
Malam ini Azmy tidak bisa tidur, besok adalah acara 40 hari malaikat kembar. Meskipun ia masih meragukan identitas mereka, Azmy tetap mengikuti pengaturan Papi Agam dan Mami Sita. Menganggap Nyssa istrinya dan malaikat kembar anaknya.
Potongan ingatan yang ada membuatnya mencurigai Nyssa, tetapi Nyssa masih dengan lembut memperlakukannya. Hati, nalar dan hasratnya bertabrakan satu sama lain. Ketika ia memaksa mengingat dengan mengulang-ulang informasi Leon, sakit kepala yang teramat sakit menderanya.
Kemarin Azmy meminta maaf kepada Nyssa atas cidera bahunya. Nyssa memaafkannya dan mengulang perkataannya. "Aku sudah memaafkanmu, karena memang tidak ada yang perlu dimaafkan. Aku tidak menyalahkanmu, semua sudah berlalu dan semua itu merupakan ketetapan Allah." Azmy menjadi semakin bingung dengan semua puzzle yang ia susun.
Ia memutuskan untuk kekamar sebelah. Nyssa sudah terlelap dengan Zayden kecil dalam dekapannya, Zayn kecil tidur miring disebelah Zayden kecil. Dengan perlahan Azmy memindahkan kedua bayi tersebut kedalam box bayi mereka dan memasangkan selimut. Ada perasaan bangga dan kasih sayang tumbuh di hatinya. Namun hanya sepersekian detik saja, Azmy menguasai nalarnya untuk tetap rasional. Jangan sampai digoyahkan empati, ia belum mempercayai Nyssa dan anaknya.
Azmy merebahkan tubuhnya dihadapan Nyssa, perlahan ia mengusap wajah teduh Nyssa seperti merasakan dejavu. Nyssa membuka matanya karena merasakan sentuhan hangat diwajahnya.
"Suami.." Azmy tersenyum. "Aku merindukan panggilan ini. Apa aku mengalah dengan egoku saja dan menjalani semua dengan tuntunan perasaanku?" Batin Azmy.
Aeesha yang melihat suaminya tersenyum, merapatkan dirinya dan masuk kedalam pelukan Azmy. Namun pergerakan Nyssa yang tiba-tiba mendekat itu membuat Azmy tegang. Merasakan badan suaminya kamu, Aeesha mendongak mengamati wajah Azmy.
"Apa masih susah mempercayaiku?" Tepat sasaran. Azmy hanya diam, tidak berani menjawab.
Aeesha menjauhkan tubuhnya, dan menghadap langit-langit diposisi semula. Ia menimbang-nimbang apa yang harus dikatakan. Ia sendiri yang ingin mengingatkan Azmy tentang dirinya, tetapi Ia juga ragu dengan keputusannya setelah melihat respon Azmy. Satu-satunya yang merespon dengan baik hanya hasrat suaminya, tetapi egonya terlalu tinggi. Hingga terkadang Aeesha sudah merasa suaminya dekat, tiba-tiba menjauh begitu saja.
"Jika ada yang mengganggu pikiran suami, katakanlah.. Aku akan mendengarkannya." Kata Aeesha pasrah. Azmy mengambil nafas dalam.
"Kamu sudah pernah menikah?"
"Ya. Di kehidupan ku sendiri, Aeesha Nyssa. Aku punya suami dan 2 anak."
"Sejak kapan kamu masuk ke raga Nyssa."
"Aku masuk ke raga Nyssa setelah Nyssa mengetahui keputusan pengantin pengganti. Saat itu aku memang bertekad menjalani kehidupan Nyssa, karena aku merasa semua sudah takdir dari Allah. Tetapi sehari sebelum pernikahan, aku kehilangan ingatan jiwaku. Sehingga aku menjalani hari dengan ingatan Nyssa, pemilik tubuh. Sampai aku hamil 4 bulan, barulah aku mendapatkan ingatan jiwaku kembali."
"Apakah aku meninggalkanmu saat itu?" Azmy merasakan sakit dihatinya mendengar penuturan Nyssa. Seperti Ia sudah melaluinya dengan kegalauan.
__ADS_1
"Tidak. Aku yang memutuskan untuk meninggalkanmu. Memberikanmu waktu untuk berpikir, mau menerimaku dengan raga Nyssa dan jiwa Aeesha Nyssa atau melepaskan ku."
