
Azmy dan Nyssa memasuki area paviliun, Azmy menceritakan kisah dari paviliun tersebut.
Paviliun dengan kolam renang pribadi ini sengaja dibangun Papi Agam untuk menikmati waktu bersantai dengan Mami Sita, tanpa harus pergi jauh. Disaat libur dari pekerjaan, atau disaat merasa lelah dari aktifitas seharian. Papi dan Mami akan menghabiskan waktu disini, tempat paling privasi di mansion.
Paviliun dengan gerbang pagar tertutup, memberi kesan bangunan yang tidak berpenghuni, seperti bukan bagian dari mansion. Dengan teras depan minimalis, bangunan berdinding kaca dengan tembok pembatas disekelilingnya, memberikan kesan "tidak boleh diganggu". Sehingga tidak akan ada yang tahu apapun kegiatan yang dilakukan didalam paviliun.
Didalam paviliun hanya ada satu ruangan yang berisikan tempat tidur king size lengkap dengan kanopi bertirai tule di sebelah kiri. Ruang TV ditengah, kamar mandi dan walk-in-closet minimalis di kanan. Masing-masing tempat hanya dipisahkan dengan partisi dan tirai kristal.
Kolam renang berukuran 3x4 meter berada di belakang paviliun, yang dilengkapi dengan jacuzzi. Terdapat taman kecil yang beratapkan sun roof, lengkap dengan sofa bed outdoor dan meja, di sebelah kanan kolam renang. Sedangkan disebelah kiri kolam renang, terdapat kamar mandi untuk bilas dengan partisi kaca dan dapur outdoor minimalis. Tembok pembatas dengan tatanan batu alam simetris, terlihat sederhana namun tetap menakjubkan seakan menyatu dengan alam. Berbeda kesan dengan mansion utama yang mewah, ataupun kediaman Azmy yang elegan.
Azmy sudah melepaskan pakaiannya dan berganti dengan celana renang. Nyssa seketika memalingkan wajahnya, melihat Azmy seperti sekarang mengingatkannya pada kejadian semalam. Azmy yang melihat Nyssa memalingkan wajahnya merasa kecewa. "Bukankah Nyssa sudah melihat semuanya? Mengapa sekarang tidak mau melihat? Apakah tidak menarik?" batin Azmy, yang kemudian mendekati Nyssa.
"Sayang.." panggil Azmy yang sudah berada didekat Nyssa dan mensejajarkan tingginya dengan istri kecilnya.
Nyssa yang masih memalingkan wajah, menoleh kearah suara dan.. Cup.. Kedua bibir bertemu membuat Nyssa terkejut, sedangkan Azmy segera merengkuh istri kecilnya untuk memperdalam ciumannya.
Suara dari ponsel Nyssa menutup ciuman mereka. Ternyata Mami Sita melakukan video call, segera Nyssa menggeser ikon jawab.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum.."
"Wa'alaikumsalam sayang, kamu suka hadiah dari Mami tidak?"
"Hadiah apa Mi?" tanya Nyssa yang merasa tidak menerima apapun, terakhir bertemu Mami Sita yaitu sebelum pergi berlibur bersama Papi Agam. Nyssa melihat kearah Azmy yang pura-pura tidak mendengar.
"Astaga, kamu belum diberitahu suamimu ya? Dasar anak itu! Paviliun itu hadiah untuk kamu sayang, Mami sudah dekor ulang, dan Mami isi kebutuhan kamu dan Azmy di sana." Mami Sita mulai menceritakan kisah yang sama dengan Azmy tentang paviliun. Hanya saja Azmy tidak pernah ke paviliun, ia biasanya berenang di kolam yang ada di kediamannya sendiri. Mami berharap, Nyssa dapat menghabiskan waktu di paviliun tersebut untuk bersantai atau tinggal di paviliun juga boleh. Nyssa mendengarkan dengan seksama, ia berterimakasih kepada Mami Sita juga mengutarakan jika ia rindu Mami Sita. Mami Sita belum bisa pulang, karena masih menikmati liburannya bersama Papi Agam, semua itu dilakukan agar Azmy dan Nyssa lebih banyak waktu berdua.
Mami Sita pun menyudahi panggilannya setelah puas dengan jawaban Nyssa yang menyukai dan berterimakasih atas hadiah yang diberikan.
