
Pagi ini Rara datang ke apartemen Nyssa, disambut pelukan Aeesha yang sudah menganggap Rara seperti kakaknya.
Azmy menugaskan Rara kembali untuk melindungi Aeesha. Karena Azmy sudah berangkat ke perusahaan terlebih dahulu, Leon menghubunginya karena ada urusan genting.
Nyssa mengajak Rara sarapan bersamanya. Hari ini tidak ada kuliah, hanya ada acara peletakan batu pukul 09.00. Sehingga Azmy mengizinkan Aeesha untuk menghadiri acara tersebut, dengan catatan langsung pulang setelah acara selesai agar Aeesha tidak kelelahan.
Permintaan Aeesha untuk membangun yayasan yatim piatu dan gelandangan sudah diurus oleh Aditya. Hari ini adalah acara peletakan batu sebelum dilanjutkan pembangunan.
Aeesha terkejut dengan kecepatan kerja Aditya. Tetapi Aditya menjelaskan jika tanah yang akan digunakan untuk mendirikan yayasan masih merupakan aset Nyssa, dan kontraktor yang menangani pembangunan merupakan kontraktor yang sudah lama bekerjasama membangun apartemen ini. Sehingga mempermudah Aditya bekerja dengan cepat.
Sebenarnya Aeesha menolak mengikuti acara peletakan batu. Ia merasa tidak pantas, yang seharusnya datang adalah Nyssa. Tetapi Aeesha memikirkan ulang, Nyssa adalah raganya, amal jariyah yang akan dilaksanakan ia tujukan untuk Milea dan Nyssa. Akhirnya Aeesha pun setuju. Lagipula tidak ada yang tahu identitasnya selain Azmy, sehingga ia tetap menjalani kehidupan Nyssa.
Di perusahaan Azmy.
"Leon, jika tidak benar-benar genting jangan salahkan aku meniadakan bonus bulan ini!" Tegas Azmy dengan wajah dinginnya. Baru saja ia berbaikan dengan Nyssa, Leon sudah mengganggunya.
"Saya jamin anda akan menambah bonus saya bulan ini Tuan Muda." Kata Leon percaya diri seraya menyerahkan tablet kepada Azmy.
Azmy menatap malas Leon, fokusnya sekarang ada pada informasi di dalam tablet.
Azmy benar-benar tidak percaya dengan apa yang dibacanya. Laporan Leon berisi silsilah keluarga Milea. Ternyata Nyssa adalah keturunan keluarga Robert.
Nama asli Milea adalah Lea Robert. Keluarga Robert adalah keluarga yang terkenal pada masanya di daerah Utara. Pebisnis dengan aset yang setara dengan Azmy sekarang ini. Tetapi karena kejadian yang tidak diketahui semuanya terbunuh dalam waktu semalam. Bukan sebuah perampokan, namun pembantaian.
Menyisakan Bambang, atau lebih tepatnya Frans dan Lea yang sedang berada di luar negeri menempuh pendidikan.
Setelah mendengar kabar pembantaian keluarga Robert, Lea dan Frans kembali. Mereka mengusut kasus pembantaian keluarga Robert bersama investigator luar negeri. Akan tetapi, kasus tersebut menemui kebuntuan. Akhirnya Lea menyerah dan menjual semua aset keluarganya. Kemudian merubah identitasnya dan pergi ke daerah Utara, dimana sekarang apartemen didirikan untuk menghindar. Semua informasi tentang keluarga Robert dimusnahkan.
Lea Robert menjadi Milea, Frans Robert yang merupakan anak dari pelayan setia keluarga Robert, berganti menjadi Bambang Sprinter. Setelah pelarian, Bambang mendirikan apartemen, sedangkan Milea menyembunyikan diri menjadi warga biasa. Yang kemudian bertemu Abraham, mereka menjalin hubungan sampai menikah.
Dan kecelakaan yang menimpa Milea bukan murni musibah, melainkan ada orang yang sengaja menabraknya.
"Bagaimana tentang pembantaian ataupun kecelakaan Milea? Mengapa informasimu tidak lengkap!" Azmy membanting tablet kemeja.
Leon hanya menghela nafas berat. Atasannya tetaplah Tuan Muda dingin yang diktator, hanya didepan istrinya saja akan berubah menjadi anjing penurut.
"Sudah saya usahakan Tuan Muda, orang kepercayaan Tuan Muda juga sudah berusaha mencari jejak digital. Tap..."
"Aku tidak peduli, yang penting segera dapatkan informasinya! Aku tidak mau Nyssa terseret!" Azmy memotong perkataan Leon yang menurutnya tidak merujuk ke hasil.
