Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
25. Akhirnya


__ADS_3

Bismillah..


Nyssa perlahan membuka pintu kamar mandi dengan kepala menjulur keluar, karena malu dengan penampilannya. Azmy yang penasaran dengan tingkah Nyssa, segera mendorong pintu dan seketika pemandangan halal terpampang di depan matanya.


"Sayang, kamu sudah bersuci?" tanya Azmy yang masih tidak percaya dengan pemandangan didepannya.


Nyssa hanya bisa menjawab dengan anggukan, melihat wajah Azmy yang berseri membuatnya ingin segera menghilang dari hadapannya.


Tanpa aba-aba Azmy mengangkat istri kecilnya ala bridal style dan berjalan menuju tempat tidur. Merebahkannya perlahan, dibukanya tali kimono Nyssa, kini Azmy meneliti istri kecilnya dari atas sampai bawah. Sedangkan Nyssa yang sudah sangat malu, menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Meskipun Azmy sudah melihat pemandangan halal dari Nyssa, namun pemandangan didepannya saat ini nampak berbeda dengan gaun transparan yang tidak dapat menutupi setiap lekuk tubuh istri kecilnya, terlihat semakin menggoda. Ia ingat, ini adalah gaun pilihannya sewaktu di hotel. Ia berjanji dalam hati, akan memenuhi walk-in-closet Nyssa dengan gaun tidur yang seperti ini.


Perasaan mendesak sudah bangkit saat ia pertama kali melihat Nyssa, namun Azmy tidak ingin buru-buru. Ia ingin menikmatinya perlahan, karena hari ini adalah kemenangan bagi hasratnya dan seorang suami seutuhnya. Azmy melepaskan kimono Nyssa, menyisakan gaun tidur. Semakin membuatnya tidak bisa menahan hasratnya. Saat akan mendaratkan ciuman, tangan Nyssa menutup mulutnya.

__ADS_1


"Sholat sunnah dulu suamiku, supaya diberkahi Allah." kata Nyssa yang seketika menyadarkan Azmy yang berada dalama kabut hasrat.


"Iya sayang, ayo."


Mereka pun melaksanakan 2 rakaat sholat sunnah. Selesai membaca doa, Azmy melihat Nyssa melepaskan mukena dan melipatnya. Pemandangan menggoda melambai-lambai didepannya. Diserang nya Nyssa dengan ciuman yang awalnya lembut menjadi semakin menuntut. Masih dengan berciuman, Azmy mengangkat tubuh istri kecilnya menuju tempat tidur.


Nyssa kini berada dalam kungkungan Azmi. Tangannya sudah bergerak di kulit tubuh istri kecilnya. Nyssa kehabisan nafas, memukul-mukul dada suaminya. Azmy melepaskan ciuman bibirnya dan beranjak ke tubuh Nyssa memberikan beberapa tanda kepemilikan. Melihat Nyssa sudah pasrah sepenuhnya, Azmy membaca doa terlebih dahulu diikuti Nyssa sebelum meluncurkan aksinya, akhirnya Ia bisa melampiaskan dahaga hasratnya yang sudah ia tahan. Beberapa hari ini ia hanya bisa menikmati tanpa adanya pelepasan membuatnya frustasi. Meski Nyssa sempat berteriak kesakitan, malam ini tetap mereka lewati dengan penyatuan yang panas. Nyssa sudah menjadi seorang istri seutuhnya, dan Azmy sudah menjalankan kewajiban nafkah lahir dan batinnya.


Setelah penyatuan mereka semalam, Nyssa masih belum bangun sampai pukul 08.00. Azmy merasa bersalah telah membuat istri kecilnya kelelahan. Ia sudah bangun sedari pagi tadi dengan mood dan badan yang fresh, Ia juga telah membasuh badan Nyssa, serta memakaikan dress tertutup untuk istrinya. Hanya seprai saksi penyatuan mereka saja yang belum Ia ganti. Mengingatnya saja membuat gairahnya bergejolak, terasa seperti Nyssa memang diciptakan untuknya.


