
Tepat satu minggu sudah Alexsa tidak datang untuk menumpang makan. Selama itu pula, Azmy menghabiskan waktu dengan Nyssa. Mengantar dan menjemput istri kecilnya kuliah, setelahnya mengunjungi taman atau pantai.
Mereka hari ini berencana akan menginap di vila keluarga yang ada di puncak. Tetapi, manusia hanya dapat berencana sedangkan Allah lah yang Maha Berkehendak. Rencana mereka gagal karena Alexsa yang tiba-tiba datang bersama Edward.
"Nyssa, kamu harus menolongku!" Teriak Alexsa begitu memasuki mansion dan melihat Nyssa sedang menuruni tangga. Azmy yang sudah berada di ruang tamu, mendecih melihat pengganggu datang.
Setelah mereka semua duduk di ruang tamu, Alexsa mulai menjelaskan semuanya.
Alexsa awalnya membenci Edward yang telah merenggut kehormatan dan membuat study nya terbengkalai. Tetapi, bayi dalam kandungannya menginginkan Edward dekat dengannya. Didekat Edward, Alexsa bisa makan dengan tenang tanpa harus makanan buatan Nyssa. Itulah mengapa selama satu minggu ini Alexsa tidak datang. Ayah Abraham dan ibu Rosa menyerahkan semua keputusan kepadanya, mau menolak atau menerima Edward.
Edward sedari tadi hanya diam mendengarkan, hatinya merasakan miris. Wanita yang di cintainya ternyata adalah kakak tiri dari wanita yang ia renggut kehormatannya. Hubungan mereka juga dekat, ia harus segera mengubur perasaannya. Karena sekarang ada Alexsa yang membutuhkan dirinya.
Azmy memperhatikan ekspresi Edward yang terluka merasa kesal. Azmy sudah menyelidiki Edward sebelumnya. Setelah kejadian Alexsa, dia masih bergonta-ganti pasangan namun tak sampai ke ranjang. Dan terakhir kali setelah pertemuannya dengan Nyssa, Edward menghentikan kegiatan Casanova nya dan mulai fokus mengelola restoran keluarganya, juga mulai mendalami islam. Agama yang telah lama ditinggalkannya dan memilih ke jalur maksiat. Mungkin benar yang dikatakan Edward, cinta pada pandangan pertama. Tetapi hal tersebut semakin membuat Azmy kesal. Mengapa harus istri kecilnya? Nyssa adalah istrinya, siapa pun tidak boleh melihat ataupun melirik nya.
Nyssa menenangkan Alexsa yang kini menangis, karena yang menjadi masalah sekarang adalah perbedaan keyakinan. Alexsa yang tidak mengenal Tuhan, dihadapkan dengan ayah dari bayi yang di kandungnya seorang muslim.
"Keyakinan seseorang tidak bisa dipaksakan. Jika menjadi muslim hanya karena ingin menikah, maka itu tidak dibenarkan. Menjadi seorang muslim, haruslah dari keyakinan dan keimanannya kepada Allah dan Rasulullah." terang Nyssa. Yang dibenarkan oleh Azmy dan Edward.
"Karena setelah menjadi seorang muslim, wajib baginya melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Mungkin keadaan Alexsa yang masuk islam karena ingin menikah dengan Edward sekarang ini bisa ditoleransi. Tapi apakah Alexsa bisa istiqomah? Apakah Alexsa bisa menguatkan keyakinan dan keimanannya kepada Allah? Jangan sampai, saat akan menikah masuk islam, setelah tidak sanggup menjalankan kewajiban sebagai muslim karena keyakinan dan iman yang kurang menjadi murtad. Itu adalah hal yang dibenci Allah, neraka ganjarannya. Alexsa, keputusan ada padamu."
