
Zayn dengan mata sembab dan Zayden yang tenang, mengantarkan orang tua mereka menuju bandara.
Sesuai persetujuan satu minggu yang lalu, Azmy membawa Aeesha honeymoon hari ini. Zayn sempat menangis merengek ingin ikut, tetapi dicegah Zayden yang lebih tenang saat akan ditinggal pergi. Ia dengan tenang menceritakan keramaian rumah jika ada adik kembar perempuan kepada Zayn, Zayn pun berhenti menangis. Zayden pun berpesan kepada Daddy nya agar menjaga Bundanya dengan baik.
Aeesha yang melihat kedewasaan diri Zayden, memeluk erat putranya.
"Sayang, jangan terlalu banyak belajar. Bermainlah bersama Zayn, nikmati waktumu sayang. Kelak jika kamu sudah dewasa, kamu akan merindukan masa-masa bermain mu."
"Bunda tenang saja, aku akan bermain bersama Zayn selama Bunda pergi." Kata Zayden yang seolah mengerti kekhawatiran Bundanya.
"Anak sholeh.." Aeesha mengecup kening dan kedua pipi Zayden, Zayn yang sedari tadi berada dalam dekapan Azmy pun protes. Aeesha pun bergantian memberikan kecupan kepada Zayn.
Aeesha berpamitan pada kedua mertuanya dan perlahan berjalan menuju pesawat. Kedua anaknya melambaikan kedua tangan mereka kearahnya, Aeesha juga melambaikan tangannya.
Didalam pesawat, Aeesha merasa takjub karena selama ini ia hanya tahu pesawat kelas ekonomi dan ekonomi premium. Aeesha tahu suaminya memang kaya, dengan julukan Raja Real Estate, tetapi ini pertama kalinya ia menaiki jet pribadi suaminya. Hanya ada 6 tempat duduk didalam pesawat, tempat duduk seperti pesawat first class yang pernah ia lihat di TV pada kehidupannya dulu.
Azmy membawa Aeesha duduk dan memasangkan sabuk pengaman. Azmy juga menjelaskan jika ada kamar tidur dibelakang, dan dapur. Setelah pesawat lepas landas, Aeesha bisa beristirahat di sana. Perjalanan akan membutuhkan waktu 5 jam pesawat. Setelah pesawat pada ketinggian yang stabil, barulah Azmy mengajak Aeesha masuk kedalam kamar yang ada didalam pesawat.
Kamar minimalis dengan tempat tidur single bed yang serba putih dengan selimut berwarna cream. Azmy mengajak Aeesha merebahkan tubuh, nanti akan ada pramugari yang akan memberi tahu mereka waktu makan. Azmy melepaskan hijab istri kecilnya dan memeluknya. Aeesha pun turut memejamkan matanya.
Terdengar suara ketukan di pintu, Aeesha membuka matanya terlebih dulu. Dilihatnya Azmy masih memejamkan mata.
"Suami, bangun.." Aeesha menusuk pelan pipi suaminya.
"Iya sayang.." Tetapi Azmy justru mengeratkan pelukannya. Aeesha mencoba melepaskan diri, ia ingin ke toilet. Tetapi apa daya, tenaganya kalah besar dengan suaminya. Sekuat apapun Aeesha berontak, tetap tidak dapat melepaskan diri dari Azmy.
__ADS_1
Azmy membungkam mulut istri kecilnya sebelum Aeesha sempat protes. Beberapa detik kemudian terdengar ketukan pintu untuk kedua kalinya. Azmy pun melepaskan ciuman dan melonggarkan pelukannya. Aeesha segera bangun dan mengenakan hijabnya kembali, sebelum keluar terlebih dahulu menuju toilet.
Beberapa jam kemudian, mereka pun sampai di bandara tujuan. Di Sana sudah ada mobil yang menjemput mereka. Mobil melaju memecah keramaian kota, kemudian masuk ke kawasan pinggir pantai. Mobil berhenti di sebuah vila yang terkesan terpencil tetapi nuansanya sangat asri. Azmy mengatakan jika ini adalah vila keluarga mereka, ini juga vila yang ditempati Mami dan Papi selama liburan panjang mereka. Aeesha memindai keseluruhan vila yang ada dihadapannya sekarang ini.
