Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
78. Terjadi Penyerangan


__ADS_3

Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat. Perayaan 40 hari malaikat kembar, sisa satu minggu. Dan sudah satu minggu pula Azmy pergi keluar kota untuk mengatasi masalah di sana.


Aeesha malam ini tidak bisa tidur, ia mengkhawatirkan suaminya yang sedari pagi belum ada memberi kabar. Ia sudah mencoba menelpon ponsel Azmy, tetapi tidak tersambung. Ponsel Leon pun sama, ia sudah mengirim teks berharap Azmy membacanya. Namun sampai pukul 23.00 sekarang pun, belum ada kabar. Malaikat kembarnya pun sangat pengertian, mereka tidak pernah bergadang di malam hari. Hanya sesekali terbangun karena lapar atau popok yang tidak nyaman.


Aeesha mencoba menghubungi ponsel Azmy lagi, tetap tidak tersambung. Kekhawatirannya semakin menjadi, seperti ada sesuatu yang terjadi pada suaminya. Ia pun pergi keluar kamar, setelah memastikan malaikat kembarnya pulas. Aeesha keluar dari kediaman, menuju gazebo yang ada di tengah mansion. Di Sana ada 2 penjaga bayangan bawahan Azmy. Ia tahu semua pergerakan penjaga bayangan, karena Azmy sudah menjelaskan semuanya kepada Aeesha. Sehingga Aeesha tidak lagi terkejut jika ada yang mengikutinya. Dan Azmy mengatakan kepadanya, jika tugas penjaga bayangan yang ia himpun hanya untuk perlindungan dan menghindari kecelakaan dalam dunia bisnis yang tidak selalu putih. Aeesha memahami itu dari siapapun, karena di dunianya dulu, ia juga mengenal adanya bodyguard. Apalagi dengan beberapa kejadian yang menimpanya, ia jadi bisa menerima perlindungan penjaga bayangan yang Azmy berikan.


"Jangan coba-coba untuk bersembunyi!" Ancam Aeesha yang sudah hafal dengan pergerakan mereka. Mereka melindungi Nyssa dalam bayangan, tidak pernah menampakkan diri ataupun menyapa.


"Maafkan kami Nona Bos!" Kedua penjaga bayangan tersebut membungkukkan badan mereka.


"Hubungi penjaga bayangan yang pergi bersama suamiku sekarang!" Kedua penjaga bayangan tersebut tidak banyak bertanya dan langsung menghubungi rekannya. 2 kali menghubungi, barulah ada jawaban dari rekannya yang pergi bersama bos mereka. Aeesha mengatakan untuk menanyakan keadaan suaminya, mengapa tidak bisa dihubungi dan mengapa ponsel tidak aktif.


Penjaga bayangan tersebut menyampaikan semua pertanyaan Nyssa kepada rekannya. Namun jawaban rekannya membuat penjaga bayangan tersebut tegang. Aeesha bisa melihat perubahan raut wajah penjaga bayangan tersebut, hatinya semakin terasa seperti diremas. Setetes air mata lolos begitu saja dari pelupuk matanya.


Setelah menutup sambungan telepon, penjaga bayangan tersebut melirik rekannya. Ia bingung bagaimana menyampaikan berita yang baru saja ia terima.


"Katakan!" Aeesha berusaha tegar dan menghapus jejak air matanya. "Bismillah, lindungi suami hamba Ya Allah.." Doa Aeesha dalam hati.

__ADS_1


"Nona Bos, Tuan masuk rumah sakit. Mereka diserang saat akan kembali kesini. Tuan dan asistennya mengalami luka-luka, belum ada kepastian dari dokter. Salah satu penjaga bayangan tewas saat menyelamatkan Tuan, dan penjaga bayangan yang saya hubungi sedang menerima perawatan luka ringan." Penjaga bayangan tersebut mengatakannya dalam satu tarikan nafas, sedangkan rekannya bersiap disamping Nyssa, takut Nona Bosnya pingsan.


Aeesha menarik nafas panjang, kemudian menghembuskannya perlahan. Menepis perasaan panik, khawatir dan sedih. Ia tidak bisa gegabah, pikirannya harus jernih disituasi seperti ini. Dua malaikat kecilnya bisa merasakan gejolak perasaannya, ia harus tenang. Aeesha duduk di gazebo, mengatur nafas dan menahan air matanya. Setelah tenang, barulah ia bersuara.


"Kalian hubungi orang kepercayaan suamiku, perintahkan untuk menyelidiki kejadian penyerangan tersebut. Dan hubungi penjaga bayangan yang lain untuk bersiap, aku akan kesana dengan mereka. Kalian tetap berjaga disini menjaga bayi kami." Salah satu penjaga bayangan pun mengangguk, dan satunya mengikuti Nyssa berjalan menuju mansion utama.


Sikap Nyssa yang seperti ini, diluar dugaan kedua penjaga bayangan tersebut. Karena selama ini, mereka hanya melihat sisi lemah lembut Nyssa. Mereka mengira Nyssa akan menangis dan pingsan, maka dari itu salah satu dari mereka sudah bersiap menangkap. Mereka tidak menyangka jika Nona Bosnya sama tegasnya dengan Tuan mereka. Memang pasangan yang serasi, begitulah pikir mereka berdua.


Aeesha berdiri didepan kamar mertuanya, mengetuk pintu berharap mereka tidak terganggu. Mami Sita membuka pintu, yang langsung diterjang pelukan Nyssa. Papi Agam yang ada dibelakang Mami Sita pun terkejut melihat Nyssa dan penjaga bayangan. Papi Agam mengisyaratkan penjaga bayangan tersebut untuk menghindar dan menceritakan detailnya.