"Apa keputusanku saat itu?" Tanya Azmy tidak sabar. Hal ini tidak tertulis didalam laporan Leon.
"Kamu menerimaku. Awalnya aku mengira kamu menerimaku karena mengkhawatirkan anak dalam kandunganku. Jadi aku menyuruhmu memikirkan ulang dengan baik, tetapi kamu bilang sudah memikirkannya matang-matang. Katamu, kamu mantap menerimaku. Baik itu raga Nyssa ataupun jiwa Aeesha Nyssa, karena menurutmu kami berdua tidak terpisahkan. Sejak saat itu, namaku di ponselmu berubah menjadi Aeesha. Kamu yang ingin memakai nama itu untuk mengingatku." Aeesha dengan pandangan keatas. Azmy yang memperhatikan Nyssa, merasakan dejavu seperti Ia mengulang kejadian tersebut. Tetapi, mengapa pikirannya masih buntu?
Azmy ingin menanyakan, apakah Aeesha ingin kembali ke kehidupannya yang dulu? Tetapi lidah kelu, hatinya seolah berteriak untuk menghalanginya menanyakan pertanyaan tersebut. Disaat Azmy masih berkutat dengan hati dan pikirannya yang tidak sejalan, terdengar hembusan nafas teratur dari Nyssa. Ternyata Nyssa kembali tidur setelah selesai menjawab pertanyaannya.
Ia pun mendekap Nyssa, berharap ingatannya segera pulih agar Ia bisa menjalani hari tanpa adanya perang batin.
Sedari subuh, mansion utama sudah disibukkan dengan persiapan acara 40 hari malaikat kembar. Karena acara akan dimulai pukul 09.00 sesuai dengan jam bangun mereka. Sebelumnya Mami Sita juga sudah melakukan foto newborn untuk malaikat kembar. Jadi foto mereka berdua digunakan sebagai hiasan pada pintu masuk mansion dan dekorasi acara.
Aeesha yang sudah bersuci, melaksanakan sholat subuh bersama Azmy. Awalnya Azmy enggan, tetapi akhirnya menurut setelah Nyssa memohon kepadanya. Ia tidak tega menolak permintaan Nyssa.
Setalah sholat, Nyssa disibukkan dengan malaikat kembar yang rewel karena haus. Azmy membantu menenangkan Zayn kecil, sementara Nyssa menyusui Zayden kecil terlebih dahulu. Setelah Zayden kecil selesai, Nyssa berganti menyusui Zayn kecil. Sebelumnya mengajari Azmy membantu Zayden kecil bersendawa. Keduanya kini terlelap setelah kenyang menyusu dan ganti popok.
Tepat pukul 08.00 malaikat kembar sudah selesai mandi dan sudah menyusu. Rara membantu Nyssa untuk memakaikan pakaian pada malaikat kembar. Nyssa sendiri menyempatkan memompa ASI agar saat acara, ASI tidak merembes. Malaikat kembar sudah siap, begitu juga dengan Nyssa. Azmy sudah terlebih dahulu pergi ke mansion utama, karena sudah ada tamu yang hadir di sana. Bersama Rara, Nyssa membawa malaikat kembar menuju mansion. Karena acara belum mulai, malaikat kembar dibawa ke kamar tidur yang biasa ditempati Nyssa.
Acara sudah dimulai dengan bacaan Basmalah yang dipimpin oleh salah satu ustadz penanggungjawab yayasan Mami Sita. Susunan acara terdiri dari sambutan tuan rumah, pengajian dan doa untuk malaikat kembar, setelah itu makan bersama. Saat sudah masuk pembacaan doa, barulah malaikat kembar dibawa keluar dihadapan semua tamu yang terdiri dari keluarga dan kenalan.
Selesai acara, para tamu mulai berpamitan. Karena dalam undangan sudah ditekankan tidak boleh membawa hadiah, tidak tamu yang berani membawa hadiah. Justru mereka merasa takjub dengan keluarga Papi Agam yang memberi mereka souvenir berupa mug donat bahan keramik dengan tema biru pastel dan hijau pastel juga mini gold 0,5 gr.
