Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
76. Rencana Hanyalah Rencana


__ADS_3

Azmy membantu Aeesha bersiap, memakaikan baju atas bawah untuk istri kecilnya. Dress selutut dengan model kimono dan rok nuansa mauve. Sedangkan Azmy mengenakan kemeja lengan pendek dan celana chino pendek bernuansa sama. Aeesha bertanya kepada Azmy, mereka akan kemana namun tidak di jawab. Tetapi Rara sudah bersiap dengan koper yang telah dimasukkan kedalam bagasi.


Mobil melaju membelah kota yang bercuaca terik hari ini. Aeesha hanya diam melihat keluar jendela, Azmy sibuk dengan ponselnya, Rara di kursi sebelah sopir hanya diam saja. Rara sudah resmi menjadi asisten Nyssa, Mami Sita mempercayakan Nyssa kepada penjagaan Rara. Dan Azmy dilarang mengusir Rara jika sedang menemani Nyssa. Azmy tidak akan mendebat keputusan Mami Sita, jadi hanya menerima dengan enggan Rara mengikutinya.


2 penjaga bayangan paling senior, tetap Ia beri tugas untuk mengikuti Nyssa. Dan sekarang pun mereka berada di belakang mobil yang dikendarai Azmy. Sedangkan Leon sedang menikmati tumpukan dokumen di perusahaan. Selama bonus dari Azmy lancar, Leon yang workaholic akan dengan senang hati mengerjakan semuanya. Azmy bersyukur dengan adanya Leon Ia bisa fokus pada Aeesha, namun ada rasa penasaran yang tidak diucapkan. Kemana Leon membelanjakannya semua bonus yang diberikan?


Aeesha bertanya-tanya saat pemandangan di jendela berubah menjadi hutan, Ia enggan bertanya, jawaban yang diberikan Azmy sedari tadi terasa ambigu membuatnya jengah. Tetapi, Tiba-tiba Aeesha merasakan mulas diperutnya. Mulas yang familiar, Aeesha memegang perutnya tanpa bersuara. Durasi mulasnya 10x hitungan kemudian hilang. Benar, tandanya Ia akan melahirkan, jika melahirkan sekarang berarti bayinya mengalami kelahiran prematur. Aeesha menoleh kearah Azmy yang masih memainkan ponsel, ada rasa kesal dihatinya. Tidak pernah Azmy mendiamkannya seperti ini, Ia pun bersuara.


"Suami.." Kata-katanya terhenti ketika Ia merasakan air mengalir dibawah. "Ketubanku sudah pecah." batin Aeesha yang melihat kakinya yang basah. Azmy yang mendengar panggilan Aeesha menoleh, ikut melihat kearah pandangan Nyssa. Terlihat baju bawah istri kecilnya basah.


"Sayang.. Kamu kenapa?" Seketika kepanikan menyeruak dihatinya.


"Ketuban pecah, segera ke rumah sakit." Sopir yang mendengar kata-kata Aeesha, menginjak rem perlahan dan memutar mobilnya. Rara pun segera menghubungi Mami Sita.


"Bagaimana bisa pecah sayang? HPL masih lama! Sayang jangan bercanda!" Aeesha sudah mencoba tenang, tetapi suaminya kini panik. Segera Aeesha menangkup wajah Azmy.


"Tenanglah! Kelahiran prematur itu wajar. Jangan panik! Berdoa saja suamiku, dan.." Aeesha tidak menyelesaikan kata-katanya, seketika meremas pundak suaminya. Mulas dan nyerinya datang, jika Ia perkirakan mungkin sudah masuk pembukaan 3 atau 4. Remasan Aeesha menyadarkan Azmy dari kepanikan. Istri kecilnya akan melahirkan, Ia harus memberi kekuatan untuknya bukan panik.

__ADS_1


Azmy memiringkan tubuhnya, menaikkan kaki Nyssa di kursi. Aeesha ada didepan Azmy, ketika mulas itu datang Ia menggenggam tangan kanan Azmy dan meremas paha kiri Azmy. Melihat peluh Nyssa, Rara menyerahkan sapu tangan kepada Azmy.


"Masih berapa lama lagi?!" Teriak Azmy yang dijawab 30 menit oleh sopir dengan gugup.


"Tak apa, masih sempat. Jangan memaksa sopir untuk cepat, keselamatan juga utama." Aeesha menenangkan suaminya.


Sepanjang perjalanan, Aeesha akan meremas tangan Azmy saat kontraksi datang. Kontraksinya semakin sering, intervalnya sudah semakin pendek, untungnya mobil mereka sudah memasuki kawasan rumah sakit. Mobil berhenti didepan UGD, Azmy segera keluar dan membawa Nyssa dalam gendongannya. Rara sudah berlari terlebih dahulu mencari dokter dan perawat yang kemudian membawa brankar untuk Nyssa.


Pihak UGD segera menghubungi dokter Rena yang bertanggung jawab atas Nyssa. Sambil menunggu dokter Rena, Aeesha diberikan pemeriksaan tekanan darah, cek darah dan dipasangkan oksigen serta infus. Ketika dokter Rena sampai dan melihat status Nyssa, Ia meminta Nyssa segera dipindahkan ke ruang bersalin. Azmy senantiasa menggenggam tangan Nyssa, mengikuti sampai ke ruang bersalin.


