
Nyssa pergi dari mansion tidak berpamitan dengan mertuanya, karena mereka sedang berada di luar negeri. Ia juga tidak menggunakan mobil mansion, justru memesan taxi online.
Ia akan menuju apartemen yang ditinggalkan oleh ibu pemilik tubuh. Kotak kayu lusuh yang disimpan baik oleh pemilik tubuh, kini ia buka dan menyerahkan alamat kepada supir taxi.
"Maafkan aku Nyssa, aku tidak tahu harus kemana. Hanya inilah tujuanku. Izinkan aku untuk menginap disana sementara waktu. Ini juga merupakan rencana mu sejak awal, aku akan melaksanakannya untukmu." Ucap Nyssa dalam hati.
Sopir taxi mengatakan jika mereka sudah sampai ditempat tujuan, tetapi harus ada identitas yang menjamin mobil memasuki gerbang apartemen. Nyssa membuka jendela mobil, disambut security paruh baya. Ia menyerahkan kunci apartemen dengan gantungan nomor unit dan kartu Identitas Nyssa.
Security tersebut terkejut dengan apa yang dilihatnya. Segera ia membuka gerbang dan mengawal Nyssa menuju lobby untuk bertemu manajer apartemen.
"Nyonya, silahkan tunggu disini. Sebentar lagi, manajer apartemen akan datang. Saya permisi dulu." Pamit security tersebut yang telah membawa Nyssa ke kantor pengelola apartemen.
Tak lama kemudian, dua orang laki-laki berbeda generasi menemuinya. Laki-laki berusia sekitar 50 tahunan, mengenalkan diri sebagai pensiunan manajer bernama Bambang. Sedangkan laki-laki seusia Azmy adalah manajer apartemen yang sekarang bernama Aditya, yang tak lain adalah anak bambang.
Bambang melihat identitas Nyssa dan kunci unit apartemen, seketika menangis.
"Akhirnya anda datang, Tuhan masih menyanyangi saya. Anda datang sebelum saya tutup usia." Nyssa tidak mengerti maksud dari laki-laki tersebut.
Bambang memerintahkan Aditya untuk mengambilkan berkas. Aditya datang dengan beberapa berkas yang tersimpan dalam map holder. Kemudian Bambang menyerahkannya kepada Nyssa.
Nyssa menerima berkas tersebut dan mulai membacanya satu persatu. Alangkah terkejutnya Nyssa, mengetahui isi dari berkas tersebut yang tak lain adalah surat kepemilikan yang tertera namanya, atau lebih tepatnya nama pemilik tubuh. Nyssa meminta penjelasan Bambang atas berkas-berkas tersebut.
Bambang pun menjelaskannya secara mendetail. Jika gedung apartemen ini adalah milik almarhum Milea, ibu Nyssa. Bambang adalah orang kepercayaan keluarga Milea. Tetapi semua keluarga Milea sudah meninggal, hanya tersisa dia seorang. Harta yang diwarisi oleh Milea, digunakan untuk membangun apartemen di tanah keluarganya. Setelah menikah, Milea menyerahkan tanggung jawab apartemen kepada Bambang. Bambang diberi kewenangan untuk mengurus dan melakukan perkembangan pada apartemen tersebut sampai waktunya dia akan mengalihkan apartemen tersebut kepada anaknya kelak.
Keluarga Bambang sudah bekerja secara turun menurun di keluarga Milea sejak dulu. Sehingga Bambang pun memegang amanat dengan sepenuh hati, dan anaknya juga akan meneruskannya nanti. Terakhir Bambang bertemu Milea adalah saat hamil seperti Nyssa sekarang. Milea datang, menyuruhnya mengubah semua aset atas nama Nyssa. Dan memintanya menunggu sampai Nyssa sendiri yang datang mencarinya. Selama ini Bambang hanya bisa menunggu sesuai amanat yang diberikan Milea. Dan Tuhan masih menyanyanginya karena sebelum ajalnya datang, Nyssa datang mencarinya.
Bambang menyerahkan sepucuk surat lusuh kepada Nyssa, mengatakan jika surat itu ditinggalkan oleh Milea sebelum kecelakaan itu terjadi.
