Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
93. Meminta Persetujuan


__ADS_3

"Daddy..." Teriak seorang anak laki-laki dengan tahi lalat di bawah mata sebelah kanan.


"Zayn sayang sudah makan?" Tanya Azmy yang kini membawa Zayn dalam gendongannya. Zayn adalah nama anak yang berteriak tadi.


"Iden sayang, kamu tidak merindukan Daddy?" Tanya Azmy kepada Zayden yang sedang duduk tenang di ruang tamu.


"Tidak, Daddy hanya pergi bekerja. Besok juga akan seperti itu lagi." Azmy merasakan dirinya sedang bercermin.


Malaikat kembar Azmy dan Aeesha sudah berumur 3 tahun sekarang. Perbedaan sifat mereka pun semakin terlihat. Sedari bayi, Zayn yang paling banyak rewel tumbuh menjadi anak yang periang dan manja. Sedangkan Zayden yang sedari bayi pendiam, tumbuh menjadi seorang anak yang dewasa tidak sesuai umurnya dan lebih dekat dengan Aeesha dibanding dengan Azmy.


Mami Sita mengatakan jika sifat Zayden merupakan perpaduan dari Azmy dan Aeesha. Pendiam, dewasa dan dingin, tetapi sangat lembut kepada sang ibu. Sedangkan Zayn menurun dari Mami Sita.


"Daddy, Iden hanya sayang sama Bunda." Kata Zayn yang masih dengan suara cadelnya.


Azmy hanya tersenyum menanggapi perkataan Zayn, ia bersyukur Zayn masih mencerminkan sikap kekanakan. Jika saja kedua anaknya seperti Zayden sekarang, mungkin Azmy tidak akan merasakan bagaimana rasanya memanjakan anak. Tetapi Azmy tidak terlalu memanjakan mereka, hanya menggunakan sistem reward seperti yang diajarkan Aeesha. Agar kedua anaknya dapat termotivasi dan tahu arti usaha.


"Dimana Bunda?" Tanya Azmy yang sekarang ikut duduk bersama Zayden, dengan Zayn dipangkuannya.


"Bunda dikamar, sebaiknya Daddy segera berganti pakaian. Sebelum ketahuan Bunda." Kata Zayden mengingatkan. Daddynya selalu saja lupa, jika sepulang kerja harus membersihkan tubuh terlebih dahulu sebelum menggendong anak-anak mereka.


"Baiklah, kalian tunggu disini. Kita akan pergi ke rumah kakek malam ini." kedua anaknya menjawab "Okey" bersamaan.


Azmy berjalan meninggalkan kedua anaknya, menuju kamar utama. Sekarang pintu penghubung antara 2 kamar sudah ditutup. Mengingat anak-anak mereka yang semakin besar, Azmy memisahkan kamar agar privasinya bersama istri kecilnya tidak terganggu.


Azmy tidak menemukan Aeesha dikamar, mungkin istri kecilnya ada didalam kamar mandi. Azmy melepaskan kemejanya, bertepatan dengan Aeesha yang keluar dari kamar mandi.


"Suami, lepaskanlah dikamar mandi. Jika anak-anak masuk bagaimana?" Aeesha mengambil alih kemeja yang ada ditangan Azmy dan Jas yang ada di tempat tidur.


Saat Aeesha akan melangkah ke kamar mandi, tiba-tiba Azmy memeluknya dari belakang.


"Pintunya sudah ku kunci sayang." Azmy mengecup puncak kepala istri kecilnya.


"Baiklah, cepat mandi kita ada janji makan malam di rumah Ayah." Kata Aeesha yang mencoba melepaskan pelukan suaminya. Tetapi Azmy tidak melepaskannya.

__ADS_1


"Sayang, minggu depan kita berangkat Honeymoon. Biarkan anak-anak bersama Mami." Azmy menyandarkan dagunya di bahu Nyssa.


Keinginan honeymoon Azmy belum terwujud sampai sekarang. Nyatanya rencana yang sudah ia susun setelah kepulangan mereka dari acara anniversary tidak dapat terlaksana. Kedua malaikatnya saat itu tidak bisa jauh dari Aeesha, dan proyek pembangunan perumahan bersubsidi yang Azmy bangun mengalami sengketa dengan pemerintah. Sehingga sampai sekarang mereka belum sempat pergi honeymoon. Bagi Aeesha tidak menjadi masalah, dimana pun baginya sama saja. Tetapi Azmy berbeda, ia ingin memberikan pengalaman baru untuk istri kecilnya.


