
Dengan wajah kesal, Azmy menggandeng tangan Nyssa memasuki mansion utama. Bahkan saat melihat kedua orang tuanya, ia hanya berlalu tanpa menyapa. Nyssa hanya bisa menurut mengikuti suaminya, ia menganggukkan kepalanya ke arah kedua mertuanya. Mami Sita dan Papi Agam menggelengkan kepala bersamaan, melihat kelakuan anak mereka.
Di dalam kamar, Azmy merebahkan kepalanya di paha Nyssa. Ia sangat kesal, hasratnya sedari tadi ada saja yang mengganggu.
"Jangan cemberut terus sayang, nanti cepat tua.” Goda Nyssa yang tidak tahan dengan wajah kesal suaminya.
“Hari ini sangat menyebalkan sayang.” Azmy membenamkan wajahnya di perut Nyssa.
“Oh.. Siapa yang membuat hari ini menjadi menyebalkan?” Sindir Nyssa yang tepat sasaran.
Azmy terdiam, hal ini luput dalam perhitungannya. Ia hanya fokus untuk mengantisipasi kejadian buruk yang akan
menimpa Nyssa, tetapi lupa ada hal-hal yang tidak bisa diprediksi seperti sekarang. Sebagai pemimpin perusahaan, baru kali ini perhitungannya meleset.
Melihat suaminya yang diam tanpa menjawab, Nyssa tahu jika Azmy sedang merenungi keputusan yang telah dibuatnya karena pertanyaannya.
“Cup..” Nyssa mengecup kening suaminya yang seketika menyadarkan Azmy.
“Kamu yang menggoda ku sayang..” Segera Azmy bangun dari posisinya dan menyerang Nyssa. Perasaan kesalnya hilang entah kemana, tergantikan gairah yang menggebu. Hasratnya yang sedari tadi tertahan, akhirnya bisa ia lepaskan dengan penyatuan.
Tidak puas dengan penyatuan di tempat tidur, Azmy membawa istri kecilnya ke dalam kamar mandi. Melanjutkan kegiatan penyatuannya di dalam bath tube. Azmy merasakan jika Nyssa akhir-akhir ini ikut menikmati kegiatan penyatuan mereka. Tidak hanya mencoba mengimbangi temponya, seperti mereka saling mengejar hal yang
sama. Azmy menjadi semakin bersemangat menyalurkan hasratnya.
Setelah selesai, mereka mandi bersama dan kemudian melaksanakan sholat ashar berjamaah. Dan kini Nyssa tertidur dalam pelukan Azmy yang masih memainkan ponsel nya. Perbedaan mereka adalah, jika Azmy seperti selesai mengisi daya, sedangkan Nyssa seperti habis daya. Sehingga setiap selesai melakukan kegiatan penyatuan, Nyssa akan tertidur. Namun Azmy merasa jam tidur istri kecilnya semakin bertambah
__ADS_1
akhir-akhir ini. Tetapi ia tak berpikir macam-macam karena dari awal mengenal Nyssa, Azmy sudah menyematkan nama putri tidur. Sampai masuk waktu sholat maghrib, barulah Azmy membangunkan istri kecilnya.
Ketika mereka selesai melaksanakan sholat berjamaah, pintu kamar mereka diketuk oleh kepala pelayan yang mengatakan jika mereka telah ditunggu di ruang makan. Azmy pun menggandeng tangan Nyssa dan menuruni tangga menuju ruang makan. Di sana Papi Agam dan Mami Sita sudah menunggu, juga ada Alexsa. Tanpa memedulikan keberadaan Alexsa, Azmy menyapa kedua orang tuanya begitu juga dengan Nyssa.
Nyssa menyapa Alexsa, namun diabaikan yang membuat Azmy geram. Semua orang telah berkumpul, Papi Agam memerintahkan untuk menghidangkan makanan dan makan malam pun dimulai.
Nyssa memperhatikan Alexsa yang merasa tidak nyaman, sedari tadi Alexsa menggosok hidungnya. Alexsa sedang hamil, maka ia akan sensitif dengan bau. Nyssa memperhatikan menu makanan yang terhidang didepan Alexsa. Hanya kari ayam yang mempunyai bau kuat dan lemak, Nyssa pun meminta tolong suaminya untuk
mengambilkannya. Azmy tidak keberatan, dengan senang hati ia mengambilkan mangkuk berisi kari ayam. Setelah mangkuk kari ayam diambil oleh Azmy, Alexsa menghembuskan nafas lega. Nyssa tersenyum memperhatikannya, syukurlah jika ia bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan nya.
“Kenapa sayang?” tanya Azmy yang melihat Nyssa tersenyum saat melihat Alexsa.
“Tidak apa-apa suami, masakan kari ayamnya enak.” Jawaban Nyssa tidak membuat Azmy puas. Ia pun mengembalikan mangkuk berisi kari ke depan Alexsa dengan kasar. Alhasil, kuah kari ayam tumpah mengenai piring Alexsa. Melihat hal itu, Nyssa terkejut dengan tindakan Azmy. Sedangkan Alexsa segera menutup mulutnya dan berlari menuju kamar mandi di dekat dapur. Nyssa, Mami Sita dan Papi Agam yang mengetahui penyebab sikap Alexsa, melirik ke arah Azmy. Yang di lirik tidak merasa bersalah atas perbuatannya, hanya menaikkan bahunya acuh.
Makan malam pun mereka lanjutkan tanpa Alexsa, karena Alexsa sudah kembali ke kamarnya. Setelah selesai makan, Nyssa meminta pelayan membuatkan teh panas dan beberapa buah. Kemudian memintanya untuk diantarkan ke kamar Alexsa. Barulah Nyssa menyusul suami dan kedua mertuanya.
