Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
61. Cepat Tanggap


__ADS_3

Selesai acara peletakan batu, Aeesha langsung pulang ke apartemen sesuai pesan Azmy.


Setelah memastikan Nyssa berada di apartemen, Rara berpamitan untuk mengambil barang guna menginap di apartemen Nyssa. Aeesha meminta Rara menempati apartemen dilantai 4, daripada pulang pergi untuk menemaninya.


Rara merasakan jika Nyssa akan berada dalam bahaya. Tebakan ini disimpulkan karena Azmy secara pribadi izin kepada Mami Sita dan memintanya menjaga Nyssa 24 jam jika perlu. Mami Sita pun berpesan agar Rara menjaga Nyssa dan kandungannya dengan baik. Rara menjadi ingat dengan kejadian yang menimpa Nyssa terakhir kali. Juga penampilan Nyssa yang tertutup, seperti ingin menutupi identitas. Sepertinya, Nona Mudanya memerlukan penjagaan ketat. Itulah sebabnya, Rara setuju tinggal di apartemen lantai 4 milik Nyssa. Meski masih bertanya-tanya tentang apartemen Nyssa, Rara tetap mempercayai Nyssa.


Sore itu Azmy pulang ke apartemen dengan penampilan berantakan. Aeesha yang menyambutnya, terkejut dengan penampilan Azmy. Tidak biasanya suaminya berpenampilan seperti sekarang. Jaz ditenteng, kemeja terbuka kancingnya, dasi longgar, lengan dilipat sampai siku, ujung kemeja keluar. Benar-benar bukan seperti Azmy.


Aeesha menyuruh Azmy untuk segera mandi, ia menyiapkan baju ganti dan pergi ke dapur untuk membuat teh chamomile. Teh chamomile dapat membantu merilekskan pikiran dan meningkatkan kualitas tidur. Tak lupa roti bluder yang telah dibuatnya tadi siang.


Azmy telah selesai mandi, Aeesha membantunya mengeringkan rambut. Melihat kue yang ada di piring, Azmy bertanya kue apa itu.


"Ini roti bluder, khas Madiun-Jawa Timur. Roti ini peninggalan Belanda pada zaman penjajahan."


"Menarik sekali Indonesia yang kamu tinggalin sayang. Banyak makanan dan kue khas."


"Sebenarnya makanan dan minuman disini tidak berbeda jauh. Dan hampir bisa dikatakan makanan manca negara secara global ada disini. Makanan khas dari negara lain aku tidak tahu, tapi makanan khas Indonesia tidak ada disini. Padahal makanan khas Indonesia sudah banyak yang mendunia di dunia ku dulu. Banyak orang-orang dari negara lain belajar bahasa juga budaya bahkan masakan khas Indonesia. Selain makanan, ada juga batik yang dikenal di seluruh dunia. Batik adalah kain dengan motif khas, misal Jawa dengan motif kawung, Cirebon dengan motif mega mendung, dan masih banyak lagi. Ada juga kain-kain khas yang dihasilkan daerah-daerah di Indonesia. Contohnya kain ulos dari Sumatera dan kain yang terbuat dari serat kulit pohon dari Kalimantan." Aeesha antusias menceritakan Indonesia tempatnya tinggal dulu. Sampai berbagai suku dan tradisi ia ceritakan.


Azmy mendengarkan dengan seksama, begitu berwarna kehidupan Aeesha di dunianya. Melihat Aeesha yang antusias, membuat lelahnya menguap begitu saja.


"Sayang.. Mengapa selama disini kamu tidak melepas hijabmu, bahkan saat tidur?" Tanya Azmy setelah Aeesha menyelesaikan ceritanya.


"Belum ada izin dari suami, hijab selain untuk menjaga aurat. Juga merupakan surga bagiku, menjaga marwah ku sebagai seorang istri." Mendengar jawaban Aeesha, Azmy merasa terharu dengan ketaatannya sebagai seorang istri. Di dunia ini, mungkin tidak ada yang seperti Aeesha. Tapi di dunia Aeesha, mungkin hal seperti ini sudah menjadi kebiasaan. Karena dari cerita Aeesha, negara Indonesia tempat tinggalnya mayoritas muslim dan banyak ulama-ulama besar yang masih merupakan keturunan Nabi Muhammad dan wali-wali Allah.


"Lepaskan saja hijabnya jika didalam kamar. Tapi jika keluar kamar harus pakai." Seraya melepaskan hijab kaos yang dikenakan Aeesha. Sudah lama rasanya Azmy tidak melihat penampilan tanpa hijab Nyssa. Azmy juga melepaskan ikat rambut dan menggeraikan rambut Nyssa.

__ADS_1


"Sayang.. Kacamata yang kamu pakai tadi apakah hanya untuk kamuflase?"


"Kamuflase?" Tanya Aeesha yang bingung dengan pertanyaan Azmy.


"Ya, karena cadar yang ku minta adalah untuk menutupi wajahmu sayang. Dan untuk sementara waktu kamu akan mengenakannya saat keluar rumah." Jelas Azmy.


"Jadi benar dugaanku."


"Dugaan apa itu?" Tanya Azmy yang sudah menduga jika Aeesha sudah tahu maksudnya. Selama ini Aeesha memang selalu cepat tanggap.


"Cadar itu untuk menutupi wajah ku. Aku merasa identitas Nyssa tidak biasa."


"Aku tidak percaya jika kamu hanya lulusan SMK di kehidupan mu dulu sayang." Azmy mengelus kepala Aeesha.


