Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
73. Siasat Azmy


__ADS_3

Bambang meninggalkan perusahaan Azmy tanpa memberikan keputusan, Azmy tidak bisa menunggu. Ia menebak, jika Leni akan berpuas diri melihat peformanya saat terlambat menyelamatkan Nyssa. Sehingga malam ini Leni akan secara gegabah menculik Nyssa. Azmy sengaja tidak melibatkan Bambang dalam rencananya, karena Azmy bisa merasakan jika Bambang dalam keadaan bimbang. Meskipun Azmy menghormati keputusan Bambang sebagai pelayan setia keluarga Robert, Azmy tidak bisa melunak. Ia harus segera mengambil tindakan.


Azmy merencanakan semuanya bersama Bagas setelah kepulangan Bambang. Bagas akan bertugas menemui atasannya untuk membuka kembali kasus pembantaian 20 tahun yang lalu, dan menyiapkan tim penangkapan Leni. Azmy yang akan mengeksekusi lapangan. Semua dikomunikasikan lewat sambungan telepon, karena Azmy mendapat laporan ada mata-mata yang menyusup. Bagas meninggalkan perusahaan Azmy melalui lift basement agar tidak menarik perhatian penyusup.


Anggota penjaga bayangan yang mempunyai tinggi 165 cm bertugas menyamar sebagai Nyssa. Mengenakan tubuh palsu dan pakaian Nyssa beserta cadar. Anggota yang lain menyiapkan senjata lengkap, beberapa orang bertugas sebagai pengintai. Satu pengintai ditempatkan di apartemen tanpa sepengetahuan Bambang dan satu lagi berada di rumah sakit.


Sebelumnya Azmy sudah meminta Papi Agam untuk mengganti kamar Nyssa. Sehingga Nyssa dipindahkan ke kamar kelas 1 yang tidak mencolok. Azmy sudah meminta Leon menyiapkan semuanya. Sedangkan kamar Nyssa sebelumnya langsung ditempati penjaga bayangan yang menyamar.


Setiap anggota memasang alat komunikasi, sehingga semuanya terhubung melalui jaringan orang kepercayaan Azmy, yang bertugas sebagai pengintai digital sekaligus mengumpulkan bukti. Tidak lupa membekali anggota yang menyamar dengan alat perekam dan obat bius sebagai asuransi jika rencana mereka gagal.


Semua sudah disusun dan menempati posisi masing-masing. Azmy memfokuskan diri dalam meeting, karena penyusup yang masih mengintai di perusahaan. Azmy menjalani meeting seperti biasa bersama Rina. Seluruh komunikasi operasi, dibawah pengawasan Leon.


Setelah semua siaga, ada komunikasi dari pengintai yang berada dirumah sakit. Leni sekarang memasuki rumah sakit bersama 2 orang laki-laki Dan ada seseorang yang mengintainya dari jauh. Leon memberi komando untuk tetap mengamati. Saat Leon ingin melaporkan kepada Azmy, Bambang menghubunginya menanyakan Azmy juga Nyssa. Leon menjawab dengan santai jika Azmy sedang meeting dan Nyssa ada dirumah sakit bersama Tuan dan Nyonya besar.


Dari telepon Bambang, Leon menebak jika orang yang mengintai Leni adalah suruhan Bambang. Segera Leon memberikan Tugas kepada pengintai di rumah sakit, untuk menutup jalan pengintai yang di kirim Bambang. Agar tidak ada variabel di rencana mereka.


Bertepatan dengan meeting Azmy yang selesai, pengintai sudah mendapatkan lokasi persembunyian Leni. Semua anggota bergerak menuju lokasi dan berkumpul ditempat dengan jarak 3 kilomenter dari lokasi. Azmy yang masih di perusahaan bersikap biasa. Leon yang bertugas untuk mengecoh penyusup, memancing penyusup keluar dari perusahaan dengan menggunakan baju Azmy. Dengan tinggi yang tidak berbeda jauh, ini menguntungkan penyamaran Leon. Setelah Leon memberi sinyal aman, Azmy bergerak menuju lokasi berkumpul.


Bagas memberi kabar akan membutuhkan waktu baginya untuk menyusul. Bagas juga memberikan ultimatum kepada Azmy untuk tidak melakukan kekerasan. Azmy tidak berjanji, hanya menjawab "ya" dengan malas. Leon mengamankan penyusup yang mengikutinya, sayangnya mereka pasukan berani mati. Begitu Leon meringkus nya, penyusup tersebut menggigit pipi dari dalam mulut mereka. Menyebabkan racun yang ada didalam mulut pecah dan seketika menewaskan penyusup tersebut. Azmy yang mendapatkan laporan Leon hanya bisa menggeleng, musuh mereka adalah pembunuh bayaran yang siap mati. Jika tidak berhati-hati mereka semua akan mati dan tidak bisa mendapatkan barang bukti.