Nyssa menerima surat tersebut, kemudian membacanya.
__ADS_1
Teruntuk Nyssa kesayangan ibu,
Sayang.. Mungkin saat kamu membaca surat ini, ibu sudah tidak lagi bersamamu. Tapi percayalah, ibu selalu ada bersamamu.
Berapa usiamu sekarang sayang? 17 atau 20 tahun?
Sayang.. Ibu sudah tahu batas umur ibu. Ibu juga tahu, jika Ayahmu tidak akan selalu setia kepada ibu. Jadi ibu sudah menyiapkan semua untukmu. Bambang yang akan menjelaskannya kepadamu. Dia akan selalu menunggumu untuk memutuskan tinggal di apartemen. Saat waktu itu tiba, ibu mohon terimalah semua yang diberikannya. Dan perlakukan lah Bambang seperti keluargamu. Karena di dunia ini, hanya Bambang yang bisa kamu percaya seperti ibu.
Sayang.. Arti nama dari Nyssa adalah mulai. Dengan harapan kamu dapat memulai kehidupan dengan bahagia. Mungkin kamu menyalahkan ibu yang tidak menemani pertumbuhanmu. Tapi percayalah sayang, ibu melihatmu dari tempat yang jauh. Maafkan ibu, ibu bukan ibu yang baik untukmu. Ibu hanya bisa menyiapkan yang ibu bisa. Tinggallah di apartemen kapan pun kamu mau. Kamu hanya tinggal menerima semua fasilitas dari ibu lewat Bambang.
Sayang.. Mungkin suatu hari kamu akan mengalami peristiwa diluar nalar. Terimalah sayang, karena memang itu sudah garis takdirmu. Percayalah, semua untuk kebaikanmu.
Sayang.. Banyak yang ingin ibu katakan kepadamu, tetapi ibu tidak tahu harus menuliskan apa. Ingatlah sayang, ibu selalu mencintai mu. Ibu sangat menyayangimu. Tumbuhlah jadi wanita kuat sayang. Jaga dirimu sayang..
Ibu dari Nyssa, Milea.
Nyssa menghela nafas, dia juga pernah menjadi seorang ibu, ia ikut merasakan kasih sayang Milea. Hanya saja, pemilik tubuh tidak tahu itu. Jika saja pemilik tubuh segera meninggalkan rumah ayahnya, mungkin ia akan tahu kasih sayang ibunya. Qadarullah,, Allah sudah menyiapkan takdir terbaik untuk Nyssa, pemilik tubuh.
"Pak Bambang, tolong dirikan yayasan yatim piatu dan gelandangan dengan uang ini. Berikan nama "Rumah Aimallah" yang artinya Rumah yang disayang Allah. Sehingga yayasan tersebut bisa menjadi amal jariyah bagi ibu di surga." (dan Nyssa) batin Nyssa.
Bambang dan Aditya menyambut niat baik Nyssa.
"Memang keturunan Milea, pembawaan yang tenang dan pikiran kritis yang memikirkan kesejahteraan orang." Batin Bambang.
"Baiklah Nona, kami akan kerjakan. Aditya yang akan menjadi penanggungjawabnya. Ini adalah kunci apartemen Nona yang baru dan kartu ini untuk pegangan Nona. Biarkan Aditya yang mengantar Nona." Nyssa menerimanya. Saat akan melangkah keluar, Bambang bertanya apakah Nyssa bisa mengemudi. Dijawab bisa oleh Nyssa, tetapi ia tidak memiliki SIM. Bambang menganggukkan kepalanya.