Vila dibangun terpencil dengan kebun kelapa disebelah kanan. Kolam pribadi menghadap laut dengan pasir putih berkilau. Bangunan dengan gaya bungalau arsitektur, mengingatkan Aeesha pada atap rumah gadang Minangkabau. Perpaduan bangunan kayu dan beton dengan jendela panorama kaca besar sampai ke lantai, memancarkan nuansa klasik. Ukiran pada panel dan pintu, mengingatkan Aeesha pada ukiran kayu jati Jepara. Vila dengan 2 kamar tidur ini juga dilengkapi dengan 2 kamar mandi yang salah satunya memiliki bath tube dan 2 kamar ganti.
Azmy mengatakan, jika asisten rumah tangga yang tugasnya hanya untuk bersih-bersih akan datang pagi dan pergi saat pekerjaan selesai. Untuk urusan memasak, Azmy yang akan melayani Aeesha selama disini. Karena Azmy tidak ingin diganggu dan memberikan kebebasan istri kecilnya untuk melepas hijabnya.
Setelah membongkar isi koper, Aeesha mengajak Azmy untuk sholat dzuhur terlebih dahulu. Selesai melaksanakan sholat, barulah mereka menuju dapur untuk memasak. Aeesha hanya membantu menyiapkan bahan, Azmy akan membuat pasta aglio olio dengan udang sebagai pelengkap. Mereka makan siang bersama di meja bar dapur.
Sekarang ini mereka berdua sedang bersantai di sofa bed yang ada di ruang tengah sambil menonton film action-fantasi.
"Sayang, bukankah sudah satu tahun sejak kamu berhenti mengkonsumsi pil kontrasepsi?" Tanya Azmy sambil memainkan rambut istri kecilnya. Aeesha hanya mengangguk, ia masih fokus menonton.
"Suami, alat kontrasepsi itu mempengaruhi hormon. Jika berhenti, maka hormon dalam tubuh akan otomatis menyesuaikan diri seperti semula. Dan untuk kehamilan, bukan kita yang memutuskan."
"Maafkan aku sayang, aku takut tidak bisa memenuhi janji pada Zayn dan Zayden."
"Tidak apa, kita bisa memberikan mereka penjelasan nanti."
"Baiklah. Kamu memang yang paling mengerti sayang.." Azmy mengecup kening istri kecilnya. Karena hari masih terik, Azmy mengajak istri kecilnya untuk tidur siang sebelum mereka menjelajahi pantai.
Waktu menunjukkan pukul 16.00, Azmy dan Aeesha telah siap untuk melaksanakan sholat berjamaah. Setelah selesai, Azmy mengajak istri kecilnya untuk menyusuri pantai. Aeesha mengenakan manset warna putih dipadu jumpsuit panjang motif bunga dengan hijab pashmina yang kedua ujungnya hanya disematkan kebelakang. Melihat tampilan istri kecilnya saat ini, Azmy tidak berkedip. Baru kali ini ia melihat Aeesha mengenakan pakaian yang tidak syar'i tapi tetap tertutup. Azmy segera menghampiri istri kecilnya
"Sayang, kamu terlihat berbeda tetapi cantik. Aku menyukainya, tetapi jangan memakainya di keramaian." Azmy mengusap lembut pipi istri kecilnya.
__ADS_1
"Aku kira suami akan melihatku aneh. Aku sengaja membelinya untuk honeymoon kita." kata Aeesha malu. Sebenarnya, hal ini Aeesha lakukan semata-mata karena ketakutannya sebagai seorang istri. Di dunia minoritas muslim, godaan mata untuk suaminya sangatlah banyak. Meskipun Aeesha mempercayai suaminya, tetapi ia juga akan tetap berusaha menyenangkan suaminya untuk menutup segala kemungkinan. Dengan mengganti stylenya, dan pelayanannya tentunya. Tetapi ini hanya akan berlaku sekarang ini, jika mereka pulang nanti Aeesha akan kembali dengan style syar'inya.
"Tidak sayang, kamu cantik." Azmy mengecup bibir Nyssa. Ia tidak menyangka jika istri kecilnya juga menyiapkan kejutan untuknya.
