
Setelah check in hotel, Azmy memesan layanan kamar untuk makan siang dengan menu yang ditentukannya. Kemudian membawa Nyssa masuk ke kamar hotel.
Di dalam kamar hotel, Nyssa melepaskan hijab dan cardigan nya, kemudian merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Azmy menghampirinya, memberikan sebotol air agar Nyssa tidak dehidrasi. Setelah minum, Nyssa memejamkan matanya. Azmy tahu istrinya sudah lelah, sehingga tidak mengganggunya. Waktunya ia pergunakan membaca email dari Leon.
Setengah jam kemudian, layanan hotel mereka datang. Azmy membangunkan istri kecilnya untuk makan terlebih dahulu. Mereka pun makan sambil berbincang ringan.
Setelah selesai makan, Azmy menghubungi Rina untuk membelikan set pakaian untuk nya dan Nyssa. Azmy pun mengajak Nyssa untuk mandi terlebih dahulu sebelum kembali beristirahat. Selesai mandi mereka mengenakan bath robe yang disediakan oleh hotel, sampai pintu kamar mereka diketuk. Saat dibuka memperlihatkan Rina yang membawa beberapa paper bag. Rina berpamitan setelah menyerahkan paper bag tersebut kepada Azmy.
Azmy meminta Nyssa mengenakan baju tersebut dan mereka pun beristirahat di tempat tidur.
Nyssa justru tidak dapat memejamkan matanya, Azmy menanyakan mengapa tidak tidur. Nyssa hanya menjawab jika sudah tidak mengantuk.
Azmy kemudian membawa Nyssa duduk bersandar di sandaran tempat tidur. Karena memang Azmy tidak mengantuk, ia ikut tidur hanya untuk menemani Nyssa.
Tiba-tiba Nyssa menanyakan hal yang menurut Azmy aneh.
"Sayang.. Jika aku bukanlah orang yang kamu cintai, kamu akan meninggalkanku atau tetap menerimaku sebagai istrimu?" Nyssa juga terkejut dengan pertanyaannya sendiri. Tetapi Nyssa pasrah, cepat atau lambat Azmy harus tahu apa yang selama ini telah ia tutupi. Mereka akan segera memiliki anak, jika tidak dapat jujur dari sekarang, kedepannya akan lebih rumit lagi keadaannya.
"Maksud kamu apa sayang?" Azmy yang merasa aneh dan bingung dengan pertanyaan Nyssa mencoba tetap tenang, mungkin ini karena pengaruh hormon kehamilan Nyssa.
"Mungkin yang kamu cintai dari awal adalah orang lain, sedangkan saat ini yang bersamamu bukan orang tersebut, melainkan aku." Azmy semakin bingung dengan perkataan Nyssa. "Apakah ada dua Nyssa?" tanya Azmy dalam hati. Namun segera ditepis nya, karena hal tersebut tidak mungkin. Nyssa tidak memiliki kembaran atau pun saudara.
"Sayang.. Baik dulu, sekarang ataupun nanti, kamu adalah istriku satu-satunya dan tidak akan tergantikan." jawab Azmy mantap. Jawaban ini berasal dari hatinya. Tidak peduli pertanyaan Nyssa aneh atau karena pengaruh hormon, ini lah yang dirasakannya. Karena Nyssa adalah satu-satunya wanita yang bisa membuatnya hangat, setiap kontak fisik mereka seperti memang diciptakan satu sama lain. Rasa cintanya pun semakin hari semakin bertambah.
Nyssa yang mendengar jawaban suaminya pun memeluk erat Azmy. Nyssa seperti mendapatkan asuransi atas perasaan yang selama ini membelenggunya. Tetapi Nyssa masih ragu untuk melanjutkan topik tersebut. Mungkin akan ada waktu yang tepat dikemudian hari untuk membahas topik ini lebih lanjut. Tapi bukan saat ini, karena Nyssa pun masih ragu dengan dirinya sendiri.
Entah dorongan dari mana, Nyssa berinisiatif mencium suaminya. Mulai dari kening, hidung dan bibir. Ciuman Nyssa disambut Azmy dengan lembut. Namun semakin lama, ciuman tersebut semakin dalam.
