Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
21. Membawanya


__ADS_3

Sebelum keluar dari kamar mandi, Azmy berpesan bahwa hari ini ia akan mengajak Nyssa ke perusahaan. Karena ada meeting yang tidak bisa diatasi Leon sendirian.


Nyssa berusaha untuk tampil formal, agar tidak mempermalukan suaminya. Dan ini adalah pertama kalinya Nyssa di bawa ke perusahaan, jadi ia ingin menciptakan kesan pertama yang bagus. Dengan mengenakan gamis kutung berwarna coklat susu, dipadukan dengan long blazer berwarna hitam, ditambah pashmina syar'i yang juga berwarna coklat susu. Tas tangan berwarna hitam, dan sneaker wedges warna putih yang bisa sedikit menambah tinggi badannya.


Azmy tidak bisa melepaskan pandangannya dari Nyssa, ia mengamati istri kecilnya yang saat ini memasangkan dasi untuknya. Tidak seperti kesan awal pertemuannya dengan Nyssa dulu, sekarang ia sudah terbiasa dengan dandanan syar'i istrinya tersebut. Justru ia bersyukur, istrinya begitu menjaga diri dari pandangan laki-laki. Jika tidak, mungkin Azmy tidak akan merasakan kepuasan menggoda Nyssa yang awam dengan lawan jenis. Meskipun ia pun sama, tetapi ia sering memperhatikan interaksi kliennya yang sudah berpasangan juga Mami dan Papinya yang selalu mengumbar kemesraan. Setiap ekspresi Nyssa adalah hal baru yang menyenangkan baginya.


Azmy sudah memesan service room untuk sarapan, mereka pun sarapan bersama di kamar. Azmy menggandeng Nyssa sepanjang perjalanan mereka menuju loby. Di loby, Ada Leon dan sopir mansion yang sudah datang untuk menjemputnya. Sopirnya membawa koper mereka kembali ke kediamannya. Sedangkan Azmy dan Nyssa pergi ke perusahaan dengan Leon.


Perjalanan dari hotel menuju perusahaan memakan waktu 45 menit. Sesampainya di perusahaan, mereka disambut oleh para karyawan. Azmy yang menggandeng tangan istrinya dengan lembut, membuat para karyawan perempuan meleleh.


Pasalnya baru kali ini, mereka melihat atasannya tersebut bersikap hangat terhadap perempuan. Sebelum menikah, atasannya tersebut seperti kutub utara yang tidak bisa dihuni. Jika ada karyawan yang menyapa, atasan mereka tidak peduli, hanya asisten Leon yang menganggukkan kepalanya. Tapi sekarang ini, atasan mereka seperti tertular senyuman istrinya. Sehingga sapaan mereka di balas senyuman dan anggukan. "Istri bos luar biasa" batin semua karyawan yang menyaksikan perubahan Azmy.


Menggunakan lift eksekutif, Azmy membawa Nyssa ke lantai 30 dimana kantornya berada. Memasuki ruangannya, Azmy membawa Nyssa duduk di sofa. Leon yang sedari tadi berada dibelakangnya menyerahkan berkas kepadanya.


"Tuan muda, rapat eksekutif akan dimulai 20 menit lagi. Ini berkas yang akan dibahas nanti, saya undur diri." segera Leon meninggalkan ruangan Azmy.


Azmy membuka berkas tersebut dan membacanya sekilas, lalu menutupnya kembali. Nyssa yang duduk disebelahnya memperhatikannya dalam diam, seketika terkejut karena tarikan Azmy.


Ditariknya pinggang sang istri agar mendekat kearahnya. Nyssa mencoba memberontak, merasa tidak nyaman dengan kondisi mereka yang saat ini ada di kantor Azmy. Akan tetapi penolakan Nyssa tidak mengurungkan niat Azmy, ia sudah mengarahkan wajah Nyssa untuk berhadapan.


"Sudah halal sayang. " goda Azmy yang membuat Nyssa salah tingkah. Azmy tidak tahan melihat bibir merah muda Nyssa, segera ia mencium bibir istri kecilnya. Nyssa yang mendapatkan serangan, mengeratkan pegangannya di jaz suaminya.

__ADS_1


"Sayang, aku benar-benar tersiksa. Berapa lama tamu mu datang? " tanya Azmy yang kini beralih membenamkan kepalanya di dada sang istri, menikmati aroma tubuh Nyssa yang membuatnya nyaman.


