Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
97. Putri Keluarga Al Fatah


__ADS_3

"Bunda, bagaimana keadaan bunda sekarang?" tanya Zayden yang kini menemani Aeesha di rumah sakit.


"Bunda baik sayang." Aeesha mengelus tangan Zayden yang saat ini menggenggam tangan kanannya.


Aeesha baru saja selesai melakukan operasi caesar karena bayi dalam kandungannya terlilit tali pusat. Ini merupakan kehamilannya yang ketiga, karena kehamilannya yang kedua mengalami keguguran. Sama seperti saat hamil Zayn dan Zayden, bayi kembar dalam kandungannya saat itu hanya salah satu saja yang berkembang. Sehingga saat memasuki umur kandungan 20 minggu, Aeesha mengalami keguguran.


Kehamilan kedua datang tak lama setelah honeymoon mereka, tetapi setelah keguguran yang dialaminya butuh waktu bertahun-tahun sampai kehamilan Aeesha yang ketiga. Karena dokter sudah mengatakan jika Aeesha akan sulit untuk hamil. Azmy tidak mempermasalahkannya, baginya keselamatan Aeesha yang utama, karena anak adalah rejeki dari Allah. Jika Allah berkehendak maka Allah akan memberikan jalan yang terbaik bagi mereka. Dan saat kehamilan ketiga, Aeesha dianjurkan dokter untuk bed rest, kehamilannya beresiko keguguran dengan kondisi rahim yang lemah.


Sekarang ini Zayn dan Zayden sudah berumur 10 tahun. Mereka tumbuh dengan fisik diatas rata-rata anak seumurannya, dan IQ pun diangka 125 untuk Zayn, 130 untuk Zayden. Zayden sempat ingin mengajukan kelas akselerasi karena merasa bosan dengan pelajarannya saat ini, namun Aeesha menentangnya. Aeesha tidak ingin anaknya kehilangan masa mudanya. Jika mengikuti kelas akselerasi, maka umur 11 tahun mereka akan lulus SD. Kemudian menyambung akselerasi SMP, umur 13 tahun sudah masuk SMA. Jika ikut akselerasi lagi, maka umur 15 tahun mereka sudah memasuki bangku kuliah. Aeesha tidak ingin anak-anaknya terbebani, dengan umur yang masih anak-anak memasuki lingkungan teman yang lebih dewasa. Karena kata-kata Aeesha adalah keputusan final, maka Zayden pun menyerah mengikuti kelas akselerasi. Sebagai gantinya, Aeesha memberi kebebasan Zayden dan Zayn menekuni hobi mereka. Zayn dengan hobi olahraganya, sedangkan Zayden dengan hobi programing dan fotografinya. Semua fasilitas disediakan oleh Azmy, bahkan guru Zayden merupakan orang kepercayaannya yang selama ini bekerja menggali informasi dalam bayangan.


"Bagaimana dengan kelas fotografi kemarin sayang?" tanya Aeesha.


"Berjalan lancar Bunda, hanya saja Zayn mengacau di sana."


"Zayn?"


"Ya, sepulang sekolah dia mengikuti ku sampai dikelas fotografi. Tetapi dia membuat ulah dengan mengambil gambar ulat bulu dengan zoom dan resolusi tinggi. Seluruh siswa perempuan di sana berteriak ketakutan akibat gambar ulat bulu yang memperlihatkan kepala dan mulutnya." cerita Zayden dengan kesal. Sedangkan Aeesha tertawa mendengar tingkah Zayn.

__ADS_1


"Suatu saat kamu akan merindukan tingkah Zayn sayang." hibur Aeesha. Tidak disangka Zayn masuk kedalam ruangan.


"Siapa yang merindukanku Bunda?" tanya Zayn bersemangat.


"Tidak ada!" jawab Zayden ketus.


"Ah Iden selalu saja tidak asyik." keluh Zayn yang kini sudah duduk disebelah kiri Aeesha.


"Kalian sudah mempunyai adik perempuan. Jangan terus berkelahi, jadilah kakak yang bisa mengayomi Daneena kelak." tegas Azmy yang datang membawakan makan siang untuk mereka semua. Keduanya pun terdiam, mereka sudah terbiasa dengan ketegasan sang Daddy. Jika Daddy mereka tegas, maka Bunda mereka akan memberikan mereka kelembutan. Baik dari nasihat maupun omelan, Bunda mereka tidak pernah meninggikan suaranya. Tidak heran jika Daddy mereka yang tegas begitu menurut dengan Bunda mereka. Karena memang Bunda mereka mempunyai kharisma di setiap ucapannya.


"Kalian makanlah dulu sayang. Kalian perlu energi yang banyak untuk bermain dengan adik nanti." Aeesha mengusap tangan kedua anaknya, keduanya pun segera menyantap makanan yang telah disiapkan oleh Daddy mereka tanpa protes.


"Kamu juga makanlah sayang, Daneena memerlukan ASI." seketika Aeesha pun merasa sedih. ASInya tidak ada keluar, malahan *********** tidak ada rasa kencang sama sekali.


"Apa kata dokter tentang ASI ku yang tidak keluar?" tanya Aeesha.


"Tidak ada sayang, itu hal wajar. Karena hormon mu memang belum siap untuk melahirkan. Nanti akan keluar jika sudah ada rangsangan dari bayi yang disusui." kata Azmy sambil menyuapi Aeesha.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, perawat datang dengan mendorong box bayi ke dalam ruangan. Bayi sudah dapat disusui dan boleh berada dalam satu ruangan dengan ibu karena dari hasil pemeriksaan semuanya normal. Setelah mengunci roda box bayi, perawat tersebut mengundurkan diri setelah sebelumnya memberikan obat yang harus Aeesha minum.


