Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
90. Menyelesaikan Masalah


__ADS_3

3 hari sudah berlalu sejak kabar Nyssa disampaikan. Kini Azmy sudah bisa melepaskan perban di kepalanya, cukup menggunakan plester saja. Rambut pun sudah dirapikan oleh Leon, jika keluar rumah Azmy cukup menggunakan topi saja untuk menutupi rambut pendeknya.


Saat itu Azmy sempat bertanya kepada Aeesha, apakah dirinya ingin mengetahui kebenaran tentang pertukaran jiwa. Tetapi Aeesha menjawab tidak perlu, semua sudah merupakan takdir Allah, Aeesha mengimaninya. Mengetahui kebenarannya pun tidak akan mengubah keadaan. Azmy mengerti maksud istri kecilnya sehingga ia hanya menyampaikan jika garis keturunan keluarga Robert sudah putus di Nyssa, jadi tidak akan ada lagi pertukaran jiwa kelak. Aeesha mensyukurinya, karena mau bagaimana pun jiwa yang terlempar sepertinya akan tertekan jika tidak percaya atas kehendak Allah. Beruntung dirinya memiliki cukup iman, sehingga dirinya bisa menerima semua ketetapan Allah.


Masalah pertukaran jiwa, mau itu asalnya dari mana dan apa sebabnya bagi Aeesha tidak penting. Tahu dan tidak tahu hanya masalah waktu. Jika memang ditakdirkan untuk tahu, maka Allah akan membimbing jalannya. Jika tidak, maka Allah akan menutupinya. Semua sudah merupakan kuasa Allah. Tiada sedikit pun yang luput dari Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Segalanya.


Sekarang Azmy sedang diruang kerja bersama Leon dan Victor. Leon melaporkan perkembangan perusahaan, sedangkan Victor melaporkan hasil penyelidikannya.


Laporan Leon semuanya tidak ada kendala, Azmy hanya tinggal menandatangani berkas penting dan berpesan jika satu minggu dari sekarang ia akan memimpin rapat dewan direksi. Leon menganggukkan kepala dan mencatatnya kedalam agenda. Kemudian ia melaporkan sudah memberikan kompensasi kepada keluarga anggota bayangan yang meninggal. Nominal yang disebutkan Leon dirasa Azmy masih kurang, sehingga ia meminta Leon menambahkan setengah bagian lagi. Leon menjawab dengan cepat, segera ia mentransfer sejumlah uang kepada keluarga yang bertanggung jawab.


Azmy juga meminta Leon memberikan bonus untuk Rian yang telah membantunya. Serta bonus untuk seluruh anggota bayangan dan orang kepercayaannya.


"Tuan, bonus saya bagaimana?" Tanya Leon dengan wajah polos. Azmy mengernyitkan alisnya mendengar pertanyaan Leon. Jika masalah bonus, asistennya yang satu ini tidak mau ketinggalan.


"Kamu yang memegang keuangan akhir-akhir ini, selama nominalnya masuk akal ambil saja." Azmy tidak tahu, jika perkataannya hari ini menjadi bumerang untuknya nanti. Leon yang sudah mendapat lampu hijau pun berwajah sumringah, ia tidak akan melewatkan kesempatan ini.


Sementara laporan Victor membuat Azmy sakit kepala. Dalang dari penyerangan yang ia alami dan kejadian yang dialami istri kecilnya kemarin sama, Fani. Perempuan yang pernah memaki istri kecilnya dan mencoba mendekatinya, karena itulah Azmy memutuskan kerja sama mereka. Pemutusan kontrak juga dikarenakan kinerja Fani sebagai manajer yang tidak profesional. Sikap Fani yang selalu mencari celah untuk mendekatinya dan merayunya menjadi salah satu alasan pemutusan kontrak. Azmy tidak mengalami kerugian apapun karena perusahaannya lah yang menggunakan jasa perusahaan Fani. Sedangkan perusahaan Fani mengalami kerugian yang cukup besar karena sebagian modal yang dipergunakan untuk membeli bahan baku merupakan pinjaman bank. Jika saja Fani tidak mencaci istri kecilnya, mungkin Azmy masih mempertahankan kerja sama mereka. Istri kecilnya secara tidak langsung menjadi batas kesabarannya.


