
"Sayang,, mengapa pengeluaran mu sedikit sekali setiap bulannya? Beberapa bulan malah tidak ada pengeluaran sama sekali." Azmy mendatangi istri kecilnya yang sedang menjemur malaikat kembar didekat kolam renang.
"Tidak ada yang ingin dibeli." Jawab Aeesha singkat.
"Astagfirullah sayang, beli saja apa yang kamu mau." Azmy tidak habis pikir dengan istri kecilnya yang sangat irit. Padahal jika Aeesha membelanjakan semua uang yang setiap bulan ditransfernya juga tidak masalah.
"Beli itu kalau perlu, kalau tidak buat apa? Semua kebutuhan rumah sudah tercukupi, pakaian dan aksesoris ku sudah kamu penuhi, kebutuhan malaikat kembar sudah dipenuhi Mami juga kamu. Aku harus beli apa lagi?" Tanya Aeesha yang merasa Azmy memaksa dirinya menjadi konsumtif. "Kartu yang suami beri masih kusimpan di laci meja rias bersama kartu pemberian ayah, dan kartu Nyssa yang suami isi tiap bulan ada di dompet. Jika tidak ada kebutuhan yang perlu untuk apa, ujung-ujungnya mubadzir. Aku ingin menyumbangkan uang ke yayasan juga suami larang, semua pakai uang suami." Imbuh Aeesha dengan lembut, tetapi menusuk bagi Azmy.
Aeesha benar, selama ini memang dirinya yang memenuhi semua kebutuhan istri kecilnya juga anak-anaknya. Lagipula dari dulu istri kecilnya tidak pernah belanja berlebihan, hanya disaat membutuhkan saja. Sebenarnya bagus juga sifat Aeesha yang irit tersebut, tetapi mengapa dirinya merasa kesal saat tahu istrinya tidak pernah membelanjakan uangnya. Benar yang dikatakan Nyssa, kehidupan Aeesha memang kecukupan tetapi tidak semewah saat ini. Apa mungkin hal itu yang menjadi acuan Aeesha saat ini?
"Sayang,, apa kamu takut suamimu ini bangkrut?" Aeesha menggelengkan kepalanya. Suaminya benar-benar tidak menyerah, ia pun menepuk kedua pipi Azmy dengan kedua tangannya.
"Suamiku sayang.. Bukan masalah uangnya atau takut kamu bangkrut. Tapi lebih karena tidak memerlukan apapun, akan ada waktunya nanti aku memerlukan uang untuk ku pakai tapi tidak saat ini. Bukan aku tidak menghargai nafkah yang kamu berikan, tapi memang aku belum membutuhkannya karena semuanya sudah kamu penuhi."
"Baiklah, aku akan tetap mengisi kartu mu setiap bulan. Simpan saja kartu pemberianku dan Ayah, tidak apa." Azmy mengalah, ia pun bersyukur. Di saat perempuan di luar sana mendekatinya karena kekayaannya, istri kecilnya justru tidak membelanjakan uangnya. Malah dirinya yang kesal karena istri kecilnya irit.
Aeesha merasa kedua malaikatnya sudah cukup berjemur, jadi meminta Azmy membantunya membawa keduanya kembali ke kamar untuk mandi. Tetapi sampai kamar, keduanya belum juga ada tanda-tanda untuk bangun, jadi Aeesha menunggu sambil memompa ASInya yang sudah terasa kencang. Azmy membantu Aeesha memompa ASI dan menyimpan botol ASI ke kulkas.
Kepala pelayan mengetuk pintu kamar mereka mengantarkan desert, susu almond dan secangkir teh. Azmy menerima nampan dari kepala pelayan dan meminta Aeesha untuk makan bersama. Meskipun ASI Nyssa cukup deras, asupan makanan dan minuman tetap harus dijaga. Susu almond bagus untuk melancarkan ASI, inipun Azmy tahu dari Aeesha sehingga ia langsung memesan satu box dengan varian rasa lengkap.