Setelah mempertimbangkan situasinya, Papi Agam meminta Nyssa dan Mami Sita untuk kembali kekediaman. Malaikat kembarnya membutuhkan Nyssa, jadi Papi Agam dan Rian serta penjaga bayangan yang akan pergi melihat keadaan Azmy. Tidak ada ruang bagi Aeesha untuk protes, ia mengkhawatirkan suaminya tetapi benar yang dikatakan Papi Agam. Bayi-bayinya memerlukannya, ia pun kembali ke kediaman bersama Mami Sita dan Rara. Papi Agam dan Rian berangkat bersama penjaga bayangan yang sudah bersiap didepan mansion. Penjaga bayangan yang bertugas melindungi Nyssa kembali ke posisinya.


"Penyerangan kali ini mengapa sampai fatal?" Penjaga bayangan bernama Ricard kepada rekannya Paul yang baru saja sampai di gazebo.


"Entahlah, mungkin musuh lama Tuan." Hanya itu kemungkinan yang terpikirkan. Karena selama ini, Tuannya selalu menang apapun situasinya. Mereka berdua kembali diam, sebagai penjaga bayangan Azmy selama 7 tahun terakhir mereka selalu menjaga kredibilitas karena mereka merupakan bekas prajurit yang mundur dari medan perang karena tidak sejalan dengan komandan mereka.


Aeesha yang masuk ke dalam kamar malaikat kembar, melihat Zayden kecil gelisah dalam tidurnya. Ia pun mencuci tangannya terlebih dahulu sebelum mengangkat Zayden kecil. Mami Sita meminta Rara untuk mengambilkan minuman hangat dan camilan, kemudian mendekati Nyssa yang sedang menyusui Zayden kecil.

__ADS_1


"Kamu harus kuat sayang.. Suamimu akan baik-baik saja, serahkan semuanya kepada Allah." Mami Sita mengusap punggung Nyssa dengan lembut.


"Iya Mami, Nyssa usahakan." Perasaannya benar-benar kalut, tetapi kewarasannya masih terjaga. Dua malaikat kecilnya menguatkannya, ia akan sabar menunggu kabar dari Papi Agam.


Zayden kecil sudah kenyang, namun ia membuka matanya. Seperti mengerti kekhawatiran sangat bunda, ia menampilkan tawa yang menggemaskan. Zayn kecil bersuara, ternyata Zayn kecil juga terbangun. Mami Sita mengambil alih Zayden dari Nyssa, dan Nyssa mengangkat Zayn kecil kedalam pelukan. Setelah disusui, kedua malaikat tampan tersebut mengajak begadang.


Malam semakin larut, Mami Sita sampai tertidur di kamar mereka dengan Zayden di pelukannya. Rara tertidur di sofa, sedangkan Aeesha masih terjaga.


"Ya Allah, lindungilah suamiku. Hindarkanlah ia dari segala marah bahaya. Sesungguhnya engkau Maha Pemberi Perlindungan.. Aamiin.." Aeesha berdoa dalam hati sambil mengusap lembut kepala Zayn kecil yang ada dalam pelukannya. Ia sadar, ini cobaan dari Allah dan ia meyakini jika cobaan yang Allah berikan sesuai dengan kemampuannya. Ia tidak akan mengeluh, ia akan tegar menghadapinya. Semua ia lakukan demi anak dan suaminya yang sedang berjuang. Ia pun mencoba menutup matanya, hari esok ia masih harus tetap semangat untuk kedua malaikat kecilnya.


Sementara itu, Papi Agam sudah sampai di rumah sakit tempat Azmy dan anak buahnya dirawat. Setelah menanyakan keadaan Azmy kepada dokter, Papi Agam masuk kedalam ruang perawatan Azmy dan Leon yang dijadikan satu. Di Sana juga ada penjaga bayangan yang terluka ringan. Papi Agam membawa Rian dan 6 penjaga bayangan. Kemudian memerintahkan 2 penjaga bayangan untuk membawa penjaga yang cidera dan mayat penjaga bayangan kembali ke kota mereka. 4 sisanya berjaga di rumah sakit bersama Papi Agam dan Rian.


Dari penjelasan dokter, diketahui jika Leon mendapat luka jahitan di pinggang kanan akibat tusukan. Sedangkan Azmy mendapat luka jahit di kepala akibat benturan dengan benda yang diperkirakan dokter sebagai besi persegi dan luka tembak di perut. Setelah mereka berdua siuman, dokter akan memberikan pemeriksaan lanjutan.


Papi Agam masih menunggu hasil penyelidikan orang kepercayaan Azmy. 2 orang dari pihak lawan yang tewas di identifikasi sebagai gang yang berkuasa di kota tersebut. Polisi ikut menyelidiki kasus penyerangan Azmy, karena saat penyerangan terjadi kebetulan ada mobil polisi yang berpatroli sehingga pelaku penyerangan meloloskan diri. Polisi segera melarikan Azmy dan yang lain ke rumah sakit.


Jika polisi menebak pelaku adalah musuh lama Azmy, tidak dengan Papi Agam. Musuh lama sudah tahu cara kerja Azmy, mereka tidak akan berani dengan gegabah menyinggungnya. Jadi, Papi Agam menebak mereka adalah orang baru. Sehingga memerintahkan Rian untuk menyelidiki siapa yang baru-baru ini menyinggung atau disinggung Azmy.

__ADS_1


__ADS_2