Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
16. Hari yang Ditunggu


__ADS_3

Pukul 04.00, pintu kamar Nyssa diketuk oleh Rara. Kebetulan Nyssa sudah bangun, jadi ia pun segera membuka pintu. Rara mengajak Nyssa untuk menuju ke rumah utama. Nyssa mengikuti Rara dengan patuh. Kemarin Mami Sita sudah berpesan, jika acara dilangsungkan di rumah utama. Jadi, Nyssa akan menempati kamar di lantai dua untuk persiapan.


Sesampainya di kamar rumah utama, Nyssa sudah disambut beberapa orang yang sudah berada di dalam. Empat orang yang terlihat seperti terapis menyiapkan lulur dan beberapa aroma terapi dikamar mandi. Tanpa menunggu persetujuan, mereka membawa Nyssa kedalam kamar mandi dan meminta Nyssa mengenakan kemben. Nyssa hanya bisa pasrah, karena ini semua sudah disiapkan oleh Mami Sita untuknya.


Dengan sigap mereka mulai memberikan Nyssa luluran, masker wajah, hairmask, perawatan kuku. Saat akan melakukan waxing, Nyssa menolak dengan halus. Rara yang sedari tadi mengawasi, menganggukkan kepala tanda diperbolehkan. Kemudian dilanjutkan dengan proses ratus, barulah memperbolehkan Nyssa mandi.


Selesai mandi yang dilakukan Nyssa sendiri, ia keluar mengenakan bath robe. Segera Rara memberikan inner dress untuk Nyssa kenakan dan mempersilahkannya untuk melaksanakan sholat.


Waktu menunjukkan pukul 06.00, Nyssa telah melakukan perawatan selama dua jam. Selesai sholat, Nyssa harus sarapan sebelum proses selanjutnya.


Rara telah menyiapkan teh susu panas dan sandwich. Nyssa menghabiskan dua potong sandwich dan minumnya dengan cepat karena memang ia sudah lapar. Para terapis yang membantunya tadi telah berganti dengan MUA yang telah menyiapkan alat makeup, dan menunggunya. Segera mereka melakukan tugasnya dan membantu Nyssa mengenakan gaun akad nikah.

__ADS_1


Tepat pukul 07.30, Nyssa sudah siap dengan balutan gaun akad putih polosnya. Masih ada waktu setengah jam sebelum akad, Rara menemani Nyssa dikamar menunggu instruksi WO untuk keluar ruangan.


Tidak lupa, Rara membantu Nyssa memasangkan cadar putih yang telah disiapkan. Kata Mami Sita ini merupakan simbolis bagi mempelai pria untuk memastikan mempelai perempuannya.


Tamu yang terdiri dari keluarga kedua mempelai sudah berdatangan. Bahkan ada yang sudah menginap sedari kemarin di rumah utama.


Azmy telah duduk di kursi yang akan digunakan untuk akad, mengenakan jaz dan celana kain warna broken white, kemeja putih didalam dan peci senada. Terlihat gagah dan segar, namun ada jejak ketegangan di sana. Akhirnya, hari yang ia tunggu dengan sabar datang juga. Tapi, mengapa ia merasakan kegugupan yang luar biasa? Apakah memang seperti ini yang dirasakan mempelai laki-laki saat akan mengucapkan kabul?


Azmy merasa, lebih baik menandatangani proyek milyaran rupiah daripada harus gugup di depan penghulu. Papi Agam dan Ayah Abraham sudah duduk di kursi saksi. Papi Agam menepuk pundak anak tunggalnya itu, agar tidak gugup.


Semua telah siap, tepat pukul 08.00 penghulu mengucapkan ijab. Dalam satu tarikan nafas, Azmy mengucapkan kabul dengan lancar. Kedua saksi menyatakan sahnya ijab kabul, penghulu pun membacakan doa.