Aditya mengantar Nyssa menggunakan mobil, karena apartemen yang akan dituju berada di area yang berbeda. Sepanjang jalan, Aditya menjelaskan struktur apartemen. Total ada 3 bangunan, satu bangunan berlantai 7 merupakan apartemen ukuran kecil cukup untuk 2 orang dengan type 21. Kebanyakan yang menyewa atau membelinya adalah mahasiswa atau pekerja kantoran. Bangunan kedua dengan 5 lantai, setiap unit apartemen berukuran 30 meter persegi, pemiliknya rata-rata sudah berkeluarga. Dan bangunan yang lain dengan 5 lantai adalah hunian untuk keluarga Bambang dan milik Nyssa. Lantai paling bawah digunakan untuk ruang pertemuan pribadi dan kantor pusat pengelola apartemen. Lantai 2, tempat tinggal Bambang, lantai 3 Aditya, sedangkan lantai 4 dan 5 adalah milik Nyssa. Yang berbeda adalah lantai 5 memliki rofftop. Nyssa memilih lantai 5, sehingga Aditya mengantarnya kesana dengan menaiki lift.
"Nona, ini nomor ponsel saya. Jika ada apa-apa hubungi saja saya kapanpun. Nona juga bisa merubah desain apartemen dan saya akan menugaskan 1 pelayan untuk menemani Nona." Itulah yang diucapkan Aditya setelah memasuki unit apartemen Nyssa.
__ADS_1
"Tidak apa, aku suka desain dengan nuansa putih ini." Aditya mengangguk dan meninggalkan Nyssa sendiri.
Nyssa merebahkan tubuhnya di sofa, kehamilannya membuatnya cepat lelah. Sebenarnya ia sudah mulai lapar, tapi Nyssa memilih untuk memejamkan matanya sebentar. Sampai ada suara bell berbunyi, Nyssa bangun dan membuka pintu. Ternyata keluarga Bambang datang dengan membawa makanan. Nyssa mempersilahkan mereka masuk dan pamit untuk membersihkan tubuh sebentar.
Selesai membersihkan tubuh dan melaksanakan kewajiban, Nyssa keluar kamar dan disambut dengan hidangan yang memenuhi meja makan.
Bambang menyambutnya dan memperkenalkan keluarganya satu persatu. Istrinya Leni, anak pertama Aditya dan istrinya Siska, anak kedua Rania dan suaminya Alex, anak ketiga Fabian, yang seumuran dengan Nyssa. Bambang juga mengenalkan pelayan yang akan melayani Nyssa bernama Brenda.
Mereka pun memulai makan malam dengan gembira. Nyssa menerima perlakuan baik dari keluarga Bambang, mereka memperlakukan Nyssa sebagai anak dan saudara mereka. Selesai makan, mereka berkumpul di ruang tamu.
"Nona, dimana suami Nona. Maaf jika saya lancang." Tanya Leni yang langsung mendapat lirikan Bambang.
"Ada, Raja real estate." Semua orang di ruang tamu menganga mendengar jawaban Nyssa. Raja real estate adalah julukan Azmy di dunia bisnis, mereka mengetahui itu.
"Mengapa Nona kemari sendirian?" Leni semakin penasaran, karena menurutnya, suami mana yang akan membiarkan istri yang sedang hamil besar pergi sendiri menggunakan taxi.
"Aku kesini atas kemauan ku, tidak ada hubungannya dengan Azmy." Mereka semua terdiam, mungkin ada masalah diantara Nyssa Dan Azmy. Sehingga Leni mengganti topik percakapan.
"Kapan Nona akan melahirkan? Sepertinya tidak akan lama lagi." Leni mengira jika usia kandungan Nyssa sudah masuk bulan ketujuh.
"Masih lama, kehamilanku baru berjalan 4 bulan. Kehamilan kembar." Semua orang bersorak gembira dengan kehamilan kembar Nyssa.
Nyssa merasakan ketulusan dari keluarga Bambang. Memang benar kata ibu Nyssa, jika keluarga Bambang bisa dipercaya.
Malam telah larut, mereka berpamitan pulang. Tinggal Nyssa dan Brenda yang masih membersihkan bekas makanan dan minuman.
Nyssa berpamitan untuk ke kamar dan meminta Brenda untuk beristirahat jika sudah selesai.
Nyssa mengganti gamisnya dengan daster berbahan katun agar nyaman saat tidur. Ia perlu membeli beberapa pakaian, ia hanya membawa sedikit baju.
__ADS_1
Sendiri didalam kamar, membuat Nyssa mengingat Azmy. Ada kerinduan di hatinya.