Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
38. Gara-gara Alexsa


__ADS_3

Akhir-akhir ini nafsu makan Nyssa meningkat, berat badannya ikut mengalami kenaikan. Apalagi saat ini, Nyssa dengan bersemangat memasak apa yang diinginkan Alexsa.


Alexsa semakin dekat dengan Nyssa karena makanan. Semua makanan yang di masak oleh Nyssa masuk tanpa hambatan ke dalam perutnya. Sedangkan jika ia memakan makanan selain dari tangan Nyssa, akan dikeluarkan kembali. Mami Sita dan Azmy yang melihat fenomena ini menggelengkan kepala. Alexsa yang awalnya mereka cap sebagai pelakor, berganti cap menjadi tukang numpang makan.


Ayah Abraham sudah sadar dari komanya, setelah sadar yang dimintanya adalah Alexsa menjalani kehidupan yang diinginkan. Ayah Abraham tahu watak ibu Rosa, tidak ingin Alexsa melakukan kesalahan lagi dengan mengikuti kemauan ibunya. Ayah Abraham siap menanggung Alexsa dan anaknya, tanpa ayah bukan masalah, nanti akan ada saatnya jodoh Alexsa datang tanpa mempermasalahkan status anaknya.


Awalnya ibu Rosa menentang, tetapi Alexsa lebih mendengarkan Ayah Abraham dibandingkan dirinya. Alexsa juga mengatakan, jika keluarga Azmy sudah tahu tentang kehamilannya termasuk Nyssa. Dan Nyssa adalah satu-satunya orang yang mengerti penderitaannya selama hamil. Ia tidak mungkin menyakiti Nyssa yang sudah merawatnya.


Ayah Abraham sampai mengancam ibu Rosa, jika tidak mengikuti pengaturannya maka semua fasilitasnya akan dibekukan. Mau tak mau, ibu Rosa mengikuti keputusan suaminya. Alexsa sangat bahagia dengan pengaturan ayah Abraham.


Alexsa langsung berpamitan pulang ke rumahnya sendiri, daripada harus tinggal di mansion keluarga Azmy. Akan tetapi, setelah kepulangan Alexsa ke rumah tidak ada makanan yang bisa masuk ke dalam perutnya. Sampai Alexsa dilarikan ke rumah sakit karena morning sickness parah, dan harus mengandalkan cairan infus dan suntikan vitamin. Ajaibnya, setelah Nyssa menjenguknya dengan membawa bubur ayam buatannya sendiri. Alexsa langsung menghabiskan satu mangkuk bubur tanpa memuntahkannya. Sehingga dokter menyarankan agar Alexsa makan makanan dari Nyssa. Karena cairan infus dan vitamin tidak bisa menjamin kesehatannya sampai trimester pertama berakhir.


Itulah awal cap yang disematkan kepada Alexsa. Setiap ia menginginkan makanan, maka akan menghubungi Nyssa untuk memasaknya dan Alexsa akan datang ke rumah untuk makan bersama Nyssa yang sama-sama suka makan.


Hubungan Nyssa dan Ayah Abraham ikut membaik karena kedekatan Alexsa dengan Nyssa. Alexsa telah berubah, ia tak lagi menginginkan milik Nyssa, ia juga tidak lagi membenci kebahagiaan Nyssa. Sekarang yang menjadi prioritasnya adalah menaikkan berat badannya dan memenuhi asupan gizi untuk janin dalam kandungannya.


Azmy tetap bersikap dingin terhadap Alexsa, karena ia benar-benar tidak menyukai Alexsa yang menyita waktu istri kecilnya. Gara-gara Alexsa juga, kegiatan intim mereka berkurang akibat Nyssa yang kelelahan. Nyssa sudah membujuk suaminya untuk bersabar, sampai 2 bulan ke depan. Karena trimester pertama dimana morning sickness terjadi sampai di bulan ke empat kehamilan.


Sedangkan Mami Sita dan Papi Agam tidak merasa keberatan, karena bagi mereka menantunya bahagia sudah cukup. Menurut mereka, merawat ibu hamil juga merupakan ikhtiar untuk mendapatkan momongan. Jadi, mereka mendukung Nyssa sepenuh hati. Karena ini jugalah Azmy merasa di anak tirikan. Sebenarnya, anak mereka dia atau Nyssa.


Malang bagi Leon dan karyawan di perusahaan yang menjadi samsak Azmy saat moodnya buruk. Seperti mereka kembali melayani atasannya yang dulu. Mereka bisa bernafas lega saat Nyssa berkunjung ke perusahaan dan menemani Azmy. Atau saat Azmy tidak pergi ke perusahaan karena permintaan Nyssa. Istri atasan mereka adalah harapan semua karyawan yang ingin kehidupan perusahaan normal. Jika ingin, sebenarnya mereka bisa saja keluar dari perusahaan karena tidak tahan dengan perangai Azmy. Tetapi, perusahaan Azmy adalah salah satu perusahaan multinasional yang gaji karyawannya berada di atas rata-rata. Dan jenjang karir mereka terjamin di perusahaan milik Azmy. Mereka mengakui Azmy memang pemimpin perusahaan yang multi talenta, dan memperhatikan kesejahteraan karyawan. Hanya saja perangainya yang dingin dan tegas membuat mereka menahan nafas. Apalagi saat moodnya buruk, maka tidak ada satu pun laporan yang akan lulus review.

