Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
65. Percobaan Pertama yang Gagal


__ADS_3

Aeesha membuka mata perlahan, perutnya yang terasa berat membuatnya membenarkan posisi tidurnya. Tangan Azmy yang melingkar di perutnya masih dengan kemeja yang dikenakan saat pergi ke perusahaan. Ia mengangkat lengan Azmy perlahan dan keluar dari pelukan suaminya. Berjalan perlahan menuju kamar mandi. Aeesha sudah selesai mandi, kini ia mengenakan bath robe. Badannya terasa segar kembali setelah seharian tidur dan tidur. Hormon kehamilan kembar memang ajaib, seperti 2 kehamilan digabung menjadi satu. Aeesha sudah mulai terbiasa dan tidak lagi membandingkan keadaan sekarang dengan kehamilannya dulu.


"Suami,, ayo bangun! Kita sholat ashar berjamaah." Aeesha menepuk-nepuk pipi Azmy pelan. Tanpa membuka matanya, Azmy menunjuk pipi kanannya. Aeesha mengerti, ia menjatuhkan ciuman di pipi kanan, kiri dan kening suaminya. Ia sudah hafal dengan permintaan Azmy, jika ia hanya mencium satu pipi maka akan meminta tambah. Jadi, lebih baik ia berikan lengkap agar suaminya segera bangun.


Azmy yang mendapatkan 3 ciuman pun langsung membuka matanya. Kemudian beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Mereka sudah selesai melaksanakan sholat. Setelah makan camilan berupa tart buah, sekarang mereka bersiap untuk ke rumah sakit melakukan check up rutin kehamilan Nyssa. Diperjalanan, Aeesha bertanya tentang kejadian siang ini ke Azmy. Azmy menjawab semua yang ditanyakan Aeesha. Sedangkan Aeesha mendengarkan dengan seksama, berpikir bagaimana dirinya bisa mengalami hal tersebut, lebih tepatnya Nyssa. Jika identitas ibu Nyssa tidak biasa, mengapa bisa tertutupi sampai sekarang? Mengapa tidak sedari dulu? 20 tahun bukanlah waktu yang sebentar.


Aeesha menjadi penasaran dengan buku yang ditemukan Leon. Ia meminta izin Azmy untuk melihat buku tersebut, mungkin dengan pengetahuannya yang tak seberapa bisa membantu. Azmy menyetujui permintaan Aeesha, karena bahasa yang digunakan tidak bisa dipahami oleh pakar bahasa yang telah ia sewa. Kemungkinan Aeesha tahu, mengingat banyak bahasa di dunianya yang dulu.


"Sayang. Percobaan pertama mereka telah gagal. Kemungkinan adanya percobaan kedua akan datang, kamu harus selalu waspada." Kata Azmy yang memegang erat tangan Nyssa dengan satu tangan masih memegang kendali mobil.


"Iya. Selain Rara, masih ada penjaga bayangan. Jadi, jangan khawatir. Khawatir berlebihan bisa menjadi doa secara tidak langsung." Aeesha menenangkan suaminya. Azmy mengangguk, perjalanan mereka lanjutkan dalam keheningan. Mereka sibuk dengan pikiran dan spekulasi masing-masing.


Pemeriksaan berlangsung dengan lancar, dan seperti biasa dokter Rena meresepkan vitamin dan menyarankan untuk menjaga pola makan. Sedikit tetapi sering, karena semakin hari perut akan membesar dan akan semakin mendesak lambung. Tidak baik jika makan sampai kenyang, dapat menyebabkan perut begah. Kandungan sudah memasuki usia 5 bulan dengan perkiraan berat janin 600 gram dan 500 gram. Dokter Rena ingin menginformasikan jenis kelamin yang sudah terlihat, namun ditolak Azmy. Mereka mengutarakan, jika menginginkan jenis kelamin anak mereka sebagai surprise. Dokter juga mengingatkan untuk tetap melakukan check up rutin setiap 2 minggu.


Selesai pemeriksaan, mereka tidak langsung pulang, Aeesha minta dibelikan es krim. Azmy membawa Aeesha ke sebuah distrik eskrim yang menyediakan varian rasa lengkap. Aeesha meminta eskrim buah alpukat, vanila, coklat, tiramisu, dan durian tanpa toping dan cone yang dipisah. Sayangnya varian durian sedang kosong saat itu, Azmy membujuk Aeesha untuk ganti varian lain. Tetapi Aeesha tidak mau, akhirnya mereka tidak jadi membeli eskrim. Saat mobil melaju, Aeesha melihat penjual eskrim keliling meminta Azmy untuk berhenti. Karena tidak bisa berhenti begitu saja, Azmy mencari tempat manuver agar bisa berputar balik. Naasnya, saat kembali ke tempat yang ditunjukkan Aeesha penjual eskrim sudah tidak ada lagi ditempat.

