
Selama 3 hari dirawat, Aeesha merasa bosan di rumah sakit. Ia meminta untuk rawat jalan saja, pergerakannya terbatas jika di rumah sakit. Mami Sita menuruti kemauan Nyssa, Mami juga merasa pengap jika terlalu lama di rumah sakit. Akhirnya mereka pulang ke mansion hari itu juga.
Perjalanan dari kawasan tengah menuju kawasan selatan ditempuh selama 8 jam jalur darat. Tetapi bagi keluarga Azmy, hanya ditempuh selama 1 jam lebih. Terbang dengan jet pribadi 45 menit, 30 menit perjalanan dari bandara menuju mansion.
Sesampainya di mansion, mereka disambut oleh kepala pelayan. Kepala pelayan mengatakan jika makan siang sudah siap, Mami Sita meminta Papi Agam untuk membersihkan badan terlebih dahulu. Rara dan Rian pergi ke bangunan sayap kiri untuk membersihkan diri juga. Sedangkan Mami Sita mengantar Aeesha ke kamar, dibantu kepala pelayan yang mendorong kursi roda Nyssa.
Dokter menyarankan untuk sementara menggunakan kursi roda agar dapat mengurangi gerakan bahu, dengan tetap mengenakan arm sling. Mami tidak membawa Aeesha ke kamar di lantai 2 yang biasa ditempatinya, melainkan kamar dilantai bawah yang jarang dipakai. Di mansion utama, total ada 6 kamar tidur. 3 dilantai atas sebagai kamar Mami dan Papi, kamar yang biasa ditempati Azmy Dan kamar tamu. 1 dibawah kamar tamu, 1 ruang gym, dan 1 kamar kosong. Dan yang akan ditempati Aeesha sekarang adalah kamar kosong, yang dulunya adalah kamar utama. Mami Sita pindah ke lantai 2 karena kamar utama terlalu luas, dan Mami lebih suka bersantai di balkon sehingga memutuskan pindah. Mami Sita sudah meminta kepala pelayan untuk mendekor ulang kamar agar bisa ditempati Nyssa. Kata Mami Sita, agar Nyssa tetap dekat dengan Mami dan Rara. Jika tinggal di kediaman Azmy atau paviliun, Nyssa akan terisolasi bersama Azmy saja.
Aeesha merasa lucu dengan pemikiran Mami Sita. Mungkin karena Aeesha terbiasa hidup tanpa ART dan hanya hidup dengan suaminya di perantauan, sehingga ia merasa biasa saja saat hanya tinggal berdua dengan Azmy. Tetapi memang ia butuh teman seperti Rara, karena dulu pun ada teman dari suaminya yang biasa mengajaknya kuliner keliling.
Sekarang, tinggal Aeesha sendiri di kamar, Mami Sita kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri sebelum makan siang. Aeesha meminta agar makan siangnya diantar ke kamar saja, kepala pelayan mengiyakan permintaan Nyssa. Ia mencoba turun perlahan dari kursi roda, melangkah menuju kamar mandi. Meskipun kesusahan hanya dengan satu tangan, Aeesha tetap berusaha. Sampai bajunya sudah terlepas semua, Aeesha duduk di pinggiran bath tube untuk membasuh tubuhnya. Selesai membasuh, Aeesha mengenakan bath robe yang hanya ditempelkan dipundak dan memegang kedua sisi dengan tangan kanannya.
__ADS_1
Semua sudah tersedia lengkap saat Aeesha membuka lemari yang ada di walk in closet. Jika dipikirkan lagi, baju Nyssa tersebar di mana-mana. Kediaman Azmy, paviliun, kamar mansion lantai 2 sekarang dilantai 1 mansion dan rata-rata semuanya masih berlabel. Aeesha terkadang masih belum terbiasa dengan baju-baju tersebut. Mami Sita pernah berpesan, jika baju-baju Nyssa semuanya dipesan dari butik langganannya. Semua sudah melalui proses laundry, jadi bisa langsung dikenakan meskipun masih berlabel. Aeesha melihat daster berjajar didepannya, mulai dari model oversize, model kelelawar, model A-line, model kimono dengan pilihan bahan kaos dan santung. Pilihannya jatuh pada daster A-line dengan lengan panjang, dengan kancing hidup yang memanjang di dada memudahkannya memakai baju. Sayangnya, Aeesha kesulitan mengenakan dalaman hanya menggunakan 1 tangan dan dengan keadaan perutnya. Sempat terasa nyeri pada bahunya yang tidak sengaja di gerakkannya. Akhirnya ia menyerah, hanya bisa mengenakan daster dan hijab kaos saja.
