Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
11. Ada yang Mengingatnya


__ADS_3

Sekitar 30 menit berkendara, Azmy memarkirkan mobilnya di sebuah restoran bernuansa klasik.


Masih dengan gandengan tangan linked arm, Azmy membawa Nyssa masuk ke ruangan yang telah ia reservasi. Begitu memasuki ruangan 3x4, nuansa klasik terasa begitu kental. Meja bundar cukup untuk dua orang, arm chair dengan tambahan bantalan duduk, lampu gantung dengan hiasan akar yang memancarkan cahaya kekuningan memberikan kesan hangat, pintu dan jendela dengan bentuk atas melengkung, juga tembok yang terdiri dari susunan batu bata dengan cat warna broken white. Terdapat foto restoran dari tampak depan yang dipajang di sisi kanan, hiasan dari kaca di sisi kiri. Di setiap sudut diberikan hiasan berupa tanaman monstera dan rak buku kecil.


Azmy mempersilakan Nyssa untuk duduk, dengan telaten Azmy menarik kursi untuknya. Setelah Nyssa duduk, Azmy memberikan isyarat kepada pelayan untuk menyajikan makanan.


Makanan pembuka berupa salad dengan tambahan roti dipadukan sup krim. Menu utama steik, dan penutup berupa lava cake. Selama makan, hanya ada suara sendok garpu beradu tak ada perbincangan. Ketika selesai makan, Nyssa izin untuk pergi ke toilet.


Sekembalinya dari toilet, Azmy mengajak Nyssa menaiki tangga menuju rooftop.


Nyssa terpukau, ia seperti memasuki dunia romantis dambaan para wanita. Rooftop telah dihias dengan lilin dan rangkaian bunga mawar putih. Lilin di buat sedemikian rupa bagaikan runaway pesawat. Rangkaian bunga mawar putih tertata rapi mengikuti tatanan lilin.


Azmy membawa Nyssa menyusuri lintasan lilin, hingga tiba di meja dekat pagar pembatas, di sana telah tersedia kue ulang tahun.


"Selamat ulang tahun yang ke-19 tahun Nyssa." air mata Nyssa mengalir, ini adalah perasaan pemilik tubuh. Nyssa melupakan jika hari ini adalah ulang tahun pemilik tubuh. Pantas saja perasaannya tidak menentukan beberapa hari ini.


"Hei, jangan menangis. " Azmy langsung menarik Nyssa dalam pelukannya. Hatinya ikut merasakan kesedihan. Perbedaan tinggi badan mereka, membuat wajah Nyssa berada di dada Azmy yang bidang. Tak ada kata-kata yang menenangkan, hanya usapan lembut di kepala Nyssa membuat gadis itu semakin terisak.

__ADS_1


Pemilik tubuh merasa terharu, karena ini adalah pertama kalinya ada yang mengingat ulang tahunnya. Selama ini ia tak pernah merayakan ulang tahunnya, hanya membeli kue, berdoa saat meniup lilin dan makan kue bersama dengan Ratih.


"Pemilik tubuh, engkau adalah gadis yang tegar. Tersenyumlah, kau akan menjemput bahagiamu karena Allah telah menyiapkan takdir yang indah untukmu." hibur Nyssa.


Hal itu mendapatkan respon pemilik tubuh, air mata kesedihannya berganti dengan kebahagiaan seolah mengucapkan terimakasih kepada Nyssa.


Setelah merasa Nyssa sudah mulai tenang, Azmy melepaskan pelukannya. Memandang wajah sembab Nyssa, menghapus jejak air mata dikedua pipi mulus gadis itu.


"Maafkan aku jika aku lancang. " hanya ditanggapi gelengan oleh Nyssa. Suaranya tersangkut di tenggorokannya, ia kemudian memberikan senyuman kepada Azmy. Azmy yang memahami senyuman tersebut menjawab "Sama-sama, ayo kita makan kue. Atau kamu mau memanjatkan harapanmu terlebih dahulu?"


