Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
64. Misterius?


__ADS_3

"Tuan Muda, kotak sudah dibuka dan isinya adalah sebuah buku agenda. Tidak ada dari kami yang mengerti bahasa yang digunakan." Leon menyampaikan laporan lewat sambungan telepon.


"Kirim gambarnya." Kata Azmy.


"Baik Tuan Muda." Leon memutuskan sambungan telepon dan segera mengirim gambar yang sempat ia ambil.


2 hari yang lalu.


"Tuan Muda, maafkan saya. Saya tidak bisa menemukan apapun tentang keluarga Robert. Di utara, keluarga Robert terkenal dengan bisnisnya. Di lingkungannya terkenal ramah dan dermawan. Saat terjadi pembantaian, keluarga Robert baru saja pulang dari berlibur. Di sekitar lingkungan, tidak ada yang mengetahui jika keluarga Robert mempunyai musuh. Semua pekerja setia, secara tidak terduga juga mengalami nasib yang sama. Tetapi di samarkan sebagai kecelakaan." Jelas Leon.


"Bagaimana dengan jejak digital?" Tanya Azmy yang sedang memijit kepalanya.


"Tidak ada sama sekali Tuan Muda. 25 tahun yang lalu, belum ada penyimpanan digital. Dan arsip mengenai keluarga Robert juga tidak ditemukan. Tapi.." Leon menggantung kata-katanya dengan ragu.


"Katakan!" Kata Azmy dengan tidak sabar.


"Tapi, saya diberikan kotak ini oleh pembeli aset keluarga Robert. Kotak ini ditemukan saat melakukan renovasi. Karena kotak ini tersembunyi di brankas yang di tanam di dinding, mereka tidak berani membukanya mengingat tragedi keluarga Robert." Leon menyerahkan kotak kayu usang dengan gembok yang berkarat kepada Azmy. Kotak tersebut tidak besar, kira-kira hanya cukup untuk menyimpan 1 buku.


Azmy tampak ragu saat melihat kotak tersebut. Meski penasaran dengan isinya, Azmy tidak boleh gegabah membuka kotak tersebut.

__ADS_1


"Berikan pada Pedro, biarkan dia yang membuka kotak ini dengan caranya. Pastikan keamanan sebelum membukanya!" Perintah Azmy yang ditanggapi anggukan Leon. Ia tidak mau ambil resiko, karena keluarga Robert sangat misterius.


Azmy sedang berpikir keras saat ini, silsilah keluarga Nyssa semakin hari semakin berbahaya. Azmy merasa, cepat atau lambat akan ada badai datang. Ia sudah memperketat penjagaan Aeesha, tetapi ia masih merasa belum cukup.


"Mengapa semisterius ini?" Gumam Azmy.


Beberapa menit kemudian, Azmy menerima pesan dari penjaga bayangan.


"Bos, sepertinya Nyonya mengetahui keberadaan kami. Nyonya menjadi lebih waspada, terkadang merubah rute secara tiba-tiba. Membuat kami kehilangan jejak jika tidak mengikuti GPS Nyonya."


"Aeesha, selain cerdas kamu juga sensitif. Bisa cepat membaca situasi. Istri kecilku memang hebat!" Gumam Azmy. Secara tidak langsung, Azmy bersyukur dengan adanya Aeesha di tubuh Nyssa. Jika saja Nyssa asli, mungkin akan mudah mendapatkan masalah karena tidak tahu apa-apa. Dunia Nyssa hanya terpaku di rumah dan sekolah, kesulitan bersosialisasi membuatnya tertutup. Allah Maha Mengetahui, setiap ketetapan-Nya pasti ada hikmah yang bisa dipetik. Azmy pun membalas pesan penjaga bayangannya.


"Jangan sampai lengah!"


Aeesha sudah mengatakan niatnya untuk kembali ke mansion kepada Bambang. Bambang menyayangkannya, tetapi ia menghargai keputusan Aeesha. Dan memintanya sesekali berkunjung ke apartemen. Unit milik Nyssa akan selalu dibersihkan oleh Brenda nantinya. Aeesha mengucapkan terimakasih, ia juga berpamitan kepada Leni dan Aditya, karena anak Bambang yang lain sedang ada urusan diluar.