Azmy yang mempunyai hasrat besar pun tidak dapat menahan gejolak yang mendesaknya dibawah sana. Tangannya sudah tak lagi memeluk Nyssa, melainkan sudah bergerak di tubuh istri kecilnya yang semakin sintal dan menggairahkan. Gairah Azmy seperti mendapatkan lampu hijau, setelah mendengar bisikan Nyssa yang mengatakan jika dirinya ingin. Meskipun sempat ragu sejenak, karena keadaan Nyssa sekarang ini. Akhirnya Azmy tetap menguasai tubuh Nyssa, tidak biasanya istri kecilnya menginginkan dirinya. Hal ini membuat hasratnya semakin membuncah.
__ADS_1
Penyatuan mereka pun terjadi dengan sangat hati-hati. Azmy tidak ingin hasratnya menyakiti Nyssa ataupun kedua malaikat mereka. Setelah pelepasan, Azmy merasakan tubuhnya ringan dan segar. Sedangkan Nyssa terlelap dalam pelukannya.
Mereka sekarang ini berada di klinik dokter Rena. Setelah mendaftarkan diri, Perawat langsung mempersilahkan mereka berdua masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.
Perawat memberikan pemeriksaan tekanan darah dan pengukuran berat badan terlebih dahulu. Setelah itu, barulah mereka bertemu dengan dokter Rena yang tersenyum menyambut mereka.
Dokter Rena menanyakan apakah ada keluhan, rasa tidak nyaman atau pun kesulitan makan yang dialami Nyssa. Nyssa hanya menjawab ia menjadi lebih sensitif dengan bau wewangian. Untuk makan dan minum tidak ada masalah.
Dokter pun mulai melakukan USG, terlihat dua kantung janin Nyssa mengalami perkembangan. Itu berarti, kedua kantung janin Nyssa tidak ada masalah. Hanya ukuran mereka yang berbeda. Dokter tetap menyarankan untuk melakukan pemeriksaan setiap 2 minggu sekali.
Tidak ada pantangan yang harus dihindari, yang terpenting menjaga keseimbangan antara sayur dan buah dengan protein. Dokter juga memberikan lampu hijau untuk kegiatan intim mereka, dengan catatan dilakukan dengan hati-hati juga meresepkan vitamin baru untuk Nyssa.
Mereka berterimakasih kepada dokter Rena dan berpamitan. Namun dokter Rena menghentikan mereka.
Ada rasa penasaran yang dipendam oleh dokter Rena, sehingga ia memutuskan untuk bertanya.
"Maaf sebelumnya. Saya ingin menanyakan sesuatu diluar konteks profesi saya."
"Saya sangat penasaran, mengapa bapak dan ibu mau memakai jasa saya yang notabene berbeda keyakinan. Karena selama ini, saya tidak pernah memiliki pasien dengan agama islam. Mereka seolah menghindari saya yang berbeda keyakinan. Anda adalah pasien pertama saya yang beragama islam." terang dokter Rena.
"Saya pribadi tidak masalah, karena yang penting bagi saya adalah keahliannya bukan keyakinannya. Sayang, apakah kamu mau menjawab rasa penasaran dokter Rena?" Azmy bertanya pada istri kecilnya. Karena ia tahu, jawabannya tidak membuat dokter Rena puas.
"Dokter, berbeda keyakinan bukan alasan untuk menolak atau menghindari. Bagi saya, islam adalah agama dengan toleransi yang tinggi. Tidak membeda-bedakan golongan maupun keyakinan. Hanya saja mungkin kita berbeda, perbedaan tersebut tidak lantas membuat saya menjauhi anda. Justru saya bersyukur bisa mengenal dokter kandungan seperti anda. Sama seperti suami saya yang menghargai keahlian. Dan untuk yang menjauhi atau menghindari dokter, mungkin mereka mempunyai alasan tersendiri untuk melakukannya."
Jawaban Nyssa membuat dokter Rena menjadi terharu. Memang kita tidak bisa menilai seseorang hanya dari penampilannya. Nyssa yang sangat tertutup pakaiannya justru menerima perbedaan mereka dalam bentuk toleransi.
"Terimakasih sudah menjawab rasa penasaran saya. Pikiran saya menjadi semakin terbuka. Keyakinan saya juga mengajarkan toleransi, tetapi karena hal-hal yang saya alami menjadikan saya lupa dengan ajaran tersebut." kata dokter Rena yang kini menjabat tangan Nyssa.
