Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
18. Berbeda Orang, Berbeda yang Dirasakan


__ADS_3

Tepat pukul 18.00, Azmy dan Nyssa memasuki ruangan yang digunakan untuk kamar ganti.


Azmy telah memakai setelan lengkap berwarna baby blue, sekarang ini ia duduk di sofa dengan laptop di pangkuan melakukan video call. Klien dari luar negeri tidak dapat menghadiri acara pernikahannya, jadi mereka mengucapkan selamat lewat video call. Sedangkan Nyssa sedang dibantu para MUA, mengenakan gaun yang akan dikenakan untuk resepsi.


Selesai melakukan konferensi, mata Azmy kini beralih memperhatikan Nyssa. Istrinya saat ini sedang dipakaikan makeup oleh MUA. Meskipun ia sudah melihat Nyssa mengenakan gaun ini sebelumnya, ia tetap merasa luar biasa. Meski awalnya ia menilai kecantikan Nyssa tergolong rata-rata, tapi dengan sifat dan kepiawaiannya memadupadankan pakaian, menonjolkan kecantikannya. Apalagi dikota R sangat sedikit muslim yang tertutup seperti Nyssa.


Saat Nyssa mengenakan gaun akad berwarna broken white tadi pagi, ingin rasanya ia mengunci Nyssa dikamar untuk ia nikmati sendiri. Dalam pandangannya Nyssa bagaikan kelinci kecil putih yang murni, dengan kewaspadaan akan keberadaan predator. Azmy merasa geli sendiri dengan pemikirannya, mungkin ia lah predator yang dimaksud.


Baru kali ini ada perempuan yang dapat memikatnya. Selama ini ia selalu dingin jika ada perempuan yang mendekatinya. Banyak anak-anak dari koleganya yang mencoba menggodanya. Tidak ada satu pun yang membuatnya tertarik, justru membuatnya gerah.


Apakah ini yang dimaksud oleh Papi? Jika sudah jodoh, maka Allah akan melembutkan sifat kasar, mencairkan sifat dingin, menumbuhkan cinta meski tidak mengenal.

__ADS_1


"Nona Nyssa sudah siap, Tuan Muda. " ucapan Rara membuyarkan lamunan Azmy.


Azmy berjalan menghampiri Nyssa, kali ini ia tidak menawarkan linked arm, melainkan langsung memegang tangan Nyssa dan mengecup keningnya. Sekarang ia sudah menggenggam tangan Nyssa dengan leluasa karena status halalnya. Jari mereka saling bertaut, siap untuk memasuki ballroom. Nyssa hanya menggeleng pelan, merasa suaminya sekarang ini kekanakan. Namun juga secara bersamaan tersenyum, mendapatkan perlakukan manis dari Azmy.


"Sebentar." Azmy menghentikan langkahnya.


"Ada apa Tuan Muda?" tanya Leon yang sudah siap membuka pintu ballroom.


"Sayang, panggilan untukku mana?0" bisikny ditelinga Nyssa.


"Kita tidak akan masuk jika kamu belum memanggilku, dan.. " Azmy menunjuk pipi kirinya. Sepertinya Azmy mempunyai kebiasaan baru, yaitu menggoda kelinci kecilnya.

__ADS_1


Nyssa menggeleng lemah, menuruti permintaan suaminya yang kekanakan.


Cup. "Suamiku.." Azmy tersenyum puas dan memberi isyarat Leon untuk membuka pintu.


Begitu pintu ballroom terbuka, semua perhatian tertuju kepada mereka. Azmy menuntun Nyssa menuju pelaminan, dan resepsi pun dimulai dengan iringan grup music. Banyak keluarga, kolega dan teman-teman dari Azmy mengucapkan selamat juga berfoto bersama. Azmy selalu memperhatikan Nyssa, takut istri kecilnya itu kelelahan. Meski di dalam ballroom terdapat pendingin ruangan, Nyssa tetap mengeluarkan keringat. Hal itu disebabkan karena Nyssa tegang dan harus bertemu dengan banyak orang. Azmy dengan telaten mengusap pelan kening Nyssa menggunakan sapu tangan. Nyssa tersenyum dan mengucapkan terimakasih. Namun bukan Azmy jika tidak menggoda istrinya, ia memberikan kode tepukan di pipi kanannya. Nyssa menggeleng, menolak permintaan suaminya. Memang mereka pasangan halal, namun terlalu mengumbar kemesraan di khalayak ramai bukan adab yang baik.


Semua orang berbahagia, kecuali ibu tiri Nyssa. Ia menyesal semua kemewahan acara yang seharusnya dinikmati anaknya, kini justru Nyssa yang merasakannya. Tapi apa dayanya, ia hanya bisa membenci Nyssa karena anaknya sendiri yang memilih karir daripada pernikahan ini. Ingin rasanya menarik anaknya kembali untuk mengambil yang seharusnya menjadi miliknya, tapi anaknya menolak karena tidak menyukai sifat dingin Azmy.


Menurut Alexsa, selama pertemuan mereka setelah ditetapkannya perjodohan, Azmy tidak pernah menganggapnya ada. Ia merasa berusaha sendiri dan tidak membuahkan hasil. Sehingga dengan adanya kecelakaan yang dialami Azmy dan bertepatan dengan persetujuan universitas, Alexsa memanfaatkannya untuk memutuskan pertunangan.


Jika bukan karena ia telah berjanji dengan Sita, bahwa pernikahan akan tetap sesuai rencana, maka tidak akan ada pernikahan seperti sekarang ini. Sebenarnya, Rosa tidak membenci Nyssa malahan ia mengasihi Nyssa. Akan tetapi, tetaplah anaknya yang diutamakan nya. Sehingga secara tidak sadar, kebenciannya timbul seiring berjalannya waktu. Karena Nyssa memang berada di atas Alexsa, baik dari segi akademik maupun keberuntungan.

__ADS_1


Yang membuatnya heran, mengapa Azmy yang dikatakan dingin oleh Alexsa bisa seromantis sekarang? Apa Alexsa salah menilai? Melihat perlakuan Azmy terhadap Nyssa, cukup baginya menyimpulkan bahwa Azmy adalah laki-laki yang hangat dan perhatian. Pertanyaan Rosa tidak akan mendapatkan jawaban, karena hanya Nyssa lah yang bisa membuat Azmy seperti sekarang. Sifat dingin Azmy masih tetap sama kepada semua orang. Akhirnya Rosa tidak dapat menikmati acara tersebut, dengan pertanyaan-pertanyaan di benaknya dan juga kebenciannya terhadap Nyssa.


Lain halnya dengan Ayah Nyssa, ia tidak menikmati acara karena melihat Nyssa di pelaminan, mengingatkannya pada sosok mendiang istrinya. Timbul rasa bersalah dalam hatinya, selama ini ia tidak pernah tahu bagaimana pertumbuhan anaknya. Disaat anaknya sudah memasuki babak baru dalam hidupnya, barulah ia merasakan penyesalan. Memang penyesalan itu di belakang, jika di depan bukan lagi penyesalan namanya, namun pendaftaran. Sikap abainya selama ini dikarenakan putrinya adalah penyebab kematian istri tercintanya. Menurutnya jika Nyssa tidak ada, maka istrinya akan tetap berada di dunia ini.


__ADS_2