Aeesha dan Rara mulai meninggalkan area apartemen. Seperti biasa, akan ada mobil yang mengikuti mereka. Aeesha sedang merasa lelah saat ini, entah mengapa ia hanya ingin tidur sehingga tidak memperhatikan mobil yang mengikuti di belakang. Rara melajukan mobil dengan kecepatan sedang agar Aeesha nyaman dalam tidurnya. Sedangkan mobil yang mengikuti mereka, tetap menjaga jarak aman.


Tetapi, Tiba-tiba ada sebuah mobil SUV yang menghalangi mobil penjaga bayangan. Penjaga bayangan mencoba untuk menyalip, namun dihalangi. Seolah-olah SUV tersebut tidak ingin kehilangan mangsa. Segera penjaga bayangan tersebut memberi peringatan kepada rekan yang lain, jika ada yang mencoba membuntuti Nyonya Bos.

__ADS_1


Rekan penjaga bayangan melakukan panggilan, meminta Rara menambah kecepatan untuk menghindari mobil SUV yang ada dibelakangnya. Kemudian berhenti sekitar 3 kilometer di gang dengan penanda merah. Rara yang menerima instruksi dari penjaga bayangan tidak banyak bertanya, segera menambah kecepatan, menyalip beberapa mobil untuk mengecoh dan berbelok. Di gang tersebut sudah ada 2 orang laki-laki yang menunggunya. Begitu Rara keluar dari mobil, segera kedua laki-laki tersebut meminta bertukar mobil. Terpaksa Aeesha harus diangkat, karena Aeesha masih tertidur pulas. Setelah itu penjaga bayangan membawa mobil Nyssa dan kembali ke rute. Sedangkan Rara mengambil rute lain untuk menuju ke mansion.


Baru saja Rara berhenti di depan mansion, Aeesha bangun dan bertanya mengapa interior mobil berbeda. Rara menceritakan semua kejadian yang telah dialami, Aeesha menganggukkan kepala. Hal ini perlu ia tanyakan ke Azmy untuk lebih jelasnya. Rara membantu Aeesha keluar dari mobil, tak banyak barang bawaan yang dibawanya. Hanya tas ransel yang berisi laptop dan tas kecil berisi cadar serta tas selempang miliknya. Semua kamar baik di mansion utama maupun kediaman Azmy, berada di lantai 2. Aeesha memutuskan untuk tinggal di paviliun saja agar tidak naik turun tangga. Rara menemani Aeesha sampai ke pintu paviliun, dan berpamitan untuk memindahkan keperluan Aeesha dari kediaman.


Aeesha menghubungi kepala pelayan, untuk mengisi kebutuhan di paviliun. Sementara Aeesha merebahkan tubuhnya, badannya masih belum bisa diajak kompromsi. Akhirnya ia tertidur pulas di tempat tidur.


Azmy yang pulang kerumah karena mendengar laporan anak buahnya, tidak menemukan Aeesha di kediaman. Melihat Tuan Mudanya dengan wajah tidak bersahabat, Rara yang ada di kamar Nyssa mengatakan jika Aeesha ada di paviliun. Sesampainya di paviliun, kekhawatirannya hilang seketika melihat Aeesha yang terlelap.


"Kamu paling bisa membuatku khawatir sayang.." Azmy mengernyit melihat penampilan Aeesha yang masih lengkap dengan hijab dan sepatunya. Ada bau parfum laki-laki samar, tercium dari tubuh Nyssa.


Azmy perlahan membuka hijab istri kecilnya, juga sepatu. Ternyata bau tersebut hanya menempel di hijabnya, ia menjadi penasaran. Dilihatnya Rara masuk kedalam walk in closet.


"Ra, Nyssa ada bertemu laki-laki dimana?" Tanya Azmy dingin. Rara yang bingung dengan pertanyaan Azmy, menjawab tidak ada. Karena memang Aeesha tidak pernah bertemu laki-laki selain suaminya.


"Ada bahasa parfum laki-laki dihijabnya!" Azmy melotot ke arah Rara. Setelah berpikir sebentar, barulah Rara ingat.


"Mungkin tertinggal saat anak buah Tuan Muda mengangkat Nona. Karena Nona sedari pagi merasa lemas, jadi selama perjalanan ke mansion Nona tidur." Terang Rara.


"Berarti, Nyssa tidak tahu kejadian hari ini?"

__ADS_1


"Maaf Tuan Muda, saya sudah menceritakannya karena Nona bertanya mengapa berganti mobil."


"Baiklah." Azmy mengabaikan Rara, masuk kedalam kamar mandi.


__ADS_2