Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
57. Nyssa atau Aeesha Nyssa?


__ADS_3

Kepergian Nyssa, membuat Azmy kehilangan separuh jiwanya. Ia hanya terdiam memikirkan kenyataan yang sedang dihadapinya.


Nyssa, gadis yang dikenalnya ternyata bukanlah Nyssa yang sebenarnya melainkan jiwa orang lain yang bernama sama. "Aeesha Nyssa" gumam Azmy.


Selama ini yang ia nikahi Nyssa atau Aeesha Nyssa, ia masih bingung mencerna. Kebersamaan mereka terasa nyata, sangat nyata. Azmy merasa jika Nyssa memang diciptakan untuknya.


Sifat Nyssa yang tenang membuat Azmy juga merasakan ketenangan. Kehangatan Nyssa, mencairkan es beku dihatinya. Pengertian Nyssa, membuatnya nyaman. Senyuman Nyssa, menggetarkan hatinya. Sentuhan Nyssa, candu baginya. Kegiatan intim mereka pun saling melengkapi.


Raga Nyssa atau jiwa Aeesha Nyssa yang membuatnya seperti sekarang?


Azmy mengingat detail identitas Nyssa, memang dalam keseharian terlihat perbedaannya.


Saat di rumah sakit, Nyssa menemani dan melayaninya dengan tulus. Dan bisa mengambil hati Maminya yang angkuh pada pertemuan pertama mereka. Rara yang awalnya enggan, justru menempel padanya dan menjadi mata untuk Mami. Leon yang biasa mengukur seseorang dari manfaat, malah memanfaatkan Nyssa untuk membuatnya lepas dari amarahnya. Sedangkan dalam informasi, Nyssa mempunyai kesulitan bersosialisasi.


Kejadian di taman saat bertemu dengan anak autis, Nyssa tiba-tiba menangis sampai tangisannya ikut membuatnya pilu. Saat di taman hiburan pun Nyssa selalu menampilkan sosok yang mengayomi anak-anak. Dan ketika dirinya diculik, dengan berani menghadapi penculik Dan mengajaknya berbicara baik-baik demi mengulur waktu untuknya.


Kedewasaan Nyssa saat menerima ujian dari pelakor, atau saat memberi pencerahan untuk Alexsa. Atau kedewasaannya saat menghadapi kecemburuannya terhadap Edward.


Semua sosok Nyssa yang selama ini bersamanya memang berbeda dari informasi yang ia dapat.


Azmy sudah merasakannya sejak awal, tetapi Ia tepis karena mungkin perubahan Nyssa disebabkan keyakinannya yang berubah. Tetapi sekarang, dengan kejujuran Aeesha Nyssa terhadapnya membuat Azmy berpikir kembali.


Pikirannya kalut, Azmy memutuskan untuk membenamkan diri di ruang kerja untuk mengisi otaknya dengan pekerjaan.


Sampai malam tiba, Azmy yang makan malam sendirian merasakan hampa. Dilihatnya ponsel yang menunjukkan GPS yang Ia pasang di HP Nyssa tidak bergerak sedikitpun. Itu artinya, Nyssa menginap di sana. Azmy menghubungi Leon, memintanya menyelidiki tempat tersebut. Ia juga meminta orang kepercayaannya untuk memastikan GPS Nyssa selalu bisa dilacak. Ia mengkhawatirkan Nyssa Dan kandungannya.


Nyssa atau Aeesha Nyssa?


Setiap memikirkan Nyssa, maka nama Aeesha Nyssa akan muncul. Azmy memasuki kamar, kamar yang biasanya hangat kini menjadi dingin tanpa kehadiran Nyssa yang akan menyambutnya. Selesai mandi, Azmy mencari baju sendiri di dalam lemari. Jika ada Nyssa, maka semuanya sudah tersedia.


"Nyssa, kamu pergi membawa separuh jiwa ku." batin Azmy.


Aeesha Nyssa mengatakan jika mereka membutuhkan waktu untuk menata ulang hubungan mereka. Hubungan yang dimulai dengan perjodohan, hubungan yang dimulai karena dirinya tertarik kepada Nyssa yang bagaikan kelinci dimatanya.

