Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
19. 20 Tahun Yang Lalu


__ADS_3

"Sebaiknya, anda berdiskusi dahulu dengan keluarga anda. Apapun keputusan yang diambil nanti, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu." kata dokter yang keluar dari ruang penanganan Milea.


Saat ini, Abraham terduduk lesu didepan ruang penanganan. Baru saja ia sampai di perusahaan dan sedang mempersiapkan berkas yang akan di bahas dalam rapat keluar kota. Ia mendapatkan telepon jika istrinya mengalami tabrak lari dan telah dilarikan ke rumah sakit. Segera ia batalkan keberangkatannya, yang kemudian diwakilkan Manajemen pemasaran. Abraham melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, ia disambut dengan keterangan dokter jika ia harus memilih salah satu dari keduanya. Karena tidak memungkinkan untuk menyelamatkan keduanya.


Milea mengalami patah tulang panggul, dimana posisi patahan menekan rahim. Karena benturan tersebut, air ketubanpun sudah merembes dan mengalami pendarahan, jika tidak segera dikeluarkan janin akan mengalami komplikasi.


Dokter menjelaskan jika bayi yang diselamatkan terlebih dahulu, maka akan diprioritaskan operasi caesar mengingat usia bayi sudah memasuki 7 bulan. Dengan pemberian suntikan penguat paru dan jantung, akan ada kemungkinan untuk bertahan hidup. Namun, kemungkinan sang ibu tidak dapat bertahan karena pendarahan yang hebat dan sekarang ini sudah memasuki masa kritis meskipun sudah dilakukan pendonoran.


Jika ibu yang diselamatkan, maka janin akan berada dalam bahaya karena sudah mengalami komplikasi karena pendarahan, ditambah dengan proses operasi yang membutuhkan anastesi umum dalam jangka lama. Dengan posisi tulang panggul yang berdekatan dengan posisi rahim, maka saat melakukan perbaikan tulang yang patah dapat melukai rahim. Lagipula dengan cedera parah ditulang panggul, kemungkinan sang ibu tidak bisa beraktifitas seperti sedia kala. Dan kemungkinan untuk memiliki keturunan lagi sangat kecil.

__ADS_1


Seakan tahu apa yang sedang dipikirkan oleh suaminya, Milea sadar dari masa kritisnya. Saat suaminya mendekat dan mendekatkan dirinya, Milea mengatakan jika ini adalah permintaan terakhirnya. Ia ingin menyelamatkan anaknya, ia berharap sang suami bisa menjaga dan menyayangi anak mereka. Setelah mengatakan keinginannya, Milea menutup matanya lagi. Pasien monitor menunjukkan jika tekanan dan detak jantungnya mengalami penurunan.


Segera dokter memberikan surat persetujuan melakukan operasi. Dengan berat hati, Abraham menandatangani surat persetujuan mengutamakan janin mereka. Dokter mengatakan akan melakukan yang terbaik untuk keduanya, dan tetap menganjurkan Abraham untuk berdoa atas keselamatan keduanya. Apapun hasilnya nanti, bisa diserahkan kepada sang Maha Kuasa.


Satu jam operasi caesar berjalan lancar, perawat keluar dari ruang operasi dengan membawa inkubator bayi yang segera dilarikan keruang NICU diikuti dokter kandungan yang melakukan operasi caesar. Abraham hanya melihatnya sekilas, ia masih mengkhawatirkan istrinya.


Setelah diperbolehkan melihat pasien, Abraham menemui istrinya diruang ICU. Digenggamnya tangan istrinya yang lemah, memanggil nama Milea agar segera bangun. Milea merasakan adanya genggaman hangat, ia tahu waktunya tidak banyak lagi. Ia memaksakan membuka matanya, ia ingin mengucapkan perpisahan kepada suaminya. Milea tidak ingin Abraham menyesali kepergiannya. Abraham yang merasakan gerakan dari Milea segera memanggil dokter. Dokter segera melakukan pemeriksaan, namun dokter menggelengkan kepalanya serta mengatakan jika Abraham harus menyiapkan hatinya. Milea telah sadar, akan tetapi semua tanda vitalnya mulai melemah.


"Sayang, maafkan aku. Aku harus meninggalkan kalian berdua, aku tahu jika aku egois. Tapi aku percaya padamu jika kamu akan menjaga dan menyayangi anak kita." ucap Milea dengan nada lemah dan terbata. Lalu ia melanjutkan, "Sayang, berikan nama Nyssa untuk anak kita. Terimakasih sayang. Aku mencintaimu.." Milea pun menutup matanya dan menghembuskan nafas terakhirnya.

__ADS_1


Abraham yang tidak sempat merespon kata-kata istrinya pun membeku. Ia menyalahkan kematian istrinya kepada Nyssa. Hingga ia mengabaikan Nyssa dan tidak pernah memperhatikan pertumbuhannya.


Awalnya Nyssa diasuh oleh ibunya, karena keluarga dari pihak istrinya sudah tidak ada lagi. Namun ketika Nyssa berumur 1 tahun, ibunya meninggal karena penyakit diabetes yang dideritanya menyebabkan serangan jantung. Kemudian ia membawa Nyssa kembali ke rumah, menyewa pengasuh untuknya. Saat Nyssa berumur sekitar 5 tahun, Abraham mengenal Rosa di sebuah restoran. Seorang janda beranak satu, yang baru saja berduka karena kematian suaminya. Setelah itu ia memutuskan untuk menikahinya, dengan harapan ada yang menemani Nyssa selain pengasuhnya.


Setelah pernikahannya, ia menjadi semakin jarang di rumah. Karena ia merasa bisa mempercayakan urusan rumah kepada Nyssa. Tidak tahu bagaimana Rosa memperlakukan anaknya. Sehingga terkadang ia merasa jengah dengan sifat tertutup dan pemalu Nyssa.


Pakaian Nyssa juga membuatnya gerah, tidak seperti Alexsa, anak tirinya yang mengikuti trend fashion. Semua yang dilakukan Nyssa menjadi tidak ada artinya baginya. Yang terpenting bagi Abraham, ia sudah memenuhi nafkahnya sebagai ayah. Entah apapun yang terjadi bukan urusannya.


Hal ini lah yang memicu penyesalan di masa depan. Karena seorang anak tidak hanya memerlukan nafkah, tapi juga kasih sayang. Meskipun bukan keluarga utuh, paling tidak dengan adanya kasih sayang dari orang tuanya dapat mengisi pertumbuhan dengan cinta kasih.

__ADS_1


__ADS_2