Alexsa merenung, menelaah semua yang diucapkan oleh Nyssa. Selama ini ia juga bingung dengan hidupnya, jika Nyssa berdoa kepada Tuhannya sedangkan dirinya tidak pernah berdoa. Ia menganggap semua yang di alami dan di dapat adalah karma untuknya. Dan sekarang dihadapkan dengan keyakinan, ia menjadi dilema. "Apakah aku yakin dengan agama Nyssa?" tanya Alexsa pada dirinya sendiri.
"Berpikirlah dulu dengan matang. Tidak ada paksaan kamu harus masuk islam. Semua atas kemauanmu juga keyakinan dan keimananmu." Nyssa menenangkan Alexsa yang sedang bimbang, menggenggam tangannya memberi kekuatan.
__ADS_1
"Nyssa, apa selama ini kamu pernah mempertanyakan Tuhan mu?" tanya Alexsa.
"Tidak, Tuhan ku berada dekat dengan ku. Lebih dekat dari urat leher ku. Jadi, keimanan ku kepada Allah dan Rasulullah tidak pernah ku pertanyakan. Hidup, mati, dan jodoh ku, Allah yang menentukan. Semua yang terjadi dalam kehidupan ku, merupakan ketetapan Allah. Aku ikhlas dan bersyukur atas segala karunia yang Allah berikan. Setiap doa yang ku lantunkan hanya mengharap keberkahan dari Allah, karena Allah Maha Segalanya. Selama hambanya taat, Allah akan melimpahkan rahmat-Nya." terang Nyssa.
"Apakah aku harus menutup kepala ku sepertimu?"
"Tidak, memang wajib hukumnya menutup aurat bagi muslim karena dapat menutup pintu ke dosa yang lebih besar. Tetapi untuk hijab bagi muslimah, ada ulama yang mengatakan jika itu pilihan. Jika kamu belum siap menutupnya, maka pakailah dulu baju yang sopan. Seiring berjalannya waktu, hidayah itu akan datang sendirinya."
"Tapi mengapa kamu tiba-tiba berhijab selebar ini?"
Nyssa termenung, sejak kapan ia mengenakan hijab lebar ini? Ingatannya seperti berkabut, yang ia ingat begitu bangun dari tidurnya ia mulai mengenakan hijab.
"Hidayah itu datang diwaktu yang tidak bisa diduga. Qadarullah aku mantap dengan hijab ku." hanya jawaban ini yang dapat Nyssa berikan.
"Kamu bisa belajar dari dasarnya dulu dengan Edward, atau mencari seorang guru yang bisa membimbing mu, mungkin akan ada hidayah datang nanti. Yang penting kamu yakin dengan keputusan mu, karena Allah sudah menghendaki bayi dalam kandunganmu ada, maka Allah juga akan menunjukkan jalan untukmu. Semoga Allah, memberikan rahmat untukmu. Aamiin.." Azmy dan Edward ikut mengaminkan doa Nyssa.
"Tapi, mengapa Allah membiarkanku ternodai?"
"Alexsa, setiap hidup manusia itu ada rahmat juga cobaan. Dan yang menimpamu adalah sebuah cobaan. Dibalik cobaan yang kamu lalui, ada hikmah yang akan kamu dapatkan. Allah sedang menguji mu, dan Allah tidak akan memberikan cobaan di atas kemampuan hambanya."
Setiap ucapan dan jawaban Nyssa bagaikan siraman kalbu bagi Alexsa, baru kali ini Alexsa merasa hatinya tenang tanpa beban. "Apakah benar, jika Allah telah bersamanya selama ini?" tanya Alexsa berharap.
Azmy dan Edward yang sejak tadi mendengarkan percakapan kedua wanita tersebut merasakan kekaguman. Pemahaman Nyssa sangat luwes, Islam sebagai agama yang tidak memaksa dan pemaaf.
__ADS_1
Setelah Alexsa memahami semua perkataan Nyssa, ia pun berpamitan. Edward mengikutinya, karena jika tidak maka Alexsa tidak akan bisa makan. Mungkin bayi mereka menginginkan mereka selalu bersama.