Azmy meminta Leon untuk segera menyusul, sebelum itu Leon harus mengirim tubuh penyusup itu ke kantor Bagas.


Kemudian mereka mendapatkan kabar dari pengintai yang ada di apartemen. Mengatakan jika Leni sudah meninggalkan apartemen. Saat melihat situasi di apartemen, Bambang dan anak-anak nya sudah tertidur akibat obat tidur. Azmy tidak menyangka Leni sudah mempersiapkannya dengan matang, tetapi ia juga tidak kalah matang. Ia memerintahkan pengintai tersebut untuk membawa anak ketiga Bambang, Pura-pura menyekap di sebuah ruangan, menyambungkan video dengan orang kepercayaan Azmy. Mungkin akan berguna nanti, kata Azmy di dalam komunikasi. Segera anak buahnya melaksanakan seperti yang diperintahkan.

__ADS_1


Leni sudah sampai di tempat penyekapan, Azmy memerintahkan semua anggota bersiap. Bagas sudah dalam perjalanan menuju lokasi. Sambil mendengarkan alat komunikasi yang ada pada Nyssa palsu, Azmy meminta mereka semua bergerak menuju lokasi. Seorang pembunuh bayaran yang bertugas mengintai menyadari pergerakan mereka, sehingga baku hantam tidak terhindarkan. Tetapi semua pembunuh bayaran tersebut mati akibat racun setelah mereka dikalahkan.


Sebenarnya anggota Azmy membawa senjata lengkap hanya untuk menggertak, mereka sudah menyiapkan tapi untuk mengikat. Akan tetapi, tapi mereka menjadi sia-sia karena semuanya melakukan bunuh diri dengan racun.


Sebagian anggota penjaga bayangan menyisir tempat agar tidak ada satupun yang lolos. Dan Anggota Azmy yang lain mendobrak pintu ruangan yang memperlihatkan Leni dengan pemuda anggota penjaga bayangan yang bertugas menyamar.


Azmy mendekat, memberi kesempatan Leni untuk mengaku namun Leni masih keras kepala dengan pendiriannya. Video penyekapan anaknya hanya membuat Leni marah, tak lantas membuat Leni gentar dan menyerah meski sudah terpojok. Azmy tidak ingin mengambil resiko, ia memberi kode kepada anak buahnya yang menyamar untuk memberikan obat bius. Begitu obat bius disuntikkan, Leni tidak punya waktu untuk bergerak dan seketika pingsan, bertepatan dengan kedatangan Bagas.


Bagas sudah mengidentifikasi semua korban yang jatuh dikarenakan racun yang ditanamkan di dalam mulut mereka. Sehingga Azmy tidak mendapat teguran, hanya saja penggunaan obat bius dosis tinggi melanggar aturan. Bagas meminta bukti pembelian obat bius, dan kerja sama penyelidikan. Azmy memintanya untuk menghubungi Leon. Semua ia serahkan kepada Leon.


Azmy meminta Bagas untuk tetap merahasiakan keberadaan penjaga bayangannya. Bagas setuju dengan catatan, setiap kasus harus diserahkan kepadanya. Azmy setuju sehingga mereka berdua sama-sama impas.


Setelah semuanya beres, Azmy pergi menuju rumah sakit. Sayangnya ia tidak menemukan istri kecilnya diruangan yang disiapkan Leon. Papi Agam tidak memindahkan Nyssa ke kamar kelas 1 seperti ucapannya, melainkan memindahkan Nyssa ke rumah sakit lain di daerah tengah. Azmy merasa kesal, ia sudah memutar otak dan menguras tenaganya hari ini agar segera bisa bertemu istri kecilnya. Namun nyatanya, istri kecilnya sudah dijauhkan darinya.


"Sayang.. Tunggu aku." gumam Azmy yang memutuskan untuk pulang ke mansion menghilangkan penatnya.


Di sebuah rumah sakit di daerah tengah.


Aeesha menanyakan mengapa mereka pindah secara mendadak, bukankah Mami Sita bilang akan menunggu besok untuk memindahkannya.


