Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
43. Sayang, Kalian Harus Baik-baik saja!


__ADS_3

Azmy dan Leon masih menunggu kabar di area parkir universitas. Beruntung saat ini Leon menggunakan mobil keluaran Bugatti dengan kecepatan maximum 413,3 kmh, sedikit mengurangi kekhawatiran Azmy. Paling tidak, ia akan cepat sampai jika sudah mendapatkan lokasi Nyssa saat ini.


Orang kepercayaan Azmy yang lebih dahulu memberikan kabar, jika saat ini mobil yang mereka cari berada di sebuah rumah di pinggiran kota.


Setelah melihat posisi GPS yang dikirimkan, Azmy segera melajukan mobilnya. Leon pun segera menghubungi polisi untuk menuju lokasi yang didapatnya.


"Sayang, kalian harus baik-baik saja. Tunggu aku sebentar lagi sayang. Ya Allah lindungilah mereka berdua.." doa Azmy di sepanjang jalannya.


"Tuan muda, jangan terlalu mengebut. Disekitar sini banyak pertigaan dan perempatan yang tidak dipasang traffic light!" Teriak Leon yang mengeratkan pegangannya di hand grip. "Aku masih belum menikah!" teriak Leon dalam hati. Tidak akan berani ia meneriakkan hal ini didepan Azmy, bisa-bisa gajinya akan dan bonusnya di hanguskan.


Azmy mengabaikan kata-kata Leon, yang ada dalam pikirannya sekarang adalah cepat sampai ke tempat Nyssa berada.


Sementara itu, ditempat Nyssa disekap. Seorang laki-laki sedang memperhatikan wajah Nyssa yang terlelap efek obat bius yang diberikannya. Posisi Nyssa saat ini di rebahkan di atas ranjang besi dengan kedua tangan terikat.


"Nyssa.. Nyssa.. Nyssa.." mendengar namanya dipanggil, Nyssa membuka matanya. Ia merasakan pusing dan mual akibat obat bius yang dihirupnya.


Setelah membuka mata, yang dilihatnya saat ini adalah seorang laki-laki tidak dikenal sedang duduk disebelah tubuhnya. Nyssa mencoba menggerakkan tubuhnya, namun ia merasa seluruh tubuhnya terasa lemah. Tangannya terikat kuat hingga terasa nyeri, Nyssa mendesis saat mencoba melepaskan ikatan, membuat laki-laki tersebut menoleh kearahnya.


"Kamu sudah sadar? Ternyata obatnya tidak bertahan lama." kata laki-laki tersebut santai. "Siapa kamu?" Tanya Nyssa lemah.


"Astaga Nyssa, kehadiranku selama ini kamu anggap apa hah?!" Bentak laki-laki tersebut.


"Aku selalu berada di dekat mu, tapi kamu tak mengenaliku? Hahaha apa aku menjijikkan sehingga kamu mengabaikan ku?"


Nyssa mencerna kata-kata laki-laki tersebut, tetapi ia tidak bisa mengingat ada orang yang dekat dengannya.


"Aku tidak mengenalmu." Jawab Nyssa, ia berdoa dalam hati meminta perlindungan kepada Allah juga berharap suaminya datang menolongnya.


"Nyssa, kamu dulu gadis yang pendiam dan lugu. Satu-satunya gadis suci yang ku temui. Tapi kesucianmu terenggut, saat kamu memutuskan menggunakan ini." Laki-laki itu menunjuk hijab yang Nyssa kenakan.


"Biasanya orang yang mengenakan pakaian seperti ini akan lebih menjaga dirinya. Tapi kamu! Kamu malah bersentuhan, bermesraan dengan laki-laki yang lebih tua darimu!" Nyssa terkejut dengan perkataan laki-laki tersebut. Apakah yang dimaksud laki-laki tersebut adalah Azmy, suaminya?

__ADS_1


Nyssa memberanikan diri untuk menjawab kata-kata laki-laki tersebut, berharap bisa mengulur waktu. Sampai ada yang bisa membantunya. Melihat keadaan rumah yang ditempatinya sekarang, merupakan rumah yang lama tidak di huni. Pasti tidak akan ada yang mendengarnya, jika ia berteriak dalam keadaan lemah seperti sekarang. Nyssa hanya bisa berharap, laki-laki yang ada disampingnya tidak melukainya ataupun anak dalam kandungannya. Nyssa harus mengutamakan keselamatan mereka berdua.