__ADS_1


"Mungkin bukan rejeki sayang.. Kita cari yang lain yaa.." Bujuk Azmy. Aeesha hanya diam saja dengan pandangan menatap jalan. Azmy tahu istri kecilnya merajuk karena keinginannya yang 2 kali tidak terpenuhi. Tetapi ada yang lebih mengganggunya, yaitu sebuah mobil van hitam yang sudah mengikuti sejak mereka keluar dari kedai eskrim. Azmy sudah mengirimkan SOS kepada penjaga bayangan, mereka juga sudah memantau untuk bersiap.


Azmy tidak membawa Aeesha pulang ke kediaman, melainkan membawanya ke hotel. Seperti biasa, Aeesha tertidur dan Azmy pun mengangkat istri kecilnya menuju presidential suite miliknya.


"Sepertinya Daddy harus lebih rajin olahraga. Putri tidur dan 2 malaikat Daddy semakin berisi." Gumam Azmy sambil mengelus perut Nyssa. Gumaman Azmy direspon oleh gerakan di perut Nyssa. Azmy mencium tempat gerakan janin, meminta mereka untuk istirahat. Ajaibnya gerakan pun berhenti mengikuti kata-kata Azmy.


"Good kids!" Azmy mencium perut Nyssa lagi dan mencium kening Nyssa. Merapikan selimut istri kecilnya, kemudian membersihkan diri di kamar mandi.


Keluar dari kamar mandi, Azmy membuka ponsel yang ternyata ada pesan dari penjaga bayangan. Mereka telah mengamankan 2 orang yang ada di dalam van hitam. Azmy menyerahkan semuanya kepada Leon, karena tidak memungkinkan baginya untuk melakukannya sendiri.


Ditempat lain.


5 penjaga bayangan berjaga di sebuah gudang tua, 5 orang dengan topeng mengarahkan senjata ke arah 2 orang yang terikat di kursi. Leon duduk dengan santai di kursi yang tidak jauh dari kedua orang yang terikat tersebut. Leon juga mengenakan sebuah topeng rubah. Azmy sudah mengingatkan mereka untuk menyembunyikan identitas sebaik mungkin agar musuh tidak mewaspadai gerakan Azmy maupun bawahannya.


"Jadi, siapa tuan kalian dan apa yang diinginkannya?" tanya Leon masih dengan mode santai. Kedua orang yang terikat tersebut masih bungkam, penjaga bayangan ingin memukul tetapi dihentikan Leon.


"Untuk apa mengotori tanganmu? Bawa masuk!" perintah Leon, 2 orang penjaga bayangan masuk membawa kotak dengan penutup yang lumayan besar. Begitu penutup dibuka, terlihat aquarium yang berisi beberapa ular belang.

__ADS_1


Melihat ular didepan mata mereka, 2 orang yang terikat pun ketakutan. Ular belang termasuk ular yang mempunyai bisa mematikan. Ular ini juga dijuluki ular 5 langkah, karena korban akan meninggal setelah berjalan sebanyak 5 langkah atau waktu kematiannya setara dengan waktu 5 langkah kaki setelah terkena bisa ular belang.


"Asisten bos ternyata lebih sadis, tidak sesuai dengan gaya santainya!" batin kelima penjaga bayangan yang mengarahkan senjata.


"Jadi, sudah bisa menjawab atau belum?" Leon mulai berdiri dari duduknya dan mendekat ke arah aquarium.


"Kami tidak tahu." jawab kedua orang yang terikat secara serempak.


"Tidak tahu?" jari tangan Leon mengetuk-ngetuk aquarium dengan santai. Meski begitu, 2 orang yang terikat tersebut merasa terintimidasi. Para penjaga bayangan merasa ngeri dengan asisten bos mereka. Mereka terbiasa dengan kekerasan, bukan racun.


"Benar, kami hanya mendapatkan perintah dan uang yang diletakkan di mobil kami!" Leon memberi kode penjaga bayangan untuk mengambil kamera mobil mereka.


Setelah kamera dibuka, ternyata tidak terlihat wajah dari orang yang meletakkan tas. Hanya terlihat seseorang dengan hoodie, jika dilihat dari perawakannya adalah seorang laki-laki.


Leon meninggalkan kedua orang tersebut dan menyerahkannya kepada penjaga bayangan. Misinya sudah selesai di sana, Leon pergi ketempat orang kepercayaan Azmy dan menyerahkan kartu memori yang didapatkan dari mobil van. Meminta orang tersebut mencari tahu identitas orang berhoodie.


Sebelum kembali ke perusahaan untuk lembur, Leon mengirimkan laporan kepada Azmy. Yang hanya dibalas Azmy dengan kata "Lanjutkan!". Leon ingin sakit hati, tetapi tidak bisa karena sudah terbiasa dengan Tuan Mudanya yang dingin dan irit berbicara.

__ADS_1


__ADS_2