"Will you marry me? "


Beberapa menit terdiam, jawaban pun lolos dari mulut Nyssa. "Yes" Jawaban Nyssa menyebabkan hati pemilik tubuh terasa ringan. Seperti telah terangkat semua bebannya selama ini, lega, bahagia, haru bercampur. Pemilik tubuh yang awalnya terpaksa menjadi pengganti, kini menerima takdirnya dengan ikhlas. Nyssa ikut merasa senang atas kebahagiaan pemilik tubuh.


Azmy menyematkan cincin tersebut dijari manis Nyssa sebelah kiri. Kemudian mengecupnya dengan khitmat dan beralih mengecup kening Nyssa. Respon tubuh Nyssa hanya membeku, karena hari ini hari bahagia pemilik tubuh, Nyssa memberikan kelonggaran sentuhan dengan yang bukan makhram. Sedari tadi, Nyssa sudah menahan dirinya untuk tidak mendorong Azmy demi pemilik tubuh.


Azmy yang merasa Nyssa menerima sentuhannya mengambil kesempatan untuk memeluknya lagi. Kali ini Nyssa sudah tidak tahan, ia sudah merasa kesal dengan Azmy yang mengambil kesempatan darinya. Ia mencoba mendorong Azmy. Namun apalah daya, tenaga nya bagaikan semut mendorong batu. Berapa kali mendorong, Azmy tak terpengaruh sedikitpun.

__ADS_1


Azmy yang merasakan dorongan dari Nyssa, melepaskan pelukannya dan menyeringai. "Awas kamu kelinci kecil, jika sudah halal jangan harap kamu bisa lepas. " batin Azmy.


"Sayang.." teriakan Mami Sita menghapus kekesalan Nyssa dengan rasa syukur. Kedatangan Mami Sita, bisa membuatnya menjaga jarak dengan Azmy. Segera ia menghampiri Mami Sita yang datang bersama Rara, mencium punggung tangannya.


"Ini hadiah untukmu sayang.." Mami Sita menyerahkan kotak biru dengan pita warna putih.


Nyssa pun membuka kotak tersebut, yang berisi Satu set perhiasan. Nyssa ingin menolak pemberian Mami Sita, namun Mami Sita sama dengan Azmy, tidak menerima penolakan. Dengan senyum, Nyssa berterimakasih dan memeluk Mami Sita dan disambut dengan tepukan lembut di punggungnya.


Mami Sita berpamitan karena tidak ingin mengganggu momen bahagia mereka. Mami Sita juga berpesan, jika Azmy membuat Nyssa menangis, maka Mami Sita yang akan menjewer anak tunggalnya itu.


Setelah kepergian Mami Sita, Azmy dan Nyssa menikmati kue ulang tahun. Melihat wajah Nyssa yang sembab, sesekali Azmy menggoda Nyssa agar perempuan tersebut tersenyum.


"Kak, mau pulang. " pinta Nyssa.


Azmy tak keberatan, dengan bergandengan linked arm mereka meninggalkan restoran tersebut dan pulang ke rumah.


Hari ini adalah hari kebahagiaan pemilik tubuh, Nyssa pun ikut bahagia. Kedepannya, akan ada kebahagiaan lain bagi pemilik tubuh. Meski jauh di lubuk hati paling dalam, pemilik tubuh masih berharap sangat ayah mengucapkan selamat untuknya. Tapi, pemilik tubuh bisa menguasai egonya untuk tidak terlalu berharap. Cukup bertahun-tahun yang lalu ia berharap. Sekarang sudah ada yang menyayanginya juga mendukungnya. Ia akan baik-baik saja seiring berjalannya waktu. "Terimakasih Nyssa" ucapan pemilik tubuh untuk jiwa yang memberikannya dukungan dalam keterpurukan nya.

__ADS_1


__ADS_2