan Nyssa.
Azmy yang melihat Nyssa fokus
menyuapi Arsya, menyuapkan makanan ke mulut istri kecilnya, memastikan Nyssa tidak melewatkan makan siangnya. Nyssa menerima suapan suaminya dengan senang hati dengan tetap menyuapi Arsya. Rara yang melihat adegan tersebut pun mengambil gambar dan mengirimkannya ke Mami Sita.
Selesai makan siang, Reynold berpamitan untuk kembali ke rumah sakit. Karena istrinya sedang menjalani
pengobatan, Arsya tidak mau dengan pengasuh, maka dari itu pertemuan ia ajukan di mall agar Arsya tidak bosan. Untungnya ada Nyssa yang bisa membuat Arsya nyaman. Akan tetapi, Arsya tidak ingin melepaskan Nyssa, sehingga Nyssa meminta izin kepada Azmy untuk membawa Arsya jalan-jalan sebentar.
Azmy pun meminta izin kepada Reynold yang langsung di setujui. Namun Reynold harus segera ke rumah sakit, jadi ia meminta bantuan Azmy untuk mengantarkan Arsya ke rumah sakit nanti. Melihat kedekatan Nyssa dengan Arsya, Azmy dengan senang hati menerima permintaan Reynold. Reynold pun berpamitan, juga berpesan kepada Arsya agar tidak merepotkan Azmy dan Nyssa.
“Anda memang beruntung Pak Azmy.” Kata Reynold yang melirik ke arah Nyssa saat menjabat tangan Azmy.
“Anda juga Pak Reynold.” Balas Azmy dengan senyuman bangganya.
Kini mereka berada di stand permainan, Rara dan Leon setia mengikuti mereka di belakang membawakan tas
belanja. Azmy sedang memainkan mesin capit boneka, beberapa kali percobaan gagal membuat Arsya hampir menangis. Namun saat mencoba lagi, akhirnya Azmy mendapatkan boneka katak dengan mata besar. Arsya pun tertawa gembira mendapatkan boneka tersebut. Kemudian mereka mencoba mesin capit boneka yang lebih
besar, sayangnya beberapa kali mencoba tetap tidak bisa mendapatkan boneka. Arsya yang mulai bosan pun tertidur di gendongan Nyssa. Melihat Arsya yang tertidur, Azmy mengambil alih Arsya menggantikan Nyssa.
Rara mengabadikan setiap moment mereka dan dikirimkan ke Mami Sita. Mami Sita yang menerima gambar dari Rara, menjadi semakin menginginkan seorang cucu. Tetapi ia tidak mau memaksakan kehendak, karena semuanya adalah rezeki dari Yang Maha Kuasa.
Azmy mengantarkan Arsya yang masih tertidur ke rumah sakit. Reynold menerima Arsya dalam gendongannya dengan suka cita, baru kali ini anaknya mau ikut dengan orang lain, selain dirinya dan sang istri. Bahkan pengasuhnya sedari bayi saja, Arsya menolak. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Azmy dan Nyssa.
__ADS_1
Setelah memastikan Arsya baik-baik saja, mereka berpamitan pulang. Azmy menggandeng tangan istri kecilnya sepanjang jalan menuju tempat parkir dimana Leon dan Rara menunggu. Suasana hati keduanya sangat senang bisa menghabiskan waktu dengan Arsya. Mungkin jika mereka diberikan kepercayaan oleh Allah berupa keturunan, maka hari-hari seperti tadi akan mewarnai kehidupan mereka. Suara tawa dan tangis akan menghiasi hari-hari mereka.
“Semoga Allah menyegerakan keturunan yang sholeh dan sholehah bagi kami. Aamiin..” doa Azmy dan Nyssa secara bersamaan di dalam hati mereka.