Aeesha melaksanakan sholat dengan duduk kursi roda yang dimiringkan ke arah kiblat. Tubuhnya tidak memungkinkan untuk sholat berdiri, tangan kiri yang tidak bisa digerakkan membuat keseimbangannya berkurang. Sehingga lebih aman sholat dengan duduk. Karena susah mengenakan bawahan mukena, Aeesha menutup kakinya dengan selimut. Islam punya cara tersendiri dalam memudahkan umat dalam melaksanakan kewajiban.
Saat Aeesha selesai melaksanakan sholat, makanan sudah disajikan di meja sofa. Aeesha tidak tahu kapan makanan disajikan, mungkin saat ia sholat tadi. Tapi anehnya, mengapa ada 2 porsi makanan di meja. "Siapa yang akan menemaninya makan?" Batin Aeesha. Mami Sita benar, kamar ini terlalu luas. Kamar Azmy yang luas dikediaman masih lebih luas disini. Jika dibuat kamar minimalis dengan ukuran 3x3, mungkin kamar ini bisa dibuat 3 kamar.
Selesai melipat selimut dan mukena, Aeesha dikejutkan oleh pelukan dari belakang. Bau yang familiar, Aeesha tahu tanpa harus menoleh.
"Suami sudah pulang?" Tanya Aeesha.
"Mengapa tidak merawat diri?" Pertanyaan Aeesha terasa menusuk. Sekarang ini tampilan Azmy memang benar-benar berantakan. Kumis dan jambang tumbuh tipis diwajahnya, rambut tidak disisir rapi, lengan kemeja terlipat, kancing kemeja terbuka tanpa dasi, jasnya mungkin tertinggal di mobil atau di ruangannya. Jika tahu istri kecilnya akan protes, ia akan berdandan terlebih dahulu tadi.
__ADS_1
"Tidak ada yang mengurusku sayang.." Azmy membuat alasan agar Aeesha tidak melanjutkan protesnya.
"Bukan alasan, sebelum menikah memangnya siapa yang mengurus?" Istri kecilnya selalu tepat sasaran. Ia memang terbiasa rapi, tetapi karena tidak dekat dengan Aeesha Ia jadi mengabaikan penampilannya. Hanya fokus bekerja dan bekerja agar tidak merindukan istri kecilnya.
"Maaf sayang.." Azmy menyandarkan kepalanya kepangkuan Nyssa. Aeesha merapikan rambut suaminya. Azmy sama seperti Fatih yang tidak terurus saat Ia tak ada. Mereka sama-sama sudah bergantung padanya. Tapi sekarang, Aeesha yang akan bergantung kepada Azmy. Aktifitasnya yang terbatas karena kehamilan dan ditambah cidera bahunya, mau tak mau Ia akan merepotkan suaminya.
"Suami.." Kata-kata Aeesha terhenti.
"Apa sayang?" Aeesha membisikkan sesuatu yang ditanggapi tawa Azmy. Istri kecilnya masih malu-malu, padahal mereka hanya berdua di dalam kamar. Azmy segera berjalan menuju lemari, mengambil sesuatu dan membantu Aeesha mengenakannya.
"Sayang, tidak pakai pun tak apa." Kata Azmy menggoda istri kecilnya, sayangnya cubitan yang didapatnya. Azmy tertawa, kemudian mengangkat istri kecilnya menuju sofa untuk makan siang.
__ADS_1
Aeesha bisa makan sendiri, tetapi Azmy bersikeras menyuapinya. Sehingga Aeesha hanya bisa menurut dan makan dengan patuh. Setelah Aeesha selesai makan dan meminum air kelapa, barulah Azmy memakan makanannya. Porsinya menjadi 1 setengah, karena Aeesha hanya makan setengah bagian. Tak apa, ia perlu banyak energi dan rajin olahraga agar bisa siaga selalu untuk istri kecilnya.
Azmy sudah membersihkan diri, mencukur bersih kumis dan jambangnya, mengenakan kaos warna cream dan celana pendek hitam. Tetapi, rencananya yang ingin bermanja gagal, Aeesha sudah terlelap menyandar di sofa. Saat ia tinggal untuk mandi tadi, Aeesha sedang membaca buku. Sekarang bukunya ada dalam pelukan istri kecilnya. Pelan-pelan Azmy mengambil buku dan meletakkannya dimeja, lalu mengangkat Nyssa perlahan menuju tempat tidur. Ia pun merebahkan tubuhnya, menyusupkan lengan kirinya di leher Nyssa. Mengecup kening Nyssa dan ikut terlelap. Beberapa hari ditinggalkan Aeesha, Ia kembali menjadi Azmy yang dulu, yang hanya beristirahat selama 3 jam.