
"Sudah bangun sayang?" Azmy membantu menyandarkan punggung Nyssa disandaran tempat tidur.
"Air.." Azmy menyerahkan gelas berisi air kepada Aeesha.
"Jadi, semua yang terjadi memang ada sebab akibatnya? Karunia? Untuk apa karunia jika mereka semua akan mati dengan mengenaskan?" Isak Aeesha.
"Sayang, tenanglah.. Ingat mereka sayang!" Azmy memeluk Nyssa seraya mengelus perutnya.
"Apakah kita bisa mengubahnya?" Aeesha tidak memikirkan dirinya sendiri, tetapi anak dalam kandungannya. Jika ia berada dalam bahaya, maka anaknya juga akan dalam bahaya. Dan andaikan saja kejadian Milea terjadi kepadanya, bagaimana nasib anak dan suaminya? Apakah akan mengulang kepedihan pemilik tubuh? Pikiran Aeesha dipenuhi prasangka, seketika ia pun meminta ampunan kepada Allah dengan mengucap istighfar.
"Kita bisa merubahnya sayang, aku akan melindungi mu." Azmy mengikuti bacaan istighfar Aeesha, sampai Aeesha benar-benar tenang.
Semua yang terjadi merupakan ketetapan Allah. Jodoh, hidup dan mati adalah takdir Allah. Tetapi, sebagai manusia, wajib berusaha untuk mengatasinya. Pilihan ada ditangan manusia, Allah yang menetapkan. Jika memilih pasrah, maka apapun hasilnya atas kuasa Allah. Jika memilih berusaha mengubah, maka Allah akan menunjukkan kemurahan-Nya berupa kemudahan dan petunjuk. Allah menyayangi semua makhluknya yang berserah diri kepada-Nya, Allah juga menyayangi makhluk-Nya yang mau berikhtiar dijalan-Nya. Karena sesungguhnya, Allah tidak pernah meninggalkan makhluk-Nya.
Aeesha mulai tenang, ia mulai menarik ulur kekhawatirannya. Allah bisa memberi karunia, Allah juga bisa mengambilnya sewaktu-waktu. Jika Allah telah memberi karunia kepada garis keturunan Stella/Roro, maka dibalik karunia pasti ada cobaan. Cobaan yang nyata adalah orang-orang yang iri. Mereka melakukan segala cara agar bisa memutuskan karunia yang diberikan Allah. Tugas Aeesha sekarang adalah melalui cobaan tersebut. Jika ia bisa melaluinya, niscaya Allah akan menaikkan derajatnya di akhirat nanti.
Aeesha mengatakan semua pemikirannya kepada Azmy. Azmy tahu, istrinya selalu dewasa dalam menghadapi ketetapan Allah. Yang menjadi kekhawatirannya sekarang adalah pelaku dibalik layar yang sampai sekarang belum ia ketahui.
Mereka mulai melakukan aktifitas seperti biasa, tetapi sekarang ini posisinya terbalik. Azmy yang berkutat di dapur, sedangkan Aeesha menunggu di sofa bed dekat kolam renang. Setengah jam kemudian, Azmy datang membawa piring berisi sandwich dan susu.
Selesai makan, Aeesha ingin berenang. Azmy dengan sigap membantu Aeesha pemanasan terlebih dahulu dan pelan-pelan membawanya masuk kedalam kolam renang. Aeesha mulai mengapung diatas air, Azmy mengikuti gerakan Aeesha.
__ADS_1
"Sayang, sejak kapan kamu bisa berenang?"
"Sejak kecil, di sebelah rumah tempat tinggal ku dulu ada danau. Dari sana aku belajar berenang bersama saudara sepupuku. Tapi kemudian aku masuk SMP dan SMK tidak lagi ada waktu bermain. Apalagi aku sudah mulai berhijab, jadi aku mulai berenang lagi saat sudah menikah."
"Kapan kamu mulai berhijab sayang?" Tanya Azmy, banyak cerita yang belum ia dengar dari Aeesha.
"SMP, disekolah aku tidak berhijab karena sewaktu awal masuk aku tidak mampu menebus seragam untuk baju muslim. Jadi, aku berhijab saat sudah di rumah atau sewaktu mengikuti kegiatan diluar sekolah. Kemudian SMK barulah aku berhijab total." Azmy tidak menyangka kehidupan Aeesha dulu serba kekurangan.
"Maafkan aku sayang, aku membuka luka lama mu."
"Tidak apa suamiku, kamu berhak tahu. Sewaktu SMP, baik beasiswa kurang mampu ataupun prestasi aku selalu dapat. Karena ada sepupu ipar yang menjadi guru di sana, mengajukan aku sebagai kandidat penerima. Tetapi, saat masuk SMK tidak ada yang percaya jika aku adalah anak yatim. Setiap mengajukan beasiswa aku selalu ditolak. Hingga wali kelas memanggilku, aku menceritakan semuanya dan aku diminta memberikan bukti berupa surat keterangan tidak mampu." Aeesha berhenti dipinggir kolam.
"Bagaimana bisa mereka tidak percaya?" Azmy penasaran, apa sebab Aeesha ditolak.
"Penampilan?"
"Ya, kulit putih bersih, berhijab, berkacamata, kecantikan yang mencolok, siapa yang mengira jika aku anak orang tidak mampu?"
"Begitukah diskriminasi di sana sayang?" Azmy tidak menyangka, kehidupan Aeesha dinilai hanya dari penampilannya.
