Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
85. Azmy Koma


__ADS_3

Sejak selesai acara kemarin, Aeesha berusaha menghindari Azmy. Bukan karena apa, pertanyaan Azmy yang absurd membuatnya jengkel. Memang bisa memaklumi dan mengalah, tetapi Aeesha memilih diam. Membiarkan Azmy dengan kecurigaan dan ketidakpercayaannya. Meskipun menghindari Azmy, Aeesha tetap menyiapkan kebutuhan suaminya tersebut. Sampai-sampai Aeesha menyempatkan memasak makanan untuk sarapan.


Sedangkan Azmy yang dihindari, justru bersikap biasa saja. Tidak memperhatikan perubahan pada sikap Nyssa.


Setelah sarapan, malaikat kembar dibawa Mami Sita dan Papi Agam berkeliling mansion. Sedangkan Aeesha mengurung diri di kamar mengerjakan tugas kuliah. Aeesha ingin segera lulus sebelum anak-anaknya memasuki usia belajar, ia takut tidak bisa membagi waktunya kelak. Apalagi dengan keadaan Azmy yang tidak pasti, ia tidak bisa bergantung terus dengan kedua mertuanya.


Azmy sendiri sedang berada diruang kerja. Ia membuka laci meja yang dimaksud Leon. Di Sana ada informasi Nyssa, Edward, diary lusuh, dan beberapa catatan tulisan tangan. Azmy mulai membaca informasi tentang Edward, sehingga ia mengetahui awal mulai hubungan Alexsa dan Edward, juga awal mula Edward mengenal Nyssa.


Azmy juga menemukan flashdisk di sana, ia membuka satu persatu isi file yang tersimpan. Di Sana ada rekaman Nyssa yang dibawa pergi oleh Mami Sita dan Papi Agam. Ada rekaman Alexsa dan Edward yang memasuki kamar hotel. Ada pula rekaman laki-laki di sebuah lorong, Azmy tidak tahu siapa karena hanya terlihat punggungnya. Kemudian file terakhir berisi beberapa foto Nyssa yang diambil secara diam-diam.


Sekelebat ingatan dimana Nyssa pingsan dan dilarikan ke rumah sakit menghampiri Azmy. Kepalanya terasa seperti ditusuk, telinganya berdengung, nafasnya terasa sesak. Azmy jatuh tersungkur saat mencoba berdiri. Untungnya saat Azmy terjatuh, bertepatan Leon memasuki ruang kerjanya.


Melihat atasannya pingsan, Leon segera berteriak meminta bantuan. Papi Agam yang sedang membaca koran diruang tamu, bergegas menghampiri Leon. Mereka segera membawa Azmy ke rumah sakit.


Mami Sita yang mengetahui kabar dari kepala pelayan, segera memberitahu Nyssa. Tetapi Mami Sita meminta Nyssa untuk tetap di rumah bersama Rara menjaga malaikat kembar. Mami Sita dan Papi Agam yang akan menemani Azmy di rumah sakit, ada juga Leon. Mami Sita berjanji akan memberi kabar kepadanya dan Mami pun berpamitan untuk menyusul ke rumah sakit.


Aeesha mengerti kekhawatiran Mami Sita, lagipula ia juga harus menjaga kedua malaikatnya. Jadi, Aeesha hanya bisa mendoakan suaminya.. "Ya Allah,, engkau Maha Pemberi Perlindungan, lindungilah suami hamba. Angkatlah penyakitnya, karena sesungguhnya engkau Maha Menyembuhkan. Aamiin.."

__ADS_1


"Sayang,, semoga Daddy kalian baik-baik saja." Aeesha menitikkan airmata sambil mengusap lembut Zayn kecil yang sedang menyusu.


Di Rumah sakit.


Azmy segera dilarikan ke UGD, setelah menanyakan penyebab pingsan pasien, dokter meminta pihak keluarga untuk menunggu hasil pemeriksaan. Satu jam kemudian, dokter memanggil keluarga pasien atas nama Azmy.


Dokter menjelaskan hasil pemeriksaan CT Scan Azmy. Ada pendarahan di otak Azmy, yang harus segera ditindaklanjuti dengan jalur operasi. Kemungkinan karena memaksa mengingat, peradangan pada otak sebelah kanan Azmy menyebabkan pembuluh darah di otak mengalami pendarahan. Dokter menyayangkan hal ini, karena seharusnya peradangan tersebut bisa sembuh dengan konsumsi obat secara teratur. Tetapi dokter juga tidak menyalahkan, karena mungkin ingatan yang buruk muncul sehingga memicu pendarahan.