__ADS_1


Leon sendiri sudah terbiasa workaholic, jadi menghadapi Azmy adalah hal biasa. Hanya saja, atasannya jika sedang dalam mode mood buruk, bisa di tengah malam memberinya perintah. Inilah yang membuatnya terkadang kurang tidur. Jam tidurnya yang hanya 4-5 jam dirampas hingga tersisa 2 jam. Tapi tetap membuatnya bersemangat karena Azmy selalu memberikan bonus jika perintahnya berjalan dengan lancar. "Kekuasaan uang memang mengerikan." pikir Leon.


Hari ini Nyssa ikut Mami Sita ke salon untuk perawatan, dengan syarat suaminya juga ikut. Azmy merasa aneh dengan permintaan istri kecilnya, tetapi tetap mengikutinya sampai di salon. Sambil menunggu Nyssa dan Mami Sita perawatan, Azmy memainkan ponselnya. Tanpa sengaja, ia melihat seseorang yang familiar, Edward.


"Hai." sapa Edward yang melihat Azmy. Ia masih ingat betul dengan wajah Azmy yang merupakan kakak dari gadis yang ingin dikejarnya. Nyssa benar-benar membuatnya taubat menjadi casanova seketika.


Hari itu, setelah melihat Nyssa hatinya menjadi tidak tenang. Waktu yang biasanya dihabiskan untuk bersenang-senang, sekarang ia gunakan untuk fokus mengurus restoran orang tuanya. Edward merasa jika Nyssa adalah cinta pada pandangan pertama yang dapat merubah hidupnya. Sekarang pun ia sedang mendalami islam, demi bisa mendekati Nyssa.


Azmy tidak menghiraukan sapaan Edward, melirik pun tidak. Edward yang melihatnya pun heran, laki-laki ini benar laki-laki yang dilihatnya mesra bersama adiknya (Nysaa), tetapi mengapa laki-laki ini sedingin kutub utara? Merasa diabaikan, Edward memainkan ponselnya sambil menunggu Mamanya perawatan.


Tak lama, Nyssa keluar dari ruang perawatan bersama Mami Sita. Azmy dan Edward berdiri bersamaan, secara bersamaan memandang satu sama lain. Bedanya jika Azmy mengernyitkan keningnya, sedangkan Edward dengan tawa canggung nya. Mami Sita yang mencium bau persaingan cinta, segera menarik Nyssa untuk pergi dari sana. Azmy mengikuti di belakang, begitu juga dengan Edward sampai di tempat parkir.


"Aku hanya ingin berkenalan dengan adikmu." jawab Edward dengan canggung.


"Adik?" Azmy menggertakkan giginya, sedangkan Nyssa yang mendengar menahan tawanya. Mami Sita tak kalah terkejutnya seraya menepuk dahi, apa anaknya terlihat setua itu, sampai-sampai istrinya di bilang adik.


"Darimana asumsi itu datang?" Azmy dengan wajah dinginnya masih mencoba menahan amarah.


"Terlihat seperti itu di mata ku, seperti aku dan adik ku." jawab Edward dengan polos.


"Bukankah ini Edward, seorang Casanova yang terkenal di kalangannya? Mengapa julukannya tidak sesuai dengan tingkat IQ-nya." batin Azmy mencemooh. Edward yang ada di depannya saat ini bagaikan orang bodoh yang tidak bisa membaca situasi.

__ADS_1


Nyssa sudah tidak tahan melihat kekonyolan Edward, bisa-bisa Azmy akan menghabisinya jika dibiarkan.


"Kak Edward, saya adalah istri dari laki-laki yang Anda sebut "kakak"." Nyssa memegang tangan suaminya yang sudah terkepal kuat. Seketika kepalannya tersebut melonggar.


"Kamu tahu nama ku?" tanya Edward berbinar. Bukan kata istri yang menjadi pusat perhatiannya, melainkan namanya yang dipanggil.


Azmy dengan cepat melayangkan pukulan tepat di pipi kiri Edward. Kemarahannya sudah memuncak, cara Edward melihat Nyssa membuatnya sangat marah.


"Sayang.." teriak Nyssa yang segera menarik Azmy mundur.


Edward jatuh tersungkur, bibirnya pecah mengeluarkan darah. Mami Sita hanya diam melihat kejadian tersebut. Menurutnya ini adalah pelajaran bagi Azmy. Anaknya harus sering-sering di uji seperti ini agar lebih mengerti makna pernikahannya.


"Kita selesaikan kesalahpahaman ini dengan kepala dingin bisa tidak?" teriak Nyssa kesal.


Masalah yang bisa diselesaikan dengan damai, malah menjadi baku hantam. "Mengapa juga suaminya yang biasanya acuh terhadap orang lain menjadi agresif seperti itu? Apa kecemburuan bisa sampai mengerikan seperti itu?" batin Nyssa melihat kearah suaminya yang tidak merasa bersalah sama sekali.


Azmy hanya diam, masih dengan wajah dinginnya tidak peduli jika Nyssa marah kepadanya. Sedangkan Edward kini sudah berdiri dengan memegangi bibirnya yang terlihat lebam. Nyssa memberikan sapu tangannya kepada Edward untuk membersihkan darah di bibirnya.


Nyssa pun mengajak mereka ke kafe yang ada di area salon. Kedua laki-laki dewasa tersebut mengikuti dari belakang. Mami Sita tidak ikut, lebih memilih menunggu mereka di mobil.


Di dalam kafe, Nyssa memesan 2 minuman dingin dan meminta es batu kepada pelayan. Pesanan datang, Nyssa menyerahkan es batu kepada Edward untuk mengompres lebamnya. Dan menyuruh keduanya minum supaya dapat mendinginkan tubuh mereka.

__ADS_1


__ADS_2