
Suara adzan subuh berkumandang di ponsel Nyssa. Nyssa ingin bangun, namun ia tidak bisa bergerak karena badannya terasa berat. Ia merasakan ada sesuatu yang melingkar di perutnya sehingga ia susah bergerak. Perlahan Nyssa membuka matanya, betapa terkejutnya ia melihat pemandangan dada bidang didepan matanya, mengenakan piyama satin dengan 3 kancing terbuka.
Saat mendongakkan kepala, barulah ia tahu pemilik dada bidang tersebut. Segera ia membekap mulutnya agar tidak berteriak.
Azmy yang merasakan pergerakan, perlahan membuka matanya. Melihat Nyssa membekap mulut dengan mata melotot yang terlihat bengkak, ia merasa lucu. "Kelinci kecil menahan teriak rupanya." batin Azmy.
Azmy hanya diam memperhatikan gerak-gerik Nyssa tanpa ada keinginan untuk melepaskan pelukannya. Sampai terdengar cicitan Nyssa.
"Kak.. "
"Ya.. " jawab Azmy singkat.
"Nyssa mau sholat subuh. "
"Sholat saja." jawabnya enteng. Nyssa merasa dipermainkan oleh Azmy.
__ADS_1
"Kak, bukan mukhrim."
Azmy pun melepaskan pelukannya dan beranjak bangun dari tempat tidur. Di ikuti Nyssa yang bergegas ke kamar mandi. Dari dalam kamar mandi Nyssa mendengar teriakan Azmy yang mengajaknya sholat berjamaah.
Azmy memang muslim, namun ia jarang berserah diri kepada Allah. Hanya puasa ramadhan saja ia rajin, jika tidak eyang dan Mami Papinya akan mengomel setiap hari. Katanya pahala di lipat gandakan di bulan tersebut. Azmy tidak begitu peduli, yang terpenting baginya, ia tidak menyentuh barang yang diharamkan dan melakukan perbuatan yang di murka Allah. Hingga ia bertemu Nyssa, ia mulai melaksanakan kewajibannya sebagai muslim. Meski ia masih awam, tapi ia ingin menjadi imam yang baik untuk Nyssa kelak.
Nyssa telah mengenakan mukena, sambil menunggu Azmy datang, ia menata sajadah di atas karpet dekat tempat tidur. Nyssa terkejut dengan kehadiran Azmy dari pintu balik rak buku. Matanya mengisyaratkan meminta penjelasan, namun hanya ditanggapi senyuman Azmy yang kemudian mengumandangkan iqamah.
Selesai sholat, Azmy memimpin doa yang diaminkan Nyssa sebagai makmum. Nyssa merasakan kebahagiaan, untuk pertama kalinya ada yang mengimami sholatnya. "Pertama kali? Tapi kenapa ada rasa dejavu?" batin Nyssa. Seperti ada yang terlupakan, tapi ia tak ingat apa itu, Nyssa pun mengabaikannya. Mungkin hanya perasaannya saja.
Azmy mengulurkan tangannya, namun dibalas Nyssa dengan menangkupkan tangan di dada. Azmy hanya mengangguk. Meskipun mereka tinggal menunggu waktu berganti status halal, akan tetapi sekarang ini mereka masih belum.
"Demi Allah, selama ini tidak pernah dibuka. Baru tadi malam aku membukanya, karena mendengar mu menangis. Aku mengira jika kamu sakit, tapi ternyata kamu tidur sambil menangis. Aku takut membangunkan mu, sepertinya mimpimu sangat dalam, sampai kamu tidak merasakan genggaman ku. Melihat mu menangis tak berdaya, aku memutuskan untuk memelukmu. Siapa tahu bisa menenangkan mu. Yang tidak kusangka adalah aku ikut tertidur. Maaf.. " Azmy menjelaskan seperlunya, karena jika dengan detail maka Nyssa akan marah mengetahui ia mencuri cium.
Nyssa yang mendengar penjelasan Azmy pun mengingat-ingat mimpinya semalam. Biasanya, jika bermimpi ia akan ingat mimpi itu begitu bangun tidur. Tapi kali ini Nyssa tidak mengingatnya. Sebenarnya mimpi apa itu, apakah hanya bunga tidur belaka, tapi mengapa ia sampai menangis? Nyssa mempercayai perkataan Azmy jika ia menangis dalam tidur. Karena ia terkejut saat berkaca di kamar mandi tadi, kedua matanya bengkak dan sembab, menandakan jika ia menangis terlalu lama.
__ADS_1
Azmy yang melihat Nyssa hanya diam saja, khawatir jika Nyssa marah.
"Nyssa.." panggilannya seketika membuyarkan lamunan Nyssa.
"Terimakasih kak.. Terimakasih sudah mengkhawatirkan ku, terimakasih juga sudah jujur. Dan maaf, Nyssa masih tidak nyaman dengan sentuhan kakak. Meskipun kita akan menikah besok, Nyssa mohon beri waktu Nyssa untuk menerima sentuhan kakak secara perlahan."
"Ya,, kita saling memaafkan. Aku juga tidak akan memaksamu jika kamu merasa tidak nyaman." Kesanggupannya hari ini akan membawanya pada penyesalan nanti.
"Terimakasih."
Azmy kembali ke kamarnya, sedangkan Nyssa turun kebawah untuk memasak sarapan. Hari ini ia ingin membuat nasi daging cincang dengan acar. Nyssa mulai mengambil beberapa bahan dari kulkas dan menyiapkan alat yang akan digunakan. Merebus telur, menanak nasi, mengupas dan memotong mentimun untuk membuat acar, mencincang daging menggunakan chopper, dan memotong bawang dan bahan lainnya.
Setelah semua bahan siap, ia mulai memasak telur kecap dengan panci presto, bersamaan dengan tumis daging cincang. Selesai menumis, Nyssa mengambil 3 mangkuk nasi untuk dibumbui dengan tumisan bawang putih dan mentega agar nasinya gurih.
Masakannya sudah siap, kini Nyssa menyiapkan 2 mangkuk untuk mencetak. Sebelumnya Nyssa sudah menyiapkan piring dengan daun selasa untuk tatakan nasi. Pertama, Nyssa membelah telur kecap menjadi dua bagian dan diletakkan tengkurap di mangkuk. Kedua, Nyssa memasukkan tumis daging cincang dan ditekan-tekan dengan sendok agar mengikuti bentuk mangkuk, kemudian nasi dengan cara yang sama. Ketiga, mencetaknya di piring yang sudah disiapkan. Langkah terakhir, menaburkan bawang goreng dan menambahkan acar. Setelah siap, Nyssa menatanya di meja makan. Sisanya ia simpan untuk makan siang nanti.
__ADS_1
Azmy terlihat menuruni tangga dengan berpakaian rapi, sambil melihat ponselnya yang ternyata ada pesan dari Leon. Hari ini jadwal pergi ke rumah sakit untuk check up. Azmy yang tahu Nyssa akan mandi terlebih dahulu pun menghentikannya, lalu mengajaknya sarapan. Nyssa tidak membantah dan makan dalam diam.
Sebelum berangkat, Azmy memberitahu Nyssa jika hari ini ia akan menjalani check up. Juga Mami Sita nanti akan datang bersama beberapa orang untuk keperluan persiapan pernikahan. Nyssa mengangguk juga mendoakan, semoga check up Azmy lancar.