Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
67. Tabir Terbuka


__ADS_3

Butuh waktu satu bulan bagi Aeesha menerjemahkan buku dengan Aksara Jawa. Dan selama itu pula, Aeesha tidak meninggalkan paviliun. Hanya keluar saat melakukan pemeriksaan kandungan. Aeesha ingin segera menuntaskan rasa penasarannya. Azmy tidak keberatan, karena jika Aeesha didalam lingkungan paviliun keamanannya terjamin. Setiap keinginan dan kebutuhan akan dipenuhi Azmy dengan bantuan Rara dan kepala pelayan.


Buku tersebut merupakan diary dari Roro Anjani.


Di halaman pertama, Roro menuliskan tanggal ia datang ke dunia ini berupa jiwa yang masuk kedalam tubuh seorang gadis yatim piatu. Tepatnya 100 tahun silam, yang merupakan awal kebangkitan keluarga Robert. Roro adalah keturunan dari bangsawan R.M. Djojodiningrat dengan nama asli Raden Ajeng Anjani Djojodiningrat. Roro menuliskan jika ia mulai menerima hidup ditubuh gadis tersebut yang bernama Stella. Sejak ia memulai kehidupan Stella, Roro memperbaiki perilaku dan perekonomian Stella sesuai ajaran yang diterimanya sebagai keluarga bangsawan.


Tulisan kedua berjarak satu bulan dari tanggal yang tertera di halaman pertama. Pencarian sebab-akibat dimulai. Karena tidak ada perpustakaan seperti di kehidupannya. Roro mulai berbaur dengan masyarakat, ia juga mulai menjual dawet untuk menopang perekonomiannya. Sambil menjajakan dagangannya, Roro bertemu dengan berbagai macam orang dan cerita. Roro sudah mulai dapat menyimpulkan keadaan yang dialaminya, namun belum begitu yakin. Masih sebatas tebakannya saja. Jika di dunianya Raja-raja jaman dahulu sakti mandraguna, hal seperti ini merupakan hal yang bisa dijelaskan. Tetapi disini, dunia ini sedikit tertinggal dari dunianya.


Tulisan ketiga ditulis setelah selang waktu 6 bulan. Roro bertemu dengan laki-laki bernama Robert dan mulai menjalin hubungan. Karena Roro adalah keturunan bangsawan yang konservatif, maka Roro mengatakan akan melanjutkan hubungan jika ada keseriusan. Robert menyanggupinya dan segera menikahi Roro.


Satu bulan kemudian, Roro menikah dengan Robert. Roro mengalami dilema saat awal pernikahannya. Bagaimana caranya berterus terang kepada Robert. Tetapi akhirnya Roro tidak menceritakan jati dirinya. Mungkin ini hal yang terbaik untuk mereka berdua.

__ADS_1


Selang 3 bulan, Roro menuliskan lagi jika ia sedang hamil. Dalam tulisan kali ini, Roro mengungkapkan alasannya menulis buku harian dengan Aksara Jawa. Roro tidak ingin siapapun menyadari jika dirinya adalah jiwa yang datang dari tempat lain. Sebagian orang mungkin akan percaya dan menerima, tetapi untuk sebagian orang akan menjadi duri. Dunia tempat tinggal Roro lebih maju dibandingkan dunia ini. Sehingga perdagangan yang dilakukan suaminya maju dengan pesat. Saat ini mereka sudah bisa membeli rumah yang lebih besar dari sebelumnya.


Tulisan berlanjut dengan selang waktu yang cukup lama yaitu, 5 tahun. Roro menuliskan, jika dirinya sudah jujur kepada Robert tentang jiwanya. Robert mempercayai cerita Roro dan mau menerima semuanya. Robert merasa hal yang terjadi kepada Roro adalah sebuah keajaiban Tuhan. Saat ini, perusahaan dagang yang didirikan Robert 3 tahun yang lalu sudah mulai membuka cabang. Tetapi, Roro merasakan keresahan dihatinya. Setelah jujur kepada Robert, seperti ada bayangan yang mengikutinya setiap hari. Entah hanya perasaannya saja.