Aeesha memang sudah lapar setelah memompa ASInya, jadi ia pun menikmati desert berupa souffle pancake. Susu almond yang dibelikan Azmy rasanya lebih creamy dibandingkan saat di kehidupannya dulu. Beruntung ada 5 varian rasa, sehingga ia tidak akan merasa bosan dengan rasa yang creamy.
"Sayang.. Sebentar lagi sudah anniversary kita 1 tahun, kita belum sempat honeymoon. Kamu mau hadiah apa?" Tanya Azmy yang sedang melihat agenda di ponselnya.
"Kita buat selamatan saja di yayasan Mami dan Nyssa, lebih bermanfaat. Dan untuk honeymoon, aku menurut saja selama tidak menelantarkan kedua malaikat kita." Jawab Aeesha yang sudah selesai menghabiskan susu almond nya.
__ADS_1
"Baiklah, serahkan semuanya pada suamimu ini sayang. Honeymoon juga aku pastikan aman." Azmy bersemangat menghubungi beberapa orang kepercayaannya untuk menyiapkan acara dan hadiah untuk anak-anak yang ada di yayasan. Aeesha ikut tersenyum melihat suaminya yang tersenyum kearahnya sambil menanggapi lawan bicaranya di ponsel.
Tetapi, beberapa menit kemudian senyuman Azmy berubah menjadi horor. Aeesha hafal senyuman Azmy yang ini, firasatnya tidak nyaman.
"Sayang,, aku sudah berpuasa hampir 2 bulan." Benar tebakan Aeesha, suaminya memang sudah berpuasa selama itu.
"Tapi ada anak-anak." Jawab Aeesha yang sudah merinding merasakan tangan Azmy dipundaknya.
"Sebentar saja sayang.." Bisik Azmy yang membuat Aeesha semakin merinding. Tetapi mau menolak pun tidak bisa karena memang sudah hak Azmy sebagai seorang suami. Aeesha pun menganggukkan kepalanya, Azmy langsung beranjak dari sofa, mengunci pintu kamar mereka dan membawa Aeesha ke kamar utama lewat pintu penghubung.
Azmy mulai melancarkan aksinya, Aeesha pun mengikuti irama suaminya. Ternyata bukan hanya karena hormon kehamilan yang selama ini mendorong hasratnya. Reaksi tubuh Nyssa memang menikmati hubungan intim mereka. Setiap sentuhan Azmy memang membuatnya bergairah, Aeesha sudah bisa menerima perbedaan gairah yang terjadi. Sehingga kini ia ikut larut menikmati penyatuan mereka. Azmy sendiri memang sudah merasakan candu tubuh istri kecilnya, sehingga penyatuan mereka yang sama-sama saling memuaskan membuatnya semakin bersemangat. Kata-kata sebelumnya yang ingin sebentar saja, berlangsung sampai 2 jam lamanya.
Untungnya setelah mereka selesai, kedua malaikat mereka masih pulas tertidur. Tetapi mereka harus dibangunkan, karena sudah 3 jam mereka tidur. Waktunya mandi dan minum ASI. Azmy yang sudah mengisi energinya merasa bersemangat memandikan kedua malaikatnya. Ia meminta Aeesha untuk menyiapkan pakaian keduanya, karena ia tahu istri kecilnya merasakan tidak nyaman di sana.
Meskipun sudah melahirkan dua anak, istri kecilnya tetap sama seperti biasa. Ia pernah mendengar koleganya bercerita jika istrinya menginginkan operasi caesar daripada melahirkan normal agar hubungan intim mereka tidak mengalami penurunan. Tetapi nyatanya ia tidak merasakan perbedaan tersebut. Jadi, ia menghilangkan pemikiran konyolnya dan dengan bersemangat memandikan kedua malaikatnya secara bergantian.