Dari laporan Victor, penyerangan yang dialaminya merupakan balas dendam atas kerugian dan atas sikap Azmy yang mempermalukan Fani. Sedangkan kejadian yang menimpa Aeesha, adalah ulah dari ibu Fani yang tidak Terima anaknya disekap. Karena saat Fani ditangkap anggota bayangan, mereka sedang dalam panggilan telepon. Sehingga ibu Fani mengetahui siapa yang membawa anaknya.


Fani memang disekap oleh anggota bayangan sejak penyelidikan penyerangan Azmy mendapatkan hasil. Mereka menunggu keputusan Bos mereka akan diapakan perempuan tersebut. Tetapi karena kabar Azmy yang koma bocor, ibu Fani mengambil kesempatan untuk menculik istri kecilnya untuk barter. Karena gagal, sekarang ibu Fani melarikan diri ke luar negeri. Sedangkan ayah Fani sedang koma di rumah sakit sejak kejadian pemutusan kontrak.


"Bagas, ke mansion sekarang juga. Ada pekerjaan untukmu." Kata Azmy dalam sambungan telepon sepihaknya.


15 menit kemudian, Bagas datang bersama kepala pelayan.


"Cepat juga kamu sampai." Ejek Azmy.


"Kebetulan aku ada didekat sini." Jawab Batas yang masih mengatur nafas dan ekspresinya. Selama berurusan dengan Azmy, secara tidak langsung ia dituntut cepat. Jika tidak, ucapan Azmy selanjutnya adalah menggantinya dengan orang lain.


"Terlambat sedikit, berkas sudah ku kirimkan pada Komandan." Tebakan Bagas tidak salah, ia pun menghela nafas lega.

__ADS_1


Leon menyerahkan berkas-berkas bukti kejahatan dan data tersangka kepada Bagas. Bagas membacanya dengan seksama, ia tidak menyangka jika Azmy dan istrinya sudah mengalami hal tersebut. Padahal hitungannya baru saja istrinya di serang, ini sudah ada kasus penyerangan lagi sampai ada korban jiwa. "Apa gunanya menjadi orang terkaya, tetapi banyak musuh." Batin Bagas.


"Kamu mau diproses seperti apa?" Tanya Bagas yang sudah selesai membaca semua berkas.


"Proses seperti biasa. Pergi dengan Victor, Fani ada padanya dan untuk ibunya Fani kamu urus sendiri." Kata Azmy tanpa melihat ke arah Bagas.


Bagas yang sudah terbiasa dengan sikap Azmy mengangguk, kemudian mengikuti Victor yang sudah lebih dulu berjalan ke luar ruangan setelah mendengar kata-kata Azmy.


Sebagai anggota bayangan senior, Victor paling hafal sifat Bosnya. Yang mana tidak akan ada pengulangan perintah dan tidak ingin dibantah.


Sepeninggalnya Victor dan Bagas, Azmy pun menyuruh Leon kembali ke perusahaan. Sedangkan dirinya pergi ke kamar malaikat kembar. Sayangnya ia tidak menemukan siapa pun di sana, Azmy kembali menuruni tangga dan bertemu Rara.


"Dimana istri dan anak-anakku?" Rara menjawab jika mereka ada di mansion bersama Mami Sita dan Papi Agam.


"Suka betul Mami menculik istriku." Gerutu Azmy yang melanjutkan langkahnya menuju mansion utama mengabaikan Rara.


Rara yang mendengar gumaman Tuan Mudanya hanya membulatkan matanya tidak berani berkomentar.


Aeesha yang menyadari kedatangan suaminya, segera beranjak ke dapur mengambilkan minum dan camilan. Melihat camilan yang dibawa istri kecilnya, Azmy pun bertanya siapa yang membuatnya. Ia sudah rindu masakan istri kecilnya.