Papi Agam segera menyetujui operasi Azmy yang akan dilakukan saat itu juga. Tetapi dokter mengingatkan, dengan operasi ada dua kemungkinan yang dapat terjadi. Pertama Azmy bisa mengingat kembali ingatan 2 tahun terakhirnya, dan yang kedua adalah kehilangan ingatan secara permanen. Papi Agam dan Mami Sita tetap memilih operasi, karena membiarkan pendarahan di otak juga tidak baik untuk kesehatan Azmy. Untuk masalah ingatan, Papi Agam dan Mami Sita memasrahkan semuanya kepada Allah. Karena semua sudah merupakan ketetapan Allah, yang terpenting mereka sudah berusaha sebaik mungkin.


Operasi Azmy pun segera dilakukan oleh dokter, dokter mengatakan jika operasi akan berlangsung selama 2 jam.


Aeesha yang menunggu kabar dari Mami Sita merasa resah karena sudah hampir 2 jam di rumah sakit, belum ada kabar sama sekali. Aeesha berdzikir kepada Allah untuk menenangkan hatinya, juga agar diberi kelancaran serta kemudahan untuk suaminya.


2 jam kemudian, barulah Mami Sita memberi kabar jika operasi Azmy berjalan lancar dan sekarang Azmy sudah dipindahkan ke kamar perawatan. Mami Sita menyampaikan semua yang dijelaskan oleh dokter.


Azmy masih dalam tahap observasi, jika malam ini Azmy bisa sadar maka akan dapat melihat hasil operasi hari itu juga. Tetapi jika Azmy tidak sadar lebih dari jam 9 malam, maka akan dinyatakan koma. Mami Sita juga memberitahu Nyssa untuk sabar menerima apapun hasil operasi Azmy. Yang terburuk adalah ingatan Azmy hilang secara permanen.

__ADS_1


"Iya Mi, Nyssa ridho. Asal Mas Azmy bisa kembali sehat." Aeesha ikhlas menerima setiap ketetapan Allah. Ingatan bisa dibuat, tetapi kesehatan Azmy lebih penting. "Ya Allah,, engkau Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Hanya kepada-Mu hamba berserah, dan hanya kepada-Mu hamba memasrahkan segalanya."


"Baiklah sayang,, Mami akan selalu ada untukmu dan anak-anakmu." Mami Sita menutup sambungan telepon.


Fokus Aeesha saat ini adalah malaikat kembarnya, Azmy sudah ada Papi Agam dan Mami Sita ia pun tenang. Rasa sedih dan khawatirnya tak lantas membuatnya mengeluh. Aeesha sudah pernah merasakan titik terendah dalam hidupnya dulu. Keadaan saat ini masih bisa ia tangani, yang terpenting adalah doa. Semoga Allah selalu melindungi keluarganya saat ini.


Rara selalu berada di samping Nyssa sepanjang waktu. Selain karena tidak ada yang mengusirnya, Rara merasa prihatin dengan keadaan Tuan Mudanya. Jadi, Rara berusaha membantu Nyssa dan mengajaknya berbicara agar Nyssa tidak larut dalam kesedihan.


Setelah makan malam, Aeesha meminta Rara untuk menemaninya tidur dikamar malaikat kembar. Rara dengan senang hati mengabulkan permintaan Nyssa. Dengan begini, Rara bisa menjaga Nyssa 24 jam.


Sedangkan Mami Sita dan Papi Agam sedang dilanda kegelisahan. Belum ada tanda-tanda Azmy akan sadar, jam sudah menunjukkan pukul 20.30. Tepat pukul 21.00, dokter mendatangi kamar rawat Azmy.


Dokter memeriksa keadaan Azmy, semua normal. Dokter menyalakan stopwatch selama 15 menit, berharap Azmy bisa segera sadar. Namun, tidak ada tanda-tanda dari Azmy setelah stopwatch berbunyi. Dokter pun menyatakan jika Azmy koma.


Mami Sita seketika lemas dan terduduk di lantai. Merasa semua ini tidak adil untuk anak dan menantunya. Mereka baru saja selesai menghadapi masalah Nyssa sebelumnya, saat anak mereka lahir justru Azmy yang bermasalah. "Bagaimana bisa Allah menguji pernikahan mereka seperti ini?" sontak pertanyaan Mami Sita membuat Papi Agam segera memeluk istrinya.


"Mami, ingatlah.. Allah tidak akan memberikan ujian diatas batas kemampuan hamba-Nya. Allah memberikan ujian pada pernikahan anak kita, karena Allah sudah mengukur kemampuannya. Kita berdoa saja, semoga Allah segera memberi kebahagiaan bagi kedua anak kita."

__ADS_1


"Papi benar. Ampuni aku Ya Allah,, ampuni hamba yang mengeluhkan ketetapan-Mu.."


Mami Sita pun kembali tenang, Papi Agam membawa Mami Sita untuk duduk di sofa.


__ADS_2