Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
66. Aksara?


__ADS_3

Hari ini Azmy membawa Aeesha ke perusahaan untuk melihat buku yang ditemukan Leon. Aeesha masih dengan penampilan bercadarnya, Azmy menuntun istri kecilnya keluar mobil. Lalu, menggandeng tangannya berjalan memasuki perusahaan.


Semua karyawan bernafas lega dengan kedatangan atasan mereka beserta istri. Mereka bisa bekerja dengan sewajarnya hari ini, tidak ada tekanan atau pun revisi.


Azmy tidak menghiraukan pandangan karyawannya, ia hanya fokus dengan langkah istri kecilnya.


Di dalam ruangan Azmy, Leon dan dua orang laki-laki tengah baya sudah menunggu. Azmy memperkenalkan kedua orang tersebut sebagai ahli bahasa yang dibayar untuk menyelidiki isi buku yang ditemukan Leon. Sayangnya, tidak ada dari mereka yang mengerti tulisan yang ada di dalam buku.


Mereka mempersilahkan Aeesha untuk duduk dan memperlihatkan buku yang dimaksud. Dari sampulnya sudah terlihat sangat usang, tetapi yang menarik perhatian Aeesha adalah tulisan timbul disampul. Tertulis dengan huruf yang Aeesha kenal, ia mengingat-ingat dimana pernah membaca tulisan seperti ini. Begitu halaman pertama dibuka, barulah Aeesha ingat. Tulisan didalam buku tersebut adalah aksara Jawa. "Aksara? Mengapa ada tulisan Aksara Jawa disini?" Batin Aeesha. Hatinya berdebar, pikirannya mulai menerka-nerka apa isi buku tersebut. Ahli bahasa yang dibayar Azmy tidak mengerti, apakah itu artinya penulis berasal dari tempat yang sama dengannya? Apakah ada orang lain selain dirinya yang datang kesini? Bagaimana caranya dan apakah hanya berupa jiwa seperti dirinya? Aeesha harus memastikannya.


Ia mengingat beberapa aksara dan tanda bacanya, karena Aksara Jawa merupakan pelajaran mulok (muatan lokal) di sekolahnya dulu. Aeesha kembali lagi ke sampul buku, mencoba membaca tulisan yang tertera di sana. "Roro Anjani" batin Aeesha.


Aeesha berbisik kepada Azmy, meminta yang lain untuk pergi karena ia merasa tidak nyaman diperhatikan. Azmy mengangguk dan memberi isyarat kepada Leon untuk meninggalkan ruangan. Leon merespon isyarat Azmy dengan anggukan dan membawa kedua ahli bahasa ke luar ruangan. Tinggallah Azmy dan Aeesha di sana.


"Apakah kamu bisa membacanya sayang?" Tanya Azmy yang sedari tadi memperhatikan ekspresi Nyssa.


"Ya, ini adalah Aksara dari dunia ku. Aksara Jawa ini adalah Aksara tradisional yang berkembang di tanah Jawa." Jawab Aeesha.

__ADS_1


"Sepertinya, pemilik buku ini seorang bangsawan dari dunia ku. Karena disampul tertera nama Roro Anjani. Roro adalah nama panggilan anak perempuan berdarah ningrat atau bangsawan keturunan kerajaan jaman dulu." Lanjut Aeesha.


"Apakah di kehidupan mu ada kerajaan?" Tanya Azmy.


"Ada, tanah Jawa dulunya terbagi menjadi beberapa kerajaan yang berjaya pada masanya. Tetapi di masa ku sudah tidak ada lagi kerajaan, yang tersisa adalah sejarah panjang. Dan bangsawan yang ku ketahui ada di keraton Yogyakarta, Surakarta, Mangkunegaraan, dan Pakualaman."


"Pakualaman? Bukankah itu suamimu yang dulu?" Ingatan Azmy sangat tajam, detail seperti ini pun ia masih ingat.


"Ya, tetapi aku tidak paham bagaimana silsilah yang sebenarnya. Karena silsilah itu ada di pihak mertua laki-laki, aku belum pernah kesana. Dan Mas Fatih pun tidak pernah bercerita banyak tentang silsilahnya."


"Baiklah, apakah kamu bisa membaca semuanya?" Azmy mengabaikan kenyataan tentang darah bangsawan suami Aeesha yang dulu.


