Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
87. Harus Tegar


__ADS_3

Aeesha baru saja keluar dari kelas disambut Victor yang memang menunggunya didepan kelas. Sebelum pulang, Aeesha meminta diantarkan ke supermarket. Aeesha ingin membeli beberapa kebutuhan, dan melihat-lihat apakah ada produk yang dicarinya.


Ia sudah memberi kabar kepada Rara jika dirinya tidak langsung pulang, Rara pun dengan senang hati mengiyakannya. Karena Rara tahu, majikannya belum ada bersantai sejak melahirkan. Rara justru menyarankannya untuk ke salon mengambil paket perawatan pasca melahirkan. Tetapi Aeesha menolak, 2 jam jauh dari malaikat kembarnya saja sudah terlalu lama baginya. Apalagi jika ditambah dengan perawatan yang akan memakan waktu hampir 2 jam, bisa-bisa ASI akan merembes kemana-kemana.


Setelah berputar di supermarket, Aeesha tidak menemukan produk yang dicarinya, ia pun mengajak Victor pulang dengan hanya membawa belanjaan camilan dan kebutuhan pribadinya.


Victor membawa Aeesha langsung pulang, dengan kecepatan sedang. Dipertengahan jalan, Aeesha merasakan dadanya berdebar-debar firasat buruk menghampirinya. Segera Aeesha menelepon Rara, di sana semua baik-baik saja. Kemudian Aeesha menelepon Mami Sita, menanyakan bagaimana keadaan Azmy. Mami Sita menjawab keadaan Azmy masih sama, belum ada tanda-tanda pergerakan dari Azmy.


Aeesha menghela nafas lega, semoga hanya perasaannya saja. "Ya Allah, lindungilah seluruh keluarga hamba. Jangan biarkan hamba su'udzon atas perasaan hamba." Doa Aeesha dalam hati.


Tiba-tiba Victor mengingatkan Aeesha untuk mengenakan seat belt. Ada yang mengikuti mobil mereka sejak mereka keluar dari parkiran supermarket. Aeesha menuruti kata-kata Victor, kemudian mengencangkan seatbelt dan mulai berdzikir memohon perlindungan kepada Allah.


Victor fokus dengan kemudian dan spionnya, sambil menghubungi rekan yang lain.


"Segera lacak lokasi Nona Bos, kami sedang diikuti!"


Victor sengaja tidak langsung ke mansion, itu akan membahayakan bayi Tuan Mudanya karena hanya ada 2 penjaga bayangan di sana.


"Nona, saya akan memutar arah agar bisa menangkap penguntit tersebut."

__ADS_1


"Ya, aku tak apa. Lakukan sesuai rencanamu." Aeesha berusaha tetap tenang, agar tidak hilang kendali. Disaat seperti ini ia harus berpikir jernih. Kemudian ia mengirimkan pesan teks kepada Leon.


"Leon, kami sedang diikuti. Victor sudah menghubungi penjaga bayangan yang lain. Lindungi mansion!"


Leon yang memang membuat nada khusus untuk Aeesha dan Azmy, segera membuka pesan tersebut. Matanya melotot membaca isi pesan tersebut. Tanpa aba-aba, Leon meninggalkan Rian yang sedang membahas beberapa kerjasama dengannya dan berpesan untuk menghandle pekerjaan. Ada keadaan darurat dari Nona Muda.


Rian hanya dapat menghela nafas kasar, berani-beraninya mereka mengusik Nona Muda. Ia pun mulai meratapi nasibnya yang bekerja sendiri saat ini.


Victor sudah mendapat sinyal jika rekannya sudah ada dibelakang penguntit tersebut. Mereka pun meminta Victor untuk berhenti dilahan kosong yang berjarak 200 meter didepan. Victor mengurangi laju mobilnya, dan berhenti dilahan kosong tersebut sesuai arahan. Beberapa detik kemudian, mobil jeep berhenti didepan mobilnya.


Dari mobil tersebut keluar 4 orang berbadan kekar. Ketika keempat orang tersebut akan mengetuk pintu mobil yang dikendarai Victor, kepala mereka lebih dulu di pukul dengan tongkat baseball oleh penjaga bayangan yang datang menyergap dari samping.


Keempat orang itu pun terkapar dan segera diringkus kedalam mobil van penjaga bayangan. Mereka pun berpamitan kepada Aeesha sebelum mereka meninggalkan tempat kejadian.


"Apakah penjaga bayangan tersebut meninggal?" Batin Aeesha, ia akan merasa bersalah sepanjang hidupnya jika seseorang benar-benar meninggal untuk melindunginya.


