
Mami Sita dan Papi Agam segera terbang menggunakan jet pribadi begitu mendengar kabar penyerangan Nyssa. Mami Sita mengomel sepanjang jalan, bisa-bisanya Azmy kecolongan untuk yang kedua kalinya.
Saat memasuki ruang perawatan Nyssa, Mami Sita ingin segera meluapkan kemarahannya. Namun ditahannya, melihat Nyssa sedang terlelap dengan wajah pucat nya. Akhirnya Papi Agam membawa Azmy keluar untuk bicara, membiarkan Mami Sita berdua bersama Nyssa. Azmy sudah menyiapkan 2 penjaga didepan pintu, sehingga hanya keluarga dan dokter yang bertanggungjawab yang diperbolehkan masuk.
Papi Agam membawa Azmy duduk di bangku taman, menanyakan keseriusan masalah yang dihadapinya saat ini. Azmy menceritakan semuanya, tentang identitas Nyssa sebagai keturunan keluarga Robert. Papi Agam mendengarkan Azmy dengan seksama, ingatan Papi Agam menerawang jauh.
"Nak, kamu melewatkan petunjuk. Bambang memang pelayan setia keluarga Robert, tetapi istrinya tidak. Apa kamu sudah menyelidiki asal usul istri Bambang?" Azmy terkejut dengan pemikiran Papinya, ternyata Papinya lebih tahu masalah ini.
Papi Agam mulai bercerita, saat dulu dia masih muda. Ia mempunyai teman bernama Jhonny Robert generasi ke 6 keluarga Robert sama seperti Milea. Mereka sering menghabiskan waktu bersama disela kesibukan mengurus perusahaan masing-masing. Sampai suatu hari, Jhonny yang sedang mabuk menceritakan kisah yang turun temurun di keluarganya. Setiap keturunan perempuan di keluarganya akan berganti jiwa ketika berumur 18 tahun. Dan hanya keturunan laki-laki yang tidak, sehingga setiap bayi perempuan yang lahir di keluarga tersebut akan diperlakukan istimewa dan dilindungi. Karena setiap jiwa yang mengisi tubuh keluarga Robert, akan membawa perubahan yang dibawa dari dunia jiwa itu berasal. Hasilnya, usaha keluarga Robert yang dijalankan keturunan laki-laki akan berkembang pesat berkat informasi dari keturunan perempuan yang bertukar jiwa. Tetapi, semakin lama banyak yang merasa iri dengan keluarganya. Dan ada berbagai macam cara untuk menurunkan kejayaan keluarga Robert. Sampai salah seorang pelayan kepercayaan kakeknya generasi ketiga, melakukan pengkhianatan. Keluarga Robert menjadi tidak aman, semua keturunan perempuan akan meninggal di usia muda. Semua upaya sudah dilakukan, membayar penjaga Dan memperketat keamanan. Semuanya sia-sia, selalu ada waktu bagi mereka melancarkan aksinya. Keturunan perempuan terakhir adalah Milea. Begitu memasuki umur 15 tahun, Milea dikirim ke luar negeri dengan satu penjaga. Dan setelah Milea mengalami pertukaran jiwa, keluarga Robert dibantai termasuk Jhonny teman Papi Agam. Tidak ada yang tahu, tetapi Aset yang terpisah dari nama Robert telah diambil oleh pembantai. Hanya Papi Agam yang menyadarinya, karena Jhonny yang memberi tahunya. Jika sesuatu terjadi kepada keluarga Robert, maka tutup mata Dan telingamu. Begitulah pesan Jhonny dipertemuan terakhir mereka.
Azmy tercengang mendengar cerita Papinya, ia mulai menyusun puzzle yang sebelumnya acak. Jadi, kunci pencariannya akan dimulai dari Leni, istri Bambang.
Papi Agam menepuk bahu anaknya, memberikan kekuatan. Juga berpesan agar tidak mengotori tangannya, cukup cari bukti Dan serahkan kepada pihak berwajib. Kasus pembantaian 20 tahun yang lalu bisa diajukan untuk dibuka kembali, agar hukuman mereka semakin berat. Azmy menganggukkan kepalanya, istri kecilnya juga berpesan untuk menggunakan jalur hukum. Segera ia menghubungi Leon Dan orang kepercayaannya.
Ketika Papi Agam Dan Azmy kembali ke ruang perawatan Nyssa, Azmy dihalangi penjaga bayangan untuk masuk. Mereka mengatakan, jika itu perintah dari Nyonya Sita. Azmy mengerutkan keningnya, sebenarnya yang menggaji mereka itu Mami atau dirinya. Saat akan menerobos masuk, Mami Sita sudah keluar terlebih dahulu.
"Kamu tidak diizinkan mendekati Nyssa, selama kamu belum menyelesaikan masalah ini!" Tegas Mami Sita.