Nyssa datang menghampiri Azmy yang sedang duduk sendirian di ruang keluarga, dan tidak melihat kedua mertuanya.
“Dimana Mami dan Papi?” tanya Nyssa yang ikut duduk di sebelah Azmy.
Azmy hanya menarik Nyssa ke dalam pelukannya tanpa menjawab pertanyaan istri kecilya.
“Mengapa kamu perhatian dengan Alexsa? Padahal tujuannya ke sini untuk menyingkirkan kamu sayang.” Seraya mengecup puncak kepala Nyssa.
“Suamiku.. Alexsa mungkin memiliki niat jahat, namun anak di dalam kandungannya tidak bersalah. Aku perhatian demi anak dalam kandungannya, jika Alexsa tidak makan kasihan janinnya tidak mendapatkan asupan.” Jelas Nyssa.
__ADS_1
Mendengar jawaban Nyssa, Azmy menjadi ragu lagi. Apakah benar istri kecilnya berumur 19 tahun? Mengapa ia
merasa jika yang bersama sekarang ini adalah wanita yang sudah matang. Tetapi ukuran kedewasaan seseorang tidak bisa di ukur berdasarkan umur. Mungkin istri kecilnya memang sudah bisa berfikir lebih dewasa dibandingkan dengannya yang terkadang masih mementingkan ego nya.
Nyssa merasa nyaman dengan pelukan Azmy, ia pun terlelap begitu saja di pelukan suaminya. Azmy yang merasakan nafas teratur Nyssa, sudah bisa menebak jika istri kecilnya tertidur. Dibenarkannya posisi Nyssa sehingga ia bisa menggendongnya menuju kamar tidur mereka. Nyssa membuka matanya saat Azmy akan merebahkannya di tempat tidur. Bertanya pukul berapa sekarang, Azmy pun menjawab jika sekarang pukul 20.00. Nyssa mengajak Azmy untuk melaksanakan sholat isya’ terlebih dahulu sebelum melanjutkan tidurnya. Azmy mengiyakan ajakan Nyssa, dan mereka pun sholat berjamaah.
Saat ini Azmy sedang membaca beberapa email di laptop dengan bersandar di tempat tidur. Nyssa mengganti gamis nya dengan gaun tidur panjang, dan menyisir rambutnya sebelum pergi ke tempat tidur. Azmy yang melihat Nyssa mendekat, menutup aptopnya dan meletakkannya di nakas. Menyambut istri kecilnya yang langsung masuk kedalam pelukannya. Entah mengapa akhir-akhir ini Nyssa merasa dirinya sangat menikmati setiap perhatian, sentuhan, pelukan juga penyatuan mereka. Biasanya Nyssa mencoba mengimbangi permainan Azmy dengan nalurinya, kini nalurinya justru yang mengambil alih. Perasaan enggan yang dirasakannya pun sekarang seolah
menghilang tergantikan perasaan menikmati. Seperti ada dorongan kuat dalam dirinya, seperti hormon nya meningkat saat penyatuan. Hormon?
Nyssa terkejut dengan pemikirannya sendiri, segera ia melepaskan diri dari pelukan Azmy dan mengambil ponselnya di atas nakas. Azmy yang juga menikmati pelukan, heran dengan gerakan Nyssa yang tiba-tiba. Saat Nyssa membuka aplikasi bulanannya, ia merasa kecewa dengan pemikirannya. Masih ada waktu 5 hari lagi sebelum tamu bulanan berikutnya. Azmy yang juga melihat aplikasi tersebut menyeringai.
“Sayang.. Masih ada waktu 5 hari sebelum tamu bulanan datang, selama itu pula tidak boleh ada hari libur.” Bisik
Azmy yang sudah memeluknya dari belakang, membuat bulu kuduk Nyssa berdiri. Mereka baru saja melakukannya, dan sekarang suaminya bilang tidak ada hari libur. “Yang benar saja! Dasar suami buas!” jerit Nyssa dalam hati.
Azmy mengambil ponsel dari tangan Nyssa, kemudian diletakkan kembali di nakas. Membalikkan tubuh Nyssa sehingga berhadapan dengannya. Dan mulai melancarkan serangannya, Nyssa menikmati perlakuan suaminya hingga ia pun mengalungkan lengannya di leher Azmy dengan erat. Hal tersebut semakin membuat Azmy bersemangat, kegiatan penyatuan mereka pun berulang. Saat akan melakukannya lagi, Azmy melihat ada setitik merah di area sensitif Nyssa yang seharusnya tidak ada disana. Ia pun melihat area sensitif nya sendiri, namun tidak ada yang salah. Kemudian ia mengusap titik merah tersebut yang ternyata adalah darah.
“Sayang, kamu berdarah!” teriak Azmy panik dan mendudukkan istri kecilnya.
Nyssa yang melihatnya pun terkejut, apakah tamu bulanan nya datang lebih awal? Segera ia masuk kedalam kamar mandi membersihkannya dan memastikan memang darah tamu bulanan. Azmy yang mengikutinya pun ikut membersihkan diri. Nyssa meminta maaf kepada suaminya karena tamu bulanan nya datang lebih awal. Azmy tak
keberatan, justru ia menanyakan apakah Nyssa baik-baik saja.
Nyssa menggeleng, ia tidak merasakan tanda-tanda tamu bulanan nya seperti biasa. Apakah karena ia terlalu lelah
__ADS_1
sehingga tamu bulanan datang lebih awal? Ia pun tak tahu apa penyebabnya.