"Nyssa yang buat. Nama makanannya corn dog." Mami Sita mendahului Aeesha yang hendak menjawab pertanyaan Azmy. Aeesha tersenyum melihat ekspresi jelek suaminya yang tidak puas dengan jawaban Mami Sita. Sedangkan Mami Sita merasa puas sudah membuat mood anaknya menjadi jelek.


Azmy tidak berkomentar dan mengabaikan Maminya, ia mulai memakan camilan yang dibuat istri kecilnya.


"Sayang, bisakah nanti malam masak makanan khas Jawa?" Mami Sita yang mendengar pertanyaan Azmy pun ingin tahu.


"Khas Jawa? Makanan apa itu?" tanya Mami Sita.


Aeesha melirik suaminya, Azmy sendiri tidak sadar jika dirinya sudah kelepasan. Aeesha pun mencubit lengan suaminya yang diam saja tidak menanggapi kodenya.


"Sakit sayang!" Azmy melihat ekspresi istri kecilnya, kemudian melihat kearah Mami Sita dan Papi Agam yang menatapnya meminta penjelasan. Azmy menjadi paham maksud cubitan istri kecilnya, ia juga sadar jika ia sudah kelepasan.

__ADS_1


"Jiwa istri Azmy namanya Aeesha Nyssa, asli Jawa dari dunia lain." jawab Azmy enteng.


"Benar itu sayang?" tanya Mami Sita kepada Aeesha.


"Iya Mami, maaf Nyssa tidak jujur." jawab Aeesha sedih. Bukan maksudnya untuk membohongi kedua mertuanya, tetapi ia masih belum bisa mengungkapkan kebenaran identitasnya. Takut kedua mertuanya tidak bisa menerimanya.


"Sejak kapan?" sekarang gantian Papi Agam yang bertanya, Mami Sita masih terdiam mencerna.


"Sejak Azmy kecelakaan." jawab Azmy. Papinya sudah mengetahui garis keturunan keluarga Robert, jadi tidak masalah untuk jujur sekarang. Orang tuanya juga berhak tahu.


Papi Agam dan Mami Sita terdiam, mereka seperti sedang mencerna informasi. Azmy pun menggenggam tangan Nyssa yang mengerat di gamis dengan pandangan tertunduk.


"Tidak apa sayang, mereka sudah tahu tentang garis keturunan Nyssa." bisik Azmy. Aeesha yang mendengarnya hanya bisa berdoa, semoga kedua mertuanya bisa menerima dirinya seperti Azmy menerimanya.


"Baiklah, kita perlu mengubah nama Nyssa menjadi Aeesha Nyssa." seru Mami Sita tiba-tiba. Semua pandangan pun tertuju kepada Mami Sita sekarang.


"Kenapa? Bukankah nama itu bagus?" tanya Mami Sita santai.


"Benar kata Mami, berhubung ada kesamaan nama kita tinggal menambahkan nama Aeesha saja." kata Papi Agam yang diangguki oleh Mami Sita dan Azmy bersamaan.


"Ok, deal. Azmy, segera urus penambahan nama depan Nyssa!" perintah Mami Sita.


Aeesha yang sedari tadi menyimak, merasa terharu dengan kedua mertuanya. Mereka menerimanya dengan lapang dada tanpa menanyakan kejelasan asal usulnya. Seketika airmata nya pun berlinang, ia bahagia bisa diterima dengan baik di sini.


Azmy yang melihat istri kecilnya menangis pun menarik Nyssa dalam pelukannya. Memberikan kecupan di puncak kepalanya.


Mami Sita pun mendekat, mengambil alih tubuh Nyssa dan memeluknya.


"Sayang, terimakasih sudah hadir dalam kehidupan kami. Kamu yang selama ini bersama kami, kamu lah menantu kami." kata Mami Sita sambil mengusap lembut punggung Nyssa.


"Terimakasih Mami, Papi.." ucap Aeesha dengan suara terbata di sela isakannya.

__ADS_1


__ADS_2