Nyssa secara spontan membelai kepala suaminya tersebut. Seperti Ada kebiasaan yang ia lakukan, tapi masih tidak tahu pasti. "Paling lama satu minggu suamiku, maaf." sebenarnya hanya butuh waktu 5 hari bagi Nyssa, tapi entah mengapa ia ingin mengerjai suaminya.


"Baiklah, satu minggu tidak boleh menambah." dengan nada ancaman.


"Mana bisa, tamu tersebut tidak bisa diprediksi. Malah terkadang ada yang sampai 14 hari." Nyssa merasa geli dengan tingkah suaminya yang semakin membenamkan kepalanya.


"14 hari?" Azmy melongo tidak percaya. "Masak iya aku harus puasa 14 hari? Baru sehari saja aku sudah tersiksa!" batin Azmy.


Nyssa pun menjelaskan mengapa siklus tamu bulanan bisa sampai 14 hari, beberapa gejala, dan apa penyebabnya. Suaminya hanya manggut-manggut mendengarkan informasi yang baru diketahuinya seputar tamu bulanan kaum hawa.


"Aku baik-baik saja suamiku, hanya saja akan cepat lelah."


"Oke, nanti aku akan meminta kepala pelayan menyiapkan beberapa pelayan untuk di rumah."


"Suamiku, bisa minta tolong?"


"Apa sayang, katakan saja."


"Tolong belikan kapsul penambah darah di apotek."

__ADS_1


"Gampang sayang." Segera Azmy mengeluarkan ponselnya dan menghubungi sekretarisnya untuk membelikan pesanan Nyssa.


Nyssa yang melihat suaminya dengan bangga memberikan perintah pun menggeleng. Ia lupa jika suaminya seorang atasan. Tetap saja, Nyssa mengucapkan terimakasih kepada suaminya.


Azmy pun memanfaatkan kesempatan untuk meminta ciuman. Yang langsung diberikan Nyssa di pipi kanannya. Ia pun memeluk istri kecilnya, ingin berlama-lama bermanja.


20 menit mereka telah terlewati, kini Azmy memimpin rapat eksekutif. Sedangkan Nyssa menunggu di ruangan sambil membaca beberapa majalah bisnis, dan menikmati buah yang telah disediakan oleh sekertaris Azmy, Rina. Perempuan yang sudah mempunyai satu anak yang masih balita. Mereka sempat berbincang sebentar saat Rina mengantarkan pesanan Azmy. Rina sudah kembali ke mejanya untuk memeriksa email pekerjaan.


Tidak terasa, rapat sudah berlangsung selama 2 jam. Nyssa yang bosan menunggu pun tertidur. Akhir bulan merupakan jadwal tutup buku, maka laporan dari berbagai departemen yang ditangani Azmy pun menumpuk. Barulah saat memasuki jam makan siang, rapat Azmy bubarkan.


Saat masuk keruangan melihat istri kecilnya terlelap, ia meminta Leon memesankan makan siang. Leon pun segera melaksanakan perintah. Azmy berjongkok menghadap wajah istri kecilnya, dikecupnya kening Nyssa. Nyssa yang merasakan benda kenyal di keningnya pun membuka mata.


"Maaf sayang, kamu jadi terbangun." sesal Azmy yang melihat jejak kantuk dimata Nyssa.


"Tidak apa-apa, apa semuanya lancar?" tanya Nyssa yang kini duduk.


Perhatian kecil Nyssa membuat perasaannya menghangat, memang hanya Nyssa yang bisa membuatnya merasakan kehangatan selain sang Mami.


Azmy kini memposisikan Nyssa di pangkuannya, mendekap istri kecilnya. Menceritakan mengapa rapat berjalan lama, melihat istrinya antusias mendengarkannya, Azmy semakin bersemangat bercerita. Mungkin ini adalah obrolan panjang mereka yang pertama.


Azmy juga menyampaikan jika Mami Sita dan Papi Agam liburan keluar negeri. Karena Azmy sudah kembali ke perusahaan, mereka ingin bersantai. Mami Sita menelponnya tadi pagi, tapi baru teringat sekarang memberitahu Nyssa. Ia juga menanyakan apakah Nyssa ingin honeymoon, namun dijawab gelengan. Karena lusa Nyssa sudah mulai masuk kuliah. Tetapi, Azmy akan tetap menyiapkan honeymoon untuk mereka tanpa sepengetahuan Nyssa.

__ADS_1


__ADS_2