Mereka pun berjalan menyusuri pantai. Azmy merasa beruntung villanya berada ditempat terpencil, jadi tidak banyak mata yang melihat kearah istri kecilnya. Mereka pun mengambil foto, bermain air dan kejar-kejaran layaknya pasangan yang baru saja menikah. Setelah merasa lelah, Aeesha duduk di pasir, Azmy pun ikut duduk disebelahnya. Mereka menyaksikan matahari terbenam dengan hening. Sampai matahari benar-benar tenggelam, barulah Azmy menggendong istri kecilnya kembali ke vila.
Aeesha sudah selesai mandi, diatas tempat tidur terdapat kotak hadiah dengan note yang Azmy tulis agar istri kecilnya mengenakannya malam ini. Ia pun membuka kotak tersebut yang berisi gaun malam yang mewah, lengkap dengan segala aksesorisnya. Aeesha pun mengenakannya satu-persatu. Ia melihat pantulan nya di cermin, gaunnya terlihat seperti artis-artis yang akan berjalan di red carpet.
"Sudah siap sayang?" Azmy datang dengan setelan jas yang senada dengan gaun Aeesha. Azmy menawarkan linked arm pada istri kecilnya, yang disambut dengan senyuman. Azmy membisikkan kata "cantik", namun Aeesha justru mencubit nya.
Ternyata Azmy telah menyiapkan candle light dinner di teras vila. Azmy mempersilahkan Aeesha untuk duduk dan mereka pun mulai makan malam dengan nuansa yang romantis. Selesai makan, Azmy mengajak Aeesha berdansa. Aeesha yang tidak pernah berdansa, akhirnya berdansa dengan bertumpu pada kaki suaminya dan bergerak mengikuti arahan Azmy.
Sesi dansa selesai, Azmy mengecup kening istri kecilnya lama. Merasakan pegangan tangan Aeesha pada jasnya mengerat, Azmy melepaskan kecupan nya. Kini mata mereka saling menatap, Azmy yang sudah mulai berkabut pandangannya kini seolah-olah ingin menelan Aeesha. Sedangkan Aeesha menatap suaminya dalam, bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan. Perlahan Azmy menyatukan bibir mereka, perlahan dan lembut namun semakin menuntut. Aeesha tidak dapat menopang berat badan Azmy, sehingga ia mundur dan menabrak sofa bed yang ada diruang tengah menyebabkan mereka terjerembab.
"Maafkan aku sayang." Azmy merasa bersalah. Aeesha hanya tersenyum dan mengatakan jika dirinya tidak apa-apa. Azmy pun mengangkat tubuh istri kecilnya dan masuk kedalam kamar tidur meminta Aeesha untuk mengganti bajunya terlebih dahulu. Sedangkan Azmy mencari kotak P3K, ia melihat tumit Aeesha lecet akibat sepatu.
Aeesha sudah mengganti gamisnya dengan gaun tidur yang ia balut dengan kimono. Azmy yang masuk kedalam kamar dengan kotak P3K dan teh hangat pun menghampiri Aeesha yang sedang meniup luka di tumit.
"Mengapa tidak bilang sayang?" tanya Azmy yang kini berjongkok didepan Aeesha dan mengambil alih kakinya.
"Tidak apa-apa suami, hanya karena sepatunya masih baru jadi ukurannya belum menyesuaikan." kilah Aeesha.
Azmy memakaikan plester pada tumit Nyssa, namun saat dirinya mendongak pemandangan didepannya membuat darahnya berdesir. Aeesha yang menunduk melihat tumitnya memperlihatkan belahan yang menggoda. Azmy yang sudah berkabut sejak tadi tidak lagi bisa menahan hasratnya. Ia pun segera berdiri dan mengungkung istri kecilnya. Tidak berhenti disitu, ia mulai membuka ikatan kimono yang dikenakannya istri kecilnya. Hasilnya, pemandangan yang dilihatnya semakin membuat gairahnya bergejolak. Istri kecilnya benar-benar memberikan kejutan yang sangat berbeda dari biasanya untuknya. Sedangkan Aeesha menahan rasa malunya demi menyenangkan suaminya.
Azmy mulai memberikan kecupan di wajah Nyssa, kemudian menjelajahi setiap lekuk tubuh istri kecilnya. Aeesha pun terbuai dalam sentuhan suaminya, dan memberanikan inisiatifnya. Azmy semakin membara mendapatkan inisiatif dari istri kecilnya, hingga penyatuan mereka pun terjadi. Sampai mereka pun terlelap setelah kegiatan panas yang menguras tenaga.
__ADS_1