Aksara Jawa dari Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Dha Ja Ya Nya Ma Ga Ba Tha Nga dan Aksara Angka. Tanda baca atau sandhangan seperti wulu, pepet, taling, taling tarung, suku, cecak, layar, dan wignyan. Tetapi masih ada yang kurang, yaitu Aksara swara dan Aksara pasangan atau huruf mati. Aeesha tidak bisa mengingatnya. Jika seperti ini, hanya bisa menebak bacaan mengandalkan tanda baca dan pangkon dalam membaca Aksara Jawa. Fatih lah yang paling bisa menulis dan membaca Aksara Jawa secara lancar.


"Entah ini bisa membantu atau tidak. Aku tidak mengingat sisanya." Aeesha menyerahkan tulisannya kepada Azmy. Azmy merasakan lagi perasaan penasaran akan dunia Aeesha. Selain beragam bahasa dan budaya, ada sejarah kerajaan dan warisan tulisan. Di masa yang akan datang, pasti akan ada lebih banyak lagi cerita kejutan dari dunia Aeesha. Azmy menantikannya, ia merasa beruntung bisa mendengarnya langsung dari Aeesha.


"Baiklah. Kamu sudah berusaha sayang. Nanti, kita bawa salinannya pulang ke mansion untuk kamu terjemahkan. Dan ini kita serahkan pada Leon." Aeesha menganggukkan kepalanya, ia yang familiar mungkin lebih bisa menebak meskipun tidak mengingat huruf matinya. Mungkin dengan begini, ia bisa mengetahui identitas sebenarnya pemilik buku dan jawaban dari semua pertanyaannya tadi.

__ADS_1


Karena Leon sudah mulai bekerja, Azmy menyerahkan semua urusan perusahaan kepadanya juga urusan ahli bahasa. Azmy berpesan, jangan sampai ada yang tahu jika cara membaca tulisan tersebut dari Nyssa. Leon yang mengerti akan situasinya pun menjamin kerahasiaan Nyssa.


Azmy membawa Aeesha pulang ke mansion. Memasuki paviliun, Aeesha bergegas menuju dapur minimalis mengabaikan Azmy yang masih berada di belakangnya. Setelah mencuci tangannya, Aeesha membuka kulkas, melihat stok bahan yang ada, ia ngin makan "Barang Asem Ayam". Semua tersedia, kecuali daun pisang dan belimbing sayur. Aeesha ingin menghubungi kepala pelayan, namun ia urungkan karena ia sudah tidak bisa menunggu lama.


Aeesha mulai dengan menanak nasi terlebih dahulu, karena durasinya membutuhkan waktu 30 menit. Sedangkan masakannya membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Jadi, semua akan siap secara bersamaan.


Setelah menanak nasi, Aeesha lanjut menyiapkan bawang merah, bawang putih, tomat hijau, tomat merah, diiris tipis. Daun salam dan daun jeruk disobek. Lengkuas dan serai di memarkan. Kemudian cabai rawit merah utuh dan ayam dimasukkan kedalam mangkuk kaca. Semua bahan sudah masuk ke dalam mangkuk, Aeesha menambahkan garam, sedikit gula, dan penyedap. Langkah terakhir adalah mengukusnya selama 30 menit.


Azmy sedari tadi hanya memperhatikan Aeesha yang bergerak. Tanpa menawarkan bantuan, karena takut membuat mood Aeesha jelek jika ia salah melakukan instruksi Aeesha. 30 menit kemudian, Aeesha membuka penutup kukusan dan bau harum dari masakan pun menguar. Barulah Azmy mendekat, membantu Aeesha mengeluarkan mangkuk dari tempat kukusan dan meletakkannya di atas piring. Mereka mulai menikmatinya di meja bar minimalis.


Aeesha hanya menyiapkan nasi untuk Azmy, ia hanya ingin makan ayam dan kuahnya saja. Ia juga menjelaskan jika makanan tersebut bernama Garang asem ayam tanpa santan versi simpel. Karena keterbatasan bahan seperti daun pisang dan belimbing sayur.


Azmy menganggukkan kepalanya, ia mulai mempunyai hobi makan seperti Aeesha. Khususnya makanan yang dimasak istri kecilnya. Semua masakan baru dengan rasa yang bervariasi dan kaya akan bumbu. Azmy semakin menantikan masakan Aeesha selanjutnya.



Sumber:

__ADS_1


Https://m.kumparan.com/amp/berita-terkini/fungsi-pasangan-aksara-jawa-lengkap-dengan-cara-membacanya-1woCv1uDwt9


__ADS_2