Azmy harus cepat. Jika musuh keluarga Milea tidak diketahui, taruhannya adalah nyawa Aeesha. Ia hanya bisa mengandalkan Rara untuk melindungi Aeesha sementara ini. Karena Leon harus fokus mencari informasi, dirinya akan memegang kendali perusahaan.
"Sayang.. Aku pasti akan mencari cara untuk melindungi kalian." Gumam Azmy. Lalu dirinya terpikirkan sebuah ide. Azmy pun menghubungi Bambang.
__ADS_1
"Halo.." Jawab Bambang.
"Bambang, jangan ungkap identitas Nyssa sebagai anak Milea. Biarkan identitas Nyssa tersembunyi, cukup identitas sebagai istriku. Istri Raja Real Estate."
Jika merujuk raja real estate, maka yang menghubunginya pastilah Azmy.
"Maksud anda apa Tuan Azmy?" Bambang tidak mengerti maksud Azmy.
"Aku tahu latar belakang Milea yang sebenarnya." Jantung Bambang serasa diremas, selama ini dia sudah bersembunyi dengan baik.
"Bagaimana..." Azmy memotong pertanyaan Bambang.
"Tidak perlu tahu aku tahu dari mana. Jaga keselamatan istriku jika kamu ingin hidup tenang!" Azmy menutup sambungan teleponnya.
"Sepertinya, kalian harus muncul kepermukaan." Gumam Azmy yang kemudian menelpon seseorang.
"Bersiap! Akan ada pekerjaan untuk kalian."
Sudah lama Azmy tidak memberikan mereka pekerjaan. Mereka adalah anak buah Azmy yang khusus mengatasi pekerjaan kasar. Rata-rata dari mereka adalah bekas prajurit. Azmy mengumpulkan mereka hanya untuk keselamatannya sebagai pengusaha, atau untuk mengatasi kliennya yang berulah. Karena dunia bisnis tidak pernah bersih, persaingan tidak sehat banyak terjadi.
Sejak mengenal Aeesha, Azmy mengikuti pengaturan Leon dalam menyelesaikan masalah. Inilah saatnya ia menggerakkan mereka untuk melindungi Aeesha.
Di suatu tempat.
"Bersiap! Akan ada pekerjaan untuk kalian."
Bambang yang telah mendapatkan ultimatum Azmy merasa gugup, acara hari ini akan mendatangkan banyak orang. Sedangkan Bambang tidak terpikirkan jika akan ada musuh yang mengincar Nyssa sama seperti Milea. Ia pikir, setelah 20 tahun tidak ada masalah maka tidak akan ada lagi yang akan mengungkit keluarga Robert. Ternyata dia salah. Jika Azmy tahu tentang keluarga Robert, maka musuh keluarga Robert masih menjadi bayang-bayang.
Dia harus berpikir cepat, jangan sampai ada kesalahan seperti kejadian Milea dulu. Bambang tidak sanggup harus kehilangan majikan terakhirnya. Ia tidak akan berani menghadap ayahnya dan Tuan Tua Robert di alam baka nanti.
Nyssa akan berangkat bersama Rara menuju tempat dimana yayasan akan dibangun. Saat Nyssa sedang bersiap-siap, ponselnya berdering. Segera Nyssa mengangkat sambungan telepon tersebut, karena Azmy lah yang menghubunginya.
"Assalamu'alaikum.."
"Wa'alaikumsalam sayang.. Sedang apa?"
"Sedang menerima telpon." Jawab Nyssa malas.
"Bukan itu maksudku sayang. Apakah kamu jadi ke acara peletakan batu?"
"Iya, ini sedang siap-siap. Apakah kamu bisa ikut?"
"Maafkan aku sayang.. Aku tidak bisa menemanimu, banyak pekerjaan yang harus kulakukan karena Leon sedang ada urusan." Azmy merasa menyesal tidak dapat menemani Aeesha.
__ADS_1
"Tidak masalah, ada Rara bersamaku. Kembalilah bekerja, nanti akan semakin menumpuk jika ditunda."
"Sayang.."
"Ya.. Kenapa suamiku? Sepertinya ada yang ingin kamu katakan." Mendengar panggilan Aeesha, Azmy tersenyum. Panggilan itu sudah kembali, bukan lagi Azmy yang diucapkan Aeesha.
"Bisakah aku meminta sesuatu?"
"Katakan saja, jika masih dalam jangkauanku maka akan aku berikan."
"Bukan sayang.. Aku hanya ingin kamu mengenakan cadar seperti dulu sewaktu menikah."
