Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
37. Memangnya Dia Siapa?


__ADS_3

Nyssa sudah kembali dengan aktifitasnya, ia sudah mulai masuk kuliah ditemani Rara. Hanya ada satu mata kuliah hari ini, karena beberapa mata kuliah hanya ada tugas dari dosen yang tidak dapat hadir.


Setelah kelas selesai, Nyssa mengajak Rara pergi ke pantai. Ia sudah meminta izin kepada Azmy sebelumnya. Karena suaminya ada pertemuan yang tidak bisa ditinggalkan, Azmy memintanya pergi bersama Rara. Dengan adanya Rara, Azmy menjadi tenang mengijinkan Nyssa pergi ke pantai. Tidak lupa Azmy berpesan, agar Rara menjaga Nyssa dengan baik.


Sesampainya di pantai, Nyssa melepas sneakers dan kaos kakinya. Merasakan dinginnya air laut dan pasir pantai, Rara mengikuti Nyssa di belakang. Sebenarnya, Nyssa ingin mereka berjalan berdampingan, tetapi Rara menolak. Rara lebih suka memantau Nyssa dari belakang, daripada jalan berdampingan. Karena hal ini lah, Rara terlambat mencegah Nyssa menabrak punggung seseorang.


Nyssa sedang berjalan menyisir pantai, ia melihat bintang laut lalu berjongkok untuk mengambilnya. Saat Nyssa berdiri dan berbalik, ia menabrak punggung kokoh seseorang yang berjalan mundur kearahnya. Rara terlambat selangkah, ia pun menanyakan apakah Nyssa baik-baik saja. Nyssa mengangguk, dan melihat perawakan kaki orang tersebut yang ternyata seorang laki-laki. Ia pun meminta maaf kepada laki-laki yang ditabraknya dengan menunduk, karena laki-laki tersebut telah berbalik ke arahnya.


"Hei Nona, bukan seperti itu cara meminta maaf yang baik." seru laki-laki tersebut.


"Maaf, anda yang salah dengan berjalan mundur." bela Rara.


"Seorang fotografer berjalan mundur adalah hal yang wajar Nona. Teman mu yang salah karena menabrak ku." kilah laki-laki tersebut tidak mau kalah.


Saat Rara ingin menimpali perkataan laki-laki tersebut, Nyssa memegang tangan Rara dan menggelengkan kepalanya. Nyssa mengangkat wajahnya untuk menatap laki-laki tersebut. Kemudian meminta maaf dengan sopan, menjelaskan alasan Nyssa menunduk adalah untuk menjaga pandangannya.


Laki-laki tersebut hanya diam memperhatikan wajah Nyssa, belum pernah ia melihat wanita yang teduh seperti ini. Laki-laki tersebut mengulurkan tangannya mengajak Nyssa berkenalan.


"Aku Edward, siapa nama mu?" Nyssa menangkup kan tangannya di dada dan meminta maaf sekali lagi tanpa memberitahukan namanya. Ia ingin segera pergi dari sana, akan timbul fitnah jika terlalu lama bersama dengan laki-laki tersebut.


Nyssa dan Rara pergi meninggalkan laki-laki tersebut, tanpa memperdulikan tanggapannya.


Merasa tangannya mengambang di udara, Edward merasa tertantang untuk mendekati Nyssa. Selain pakaian tertutup yang jarang ia lihat, wajah teduh Nyssa masih terngiang di benaknya. Selama ini, wanita manapun yang baru ia temui akan menjabat tangannya, mendambakannya, sampai rela tidur dengannya. Namun wanita itu mengabaikannya, apalagi berkata menjaga pandangannya. Unik. Satu kata yang Edward gambarkan untuk Nyssa.

__ADS_1


Nyssa dan Rara sedang menikmati es kelapa muda di sebuah gubuk pinggir pantai. Nyssa mengambil gambar es kelapa muda dengan background pantai, lalu dikirimkannya ke suaminya.


Azmy yang menerima gambar tersebut tersenyum, istri kecilnya memang yang paling bisa membuat mood nya bagus. Pertemuan dengan klien kali ini membahas vendor yang terpilih dalam seleksi. Pembangunan proyek di luar kota akan segera di mulai. Vendor yang telah terpilih akan diberikan surat kontrak sesuai kebutuhan perusahaan, jika vendor menyanggupinya maka akan diberikan waktu satu bulan untuk mempersiapkan segalanya sebelum proyek dimulai. Sehingga tidak akan ada penundaan saat proyek sudah berjalan.


Azmy mempercepat pertemuannya, dengan memberikan waktu 1 hari untuk mempelajari kontrak. Jika ada keberatan atau poin tambahan bisa di sampaikan kepada Leon. Target yang harus dicapai adalah dalam waktu 3 hari penandatanganan kontrak harus sudah selesai.


Sekarang ini Azmy sedang memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang disediakan pengelola pantai. Nyssa masih betah berlama-lama di pantai, jadi Azmy memutuskan menyusul istri kecilnya setelah pertemuan ia percepat. Akan tetapi, ia tidak memberi tahu Nyssa akan kedatangannya. Mencari Nyssa di pantai seperti ini adalah hal yang gampang, karena Nyssa akan terlihat berbeda sendiri di antara yang lain. Azmy mengingat jika Nyssa hari ini mengenakan gamis berwarna olive dengan hijab berwarna abu. Matanya mulai memindai kerumunan yang ada di pantai dan gubuk-gubuk kedai minuman. Sebentar saja, ia telah menemukan istri kecilnya yang sedang memainkan laptopnya di sebuah gubuk yang cukup sepi dibandingkan yang lain, ditemani Rara. Saat akan berjalan ke arah Nyssa, Azmy melihat ada seorang laki-laki yang datang mendekati istri kecilnya. Wajah itu, Azmy pernah melihatnya di laporan Leon. Lalu ia membuka email di ponselnya untuk memastikan siapa laki-laki tersebut.


