
Satu bulan berlalu dengan cepat, usia kandungan Nyssa sudah memasuki 3 bulan. Usia tersebut lebih lambat 2 minggu dari usia kandungan Alexsa. Selama sebulan ini kehidupannya berjalan lancar tanpa hambatan, seperti hari tenang sebelum badai.
Nyssa merasa sedikit tidak nyaman karena pergerakannya yang tidak sebebas biasanya. Banyak hal-hal yang perlu ia perhatikan demi menjaga bayi dalam kandungannya.
Azmy pun ikut merasakan imbas dari menjaga kandungan Nyssa. Kegiatan intim mereka menjadi jarang dilakukan, selain karena memang disarankan dokter untuk menguranginya, mood Nyssa juga mempengaruhi kegiatan intim mereka. Terkadang Azmy sampai frustasi, saat sedang mencumbu istri kecilnya tidak sampai penyatuan. Dikarenakan Nyssa yang tiba-tiba tidak berselera atau menginginkan hal lain seperti makanan, atau sekedar berjalan disekitar mansion.
Tetapi Azmy tidak marah, Mami Sita sudah memperingatinya untuk bersabar menghadapi ibu hamil. Hormon pada ibu hamil yang tidak stabil, mempengaruhi mood bahkan tempramen. Nyssa yang biasanya lembut, penurut dan perhatian menjadi manja dan berubah-ubah. Demi anak mereka, Azmy akan bersabar merawat Nyssa dan kandungannya.
Hari ini Nyssa sedang bersantai di tepi kolam renang yang ada di belakang kediaman Azmy. Masih dengan gamis lengkap, duduk di tepi kolam dengan kaki di dalam air, sambil memeluk lengan suaminya. Nyssa meminta Azmy untuk tidak berangkat ke perusahaan untuk menemaninya, setelah sarapan bersama di mansion utama, disinilah mereka sekarang. Setelah merasa jika kakinya sudah kebas karena terlalu lama didalam air, barulah Nyssa meminta gendong kembali ke kamar mereka untuk mandi dan berganti baju. Azmy dengan telaten mengangkat dan membawa Nyssa ke kamar.
Sesampainya di kamar, Nyssa masuk ke dalam kamar mandi membersihkan diri. Azmy duduk di sofa, mulai sibuk dengan laptopnya. Siang ini Nyssa ada kelas, jadi ia harus menyelesaikan pekerjaannya sebelum mengantar istri kecilnya.
Nyssa dan Azmy sedang menikmati teh bersama dengan Mami Sita dan Papi Agam di ruang tamu. Kepala pelayan mengabarkan jika ada Alexsa berkunjung.
Alexsa bersama dengan Edward berkunjung ke mansion keluarga Azmy, dengan pashmina melingkar di kepala dan lehernya. Tidak lagi ada teriakan atau kehebohan saat memasuki mansion. Nyssa yang datang menyambutnya segera memeluk adik tirinya tersebut.
Allah telah menurunkan hidayahnya kepada Alexsa, Alexsa telah mantap menjadi seorang mualaf.
"Nyssa,, Allah adalah Tuhan yang Maha Agung. Setelah mendengar ucapan mu dan mempelajari Islam, aku merasa terpanggil untuk mendekat. Suara adzan, membuatku merindukan Tuhan. Lantunan ayat suci, mendamaikan jiwa ku. Aku menjadi lebih tenang, sabar, semua keluh kesah ku adukan pada-Nya. Seperti yang kau bilang, Allah dekat dengan kita. Itulah yang ku rasakan. Hingga aku memutuskan mengucap kalimat syahadat, dibantu seorang ustadz di masjid As-Salam." Terang Alexsa yang kini duduk di ruang tamu.
__ADS_1
Nyssa, Azmy, Edward, dan kedua mertua Nyssa secara bersamaan mengucapkan rasa syukur.
"Tetapi, aku belum siap untuk menutup aurat ku. Aku masih banyak kekurangan dan masih perlu waktu menyiapkan diri untuk itu. Apakah tidak apa dengan penampilanku saat ini?" tanya Alexsa kepada Nyssa.
Saat ini, selain mengenakan pashmina yang melingkar di kepala dan leher, Alexsa mengenakan celana kulot dengan kemeja lengan 7/8.
"Ini sudah lebih baik dari gaun mu yang biasanya." goda Nyssa.
"Seiring berjalannya waktu kamu akan mendapat hidayah untuk itu. Santai saja, jalani dulu apa yang ada dan syukuri. Niscaya Allah akan menunjukkan jalan yang di ridhoi-Nya."
"Aamiin.." jawab semuanya bersamaan.
Alexsa merasa bersyukur dengan adanya Nyssa, ketakutannya saat awal masuk agama islam adalah prasangka dan penghakiman orang-orang. Karena ia hamil diluar nikah dan kini sudah bertaubat serta menjadi mualaf tidak menutup auratnya.