Sementara itu, orang yang telah melepaskan tembakan sudah tumbang karena pukulan untuk yang kedua kalinya.


"Nona, jangan khawatir. Mereka sudah mengenakan rompi anti peluru." Kata Victor menenangkan Aeesha yang menangis tanpa suara seraya melajukan mobilnya menuju mansion.

__ADS_1


"Bawa ke markas, tunggu perintah tuan Leon. Kode kuning!" Kata Victor di sambungan telepon. Kode kuning adalah tanda untuk memberitahukan cedera dan segera ambil tindakan. Victor terpaksa mengatakan kepada Aeesha mereka menggunakan rompi anti peluru, agar Nona Bosnya tidak shock. Mungkin butuh waktu satu minggu untuk penyembuhan luka tembak yang diderita rekannya.


Leon dengan cemas menunggu diruang tamu bersama Mami Sita yang kebetulan pulang untuk beristirahat. Begitu terdengar suara mobil berhenti didepan pintu. Mereka segera menghampiri Nyssa yang turun dari mobil dibantu Victor.


Aeesha yang melihat Mami mertuanya datang menghampirinya, segera menghambur kedalam pelukan. Aeesha menangis sesenggukan dalam pelukan Mami Sita. Setelah sedikit tenang, Mami Sita membawa Nyssa masuk kedalam diikuti Leon dan Victor. Didalam, Victor melaporkan detail kejadian kepada Leon dan Mami Sita.


"Sayang, tidak apa-apa. Mereka adalah bekas prajurit, apalagi mereka mengenakan rompi peluru jadi tidak akan tembus. Hanya akan meninggalkan jejak memar." Hibur Mami Sita.


Dalam hati Leon memuji Nyonya Besarnya, jelas-jelas tahu maksud kode kuning tetapi Nyonyanya ikut berbohong untuk menenangkan Nona Muda. Tetapi, mungkin ini yang terbaik untuk Nona Muda. Sudah banyak kejadian yang dialami Nona Mudanya, beruntung ia adalah perempuan kuat. Jika perempuan lemah sedikit saja, tidak hanya akan menangis, melihat kejadian seperti itu sudah pasti akan pingsan seketika.


Aeesha sudah bisa menenangkan hatinya, mendengar penuturan Mami Sita membuatnya lebih tenang. "Ya Allah, lindungilah penjaga bayangan itu.." Doa Aeesha.


Aeesha pun berpamitan untuk kembali ke kediamannya, tetapi di cegah oleh Mami Sita. Dalam keadaannya sekarang, lebih baik Nyssa menjauh dulu dari malaikat kembar. Takut suasana hatinya mempengaruhi anak-anaknya nanti. Mami Sita dan Rara yang akan mengurus keduanya. Aeesha pun menurut, ia masuk kedalam kamarnya yang ada dimansion utama. Sebelumnya berpesan kepada pelayan untuk mengambilkan pompa ASI dan botol penyimpan ASI di kediaman.


Leon berpamitan kepada Mami Sita untuk mencari tahu siapa dalang dari kejadian hari ini. Victor tetap diberikan tugas untuk berjaga di mansion bersama dua penjaga bayangan lainnya, Ricard dan Paul.


Memasuki kamar, Aeesha merasakan kehampaan. Jika ada Azmy sekarang, ia akan menenggelamkan dirinya dalam pelukan suaminya. Sayangnya saat ini ia harus menanggung semuanya sendiri. Segera ia membersihkan diri dan melaksanakan sholat dzuhur.


Dalam doanya, Aeesha menumpahkan semua keresahannya. Mulai dari keadaan Azmy, keselamatan kedua malaikatnya dan seluruh keluarganya. Aeesha memohon perlindungan kepada Allah, juga memohon ampun atas segala dosa yang telah ia lakukan baik sengaja maupun tidak.

__ADS_1


Selesai sholat, pintu kamarnya diketuk oleh 2 pelayan yang membawakan pompa ASI dan makan siang. Aeesha pun makan siang dengan semangat, demi kedua malaikatnya. Setelahnya, barulah memompa ASInya dan mendapatkan 2 botol setengah. Kemudian ia simpan didalam kulkas yang ada di kamar. Ia pun merebahkan tubuhnya dan terlelap.


Kedepannya mungkin akan ada banyak lagi kejadian seperti ini, mengingat suaminya yang mempunyai penjaga bayangan yang bertugas melindungi keselamatan keluarganya. Aeesha harus kuat, ia sudah terlatih untuk tegar, ia pasti bisa menjalani semuanya atas izin Allah.


__ADS_2