"Tanyakan dulu pada mereka, jika mereka setuju aku tidak masalah." Jawab Aeesha yang mengerti keinginan suaminya.


"Ok. Nanti kita bicarakan lagi, sekarang bantu aku mandi." Azmy mengangkat tubuh istri kecilnya.


"Suami, aku sudah mandi." Protes Aeesha, sebab ia tahu maksud dari suaminya.


Azmy tidak peduli dengan protes dan pemberontakan istri kecilnya. Ia sudah satu minggu lebih berpuasa karena tamu bulanan Aeesha. Sehingga ia tidak bisa lagi menahan hasratnya. Akhirnya mereka melakukan kegiatan penyatuan di dalam kamar mandi.


Hubungan intim mereka tidak mengalami penurunan, justru hasrat Azmy semakin meningkat. Entah apa penyebabnya, kegiatan intim bersama istrinya seolah menjadi doping bagi Azmy. Pada awalnya, Aeesha memprotes Azmy yang menginginkannya hampir setiap hari dan meminta agar mereka melakukannya 3x dalam seminggu. Tetapi, hal itu hanya berjalan selama beberapa minggu saja. Selanjutnya Azmy kembali menginginkannya setiap hari. Akhirnya, Aeesha menjadi terbiasa melayani suaminya setiap saat.


Saat ini mereka dalam perjalanan menuju kediaman Ayah Abraham. Sejak mengetahui rentetan peristiwa yang menimpa Nyssa dan Azmy, hubungan Ayah dan anak menjadi lebih dekat. Meskipun tidak dapat sedekat ayah kandung dengan anak kandung, karena Aeesha yang menempati tubuh Nyssa, hanya memenuhi kewajiban sebagai seorang anak. Jadi, silahturahmi seperti inilah yang dapat dilakukan Aeesha. Juga membantu kelangsungan perusahaan Ayah Nyssa secara diam-diam.


Ternyata, isi kartu yang diberikan oleh Ayah Abraham sewaktu Zayn dan Zayden lahir bernilai setengah kekayaannya. Aeesha mengetahuinya setelah mencoba menggunakan kartu tersebut untuk membantu bisnis Ayah Abraham yang mengalami kerugian akibat pegawai yang korup. Tetapi bukan Aeesha secara pribadi yang turun tangan, melainkan meminta tolong kepada Rara. Karena Rara sudah resmi menjadi asistennya sekarang ini.


Azmy masih sering mengingatkan istri kecilnya untuk berbelanja agar nafkah yang diberikan tidak diam di rekening. Tetapi, Aeesha tetaplah Aeesha yang sederhana, sebanyak apapun uang yang ada padanya, tak sedikitpun keluar hanya untuk berfoya-foya. Uangnya lebih banyak ia keluarkan untuk membantu orang, dibandingkan kebutuhannya. Karena menurutnya, semua kebutuhannya sudah tercukupi. Aeesha pun ikut memberikan bantuan dana kepada Azmy dalam proyek rumah bersubsidi. Azmy tidak dapat membantah istrinya, sehingga menerima dana dari Aeesha.


"Selamat datang cucu-cucu kakek yang tampan." Sambut Ayah Abraham. Tentu saja yang bersemangat hanyalah Zayn, Zayden hanya mencium tangan kakeknya dan berjalan menuju sofa duduk tenang di sana.Tak lama setelah kedatangan keluarga Azmy, datanglah Alexsa sekeluarga.


Alexsa dan Edwar sudah memiliki 2 anak, karena setelah anak pertama mereka lahir Alexsa tidak memasang alat kontrasepsi. Alhasil saat anak mereka berumur 5 bulan, Alexsa sudah hamil anak kedua.


"Ien.. Ain.." Syifa, anak pertama Alexsa menghampiri Zayden dengan riang. Sedangkan Zayden hanya tersenyum simpul menanggapi sikap manja adik sepupunya tersebut. Zayn yang pasti paling bersemangat menanggapi semua pertanyaan Syifa.


Melihat kedekatan ketiganya, semua orang diruang tamu tersenyum bahagia. Makan malam mereka pun berlangsung lancar. Setelahnya masing-saing dari mereka berpamitan untuk pulang.


Diperjalanan menuju mansion, Azmy membuka percakapan dengan kedua anaknya.


"Sayang.. Apakah kalian menginginkan adik perempuan seperti Syifa dan Andin?"