Sekarang Alexsa bisa dengan tenang menapaki jalannya yang baru. Lembaran baru yang akan di ukirnya dalam jalan Allah. "Semoga aku bisa istiqomah, ya Allah ridhoilah niat hamba. Aamiin.." doa Alexsa dalam hati. Semakin ia berdoa, semakin merasa dekat ia dengan Allah.
Kedatangan Alexsa hari ini, selain membawa kabar dirinya yang sekarang seorang mualaf. Ia juga memberikan kartu undangan, mereka akan menikah 2 Minggu lagi. Karena niat baik, lebih baik disegerakan. Ustadz yang membantunya mengucap kalimat syahadat pun menyarankan seperti itu. Karena diperbolehkan baginya untuk menikah dengan orang yang telah menghamilinya, apalagi sudah dalam keadaan sama-sama bertaubat dari perbuatan zina. Dan pernikahan ini akan memperjelas nasab bayi yang akan dilahirkan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Nyssa ikut gembira mendengar Alexsa yang sekarang akan memulai hidup yang baru. "Semoga Allah selalu melindungi kalian." Doa Nyssa dalam hati.
__ADS_1
Mereka mulai membahas kehamilan Nyssa yang terlambat diketahui. Setelah berbincang cukup lama, Edward mengajak Alexsa berpamitan. Ada launching restoran baru yang harus mereka hadiri. Nyssa dan Azmy turut diundang, namun mereka hanya mendoakan kelancaran acara karena Nyssa sebentar lagi harus berangkat kuliah.
Nyssa sedang mengikuti kelas, sedangkan Azmy menunggu di bangku yang berada di depan kelas Nyssa. Ia sedang melakukan sambungan telepon dengan Leon, sambil mengoperasikan laptopnya. Sampai kelas selesai, Nyssa tak kunjung menemuinya. Telepon Nyssa tidak aktif, Azmy tidak bisa menghubunginya. Dilihatnya kelas sudah kosong, ia menanyakan kepada beberapa mahasiswa yang ada diluar kelas. Tetapi tidak ada yang tahu dimana Nyssa. Tidak seperti Nyssa biasanya, istri kecilnya tidak akan tiba-tiba menghilang seperti ini, ada yang tidak beres!
Azmy menyesali kelalaiannya yang tidak memperhatikan istri kecilnya.
"Sayang, kamu harus baik-baik saja." batin Azmy.
Ia pun segera menghubungi Leon, memintanya segera ke universitas. Sambil menunggu Leon, Azmy pergi ke bagian administrasi universitas untuk meminta tolong pengecekan CCTV.
Setelah pihak universitas mengetahui alasan Azmy dan memintanya mengisi beberapa prosedur, pihak universitas mengizinkan Azmy melihat rekaman CCTV yang bertepatan dengan kedatangan Leon.
Mereka menyaksikan rekaman CCTV bersama, mulai dari area kelas yang digunakan Nyssa, tempat parkir dan kedua gerbang universitas. Akan tetapi, mereka tidak menemukan keberadaan Nyssa. Hingga Azmy menangkap bayangan seseorang sedang menggendong sesuatu yang tertutup. Setelah diperbesar, ternyata orang tersebut sedang menggendong seseorang yang terbalut jaket besar. Dengan cuaca yang panas seperti sekarang, tidak mungkinkan seseorang memakai jaket tebal yang mirip sleeping bag seperti itu. Firasatnya mengatakan jika yang ada di dalam gendongan adalah istri kecilnya. Postur tubuh orang itu mirip dengan Azmy, jika Nyssa berada dalam gendongannya akan terlihat seperti itu.
Segera Azmy meminta gambar tersebut diperbesar lagi. Setelah diperhatikan lagi, samar-samar terlihat sepatu putih yang dikenakan orang yang berada dalam gendongan. Sepatu itu mirip dengan sepatu yang Nyssa kenakan hari ini, sneakers putih.
Azmy mengambil gambar tersebut juga gambar mobil, mengirimkannya kepada orang kepercayaannya. "Aku beri waktu 10 menit untuk menemukannya!" Tegas Azmy yang melakukan panggilan singkat.
Leon dengan cekatan menghubungi polisi kenalannya untuk melacak mobil dengan ciri-ciri yang terlihat di CCTV. Posisi kamera terlalu jauh sehingga tidak bisa melihat plat nomor mobil tersebut.
__ADS_1
Karena Leon menggemari bidang otomotif, dia bisa tahu type mobil tersebut, mobil sedan keluaran 2020 dengan mesin bensin 1,8 L type hybrid keluaran Toyota. Karena warnanya yang jarang dipakai orang kebanyakan, yaitu phantom brown metalic, akan memudahkan polisi melacaknya.