Sepeninggalnya Alexsa dan Edward, Nyssa sudah tidak lagi berkeinginan menginap di vila. Akhirnya menghabiskan waktu di paviliun mereka.
"Sayang.." panggil Azmy yang kini memeluk istrinya di sofa bed.
"Emm.." jawab Nyssa dengan mata terpejam. Nyssa kelelahan setelah kegiatan penyatuan mereka.
"Kapan tamu bulanan mu datang?" Azmy sudah menghitung dari terakhir kali tamu bulanan Nyssa datang. Seharusnya 3 hari yang lalu Nyssa sudah kedatangan tamu bulanan. Namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda, yang ada keinginan aneh istri kecilnya juga nafsu makan Nyssa yang bertambah. Azmy juga merasakan perubahan di payudara Nyssa, semakin berisi dan kencang juga warnanya yang lebih gelap. Saat disentuh olehnya membuat Nyssa semakin sensitif, perubahan ini membuatnya senang sekaligus khawatir. Apakah ada masalah kesehatan seperti yang dikatakan dokter waktu itu?
Nyssa membuka matanya, benar yang dikatakan suaminya. Ia belum kedatangan tamu bulanan, kemudian Nyssa membuka aplikasi bulanannya. Ternyata sudah terlambat 5 hari dari yang seharusnya. Segera Nyssa meninggalkan suaminya dan masuk kedalam paviliun. Nyssa ingat ada menyimpan test pack pemberian Mami Sita beberapa minggu yang lalu di dalam tas ranselnya. Setelah dapat, Nyssa masuk ke dalam kamar mandi. Azmy yang melihat tingkah gesit Nyssa, tidak mengerti apa yang dilakukan istri kecilnya, hanya bisa menunggunya keluar dari kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Nyssa melakukan tes kehamilan. Masa yang paling bagus adalah pagi hari, tetapi tidak menutup kemungkinan sekarang ini bisa mendeteksi. Karena ia sudah merasa curiga dari jauh hari. Kram perut yang dialaminya, payudara yang terasa kencang, kegiatan penyatuan yang sekarang dinikmati nya, Hb yang turun, nafsu makan meningkat, keinginannya yang terkadang aneh. Sebenarnya ini semua sudah menjadi tanda-tanda kehamilan, hanya karena ia kedatangan tamu bulanan kemarin yang membuatnya ragu untuk melakukan tes kehamilan seperti yang di sarankan oleh Mami Sita. Mami Sita merasa curiga dengan nafsu makannya yang tidak seperti biasa, makanya menyuruh Nyssa melakukan tes kehamilan, namun dia mengatakan jika ia baik-baik saja. Nyssa takut terlalu berharap akan membuatnya kecewa.
"Dua garis.." Nyssa membekap mulutnya tidak percaya, ternyata benar dirinya hamil.
"Sayang,, kamu baik-baik saja di dalam?" tanya Azmy yang sudah menunggu lama di luar.
Keluar dari kamar mandi, Nyssa segera memeluk suaminya dan menangis. Azmy bingung, mengapa Nyssa menangis. Ia ingin melepaskan pelukan Nyssa untuk memastikan istri kecilnya baik-baik saja, namun Nyssa menggelengkan kepalanya. Setelah tenang, Nyssa melepaskan sendiri pelukannya, kemudian menyerahkan test pack kepada suaminya.
Azmy menerima test pack Nyssa, melihat ada dua garis merah di sana. Juga ada keterangan garis 1 not pregnant dan garis 2 pregnant. Azmy membeku sesaat, darahnya terasa berdesir menerima kabar ini.
Ia akan menjadi seorang ayah, Nyssa hamil anaknya! Segera di angkatnya tubuh Nyssa, dibawanya berputar. Azmy sangat bahagia, berarti air mata Nyssa adalah air mata kebahagiaan.
__ADS_1
Qadarullah,, Allah memberinya keturunan dari wanita yang dicintainya. "Terimakasih ya Allah,, atas rahmat dan kasih-Mu." panjat Azmy dalam hati.