Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
22. Antar Jemput


__ADS_3

"Sayang, hari ini pulang jam berapa?" tanya Azmy. Nyssa yang sedang memasangkan dasi, menjawab pertanyaan suaminya jika ia pulang pukul 13.00. Sudah sejak kemarin Nyssa masuk kuliah, Azmy secara pribadi meluangkan waktu untuk mengantar dan menjemput sendiri istrinya.


"Tunggu aku sayang, aku mungkin sedikit terlambat. Nanti kita makan siang diluar saja." kata Azmy sambil mengecup singkat puncak kepala Nyssa.


Pernikahan mereka sudah berjalan selama 4 hari. Kegiatan Nyssa setelah menikah dimulai dengan bangun pagi, memasak, menyiapkan baju untuk Azmy, memasangkan dasi dan sarapan bersama. Karena sudah mulai kuliah, Azmy tak lagi membawa Nyssa ke perusahaan.


Malahan Azmy yang akan mengantar dan menjemput sendiri istrinya.


Awalnya Nyssa menolak keinginan suaminya tersebut, karena takut mengganggu pekerjaannya, lagipula mereka ada sopir yang bisa mengantar Nyssa. Namun, seorang Azmy yang tidak mau adanya penolakan, membuat Nyssa hanya menurut. Karena surga baginya menurut dengan suami, mematuhi perintah, menghormati dan menutupi aibnya. Selama perintah itu masih dalam batas wajar dalam syariat maupun norma. Tapi mungkin Azmy tidak akan menyuruh Nyssa melakukan sesuatu yang menyimpang. Semoga..


Sesampainya digerbang universitas, sebelum keluar dari mobil, Nyssa mencium punggung tangan Azmy dan berpamitan. Azmy mengecup kening istri kecilnya, dan berpesan agar menghubunginya jika ada sesuatu. Nyssa mengangguk dan mengecup pipi Azmy sebelum akhirnya turun dari mobil, dan melambaikan tangannya.


Nyssa sudah mulai terbiasa berinteraksi dengan Azmy, ia juga mulai memahami sifat menuntut, dan manja suaminya. Nyssa yang awalnya mencurigai dirinya sendiri yang mempunyai kepribadian ganda, sedikit demi sedikit ia tepis dengan memperbanyak berdzikir. berdzikir menghindarkannya dari pikiran-pikiran negatif. Meskipun dalam hati kecilnya masih meragu, ia mencoba menutupnya rapat-rapat agar tidak diketahui oleh Azmy. Nyssa takut hubungannya dengan suaminya akan canggung karena pro dan kontra pikiran dan hatinya.


Karena sang suami selalu saja menyentuhnya, bermanja dalam pelukannya. Meskipun tak banyak yang mereka bicarakan saat berdua, ciuman dan kecupan mewarnai kebersamaan mereka. Tubuhnya selalu merespon semua itu dan hatinya pun berdebar, hanya pikirannya saja yang menolak. Maka Nyssa menyimpulkan jika ia hanya paranoid saja. Selama ini, ia belum pernah kontak fisik dengan lawan jenis.


Hanya saja, ia belum menjadi istri sepenuhnya. Masih ada waktu sehari sebelum tamu bulanannya berakhir, Nyssa ingin menyiapkan kejutan untuk suaminya.

__ADS_1


Kelas telah selsai, Nyssa segera berkemas dan bergegas keluar kelas. Baru berjalan sebentar, ia melihat suaminya sudah menunggunya dibangku taman dekat gerbang. Banyak mahasiswi berbisik-bisik, Nyssa mendengar sekilas mereka membicarakan suaminya. Ada rasa tak Terima dalam hatinya, segera ia menghampiri Azmy.


"Assalamualaikum.." seraya mencium punggung tangan Azmy yang masih memegang ponsel.


Azmy yang merasa terkejut dengan sikap Nyssa mencoba menguasai dirinya, karena sekarang ini mereka berada ditempat umum. Tidak seperti biasa, istri kecilnya akan mengucapkan salam terlebih dahulu dan mengecup punggung tangan setelah ia menjawab salamnya. Firasatnya mengatakan jika sesuatu mungkin terjadi selama Nyssa kuliah.


Setelah menjawab salam, segera ia menggandeng tangan istrinya ke area parkir. Membukakan pintu mobil, memasangkan sabuk pengaman, memutar haluan dan masuk dibelakang kemudi. Sebelum melajukan mobilnya, Azmy menyempatkan mengecup singkat bibir Nyssa. Nyssa yang terlambat merespon hanya bisa diam membeku.


"Coba jawab, ada apa? Kenapa tiba-tiba menjadi tidak sabaran." tanya Azmy sambil memegang kedua pipi Nyssa.


"Kesal, banyak yang memperhatikan suami Nyssa." Azmy yang mendengar jawaban istri kecilnya hanya tertawa dan mulai melajukan mobilnya.