"Karena aku tidak suka diremehkan, makanya setiap ada kegiatan aku terlihat mencolok. Selain karena warna kulit yang berbeda, penampilanku selalu bersih, dan hampir setiap ada lomba aku pasti akan berpartisipasi. Berkat ketekunan ku belajar, prestasi ku diakui. Sayangnya ibuku sendiri yang mematahkan sayapku. Mereka tidak tahu, baju bagus yang kupakai adalah baju bekas pemberian kakakku. Kacamata juga pemberian kakakku, sebagai hadiah ulang tahun. Dan aku adalah keturunan yang paling mencolok dari 4 bersaudara. Kakak pertama mempunyai kulit sawo matang, kedua dan ketiga mempunyai kulit kuning langsat, hanya aku yang terlahir dengan kulit putih bersih atau langsat terang jika di Jawa." Terang Aeesha yang kini berwajah sendu.
__ADS_1
"Hei.. Sayang, sekarang kau mempunyai aku. Siapa yang berani merendahkan mu?" Hibur Azmy.
"Tidak perlu, aku sudah tidak sama seperti waktu dulu. Setelah menikah dan menutup mulut orang-orang yang merendahkan ku, aku tidak lagi memikirkannya. Itulah sebabnya, Mas Fatih membuat rumah dilingkungan baru. Tidak dilingkungan ku, maupun lingkungannya. Semua karena masa lalu ku." Azmy memeluk Aeesha, ternyata kedewasaannya terbentuk karena lingkungan yang keras. Ia bisa merasakan kesedihan Aeesha saat itu.
Aeesha melepaskan pelukan Azmy dan mulai mengapung lagi. Ia masih ingin berlama-lama di kolam, tapi tubuhnya sudah merasa lelah. Setelah sampai di sisi lain kolam, Aeesha berhenti berenang dan berjalan pelan menuju tangga. Hampir saja ia terjatuh, jika Azmy tidak menangkapnya.
"Pelan-pelan sayang.." Aeesha hanya tersenyum melihat kekhawatiran di wajah Azmy. Aeesha menaiki tangga dengan bantuan Azmy. Azmy juga menuntunnya berjalan pelan menuju kamar bilas. Meskipun Azmy sudah memasang karpet anti slip, tetap saja ia khawatir dengan perut Nyssa yang semakin hari semakin besar.
Azmy menyalakan shower air hangat, Aeesha mengatakan jika ia bisa sendiri dan menyuruh Azmy keluar. Amy menurut, menunggu Aeesha diluar kamar bilas. Meskipun menunggu, tetap saja ia bisa melihat kegiatan Aeesha didalam karena kamar bilas menggunakan partisi kaca. Sedari tadi ia sudah menahan desakan. Karena istri kecilnya hanya menggunakan dalaman selama berenang, dan sekarang mandi didepannya. Perut buncitnya, dan bagian tubuh Nyssa yang terlihat sintal, semakin membuatnya terlihat seksi. Sabar.. Ini ujian. Akhirnya ia masuk ke kamar mandi yang ada di paviliun untuk bilas.
Aeesha sudah selesai dan tidak melihat Azmy di sana. Ia pun berjalan dengan pelan, masuk kedalam paviliun menuju walk in closet yang bertepatan dengan Azmy keluar dari kamar mandi. Aeesha memperhatikan Azmy yang hanya melilitkan handuk dibawah. Tiba-tiba ia ingin menyentuh otot perut suaminya. Saat Aeesha menyentuh otot perut Azmy, ada rasa tak nyaman dibawah sana. "Hormon kehamilanku mengapa bergairah sekali?" Batin Aeesha.
Gairahnya dulu meningkat saat memasuki trimester kedua, tetapi sekarang gairahnya meningkat dari awal kehamilan sampai sekarang pun tidak berkurang justru semakin bertambah. Hanya sentuhan saja membuatnya sensitif. Penebalan diarea sensitifnya terasa 2 kali lipat lebih sensitif dibandingkan dulu. "Apa karena ini tubuh Nyssa? Apa Nyssa mempunyai hasrat yang besar?" Pertanyaan itu muncul begitu saja di kepalanya. Karena dulu Aeesha bergairah hanya di waktu tertentu, tidak seperti sekarang. Apalagi saat tubuh Nyssa sudah bereaksi, pikirannya seketika menjadi tumpul.
Azmy hanya diam menikmati sentuhan Aeesha yang membuatnya semakin menegang, ia masih tidak berani mengambil inisiatif. Ia pasrah menunggu Aeesha yang berinisiatif terlebih dahulu agar tidak merusak mood istri kecilnya.
Aeesha masih mempertahankan pikirannya, sehingga ia menghentikan sentuhannya di otot dada suaminya. Meninggalkan Azmy dengan harapan palsu. Azmy menghela nafas berat, sabar...
Aeesha sudah memakai baju dan menuju dapur, melihat bahan makanan yang tersedia, ia ingin makan nasi goreng pedas. Azmy mendatangi Aeesha, menanyakan ingin memasak apa dan dijawab nasi goreng. Azmy pun mengambil alih celemek yang akan Aeesha kenakan, jika hanya nasi goreng saja ia bisa membuatnya.
Aeesha memperhatikan suaminya dari meja bar. Azmy terlihat gagah dan berkharisma saat mengenakan setelan jaz. Terlihat keren saat sedang menggunakan baju casual. Dan sekarang terlihat seksi saat mengenakan celemek. "Seksi?" Aeesha bingung sendiri dengan penglihatannya.
__ADS_1
Azmy menyajikan nasi goreng dengan tambahan sosis dan telur. Aeesha mengucapkan terimakasih dan mulai makan.