Mereka pun meninggalkan klinik dokter Rena dan pulang menuju mansion.
__ADS_1
Mansion saat ini sepi, dikarenakan sudah pukul 22.00. Mereka terlalu lambat pulang karena Nyssa meminta berhenti di penjual eskrim saat diperjalanan tadi. Azmy langsung membawa Nyssa menuju kediaman mereka. Saat ini mereka berada di kamar utama.
Nyssa membersihkan dirinya di kamar mandi, yang di susul Azmy. Selesai mandi, mereka melaksanakan sholat isya' berjamaah.
Nyssa mencium punggung tangan suaminya, dibalas Azmy kecupan dipuncak kepalanya. Azmy merengkuh Nyssa dalam pelukannya. Nyssa menikmati aroma tubuh suaminya, terasa nyaman dan ada dorongan memainkan tubuh suaminya. Nyssa tanpa ragu meminta suaminya melepaskan pakaiannya.
Azmy terkejut dengan permintaan Nyssa, dan bertanya untuk memastikan. Nyssa tetap menyuruhnya membuka pakaiannya. Saat ini Mengenakan baju koko tanpa kaos di dalamnya dan sarung.
Nyssa sudah melepaskan mukena nya, menyisakan gaun tidurnya. Nyssa merasa tidak sabar dengan suaminya yang masih diam. Akhirnya, Nyssa melepaskan kancing suaminya satu persatu sampai terlepas semuanya. Nyssa mulai menelusuri dada bidang Azmy, otot perut dan pusar.
Azmy melotot tidak percaya dengan kelakuan Nyssa, mungkinkah ini juga pengaruh hormon kehamilan juga? Azmy tidak peduli, setiap bagian tubuh yang disentuh Nyssa terasa panas dan membangkitkan hasratnya.
Nyssa masih sibuk menelusuri dada Azmy, tidak peduli dengan yang dirasakan oleh suaminya. Sampai tangannya dihentikan Azmy dan berkata jika dilanjutkan lagi ia tidak bisa lagi menahan hasratnya. Nyssa segera melepaskan tangannya dan meninggalkan Azmy termenung. Sudah tidak ada selera lagi baginya, Nyssa pun naik ke tempat tidur dan memejamkan matanya.
Azmy dibuatnya tidak bisa berkata-kata, setelah dibuat bergairah hanya ditinggal begitu saja. Ia pun mendekati Nyssa, berharap bisa melanjutkannya. Tetapi yang didapatnya adalah kata-kata Nyssa yang menyuruhnya tidak menyentuhnya dan tidur di sofa.
Nyssa merajuk, Azmy bingung dengan perubahan mood Nyssa. Nyssa yang memulai, mengapa Nyssa tidak ingin melanjutkannya?
Azmy mengalah, mengingat istrinya sedang hamil. Azmy menjauh dari Nyssa, mengganti bajunya dengan piyama yang sudah disiapkan oleh Nyssa tadi. Kemudian berjalan menuju sofa, mengetikkan pesan kepada Mami Sita tentang Nyssa. Jawaban Mami Sita justru membuatnya malu.
Di sisi lain, Mami Sita merutuki kebodohan anaknya yang tidak bisa menahan hasratnya.
"Sayang.. Maafkan aku, jangan merajuk sayang. Kamu boleh memegangnya lagi, aku janji tidak akan menghentikan mu." bujuk Azmy, Nyssa masih diam memunggunginya.
"Ayolah sayang.. Jangan diamkan aku, aku mohon."
Nyssa pun berbalik, memperhatikan suaminya.
"Suami tidak boleh pakai baju malam ini." kata Nyssa. Yang langsung disanggupi Azmy seraya melepaskan pakaiannya dan merebahkan diri di samping Nyssa.
__ADS_1
Nyssa masuk kedalam pelukan suaminya, tak lama menghembuskan nafas teratur. Azmy merasa lega, istri kecilnya tidak jadi merajuk. Lain kali, ia tidak akan seperti tadi, yang perlu dilakukannya adalah menurut dan tidak mendebatnya. Kata Mami Sita, pengaruh hormon hamil kembar lebih sensitif dibandingkan kehamilan biasa. Ia harus selalu ingat dan menahan hasratnya.