Mobil mereka memasuki area parkir sebuah restoran. Azmy sudah memesan satu ruangan khusus untuk makan siang. Ia juga sudah memesan beberapa hidangan, sehingga saat mereka memasuki ruangan. Makanan langsung diantarkan keruangan.


Mereka menikmati makan siang dengan diam, setelah selesai makan, barulah Azmy mendekati Nyssa dan memeluknya. Nyssa membalas pelukan suaminya dan bersandar di dada bidangnya. Ia sudah mulai terbiasa mengimbangi perlakuan suaminya. Nyssa tak mau hanya menerima, karena banyak pelakor diluar sana yang menginginkan suaminya. Meskipun ia tahu suaminya hanya hangat kepadanya, tetapi hati manusia tak bisa ditebak.


Azmy mulai mencium bibir Nyssa, namun mendapat cubitan di pinggang. Nyssa mengingatkan jika mereka masih berada di restoran. Nyssa harus menghentikan suaminya, karena jika sudah memulai maka suaminya akan menuntut lebih. Azmy dengan sedikit kecewa akhirnya melepaskan Nyssa dan membawa Nyssa keluar dari restoran. Nyssa hanya tersenyum melihat tingkah suaminya.

__ADS_1


Azmy membawa Nyssa kesebuah taman, di sana mereka duduk di bangku dan menikmati eskrim yang mereka beli dari pedagang keliling. Meskipun Azmy tidak terbiasa dengan eskrim tersebut, ia tetap mau membeli bahkan memakannya bersama Nyssa. "Rasanya juga tidak terlalu buruk." batinnya.


Sambil memakan eskrim, Nyssa menceritakan kesulitannya dalam mata kuliah hukum bisnis dan hubungan industrial, Azmy pun dengan telaten menjelaskan kepada Nyssa garis besar materi. Hukum bisnis sebagai hukum khusus yang mengatur segala jenis perdagangan, jadi Nyssa harus mulai memahami isi Undang-Undang yang mengatur hukum bisnis. Dan untuk hubungan industrial adalah hubungan antar pelaku usaha dalam produksi, Nyssa juga harus memahami Undang-Undang yang mengatur ketenagakerjaan. Dengan penjelasan Azmy, Nyssa mulai memahaminya, dan mengucapkan terimakasih seraya memeluk lengan suaminya.


"Sayang, apa ada tempat yang ingin kamu kunjungi?" tanya Azmy, yang kini lengannya menjadi sandaran Nyssa.


"Tempat yang ingin dikunjungi?"


"Dijawab sayang, bukan tanya balik!" Azmy memencet hidung Nyssa. Ia heran dengan istri kecilnya, selalu menjawab pertanyaannya dengan pertanyaan.


"Dimana pun menurutku sama saja suamiku.. Dengan adanya suami yang aku ikuti, semua tempat adalah tujuanku. Kemanapun suamiku pergi, aku akan menyukainya. Yang penting tempatnya tenang dan sejuk, aku juga tidak akan keberatan jika hanya tinggal di gubuk." terang Nyssa, yang membuat Azmy terharu dengan ketulusan istri kecilnya. Secara tidak langsung, Nyssa menyatakan akan menemaninya baik dalam suka maupun duka.


"InsyaAllah,, suamimu ini akan selalu membawamu ketempat-tempat yang bagus." kata Azmy sambil mengecup puncak kepala istri kecilnya.


"Mungkin jika ada tempat yang mempunyai pemandangan laut, bagus juga. Ada hamparan pasir putih dengan air pantai yang jernih, kita bisa berjalan menelusurinya saat matahari terbenam. Ada balkon yang bisa melihat bintang di malam hari. Atau mungkin vila di daerah pegunungan dengan kebun teh, jauh dari hiruk pikuk suasana kota." kata Nyssa ragu, Ia tahu suaminya kecewa dengan jawabannya, tapi memang ia tidak tahu harus kemana.


"Baiklah, jika ada waktu kita akan cari tempat yang seperti itu." lengan Azmy berpindah ke pinggang Nyssa dan memeluknya. Istri kecilnya belum mengenal isi dunia. Dimana ia selama ini, sampai tempat berlibur pun tak tahu. Hatinya terasa nyeri memikirkan hal ini. Jika di lihat dari segi finansial, keluarga Nyssa termasuk golongan atas. Perusahaan Ayah Nyssa sudah memiliki beberapa cabang. Jadi untuk liburan, adalah hal biasa bagi mereka. Apalagi studi adik tirinya di luar negeri. Sampai hati mereka memperlakukan Nyssa sampai seperti ini.

__ADS_1


"Sayang, aku janji akan selalu ada untukmu." Azmy mengucapkan janjinya di dalam hati. Sebagai pengingat, jika ia harus membahagiakan istri kecilnya.


__ADS_2