"Baiklah.." Jawaban Aeesha yang mantap membuat Azmy terkejut. Bukan penolakan, tetapi setuju dengan mudahnya. Ingin menanyakan lebih lanjut, tetapi Rina sudah mengingatkannya untuk segera ke ruang meeting. Nanti saat di rumah, ia akan menanyakannya alasan Aeesha mau memenuhi permintaannya tanpa bertanya alasannya.
Azmy pun berpamitan dan memutuskan sambungannya.
Aeesha merasa ada yang aneh dengan Azmy yang tiba-tiba memintanya untuk bercadar, padahal Azmy sudah tahu alasan Aeesha tidak mengenakan cadar. Tetapi Aeesha menyanggupinya, Azmy pasti mempunyai alasan mengapa memintanya mengenakan cadar. Ia pun mencari sesuatu yang bisa digunakannya sebagai cadar. Pilihannya jatuh pada pashmina syar'i, sama seperti saat acara Alexsa dulu. Sepulang dari acara nanti, ia akan membeli bahan untuk membuat cadar dan mesin jahit tentunya.
Melihat Aeesha keluar kamar dengan cadar yang menutupi sebagian wajahnya, Rara pun terkejut. Dirinya sudah pernah melihat Aeesha mengenakan cadar, tetapi saat ini terlihat berbeda. Dengan Gamis potongan lebar, hijab tertutup dengan cadar dan kacamata, tidak hanya menutupi kehamilannya tetapi juga menambah aura agamisnya semakin kental. Kacamata membuatnya terlihat semakin tidak tersentuh.
"Tanya sama Azmy saja yaa.." Aeesha mengedipkan matanya, mengerti akan pikiran Rara. Seketika membuat Rara menggeleng. "Saya masih mau hidup lama Nona!" Jerit Rara dalam hati. Mana mungkin ia berani mempertanyakan keputusan Azmy, bisa-bisa hidupnya tidak tenang.
Di lantai dasar, Bambang dan Leni menyambut Aeesha. Mereka berdua terkejut dengan penampilan Aeesha yang tidak biasa. Aeesha hanya diam tidak memberikan alasan melihat keterkejutan mereka berdua, hanya menganggukkan kepalanya.
Bambang bisa menangkap maksud pakaian tertutup Nyssa. Ia merasa bersyukur, Azmy melindungi Nyssa dengan baik.
"Dia siapa?" Bambang baru melihat Rara.
"Ini Rara, orang kepercayaan Azmy." Aeesha mengenalkan sekenanya. Tidak mungkin menjelaskan jika Rara adalah asisten Mami Sita dan bodyguard untuknya.
Bambang dan Leni tidak lagi banyak berkomentar, mereka pun berangkat ke tempat acara. Bambang melajukan mobil didepan, sedangkan Rara dan Aeesha mengikuti dari belakang.
Pada acara pembukaan, Aditya mengenalkan Aeesha sebagai investor dari perusahaan AZ sesuai instruksi ayahnya. Karena identitas Nyssa yang spesial, Aditya mengikuti arahan ayahnya yang lebih paham situasi.
Aeesha tidak mempermasalahkannya. Perusahaan AZ adalah perusahaan Azmy, jadi wajar saja digunakan sebagai identitasnya. Karena jika ia sendiri, maka akan menimbulkan pertanyaan. Seorang perempuan dengan kekayaan seperti itu, pasti akan menimbulkan kejahatan.
Sedangkan Azmy yang saat ini berada di perusahaan, menyaksikan jalannya acara yang dihadiri Aeesha merasa puas. Ternyata Bambang memang bisa diandalkan. Hanya sekali peringatan sudah cukup membuatnya bergerak dengan cepat.
Melihat wajah istri kecilnya pun semakin membuatnya puas. Kacamata yang dikenakan Aeesha sangat pas dengan penampilannya saat ini. Aeesha selalu bisa membuat kejutan untuknya.
Dengan begini, identitas Nyssa akan aman untuk sementara waktu. Karena jika sampai musuh mengetahui Nyssa adalah anak Milea dan menyelidikinya, mereka akan tahu wajah Nyssa.
Azmy meminta bawahannya untuk tetap mengawasi Aeesha, jangan sampai ada kelalaian sedikitpun.
__ADS_1
Bawahannya yang baru saja bertugas merasa heran. Tugas yang diberikan majikan mereka kali ini adalah menjadi penjaga bayangan untuk istrinya. Awalnya mereka mengira tugas penting yang disebutkan adalah pertumpahan darah, tetapi mereka salah.
Mereka tetap menjalankan perintah majikannya dengan baik. Setelah merasakan atmosfer di acara peletakan batu dan melihat jika istri majikan mereka sedang hamil. Intuisi mereka mengatakan, jika tidak lama lagi akan ada pertumpahan darah.