"Tolong lepaskan aku, biarkan aku duduk. Kita bisa membicarakannya baik-baik." Mohon Nyssa yang terdengar menyedihkan.


Laki-laki tersebut terlihat berpikir, hingga dilepaskannya ikatan Nyssa dan membantunya duduk. Nyssa tidak bisa menolak, dia dalam keadaan lemah tidak bisa melakukan hal yang gegabah. Apalagi dengan adanya bayi dalam kandungannya.


Laki-laki tersebut juga menyodorkan air minum, yang diterima oleh Nyssa dan meminumnya.


"Terimakasih." Ucap Nyssa.


"Nyssa, kamu tahu? Aku sudah menyukaimu sejak lama, sejak pertama kali kamu masuk universitas. Aku hanya berani memperhatikanmu dari jauh, aku takut menodai kesucianmu. Tapi kamu menghancurkan pengorbananku selama ini!"


Laki-laki itu mulai meracau, Nyssa hanya mendengarkan dengan tertunduk.


"Kamu yang tidak pernah berhubungan dengan siapapun, mencium tangan laki-laki, dicium di kening, bergandengan tangan, berpelukan, membuat hati ku hancur. Aku selalu berada di dekatmu, tapi kamu tidak tahu namaku."


"Siapa namamu?" Tanya Nyssa mengimbangi agar laki-laki tersebut tidak merasa diabaikan.


Laki-laki tersebut melepaskan jabatan tangannya setelah melihat anggukan kepala Nyssa.


"Nyssa, jangan takut aku tidak akan melukaimu. Aku hanya menjauhkan mu dari laki-laki yang menodai mu." Nyssa mengangguk.


"Gadis baik." Kata laki-laki tersebut sambil mengelus kepala Nyssa.


"Tahan Nyssa, masih bisa ditoleransi." Batin Nyssa yang mulai menangis dengan sentuhan laki-laki selain suaminya.


"Tahukah kamu Nyssa, aku selalu berada di dekatmu. Aku ada saat kamu berada di kelas. Aku ada saat kamu pergi ke kantin. Aku ada saat kamu di perpustakaan. Aku selalu menjagamu dari laki-laki yang ingin mendekatimu. Tapi kamu, menodainya.


Siapa laki-laki itu? Mengapa laki-laki itu menyentuhmu dengan mesra. Apa hubunganmu dengannya?" Nyssa hanya diam mendengarkan racauan laki-laki tersebut yang terdengar seperti curahan hati.


"Nyssa, aku melihat mu ditaman bersama laki-laki itu, kamu berbincang nyaman dengannya, menangis dalam pelukannya. Aku hanya bisa melihatmu, padahal aku juga ingin menghapus air matamu." Ini adalah saat Nyssa bertemu anak kecil di taman. Nyssa tidak bersuara, hanya otaknya yang mencerna setiap perkataan laki-laki tersebut.

__ADS_1


"Aku melihatmu di rumah sakit, kamu berada dalam pelukannya dengan nyaman, kemudian kamu menyandarkan kepalamu kepadanya, memeluk lengannya. Aku ingin menggantikannya waktu itu." Ini saat Ayah dirawat di rumah sakit.


"Aku melihatmu di taman hiburan, mengapa kamu selalu bergantung pada laki-laki itu?"


"Aku juga ada disaat kamu bermain di mall. Mengapa laki-laki itu selalu menempel kepadamu?"


"Setelah itu, aku melihatmu diperebutkan dua laki-laki. Tetap saja kamu memilih laki-laki itu. Siapa dia sebenarnya bisa menguasai dirimu untuk dirinya?"


Nyssa mulai merasakan bulu kuduknya meremang, ternyata selama ini ada penguntit didekatnya. Dan ia tidak menyadarinya sama sekali. Pusing dan mualnya semakin terasa menyiksa, Nyssa tidak bisa memejamkan matanya sekarang, ia harus tetap terjaga.