Azmy yang mengerti jalan pikiran Leon, hanya tersenyum penuh makna. Selesai menyampaikan laporan dan menerima berkas yang sudah ditandatangani atasannya, Leon kembali ke perusahaan. Sedangkan Azmy, kini sedang membawa nampan berisi makanan dan susu untuk Nyssa ke kamar. Azmy meminta pelayanan menyiapkan sarapan sebelumnya, ia sendiri sudah makan terlebih dahulu.


"Putri tidur, bangun sayang hari sudah siang." sambil tangannya mengelus pipi Nyssa.

__ADS_1


Nyssa yang merasa terusik dari tidurnya pun membuka matanya yang masih berat. Melihat Azmy dengan senyum sumringah, membuatnya bertanya-tanya. Apa benar ini Azmy, suaminya?


Nyssa merasa jika badannya tidak terasa lengket, mengingat semalam ia mengeluarkan banyak keringat, juga ada beberapa bercak hasil penyatuan mereka. Melihat baju yang dikenakannya saat ini, ia menebak Azmy telah membersihkan tubuhnya. Nyssa pun mengucapkan terimakasih, yang ditanggapi senyuman suaminya.


"Makan dulu sayang, kamu pasti lapar."


"Siapa yang membuatnya tidak sanggup bangun?" batin Nyssa yang hanya melirik kearah suaminya. Azmy hanya tersenyum melihat tingkah istri kecilnya, lalu membantu Nyssa duduk bersandar dan memberikan ganjal bantal dipunggung. Segera ia menyodorkan susu, sebelum kemudian menyuapi Nyssa.


Nyssa hanya bisa menurut, karena energinya benar-benar terkuras habis. Suaminya seperti tidak ada puasnya, entah berapa kali penyatuan yang mereka lakukan semalam, Nyssa tidak ingat. Selain karena rasa sakit, otaknya seperti tidak bekerja, hanya nalurinya yang bergerak mengikuti alur suaminya. Sampai-sampai Nyssa merasa bukan dirinya lagi, tubuhnya bergerak menikmati penyatuan mereka. Setiap sentuhan dan gerakan Azmy seperti memenuhinya, Nyssa sampai menggigit dan mencakar punggung Azmy. Mengingatnya lagi membuat Nyssa tersipu, masih ada hari-hari lain yang akan mereka lalui dimasa depan.


Selesai makan, Azmy mengajak Nyssa untuk berenang. Azmy merasa perlu mengajak Nyssa rutin berolahraga agar staminanya dapat mengimbangi dirinya. Ia benar-benar bersemangat degan kegiatan penyatuan mereka beberapa kali semalam. Tetapi Azmy lupa, bahwa sebagus apapun stamina perempuan, tidak dapat dibandingkan dengan laki-laki.


Nyssa yang awalnya enggan karena Ia tidak bisa berenang, akhirnya mengiyakan ajakan suaminya tersebut. Melihat suaminya yang kukuh akan mengajarinya berenang, membuat hatinya menghangat. Jika Nyssa tahu niat Army yang sebenarnya, mungkin ia tidak akan mengiyakan ajakannya.

__ADS_1


Mendengar jawaban istri kecilnya yang setuju, Azmy segera mengambilkan hijab untuk istrinya dan mengenakannya dengan hati-hati. Ia juga mengatakan jika mereka akan berenang di paviliun, bukan di kolam belakang. Karena hanya di sana Nyssa dapat bebas tanpa mengenakan hijab.


Nyssa tersenyum mendengarkan suaminya, sambil berdoa didalam hati. Semoga kehidupan rumah tangganya selalu diberkahi Allah. Dan kelak dikaruniai keturunan yang sholeh dan sholehah.


__ADS_2