__ADS_1


Jadi, selama ini memang sejak awal yang dikenalnya adalah Aeesha Nyssa yang ada didalam raga Nyssa. Apakah selama ini Ia tertarik pada Aeesha Nyssa, dan bukan Nyssa? Lalu, bagaimana dengan Nyssa yang asli?


Pertanyaan demi pertanyaan muncul dalam benak Azmy. Ia mencoba memejamkan matanya, berharap setelah bangun tidur semuanya hanyalah mimpi.


Tetapi harapan Azmy harus pupus. Karena saat ia bangun, tidak ada istri kecil didalam pelukannya. Tidak ada ciuman selamat pagi untuknya, ataupun suara yang membangunkan dirinya maupun hasratnya.


Azmy berangkat ke perusahaan dengan pikirannya yang penuh dengan Nyssa dan Aeesha Nyssa.


Semua karyawan menahan nafas mereka saat melihat atasan mereka datang dengan wajah dingin.


"Ini adalah tanda-tanda badai." Batin setiap karyawan yang melihat kedatangan Azmy.


Dan ada yang berbeda dari penampilan atasan mereka. Biasanya atasan mereka akan berpakaian rapi, tetapi hari ini atasan mereka terlihat seperti sedang menggoda kaum hawa dengan kemeja tanpa dasi yang terbuka 2 kancing. Atasan mereka memang tampan, tetapi penampilan hari ini menambah ketampanannya. Wajah dingin Dan acuhnya menambah kesan tampan yang tidak tersentuh.


"Nyonya Nyssa,, terimakasih atas pemandangan hari ini." Jeritan hati karyawan perempuan.


Leon yang melihat kedatangan atasannya tersebut langsung mengikuti masuk ke dalam ruangan.


"Apartemen?" Tanya Azmy heran.


"Benar Tuan Muda. Anda harus melihat ini." Leon menggeser layar tablet.


"Asset atas nama Nyssa?" Tanya Azmy lagi.


Leon menjelaskan, jika semua bangunan apartemen di lokasi tersebut merupakan asset atas nama Nyssa. Pengelola di sana bernama Aditya, anak dari pengelola yang sebelumnya yaitu Bambang. 2 bangunan apartemen disewakan, dan 1 bangunan apartemen dijadikan hunian. Azmy mendengarkan penjelasan Leon sambil menggeser layar tablet. Azmy berhenti di sebuah gambar yang menampilkan Nyssa dan seorang laki-laki. Seketika membuat wajahnya berubah.


Leon tahu perubahan atasannya segera membela Nyssa.


"Tenang saja Tuan Muda. Laki-laki tersebut adalah Aditya, pengelola apartemen, dan sudah beristri." Azmy menatap Leon dingin.


Kemudian Leon melanjutkan penjelasannya tentang apartemen tersebut.


"Jadi, semua asset tersebut disiapkan oleh Milea, ibu Nyssa. Dan pengelola apartemen adalah bawahannya." Azmy menggosok dagunya berpikir sebentar.

__ADS_1


"Segera selidiki latar belakang Milea. Aku tidak ingin Nyssa dalam bahaya." Leon mengangguk Dan meninggalkan ruangan Azmy.


Informasi yang didapatnya hari ini luput dari penyelidikan sebelumnya yang hanya menyelidiki seputar Abraham. Ternyata ibu Nyssa memiliki kartu As yang disembunyikan dari Abraham. Dan hal itu menjelaskan jika akan ada bahaya yang mengincar Nyssa kelak.


Azmy membuka GPS, posisi Nyssa saat ini bergerak menuju universitas. Dengan kecepatan kilat, Azmy meninggalkan perusahaan Dan melaju ke Universitas Nyssa. Ia berhenti diparkiran dekat gerbang, menunggu Nyssa datang. Dilihatnya mobil berwarna putih memasuki gerbang Dan memarkirkan mobil dengan hati-hati.