Perawat menyarankannya untuk mensterilkan tubuh terlebih dahulu dan mengenakan APD sebelum memasuki ruang bersalin. Sementara Nyssa sudah masuk untuk dibersihkan oleh perawat. Dokter Rena melihat jika Nyssa bisa melahirkan normal, jadi tidak menyarankan caesar. Hanya jika keadaan darurat maka akan dilakukan tindakan.


Mami Sita yang menunggu sedari tadi, membombardir Azmy dengan pertanyaan. Azmy dengan tenang menjawab semua pertanyaan Mami Sita. Aeesha melahirkan normal, Aeesha selamat dan hanya mendapatkan 1 jahitan di bawah, kedua anaknya berjenis kelamin laki-laki, kelahiran pertama dan kedua berselang 10 menit, berat badan mereka 2,2 kg dan 2 kg sehingga harus mendapat perawatan di NICU.


Mendengar penuturan Azmy, Mami Sita menghembuskan nafas lega. Menantu dan cucunya selamat, dan juga cucunya semua laki-laki. Mami Sita menangis haru diperlukan Papi Agam. Rara yang sedari tadi menyimak tak luput menitikkan air mata. Mereka pun bersama-sama menuju ruang perawatan Nyssa.


Karena kelelahan, Aeesha masih terlelap saat semuanya memasuki ruangannya. Azmy menggenggam tangan istri kecilnya. Azmy melihat dengan mata kepalanya sendiri perjuangan istri kecilnya melahirkan kedua malaikat mereka. Sakit yang luar biasa yang dirasakan Nyssa, membuktikan bekas kuku yang menancap di lengannya.

__ADS_1


Hari ini ia berencana membawa istri kecilnya berlibur ke vila untuk merayakan baby moon. Karena ia ingin memberikan surprise, ia sengaja mendiamkan istri kecilnya, tidak menjawab pertanyaannya, dan berpura-pura sibuk. Rencana hanyalah rencana, Ia tidak menyangka diperjalanan justru istri kecilnya akan melahirkan.


Azmy merasa bersalah telah mendiamkan Aeesha, apalagi Aeesha yang dengan tenang mengusir kekhawatirannya. Selama proses melahirkan pun, istri kecilnya tidak mengeluhkan sakit ataupun berteriak. Hanya mengerahkan seluruh tenaga untuk mengejan dan meremas lengannya kuat-kuat.


Kepala pelayan datang, membawakan makan siang ke rumah sakit. Karena saat Rara menelpon, Mami Sita dan Papi Agam baru saja duduk di meja makan. Mami Sita mengajak Azmy makan agar tetap bertenaga untuk mengurus istri dan anak-anaknya.


Aeesha bangun saat semuanya sudah selesai makan, Mami sudah menyisihkan makanan untuk menantunya. Sehingga saat Aeesha bangun, Mami Sita meminta Azmy untuk menyuapi istrinya. Aeesha selesai makan bertepatan dengan dokter Rena dan satu dokter laki-laki. Azmy yang melihat kedatangan laki-laki lain, segera menutupi tubuh Nyssa dengan tubuhnya.


"Maaf dokter, tolong tunggu sebentar." Azmy memberi kode pada Rara. Rara yang mengerti, segera mengambil hijab di koper yang dibawakan Mami Sita dan mengenakannya pada Aeesha.


"Silahkan.." Azmy bergeser untuk memberi ruang dokter untuk memeriksa Aeesha.


"Pak Azmy, ibu Nyssa, ini dokter Dimas yang akan bertanggung jawab untuk perawatan bayi bapak dan ibu kedepannya." Dokter Rena memperkenalkan dokter Dimas dan ditanggapi anggukan serta tangkupan tangan Nyssa di dada dan jabatan tangan Azmy.


Kemudian dokter Dimas menjelaskan keadaan bayi mereka. Sementara anak mereka akan dirawat di NICU, saat ini bayi mereka dipasangkan alat bantu pernafasan jadi saat memberikan ASI melewati selang yang telah disediakan. Nyssa disarankan untuk memompa ASI-nya dan menyetorkannya kepada perawat yang ada di NICU. Selama 3 Hari ke depan, akan dilakukan observasi. Jika dalam tiga hari keadaan bayi mereka membaik, maka Hari ke lima akan diperbolehkan untuk pulang. Perlu perhatian lebih untuk menaikkan berat badan bayi-bayi mereka yang terhitung dibawah normal. Sedangkan Nyssa sudah diperbolehkan pulang hati ini juga. Tetapi jika ingin menunggu sampai anak mereka diperbolehkan pulang, pihak rumah sakit memberikan kelonggaran.


Dokter Rena tidak memberikan nasihat banyak, hanya perawatan pasca melahirkan yang harus diperhatikan. Kedua dokter tersebut meninggalkan ruangan.

__ADS_1


Berhubung mereka belum menyiapkan apa-apa untuk bayi mereka, Azmy meminta Rara menemani Mami Sita berbelanja kebutuhan bayi mereka, juga membelikan pompa ASI dan keperluan penyimpanan ASI.


__ADS_2