__ADS_1


Rara yang sudah mendapatkan instruksi, segera membawa Nyssa keluar dan menuruni tangga. Semua mata tertuju pada kedatangan Nyssa, tak terkecuali Azmy. Cantik, kesan yang Azmy berikan, meskipun hanya mata dan alis Nyssa yang terlihat. Nyssa terlihat anggun dengan gaun dan hijab syar'inya, cadarnya menambahkan kesan religius yang kental. Berbeda dengan pengantin-pengantin yang pernah ia lihat.


Rara mendudukkan Nyssa disamping Azmy, penghulu meminta mempelai laki-laki membuka cadar mempelai perempuan, dengan nada menggoda. Apakah mempelai perempuan yang ada di depannya ini, benar atau tidak?


Azmy mengucapkan basmalah terlebih dahulu, pelan-pelan membuka cadar Nyssa sesuai arahan Rara. Cadar pun terbuka, Azmy membeku karena terpukau dengan kecantikan Nyssa. Aura kecantikan Nyssa seperti bertambah dari hari biasa. Namun ia segera sadar, ketika suara penghulu meminta mempelai perempuan mencium tangan mempelai laki-laki. Dilanjutkan mempelai laki-laki mencium kening mempelai perempuan.


Lagi, Nyssa merasakan dejavu. Ada perasaan yang tak bisa ia ungkapkan.


Setelah tanda tangan surat nikah, dilanjutkan dengan foto bersama keluarga dan menikmati perjamuan. Karena hanya dari pihak keluarga saja yang hadir, acara pun cepat selesai. Semuanya bergegas berangkat ke hotel untuk acara resepsi malam ini. Di Sana sudah disiapkan kamar untuk para tamu pihak keluarga. Sehingga kediaman kembali seperti semula. Hanya tersisa beberapa pihak WO yang masih membereskan beberapa barang juga MUA yang bertanggung jawab.


Pukul 13.00 Nyssa memasuki kamar, dibantu MUA ia melepaskan gaun dan membersihkan makeup. Setelah membereskan semua barang, MUA berpamitan untuk kembali, nanti mereka akan bertemu lagi di hotel. Nyssa memutuskan untuk mandi, keluar kamar mandi dengan mengenakan gamis terusan dan hijab kaos. Berjalan menuju sofa, segera menyantap makan siang yang telah disiapkan Rara. Selesai makan, Mami Sita datang bersama satu WO. Menjelaskan jika Nyssa harus berada di hotel pukul 18.00. Acara akan dimulai pukul 20.00 sampai dengan selesai. Mami Sita juga mengatakan, Nyssa tidak perlu tegang karena semua tamu sebagian sudah ia lihat tadi saat acara akad. Sedangkan kolega dan yang lain, Azmy yang akan memberitahunya nanti. Sekarang ini, Mami Sita menyuruh Nyssa untuk beristirahat. Karena resepsi dengan 5000 undangan, pastilah memerlukan banyak tenaga.

__ADS_1


Kini tersisa Nyssa dikamar, ia merebahkan tubuhnya ditempat tidur. Nyssa merasa asing dengan kamar tersebut, karena baru kali ini ia menginap di rumah utama. Tak lama ia pun terlelap, karena merasa lelah dengan serangkaian perawatan di pagi buta dan acara akad tadi.


Azmy ingin menyusul Nyssa, namun diurungkannya karena ia sudah dipesan Mami tidak boleh mengganggu Nyssa yang sedang istirahat. Padahal Azmy ingin segera memeluk Nyssa. Sedari selesai akad, ia hanya dapat memperhatikan Nyssa yang berada disebelahnya. Melihatnya tersenyum, menyentuh, menggenggam dan memeluk hanya untuk bahan berfoto. Azmy tak mau egois, ia tahu Nyssa kelelahan dengan rangkaian rencana Maminya yang totalitas. Jadi, ia akan bersabar untuk saat ini.


__ADS_2