"Siapa yang mengantarkan Nyssa?" Tanya Azmy dalam hati. Perkiraannya ternyata salah, Nyssa keluar dari pintu kemudi sendirian tidak ada tanda-tanda orang lain.


"Jadi, Nyssa bisa mengemudi? Atau Aeesha Nyssa?" Dua nama itu yang akan terpikirkan olehnya.


Melihat penampilan Nyssa saat ini, Azmy merasakan kerinduan mendalam. Gamis terusan warna putih dengan cardigan warna hitam membuat Nyssa terlihat berkharisma. Kehamilannya membuatnya semakin terlihat cantik meski tanpa polesan makeup.


Azmy memutuskan untuk untuk menunggu Nyssa sampai selesai kelas. Pukul 11.30, Nyssa berjalan menuju parkiran dan mulai melajukan mobilnya. Azmy mengikutinya dari belakang, melihat mobil Nyssa berhenti dipinggir jalan, Ia pun menghentikan mobilnya. Nyssa turun dari mobil, membeli rujak dan es kelapa yang ada di pinggir jalan. Azmy ingin menghentikannya, tetapi diurungkannya.


"Mungkin ini adalah kehidupan Aeesha Nyssa, yang bisa makan makanan dipinggir jalan seperti ini." Batin Azmy.


Sekarang mobil Nyssa berhenti di sebuah kafe, Azmy mengikutinya turun dan makan dengan jarak aman agar Nyssa tidak melihatnya. Selesai makan, mobil Nyssa kini berhenti di sebuah masjid. Azmy ikut turun dan melaksanakan sholat dzuhur. Tetapi saat Azmy menuju parkiran, Ia tak lagi melihat mobil Nyssa, dengan panik Azmy membuka GPS dan melihat mobil Nyssa bergerak kearah universitas.


Segera Azmy melajukan mobilnya untuk menyusul Nyssa dan menunggunya.


Tepat pukul 15.00, Azmy melihat Nyssa berjalan kearahnya. Terlihat wajah Nyssa yang pucat, Azmy mulai khawatir tetapi masih enggan untuk menemuinya. Nyssa masuk kedalam mobil dan menyalakan mesin, namun mobil tidak bergerak. Azmy memantau pergerakan Nyssa dari spion, sampai 15 menit masih tidak ada pergerakan. Ia memutuskan turun untuk melihat keadaan Nyssa. Saat Azmy mencapai mobil Nyssa, terlihat Nyssa memejamkan matanya. Seketika hati Azmy terasa tertimpa beban berat. Azmy meminta tolong kepada security untuk mengetuk mobil Nyssa.


Dari jauh Azmy melihat Nyssa bangun dan mulai melajukan mobilnya. Azmy menghembuskan nafas lega, ternyata istri kecilnya baik-baik saja. Segera Ia mengikutinya Dari belakang.


Mobil Nyssa memasuki area apartemen, Azmy pun ikut masuk.


Akan tetapi, mobilnya dihentikan oleh security. Azmy mengatakan jika dirinya adalah suami Dari mobil putih yang baru saja masuk. Security yang tidak percaya, menelpon Aditya untuk memastikan. Dan ternyata benar, security pun meminta maaf dan mempersilakan Azmy masuk.


Tetapi Azmy tidak tahu harus kemana, Ia mencari bangunan apartemen fiveplex horizontal seperti yang dikatakan Leon tadi pagi sebagai hunian Nyssa sekarang. Dan benar saja, Azmy melihat mobil putih Nyssa di sana. Pemandangan selanjutnya membuat jantung Azmy berpacu.


Pasalnya, Nyssa sedang menyandarkan tubuhnya di mobil dengan mata terpejam. Azmy segera menghampiri Nyssa, Ia takut terjadi sesuatu kepadanya.


Nyssa membuka mata mendengar suara derap sepatu dan tersenyum saat melihat Azmy. Detik kemudian Nyssa jatuh pingsan. Untungnya Azmy degan cepat menangkap tubuh Nyssa dan membawa Nyssa dalam gendongannya.

__ADS_1


__ADS_2