"Mau Daddy, jika adik perempuan kembar seperti aku dan Iden pasti lebih seru." Jawab Zayn bersemangat.

__ADS_1


"Sebenarnya Daddy ingin bilang apa?" Aeesha tersenyum mendengar pertanyaan anaknya Zayden. Akhirnya, suaminya memiliki saingan sikap dingin.


"Bolehkah Daddy dan Bunda honeymoon selama seminggu?"


"Apa itu Daddy? Tanya Zayn yang tidak mengerti.


"Iden tidak masalah, tapi hanya 3 hari tidak boleh lebih."


"Apa itu honeymoon?" Tanya Zayn sekali lagi. Saat Azmy akan menjawabnya, dihentikan oleh genggaman Nyssa. Setelah mendengar Zayden memberikan jawaban, barulah Azmy mengerti maksud istri kecilnya. Akhirnya mereka membiarkan percakapan kedua anaknya dan hanya mendengarkan saja.


"Artinya, Daddy dan Bunda akan jalan-jalan berdua. Kita di rumah bersama Oma dan Opa."


"Mengapa kita tidak diajak?" Tanya Zayn dengan sedih.


"Bukankah kamu ingin adik perempuan kembar?"


"Benarkah? Tetapi mengapa kamu hanya memberi waktu 3 hari?"


"Kamu mau jauh dari Daddy dan Bunda selama 7 hari?"


"Baiklah, 3 hari." Zayn dan Zayden sudah sepakat memberikan waktu selama 3 hari. Azmy akhirnya mengalah dan menuruti kedua anaknya untuk honeymoon selama 3 hari. Aeesha hanya tertawa melihat melihat interaksi 3 laki-laki kesayangannya.


Sampai di mansion, Zayn menceritakan percakapan mereka di mobil kepada Oma dan Opa yang menunggu mereka diruang tamu. Oma dan Opa mereka hanya dapat menggelengkan kepala, anak mereka masih belum menyerah dengan rencana honeymoon nya. Berkali-kali gagal tidak menyurutkan keinginan Azmy untuk membawa istri kecilnya honeymoon, karena ia sudah berjanji maka ia akan menepatinya.


Zayn sudah selesai bercerita, Oma dan Opa memberikan acungan jempol kepada Zayden yang memotong waktu menjadi 3 hari. Jika satu minggu, mereka khawatir akan kesehatan menantu mereka.


Merekapun akhirnya mengantuk dan memutuskan untuk menginap di mansion. Mereka berempat menempati kamar yang biasa ditempati saat berada di mansion. Bedanya, sekarang ada tempat tidur king size dengan tambahan single bed di tengah ruangan. Sehingga tempat tidur menjadi terlihat lebih lebar.


Setelah selesai mengganti baju anak-anak menjadi piyama, Aeesha menata selimut dan mengecup kening mereka. Keduanya pun segera tertidur pulas. Sekarang gantian Aeesha yang mengganti pakaiannya dengan gamis berbahan katun yang nyaman untuk tidur.


Azmy sudah menunggunya. Melihat istri kecilnya keluar dengan gamis panjang, ada perasaan kecewa dihatinya. Namun segera ia tepis, karena saat ini mereka satu kamar bersama anak-anak mereka. Tanpa Azmy ingatkan, istri kecilnya tahu apa yang harus dilakukan dan tidak didepan anak-anak mereka. Anak-anak mereka pun mengerti keadaan Bunda mereka yang hanya bisa melepas hijab jika berada dikamar bersama mereka.


Awalnya, Zayn merengek meminta Aeesha melepas hijab saat bermain bersama mereka di rumah. Seperti Oma mereka yang hanya mengenakan hijab jika bepergian. Tetapi kemudian Aeesha memberi pengertian jika hijab yang dikenakan berbeda sehingga aturannya pun berbeda. Setelah itu Zayn tidak pernah mempermasalahkan hijab Bundanya lagi. Berbeda dengan Zayden yang menyukai Bundanya dengan pakaian tertutup. Justru Zayden menyarankan Bundanya untuk tetap berhijab meskipun didalam kamar. Tetapi permintaan tersebut berujung perdebatan dengan Zayn. Azmy yang menengahi pun memberikan aturan agar istri kecilnya membuka hijab hanya saat di dalam kamar saja. Perdebatan pun tidak berlanjut, karena mereka tahu perintah Daddy mereka tidak bisa dibantah.

__ADS_1


__ADS_2