Azmy sudah sampai di lokasi, ia memarkir mobilnya sedikit jauh dari rumah kosong tempat Nyssa diculik, agar tidak menaikkan kewaspadaan penculik. Dengan jalan mengendap bersama Leon, Azmy sampai di pintu dan mendengar racauan laki-laki yang menculik istri kecilnya. Azmy mengepalkan tangannya, bagaimana mungkin ia tidak menyadari selama ini ada laki-laki yang membuntuti istri kecilnya. Azmy merasa lalai dalam menjaga Nyssa.


Leon yang ikut mendengarkan, merasa ngeri. Nona Muda nya disukai seorang psikopat! Bagaimana bisa laki-laki itu menyebut Tuan Muda seperti itu? "Semoga Tuan Muda tidak membunuhmu." Batin Leon mengasihani penculik tersebut.


Azmy menunggu kesempatan untuk masuk, saat ini laki-laki penculik itu berada dekat dengan Nyssa. Ia tak mau ambil resiko, jika ia gegabah masuk sekarang akan membahayakan istri kecilnya. Ia hanya bisa mengintip lewat celah jendela.


Nyssa yang merasakan pusing dan mual sedari tadi tak sanggup lagi menahan, ia pun tak sadarkan diri dan jatuh disandaran laki-laki tersebut. Jantung Azmy berdetak kencang, darahnya berdesir melihat Nyssa tak sadarkan diri dalam keadaan lemah.


"Ya Allah, kuatkan istri hamba. Lindungi mereka berdua.." Doanya dalam hati.


Merasakan nafas Nyssa yang lemah, laki-laki tersebut panik. Ia merebahkan tubuh Nyssa, mondar-mandir di sebelah ranjang. Tidak mungkin jika membawa Nyssa ke rumah sakit. Pasti laki-laki itu mencari Nyssa saat sadar Nyssa tidak ada di universitas. Saat dirinya membawa Nyssa tadi, menunggu sampai perhatian semua mahasiswa fokus pada dosen. Dan saat membawa Nyssa ke mobil, dirinya memastikan Azmy tidak menyadarinya. Jika membawa Nyssa ke rumah sakit sekarang, sama saja cari mati.


Akhirnya ia memutuskan memanggil dokter. Inilah kesempatan Azmy, ketika laki-laki tersebut berjalan mendekat ke arah pintu, Azmy dan Leon sudah bersiap. Begitu laki-laki tersebut keluar dari pintu, Leon memukul tengkuknya membuat laki-laki tersebut tersungkur, namun tidak sampai pingsan. Dengan sigap Leon mengunci pergerakan laki-laki tersebut.


Sedangkan Azmy sudah menghampiri istri kecilnya. Menepuk-nepuk pipi Nyssa berharap istri kecilnya sadar, dirasakannya denyut nadi dan nafas lemah Nyssa, Azmy langsung mengangkat istri kecilnya meninggalkan Leon yang masih mengunci penculik Nyssa.


Hanya butuh waktu 15 menit untuk Azmy menemukan rumah sakit. Dengan menggendong Nyssa, Azmy berteriak memanggil dokter ketika memasuki IGD. Segera seorang dokter dan dua perawat menghampirinya. Meminta Azmy meletakkan Nyssa ke atas brankar, dan menyuruhnya menunggu di luar penyekat ruangan. Dokter memeriksa denyut nadi dan nafas, segera menyuruh perawat memasangkan alat bantu nafas, dan memasang infus. Satu perawat mengambil darah Nyssa untuk pengecekan laboratorium.


Karena dokter yang menangani saat ini adalah dokter umum, dokter tersebut menghubungi rekannya yang seorang dokter kandungan untuk segera datang memeriksa Nyssa.


Dokter kandungan datang, menanyakan status pasien dan melakukan pengecekan pada perut Nyssa. Syukurlah, janin yang ada di kandungan Nyssa baik-baik saja hanya detak jantungnya yang melemah. Segera dokter tersebut meminta Nyssa dipindahkan ke ruangan yang terdapat USG.

__ADS_1


Azmy menunggu Nyssa didepan ruangan pemeriksaan dengan wajah kusut. Jika dirinya bisa menangis, mungkin sudah menangis saat ini. Justru seperti saat ini, wajahnya terlihat menyeramkan. Tegang, dingin, menahan emosi bercampur.


__ADS_2