Selesai makan, Aeesha meminum obat dari perawat dan bersiap menyusui dibantu suaminya. Tetapi, terlebih dahulu meminta kedua anaknya untuk menunggu diluar. Aeesha mulai menekan pelan dagu bayi Daneena, begitu mulut mungilnya terbuka Aeesha segera memasukkan putingnya. Sayangnya, tidak mendapat respon dari bayi Daneena. Aeesha tidak menyerah, ia meminta Azmy untuk memindahkan posisi bayi Daneena. Yang awalnya ada ditangan kanan, pindah menjadi tangan kiri. Ia melakukan hal yang sama, ada pergerakan dari mulut bayi Daneena namun beberapa saat kemudian bayi Daneena justru seperti ingin muntah. Sehingga Aeesha meminta Azmy untuk meletakkan kembali anak mereka di box, Aeesha akan mencoba lagi 1 jam kemudian.


Sementara itu, Mami Sita dan Papi Agam sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Mereka baru saja turun dari pesawat jet, karena Azmy yang harus menemani istri kecilnya Papi Agam menggantikannya menghadiri launching cabang baru.


Semakin hari, bisnis Azmy semakin berkembang sehingga beban kerjanya pun bertambah. Ia pun sudah secara resmi mempekerjakan Rian, asisten Papi Agam untuk membantu Leon. Rita sekarang mempunyai satu rekan lagi yaitu Sidiq. Laki-laki yang pernah menyukai istri kecilnya memang layak sebagai sekretaris pendamping karena kecakapannya yang sudah mendekati level Rian. Tetapi untuk mencapai level Leon, masih jauh tertinggal. Sampai sekarang Leon masih menjadi garda terdepan yang bisa ia andalkan. Dengan 2 asisten dan 2 sekretaris, Azmy tetap bisa meluangkan waktu untuk keluarganya.


Setelah Aeesha diperbolehkan pulang, semuanya merayakan kepulangan putri kecil yang menggemaskan. Lahir dengan berat 3,8 kg dan tinggi 49 cm, pipi Daneena Al Fatah terlihat menggemaskan. Seluruh penghuni mansion bersuka cita karena kehadirannya yang terbilang penuh perjuangan. Para pelayan setia mansion keluarga Al Fatah sangat tahu perjalanan rumah tangga Tuan Muda mereka. Sehingga mereka sangat memanjakan kedua Tuan kecil mereka, dan sekarang bertambah Nona kecil yang akan memeriahkan suasana mansion.


Acara Aqiqah beserta syukuran Daneena, digelar di apartemen Nyssa. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan terakhir Bambang, yang menginginkan Nyssa menggelar acara aqiqah di kawasan apartemen dan seluruh akomodasi ditanggung oleh Bambang. Karena Bambang yang mulai sakit-sakitan, akhirnya Aeesha memutuskan untuk mencabut tuntutannya dan mengeluarkan Leni dari penjara satu tahun yang lalu. Dan saat Bambang dilarikan ke rumah sakit bersamaan dengan Aeesha, Bambang mengutarakan keinginannya sebelum menghembuskan nafas terakhir. Leni menyampaikan keinginan suaminya tersebut kepada Azmy, yang kemudian disetujui oleh Aeesha dengan syarat mengadakan acara tersebut setelah mereka selesai berkabung. Leni menyetujuinya, sehingga menetapkan hari kedelapan setelah kematian suaminya sebagai hari acara. Karena semakin cepat melaksanakan wasiat, semakin baik.


Disinilah mereka sekarang, berkumpul di apartemen Nyssa. Seluruh asisten yang dibawa, menempati apartemen Nyssa dilantai 4, sedangkan Azmy sekeluarga dilantai 5 beserta orangtuanya. Acara akan diselenggarakan di lantai paling bawah. Karena keseluruhan acara berdasarkan permintaan Bambang, Aeesha dan keluarga hanya menunggu acara siap untuk menghadirinya.


Banyak hal yang diperbincangkan Aeesha dengan Mami Sita, beserta Zayn dan Zayden. Ini pertama kalinya mereka memasuki apartemen Nyssa, sehingga banyak pertanyaan yang diajukan. Terutama pertanyaan keduanya tentang nama panggilan. Mereka tahu jika nama Bunda mereka adalah Aeesha Nyssa Al Fatah. Tetapi, di rumah mereka terbiasa mendengar nama Aeesha yang diucapkan, sedangkan disini mereka lebih sering mendengar nama Nyssa. Karena para orang tua sepakat mengubur identitas Nyssa yang sebenarnya, Aeesha beralasan jika nama panggilan itu didasarkan kebiasaan sebelum ia menambahkan nama Aeesha dan Al Fatah mengikuti nama kakek seperti mereka. Beruntung keduanya tidak bertanya lebih lanjut, sehingga para orang tua dapat bernafas lega. Berbeda dengan Azmy yang merasa Zayden anaknya meragukan alasan istri kecilnya.


Tak apa, akan ada waktunya nanti untuk menjelaskan kebenaran kepada mereka. Tetapi tidak untuk sekarang. Jika Zayden tidak sabar, maka ia akan menanyakannya secara langsung. Azmy dengan senang hati akan menjawab semua pertanyaannya kelak

__ADS_1


__ADS_2