Selain acara di rumah, 4 kambing aqiqah diserahkan kepada yayasan. 2 kambing untuk yayasan Mami Sita, 2 kambing untuk yayasan yang didirikan Nyssa. Tidak hanya kambing, Mami Sita dan Papi Agam memberikan uang saku untuk semua penghuni yayasan. Semua biaya acara ditanggung oleh Mami Sita dan Papi Agam. Azmy hanya mengeluarkan uang untuk membeli kambing saja, karena memang kewajibannya sebagai orang tua malaikat kembar. Awalnya Nyssa memberikan kartu yang ia pegang, tetapi ditolak oleh Mami Sita.
Tersisa keluarga Abraham dan keluarga Edward di sana. Alexsa belum melahirkan, jadi ia datang dengan perut besarnya. Nyssa mengucapkan terimakasih atas kedatangan mereka. Ayah Abraham menyerahkan kartu kepada Nyssa, mengatakan jika uang yang ada didalam kartu itu untuk cucunya. Ayah Abraham bingung ingin membeli hadiah apa, jadi hanya menyiapkan 2 pasang sepatu untuk cucunya dan kartu atm tersebut. Nyssa tidak menolak pemberian Ayah Abraham. "Suatu hari mungkin kartu ini akan berguna untuk Ayah Nyssa." Batin Aeesha.
Kemudian Edward memberikan kado berupa playground set. Saat Nyssa berbincang dengan Alexsa dan Edward, Azmy menangkap pandangan Edward kepada Nyssa. Pandangan kerinduan layaknya seseorang yang berarti di hidupnya telah lama meninggalkannya. Jantung Azmy berdebar-debar, sedari tadi ia hanya diam mengikuti rangakaian acara karena perintah Papi Agam yang tidak ingin amnesia Azmy diketahui publik. Bisa berbahaya jika musuh Azmy tahu dan memanfaatkan situasi.
Tapi Azmy tidak bisa menahannya lebih lama, ingin ia menghajar Edward sekarang juga. Tetapi Edward adalah suami Alexsa, adik tiri Nyssa. Azmy mendekati mereka, mengatakan jika malaikat kembar mencari Nyssa. Nyssa dengan sopan berpamitan, mereka mempersilahkan Nyssa dan mereka mengobrol bersama Mami Sita dan Papi Agam.
__ADS_1
Saat didalam kamar, Nyssa bengong melihat malaikat kembarnya tidur lelap dengan Rara duduk disamping tempat tidur. Tidak ada tanda-tanda rewel atau apa pada malaikat kembarnya. Azmy memberi isyarat agar Rara meninggalkan mereka.
"Siapa Edward?" Tanya Azmy yang langsung ditanggapi senyuman Nyssa. "Ada yang cemburu ternyata." Batin Aeesha merasa geli.
"Edward suami Alexsa." Aeesha menjawab tanpa menatap suaminya karena menahan tawa.
"Siapa dia bagi kamu?"
"Bukan siapa-siapa." Azmy menarik tubuh Nyssa sehingga kini mereka berhadapan. Ia menatap lekat wajah Nyssa, melihat kebohongan di sana. Tetapi yang ia temukan hanya wajah menahan tawa.
"Tertawa saja, mengapa ditahan."
"Hehehe, suami lucu. Hilang ingatan tapi cemburunya masih sama." Jawab Aeesha sambil memencet hidung Azmy.
"Jadi, siapa Edward. Kenapa membuatku cemburu!" Sergah Azmy dengan suara berat. Aeesha menjadi tegang, dingin mode on.
"Bukan siapa-siapa, hanya saja Edward menganggap ku sebagai cinta pertamanya." Azmy melihat kejujuran di mata Nyssa, ia pun melepaskan tangannya dan membawa Nyssa duduk ditempat tidur.
"Mengapa tidak memilih Edward?" Pertanyaan Azmy sontak mendapatkan cubitan dari Aeesha. Bisa-bisanya suaminya ini menyuruhnya memilih. "Ya Allah,, angkatlah penyakit suami hamba.." Doa Aeesha dalam hati.
"Mungkin jika bertemu Edward lebih dulu, aku akan memilihnya." jawab Aeesha asal dan pergi meninggalkan Azmy.
Azmy melotot tidak percaya dengan jawaban Nyssa. Apa Edward bisa dibandingkan dengannya?
"Leon, selidiki Edward suami Alexsa."
"Semuanya ada di laci meja kerja Tuan Muda." jawab Leon santai, ia sudah bisa menebak jika atasannya saat ini sedang cemburu.
Setelah mendapat jawaban Leon, Azmy memutuskan sambungan teleponnya.
__ADS_1