"Iya, sini sayang." dengan tanpa rasa bersalah, ia menuntun istri kecilnya menuju walk in closet. Saat pintu lemari di geser, jantung Nyssa pun terpacu karena terkejut. Bukan karena pakaian mahal atau ukuran, melainkan pakaian yang terpampang di depannya adalah gaun tidur kurang bahan dan baju renang yang juga kekurangan bahan dalam berbagai model. "Apakah karena ini tujuan dari dibuatnya paviliun tertutup?" batin Nyssa yang sudah ngeri membayangkan dirinya memakai pakaian yang ada di depannya.
Didalam hati, Azmy memberikan dua jempol untuk Mami nya, Mami memang paling tahu selera anaknya. Ketika Mami memberitahukan jika paviliun akan diberikan kepada Nyssa, Mami hanya mengatakan kepadanya jika ia akan menyukainya. Azmy tidak menyangka sepengertian ini persiapan Mami nya.
Azmy mengambil satu, baju renang model one piece berwarna hitam, dengan lengan panjang renda dan bagian punggung terbuka. Nyssa segera mundur dan menggelengkan kepalanya. Baru saja rasa malunya semalam ia kubur, sekarang ia disuruh memakai baju renang seperti itu. Hanya menutup bagian depan dan bawah. Apa bedanya dengan tidak memakai baju? Azmy tidak menerima penolakan, ia mendorong Nyssa ke kamar mandi untuk berganti baju.
Didalam kamar mandi, saat Nyssa sudah mengenakan baju renang dan melihat pantulannya di cermin, "Perasaan ini lagi." perasaan penolakan setiap kali Nyssa berhubungan intim dengan Azmy. Entah itu kontak fisik atau kedekatan. "Nyssa, kalian sudah halal. Ini juga tempat tertutup, pahala menyenangkan suami." ucap Nyssa pada dirinya sendiri untuk membuang pikiran negatif dan rasa malunya.
__ADS_1
Pelan-pelan ia keluar dari kamar mandi, menutupi baju renangnya dengan bath robe. Azmy yang baru saja selesai minum, terpesona dengan tampilan Nyssa dan kuncir kudanya. Segera ia menghampiri Nyssa dan mengajaknya menuju kolam renang.
Setelah melakukan pemanasan, Azmy fokus mengajari Nyssa berenang. Walaupun setiap gerakan yang dilakukan Nyssa membuat gairahnya memuncak. Ia mengutuk didalam hati, mengapa ia menyuruh Nyssa memakai baju tersebut jika ia sendiri yang tidak bisa menahan hasratnya. Sedangkan Nyssa yang awalnya canggung, sekarang sudah bebas bergerak.
Awalnya, Azmy mengajari Nyssa pernafasan dengan menahan nafas didalam air. Kemudian ia memegang tangan Nyssa agar istri kecilnya dapat belajar mengambang. Kemudian menyuruhnya menggerakkan kakinya pelan-pelan. Setelah dirasa cukup sebagai permulaan latihan. Azmy berenang beberapa putaran untuk meredakan hasratnya, sedangkan Nyssa menikmati jacuzzi.
Nyssa menikmati air hangat Dan pijatan air, beberapa bagian tubuhnya yang terasa penat pun menjadi nyaman. Lelah yang dirasakan semalam berkurang. Dirasa cukup, ia pun pergi membasuh tubuhnya meninggalkan Azmy yang masih berenang. Ia memilih dan mengenakan gaun tidur sutra yang paling panjang dengan tali spaghetti. Menggunakan atasan piyama Azmy, ujung piyama diikat di pinggang. Sehingga dapat menutup area atas, dengan rambut yang masih setengah basah tergerai ia berjalan menuju dapur minimalis. Membuka kulkas, di sana tersedia beberapa bahan untuk membuat makanan.
Ia pun mulai berkutat di dapur, tanpa menyadari bahwa suaminya telah memperhatikannya sedari tadi. Tersenyum melihat istri kecilnya mengenakan piyamanya yang terlihat besar di badannya.
Azmy yang sudah selesai berganti baju, menghampiri istri kecilnya yang telah selesai membuat makanan. Nyssa menyediakan dua piring steik ayam saus barbeque dengan sayur rebus Dan kentang goreng, dua mangkuk sup krim jamur, Dan teh melati.
Mereka pun menikmati makan sore mereka sambil berbincang ringan. Selesai makan, Nyssa membereskan peralatan Dan mencucinya. Azmy membantu merapikannya di rak.
Kini mereka sedang bersantai di sofa bed, Nyssa menanyakan siapa kelinci kecil. Samar-samar, tadi pagi ia mendengar suaminya memanggil nama kelinci kecil.
Azmy yang mendengar pertanyaan istri kecilnya tersebut hanya tertawa. Tidak memberikan jawaban, justru menghujani Nyssa dengan kecupan.
__ADS_1