14 tahun kemudian, Roro mulai menuliskan cerita lagi. Saat ini anak perempuan pertamanya berumur 18 tahun. Hal yang paling mencengangkan adalah anaknya bukan lagi anaknya. Sebagai seorang ibu, Roro bisa merasakan perubahan anaknya. Hingga Roro mengajak anaknya berbicara 4 mata. Disitulah tebakan Roro menjadi kenyataan. Garis keturunan Stella, raga yang ditempatinya saat ini mempunyai sebuah karunia. Yaitu, disaat umur 18 tahun jiwanya akan digantikan oleh jwa dari dunianya. Sayangnya, jiwa yang saat ini menempati raga anaknya hanyalah rakyat jelata yang tidak berpendidikan. Jadi Roro tidak bisa mendapatkan banyak informasi. Informasi yang didapat dari gadis itu, hanya sebatas keadaan dunianya sekarang ini yang sudah mulai ada pergerakan dari rakyat untuk mengusir penjajah. Roro hanya bisa bersabar, ia akan menunggu anak keduanya berumur 18 tahun. Apakah karunia yang ia tebak benar atau hanya kebetulan.


Selang 3 tahun, Roro benar-benar terkejut dengan kenyataan. Anak keduanya yang kembar perempuan dan laki-laki, juga mengalami hal yang sama. Tetapi, hanya anak perempuannya yang mengalami pergantian jiwa. Sedangkan anak laki-lakinya normal, tidak ada perubahan. Jiwa yang kini menempati raga anak perempuannya adalah seorang aktivis pergerakan emansipasi perempuan. Banyak informasi yang didapat. Termasuk keturunan Djojodiningrat yang sudah wafat semua karena pembantaian yang dilakukan oleh penjajah Jepang. Roro berduka atas kematian seluruh keluarganya.


Aeesha seketika pingsan, setelah selesai membaca isi buku harian tersebut. Untung ada Azmy disampingnya yang dengan sigap menangkap tubuhnya. Ternyata memang ada karunia seperti ini, jika ingin mengetahui kebenaran harus menunggu sampai anaknya berumur 18 tahun. Itu pun jika anaknya perempuan. Azmy masih mempertahankan sikapnya meski kenyataan didepan matanya saat ini diluar nalar manusia. Segera Azmy menelpon Leon untuk menghentikan ahli bahasa menerjemahkan buku tersebut dan memintanya segera ke mansion. Leon dengan sigap melaksanakan perintah Azmy.


Untungnya, setelah Aksara Jawa diterjemahkan masih berupa tulisan bahasa Jawa. Sehingga para ahli bahasa masih kesulitan menafsir isi buku tersebut. Apalagi mereka hanya bisa menerjemahkan sesuai panduan yang dibuat Aeesha. Jadi, masih banyak yang belum bisa diterjemahkan.

__ADS_1


Leon yang sampai di mansion, terkejut dengan kecepatan terjemah Nona Mudanya. Dalam waktu satu bulan sudah menerjemahkan Aksara dan merubah bahasanya sehingga mudah dimengerti. Setelah membaca isi dari buku harian tersebut, Leon hanya bisa membatu. Apakah yang ia baca adalah kebenaran? Nalarnya tidak bisa mencerna informasi yang diterimanya.


"Tuan Muda, apakah anda percaya?" Tanya Leon waspada.


"Istriku buktinya." Jawaban singkat Azmy semakin membuat Leon membelalakkan matanya.


"Tuan Muda jangan bercanda!" Leon masih tidak percaya.


"Kau tahu siapa aku." Jawab Azmy cuek. Ia masih dengan setia memeluk tubuh Nyssa yang belum sadarkan diri. Leon tahu betul siapa Tuan Mudanya, beruang kutub yang tidak bisa tersenyum. Jika Tuan Mudanya sudah berkata seperti itu. Maka memang benar adanya. "Berarti, selama ini Tuan Muda menikah dengan siapa?" Batin Leon.


"Rahasiakan ini, perketat penjagaan Nyssa. Jika memang musuh berada di dekat kita, maka kejadian yang menimpa Milea akan terulang." Azmy merasakan kekhawatiran yang besar dihatinya.

__ADS_1


"Baik Tuan Muda." Leon mengerti kekhawatiran Tuan Mudanya, dengan identitas spesial Nyssa yang seperti itu. Bagaimana bisa tenang?


__ADS_2