Edward mendatangi Nyssa yang asyik memainkan laptop. Akan tetapi, saat akan duduk ia di cegah oleh Rara. Rara menunjuk pada bangku yang masih kosong di seberang, menandakan kedatangannya tidak di terima.


Nyssa menggunakan headset di telinganya, sehingga tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Ia masih fokus mengerjakan tugas kuliahnya.


Sementara Edward mendecih dengan perlakuan Rara. Edward menebak jika Rara adalah bodyguard Nyssa, karena sedari tadi Rara menemani dan berjaga untuk Nyssa. "Siapa gadis ini sebenarnya?" batin Edward.


Nyssa yang masih belum sadar dengan sekelilingnya, terkejut saat tiba-tiba ada yang memegang pundaknya dan mengecup puncak kepalanya. Hanya Azmy yang akan melakukan hal tersebut, ia pun mendongakkan kepalanya. Pandangannya bertemu dengan pandangan Azmy. Segera Nyssa melepaskan headset dan memutar duduknya untuk memeluk tubuh suaminya, Azmy pun mengelus kepala istri kecilnya. Kemudian duduk di sebelah Nyssa, melihat apa yang dikerjakan di laptopnya.


"Sayang, kamu terlalu populer." bisik Azmy.


"Populer? Nyssa kan bukan artis." jawab Nyssa polos, yang membuat Azmy menyunggingkan senyum mengejek ke arah Edward.


"Itu ada laki-laki yang mengagumimu." tunjuk Azmy dengan dagunya, Nyssa melihat ke arah yang ditunjukkan.


"Memangnya siapa dia?"

__ADS_1


Azmy menggosok kepala Nyssa dengan gemas. Ia mengagumi kepolosan istri kecilnya, Nyssa benar-benar tidak memperhatikan laki-laki lain selain dirinya. Suatu kebanggaan baginya memiliki Nyssa sebagai istrinya.


Azmy menceritakan kepada Nyssa, jika laki-laki yang berada di dekat mereka saat ini adalah Edward. Laki-laki tersebutlah yang menghamili adik tirinya, Alexsa.


Nyssa melotot tidak percaya, dalam bayangannya orang yang menghamili Alexsa adalah seseorang seperti gangster. Karena Alexsa tidak mengetahui siapa orang yang menghamili nya, tentu identitas yang istimewa. Tetapi, yang dilihatnya saat ini adalah type laki-laki playboy. Azmy membenarkan pendapat Nyssa, jika Edward adalah seorang Casanova.


"Apa dia tahu jika akibat perbuatanya, Alexsa sekarang hamil anaknya?" tanya Nyssa penasaran.


"Sepertinya tidak sayang, nyatanya dia ingin menggoda mu. Kalau pun dia tahu, mungkin akan meminta Alexsa menggugurkan bayinya."


"Naudzubillah min dzalik." ("Kami/aku berlindung kepada Allah dari hal itu (merujuk pada hal yang buruk).")


Rara datang membawakan es kelapa muda untuk Azmy, juga pisang keju dan kue putu. Hal tersebut mengalihkan obrolan mereka, karena Nyssa segera melahap kue putu yang masih hangat dengan gula merah yang lumer. Azmy sebenarnya enggan memakan makanan pinggiran seperti ini, akan tetapi karena istrinya suka ia pun ikut menikmati es kelapa muda tersebut.


Nyssa menyuapkan kue putu ke mulut Azmy, dengan senang hati ia memakannya.


Rara yang pertama kali melihat Tuan Mudanya makan makanan pinggiran, tidak membuang waktu mengambil gambar yang dikirimkan ke Mami Sita.


Tugas tambahan dari Mami Sita untuk Rara adalah mengabadikan setiap moment kebersamaan Azmy dan Nyssa. Jadi, Rara selalu siap siaga mengambil gambar.


Mami Sita yang menerima gambar dari Rara, berteriak memanggil suaminya. Papi Agam yang melihat gambar tersebut tertawa puas. Tidak salah, keputusan mereka menikahkannya dengan Nyssa. Dengan begini, Azmy dapat belajar hidup sederhana seperti Nyssa. Meskipun Azmy bukan type yang suka menghamburkan uang, hanya saja terkadang Azmy kurang bisa menghargai jerih payah orang lain.


Edward yang melihat interaksi mereka merasa heran. Jika dengannya gadis tersebut menjaga pandangannya, berbeda dengan laki-laki tersebut yang terlihat mesra baginya. "Siapa laki-laki ini?" batinnya. Melihat perbedaan umur mereka, Edward mengira jika Azmy adalah kakak dari Nyssa. Karena baginya, hubungan kakak beradik bisa mesra seperti itu. Seperti hubungannya dengan adiknya.

__ADS_1


Jika Azmy tahu pemikiran Edward, mungkin akan menghantamnya dengan meja yang ada didepannya sekarang ini.


__ADS_2