Kedua malaikat mereka kini sudah berpakaian rapi, Aeesha mulai menyusui keduanya bersamaan. Azmy memperhatikan istri kecilnya dengan perasaan kagum.
Seorang perempuan memang diciptakan untuk multitasking. Mengurus rumah, suami dan anak-anak mereka. Menjaga hubungan silahturahmi antar 2 keluarga, menutup aib serapat mungkin. Aeesha merupakan type ideal seorang istri. Dulu Azmy tidak pernah membayangkan akan memiliki istri seperti sekarang, karena dulu ia berpikir jika pernikahan itu merepotkan. Tetapi sekarang, ia tidak bisa tanpa istri kecilnya disampingnya. Ia terbiasa dilayani dan dipenuhi kebutuhannya, hatinya juga sudah penuh dengan istri kecilnya. Sehingga istri kecilnya secara tidak langsung menjadi batas kesabarannya.
"Suami.. Suami.. Sayang.." Panggilan ketiga Aeesha membuyarkan lamunan Azmy.
"Iya sayang.."
"Melamunkan apa?" Tanya Aeesha.
__ADS_1
"Tidak ada sayang, hanya bersyukur kamu menjadi istriku."
"Alhamdulillah.." Ucap keduanya bersamaan, mereka pun tertawa bersama.
Aeesha meminta tolong Azmy untuk membantu Zayn kecil bersendawa, sedangkan Zayden kecil ia yang akan membantunya. Keduanya bersendawa bersamaan, menimbulkan tawa Azmy dan Aeesha. Kedua malaikatnya ternyata kompak sekali, apakah nanti kekompakannya akan terbawa sampai mereka besar? Hanya Allah yang tahu.
Mami Sita datang bersama Papi Agam, mereka pun mengambil alih kedua cucunya dan membawanya turun ke ruang tamu. Memang waktu seperti inilah yang pas untuk kebersamaan mereka. Karena kedua malaikat dalam keadaan bangun. Mereka akan menghabiskan waktu bermain atau menonton film animasi sampai keduanya tertidur.
Tinggallah Azmy dan Aeesha berdua dikamar. Aeesha membereskan peralatan mandi dan merapikan tempat tidur, Azmy memperhatikan setiap gerakannya.
"Suamiku, apakah tidak ada pekerjaan?" Tanya Aeesha yang kini sudah berada di hadapan suaminya.
"Ada sayang." Jawab Azmy sambil tersenyum.
"Kerjakanlah sekarang, jangan ditunda-tunda." Azmy sudah memperkirakan jawaban Aeesha, jadi segera ia memeluk istri kecilnya.
"Suami.." Keluh Aeesha yang merasa sesak.
"Maaf sayang.." Azmy melonggarkan pelukannya.
"Katanya ada pekerjaan?"
"Iya, tetapi mengerjai mu sayang.." Tanpa aba-aba Azmy beralih meraih tengkuk Nyssa. Perlahan melepaskan hijab istrinya. Sejak memiliki malaikat kembar, istrinya tidak lagi leluasa melepas hijabnya karena Rara dan kedua mertuanya yang sering keluar masuk kamar.
Segera Azmy membungkam mulut istri kecilnya agar tidak melayangkan protes. Kegiatan mereka pun berlanjut, mereka sudah sama-sama saling menginginkan hingga penyatuan pun terjadi. Azmy masih belum merasa puas, ia membawa istri kecilnya ke dalam kamar mandi dan melanjutkan kegiatan mereka di sana.
__ADS_1
Setelah merasa puas, barulah Azmy membantu istri kecilnya mandi. Tanda yang ditinggalkannya benar-benar menjadi kebanggan tersendiri bagi Azmy. Sedangkan Aeesha yang melihat tanda merah di sekujur tubuhnya mengerucutkan bibirnya. Suaminya selalu saja memberikan tanda kepemilikan setiap kali mereka berhubungan. Sampai terkadang, tanda yang lama belum memudar, ditambah lagi tanda baru.