"Tidak mendadak sayang, kebetulan dokter yang bersangkutan sedang free. Jadi, kita kesini supaya segera ditangani." dalih Mami Sita. Papi Agam yang mendengarkan istrinya hanya menggelengkan kepala. Papi Agam tahu alasan istrinya memindahkan Nyssa malam ini alih-alih besok. Semua karena Azmy yang dengan cepat menyelesaikan masalahnya. Istrinya tidak rela anak mereka dihukum hanya sebentar.


Aeesha tidak menanyakan lebih lanjut, ia percaya saja dengan kata-kata Mami Sita. Pada kenyataannya, begitu dirinya masuk rumah sakit yang baru ia langsung bertemu dokter bedah saraf. Namun, Nyssa tidak bisa segera diobati saat ini. Karena robekan pada rotator cuff tendon harus dipastikan dengan menjalani pemeriksaan rontgen. Tetapi dengan kehamilan Nyssa, tidak bisa dilakukan mengingat paparan radiasi bisa menyebabkan kerusakan sel janin didalam kandungan. Jadi, untuk sementara dokter menyarankan Nyssa menggunakan arm sling untuk mencegah otot bahunya dari gerakan. Sehingga lukanya dapat cepat sembuh, setelah lukanya sembuh dokter menyarankan untuk menggunakan shoulder support.

__ADS_1


Sebenarnya Mami Sita kecewa, tetapi mengingat keadaan Nyssa yang hamil Mami Sita menerima semua saran dokter. Sehingga mereka hanya melakukan perawatan luka untuk beberapa hari kedepan.


Aeesha mengerti kekhawatiran kedua mertuanya, sehingga Aeesha mengucapkan terimakasih dan mengatakan jika dirinya tidak apa-apa. Jika nanti Nyssa sudah melahirkan, Nyssa akan mengikuti semua anjuran dokter untuk menyembuhkan cidera bahunya. Mami Sita dan Papi Agam yang mendengar penuturan Nyssa merasa terharu, begitu tabah menantu mereka menghadapi musibah yang dialami. Tidak menyalahkan siapapun apalagi mengeluh.


Mereka akhirnya riang kembali, mulai membahas hal lain untuk mengubah suasana. Rian datang dengan membawa makan malam dan camilan sehat untuk Nyssa. Mereka mulai menikmati makan malam, tetapi Aeesha tidak ingin makan hanya ingin makan puding buah yang dibawakan Rian.


Aeesha mengatakan ingin makan sendiri, Rara dengan cekatan memotong puding kecil-kecil dan menatanya dipiring. Mendekatkan bed table, untuk memudahkan Nyssa makan tanpa bantuan. Papi Ag, Mami Sita dan kedua asisten pun makan malam bersama di sofa. Sampai bunyi dering ponsel Nyssa terdengar, terlihat nama Azmy tertera disana.


"Assalamu'alaikum suami.."


"Wa'alaikumsalam sayang.. Sedang apa?" Aeesha memutar kamera dan memperlihatkan Papi Agam, Mami Sita, Rian dan Rara yang sedang makan malam.


"Mengapa baru makan malam jam segini sayang?" Tanya Azmy yang melihat jam tangannya menunjukkan pukul 10 malam.


"Tadi semuanya menemani Nyssa periksa terlebih dahulu, jadi terlambat makan malam." Kemudian Aeesha menceritakan hasil pemeriksaannya kepada Azmy. Azmy terlihat murung, istri kecilnya akan kesulitan menggunakan tangan kirinya mulai dari sekarang. Ia berjanji akan menjadi tangan kiri Aeesha dalam hati.


"Kamu tidak makan sayang?" Tanya Azmy mengalihkan pembicaraan.


"Tidak nafsu, cuma makan puding buah." Aeesha memperlihatkan puding yang ada di bed tablenya. Azmy mengangguk, dan mengatakan akan menunggu kepulangannya.


Aeesha mengerti dan memberikan senyuman kepada Azmy. Memintanya untuk tidak melewatkan makan dan istirahat. Ia juga mengatakan untuk tidak mengkhawatirkannya, ada kedua mertua juga kedua asisten yang menjaganya. Azmy tersenyum mendengar penghiburan Aeesha, istri kecilnya selalu bisa membuat hatinya hangat dengan perhatian-perhatian yang diberikan. Mereka pun mengakhiri sambungan video callnya.


Aeesha melanjutkan makan puding dan susu hamil yang telah disiapkan Rara. Setelah itu ia melaksanakan sholat berjamaah dengan bertayamum, mengenakan mukena dengan bantuan Mami Sita. Sholat diimami oleh Papi Agam, suasana didalam ruangan Nyssa menjadi khidmat.

__ADS_1


__ADS_2