"Pendidikan tidak menjamin pemikiran seseorang. Sama dengan kedewasaan yang tidak bisa diukur dari umur. Tapi memang pada kenyataannya sistem birokrasi hanya akan menilai seseorang dari tingkat pendidikan."


"Jangan bertanya, kamu pasti sudah tahu semuanya. Untuk apa mengetes ku." jawab Aeesha cemberut.


Tepat sasaran, mengapa ia merasa Aeesha seperti mengerti dirinya sangat baik.


"Baiklah.." Azmy pun menceritakan semua informasi yang didapatnya. Termasuk alasannya menyembunyikan wajah Nyssa Dan penjaga bayangan yang sudah berjaga untuk melindungi Aeesha.


Aeesha mendengarkan dengan seksama, ia sudah meragukan identitas Nyssa sedari awal. Dan Bambang yang tidak mencarinya, justru menunggunya. Semua teka-teki terjawab, tetapi seperti masih ada yang kurang. Pembantaian Dan tabrak lari tidak diketahui siapa dalangnya. Bukan itu yang Aeesha pikirkan, melainkan alasan dari pembantaian maupun tabrak lari. Mereka hanya menargetkan orang, bukan harta. Hal ini yang perlu diselidiki, alasan sebenarnya.


Azmy terkesiap dengan pemikiran Aeesha, istri kecilnya benar. Alasan dilakukannya pembantaian lah yang harus diselidiki terlebih dahulu. Jika alasan sudah didapat, maka mencari dalangnya akan bisa dipersempit.

__ADS_1


"Terimakasih sayang.. Kamu memang yang terbaik!" seraya mengecup kening Nyssa.


Segera Azmy menghubungi Leon, mengatakan jika penyelidikan berubah arah. Azmy meminta Leon menyelidiki seluk beluk keluarga Robert terlebih dahulu. Leon pun setuju, dan mulai bergerak ke utara untuk menggali informasi.


Saat Azmy berbalik, Aeesha sudah terlelap. Namun harus ia bangunkan, karena sudah waktunya sholat maghrib.


Mereka pun melaksanakan sholat maghrib berjama'ah dan makan malam bersama Rara di ruang makan. Setelah berbincang sebentar, Aeesha memutuskan untuk masuk ke kamar.


Tinggallah Azmy dan Rara diruang tamu. Azmy memastikan jika Brenda sudah masuk kamar. Barulah Azmy membocorkan beberapa informasi tentang Nyssa, hal ini ia lakukan agar Rara bisa membaca situasi saat sedang bersama Aeesha. Rara menganggukkan kepalanya tanda mengerti, sekarang ia sudah mendapatkan jawaban dari pertanyaan seputar identitas Nyssa. Kemudian Rara meninggalkan Azmy untuk kembali ke apartemen di lantai 4.


Didalam kamar, Nyssa sudah mengenakan mukena menunggu Azmy untuk sholat berjamaah. Azmy segera mengambil air wudhu dan mereka pun melaksanakan sholat isya' berjamaah.


"Sayang, jangan minta aku tidur dikamar tamu." Pintar Azmy setelah mereka selesai melaksanakan sholat. Aeesha berpikir sejenak, berdosa juga baginya menjauhi suaminya.


"Baiklah, tidurlah disini suamiku." Kata Aeesha yang meninggalkan Azmy untuk menyimpan mukena dan sajadah. Ternyata Aeesha sudah mengganti gamisnya dengan gaun tidur panjang berlengan pendek. Pikiran Azmy sudah mulai bertraveling.


Segera ia naik ke tempat tidur dan menyambut Aeesha yang berjalan mendekat. Aeesha tahu jika suaminya sudah menahan kebutuhan biologis beberapa hari. Tetapi saat ini Aeesha masih belum bisa melakukannya. "Ampuni aku Ya Allah.." Batin Aeesha.


Azmy memeluk Aeesha dari belakang, menghirup aroma tubuh Nyssa membuat gairahnya bersemangat. Beberapa hari berjauhan dari Aeesha, bagian tubuhnya merasa tersiksa.


Diciumnya tengkuk Nyssa, tangannya sudah berada dibawah gaun meraba kulit mulus Nyssa. Azmy membalikkan tubuh Nyssa agar menghadapnya dan memberi jarak agar tidak menekan perut Nyssa. Azmy mulai mencium bibir Nyssa, dengan tangannya yang bergerak di dada Nyssa.


Aeesha merasakan gairahnya terpacu karena sentuhan Azmy. Tapi ia masih belum siap, Aeesha pun memberontak. Azmy melepaskan pagutannya, melihat Aeesha menggelengkan kepala. Azmy tidak bisa egois memaksakan kehendaknya.


"Bantu aku sayang.." Pinta Azmy dengan suara parau dan menuntun tangan Nyssa kebawah. Aeesha tahu Azmy tersiksa, ia pun mengangguk. Azmy mengajak Aeesha duduk, menyerahkan bagian bawah kepada Aeesha Dan Azmy menikmati bibir serta dada Nyssa.

__ADS_1


Kegiatan mereka berakhir dengan pelepasan Azmy. Setelah Azmy dan Aeesha membersihkan diri, mereka tidur dengan Azmy memeluk dari belakang. Azmy telah mendapatkan separuh jiwanya kembali. Baik itu raga Nyssa atau jiwa Aeesha, semuanya adalah pelengkap hidupnya.


"Ya Allah, lindungilah mereka. Baik raga maupun jiwa yang telah engkau kehendaki. Juga malaikat yang telah engkau titipkan kepada kami. Sesungguhnya engkaulah Maha Pemberi Perlindungan.. Aamiin.." doa Azmy sembari mengecup puncak kepala istri kecilnya.


__ADS_2