"Tapi Mi, Nyssa istriku!" Protes Azmy tidak terima.
__ADS_1
"Tidak menerima protes, salah kamu sendiri yang menyebabkan anak Mami cedera." Sindir Mami Sita yang tepat kehati Azmy. Siapa yang anak siapa jika sudah seperti ini?
"Selesaikan masalahnya, Mami Dan Papi yang akan menjaga Nyssa. Mami akan bawa Nyssa ke daerah tengah, di sana ada ahli saraf." Lanjut Mami Sita. Mau tidak mau, Azmy menurut Dan pergi meninggalkan rumah sakit menuju perusahaan. Ia tahu keputusan Mami nya tidak bisa diganggu gugat.
"Tuan Muda, mengapa Anda ada disini?" Leon heran dengan kedatangan atasannya itu. Setahunya jika istrinya sedang di rumah sakit, atasannya tidak akan bergerak dari rumah sakit, ini adalah kejadian langka.
"Bawel! Bagaimana perkembangannya?"
"Ini Tuan Muda." Leon menyerahkan tablet dengan muka kesal.
"Oh, tidak menginginkan bonus?" Seketika membuat wajah Leon sumringah.
"Hubungi Bagas, kita perlu bantuannya!" Leon segera menghubungi Bagas, seorang teman yang bekerja di kejaksaan. Azmy fokus dengan informasi yang ada di tablet.
Ternyata benar yang dikatakan Papi Agam, ia melewatkan petunjuk. Leni, istri dari Bambang adalah anak dari pelayan keluarga Robert yang berkhianat. Leni juga adalah pemilik organisasi pembunuh dengan nama samaran Samantha.
"Suruh Bambang kesini sekarang juga!" Leon mengangguk dan menelpon Bambang. Tuan Mudanya seperti diburu waktu, ia harus sigap. Jika tidak, maka siap-siap bonus melayang. Ia masih mencintai uang dan pekerjaannya.
"Beres Tuan Muda, saya perkirakan kedatangan Bagas dan Bambang akan bersamaan." Azmy hanya menanggapi Leon dengan anggukan. Ia harus segera menyelesaikan masalah ini jika ingin bertemu istri kecilnya. Ancaman Mami Sita tidak bisa Ia remehkan, jika ia tidak menurut siap-siap saja dia tidak bisa menemukan istri kecilnya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Bambang masuk keruangan Azmy dipandu Rina. Leon mempersilahkan Bambang untuk duduk, Azmy masih sibuk dengan dokumen ditangannya.
"Katakan, apa maksud hidup dan mati keluargaku tergantung pada kecepatan ku sampai disini!" Azmy yang mendengarkan hanya mengernyitkan alis. Leon memang bisa menangani situasi dengan baik.
"Sabar Pak Bambang, kita masih menunggu satu orang lagi." Seketika pintu ruangan terbuka memperlihatkan Rina dengan seorang laki-laki berseragam lengkap.
"Tuan Muda, semua sudah berkumpul." Azmy menutup map dokumennya dan menghampiri mereka di sofa.
"Baiklah, karena semua sudah berkumpul. Leon, tampilkan!" Leon menyalakan proyeksi, di sana tertera informasi pembantaian keluarga Robert. Bambang memucat melihatnya, sedangkan Bagas dengan tenang memperhatikan. Leon mulai menjelaskan semua informasi yang ia tampilkan, sampai pada informasi tentang Leni, Leon berhenti Dan memperhatikan wajah Keterkejutan Bambang.
"Bagaimana mungkin!" Bambang mengepalkan tinjunya.
"Jadi, kamu tidak tahu identitas istrimu sendiri?" Azmy menyeringai. Bambang dibuat bingung dengan informasi yang diberikan asisten Azmy. Dan pertanyaan Azmy seolah menekankan kebenaran.
"Bagaimana aku bisa mempercayaimu?" Tanya Bambang ragu, ia mulai meragukan penilaiannya.
"Leon, lanjutkan!" Leon mengganti slide selanjutnya yang berisi tentang identitas Leni sebagai Samantha. Bambang merasa kakinya lemas, istri yang selama ini berbudi luhur ternyata menyimpan rahasia yang mengerikan.
"Jadi, apa rencanamu?" Kini giliran Bagas yang bertanya, ia sudah mengenal Azmy lama. Ia selalu bermain halus, tetapi sekarang melibatkannya berarti ada hal besar yang akan dilakukan.
__ADS_1
Azmy hanya diam memperhatikan Bambang yang masih termangu. Keputusan ada ditangan Bambang, jika memang dia setia kepada keluarga Robert maka semua akan berjalan sesuai rencana. Jika tidak, maka Azmy juga tidak akan mengampuni Bambang dan seluruh keluarganya.