
Hari ini Mami Sita dan Papi Agam pulang, Nyssa yang mendapatkan kabar pun ingin menjemput di bandara. Azmy tentu saja menuruti kemauan istri kecilnya, sehingga pagi ini ia membawa Nyssa ke perusahaan terlebih dahulu.
Azmy sedang memakai baju yang telah disiapkan oleh Nyssa, kemeja putih, jaz dan celana kain warna cream. Sedangkan Nyssa sedang mengenakan hijab di depan meja rias. Hari ini Nyssa mengenakan mengenakan gamis putih dengan desain shirt style dan vest berwarna pink pastel, yang dipadukan dengan hijab segi empat motif bunga. Sling bag warna putih dan sneakers senada terlihat manis dan menarik.
Selesai mengenakan hijab, Nyssa menghampiri Azmy dan membantunya memasangkan dasi. Karena perbedaan tinggi badan, Azmy duduk di tempat tidur untuk memudahkan Nyssa. Kemudian Azmy mengecup istrinya sebentar, dan turun ke bawah untuk sarapan. Sebelumnya Nyssa sudah menyiapkan nasi goreng dengan telur ceplok dan kentang mustafa.
Di meja makan, Azmy belum melihat susu Nyssa, ia segera ke dapur membuatkan susu untuk istri kecilnya. Sejak menikah, minum susu di pagi dan malam hari menjadi kegiatan rutin Nyssa. Kata Mami Sita, susu tersebut baik untuk persiapan kehamilan juga untuk menjaga kesehatan reproduksi calon ibu. Mami Sita juga sudah memerintahkan Rara, untuk membeli beberapa varian rasa supaya Nyssa tidak bosan dan Azmy juga mendukung Mami Sita. Dengan umur Nyssa yang masih 19 tahun, lebih baik melakukan persiapan daripada menunda kehamilan dengan alat kontrasepsi. Sehingga Azmy dengan senang hati akan membuatkan susu untuk Nyssa, jika Nyssa lupa seperti sekarang. Nyssa mengecup pipi suaminya tanda terimakasih saat Azmy meletakkan susu di meja. Azmy tersenyum dan mereka pun memulai sarapan.
Leon sudah menunggu mereka di dalam mobil, setelah pasangan itu masuk, Leon melajukan mobil menuju perusahaan. Karyawan di perusahaan menyambut mereka seperti biasa, mereka sudah tidak terkejut lagi dengan perlakuan hangat atasannya terhadap sang istri. Juga pandangan dingin atasannya saat ada yang memperhatikan istrinya. Malangnya, hari itu ada beberapa karyawan magang baru yang tidak mengetahui kebenaran tersebut.
Karena bosan menunggu Azmy yang sedang meeting, Nyssa memutuskan untuk pergi ke kantin perusahaan ditemani sekretaris Azmy, Rina. Nyssa duduk menunggu Rina yang sedang memesan makanan. Beberapa karyawan yang ada di kantin terlihat duduk menjauh dari Nyssa. Hal itu tidak Nyssa permasalahkan, justru ia bersyukur dapat makan dengan tenang. Lagipula, perusahaan suaminya berisi orang-orang pilihan yang memang berdedikasi, sehingga Nyssa tidak perlu khawatir jika ada yang menjilatnya demi pencapaian mereka.
"Assalamu'alaikum ukhty.." ucapan salam dari seorang pria berpenampilan rapi dengan kemeja warna biru dan celana kain. Tergantung nametag karyawan di lehernya. Nyssa menatapnya heran, namun tetap menjawab salam tersebut.
"Saya tahu, kita bukan mahram. Jadi saya tidak akan duduk disini, saya hanya mengagumi ukhty dan ingin tahu nama ukhty. Jarang sekali saya melihat muslimah seperti ukhty, yang memakai pakaian syar'i namun tetap bekerja di perusahaan." kata laki-laki tersebut.
Dari kejauhan, Rina yang sudah selesai mengambil pesanan melihat ada laki-laki yang mendekati istri atasannya, segera ia melajukan langkahnya menuju meja Nyssa. "Bisa di pecat aku!" batin Rina menjerit.
"Saya Nyssa." Nyssa menjawabnya dengan sopan, tanpa menatap laki-laki tersebut. Meski bukan muhrim, sesama muslim juga sesama manusia harus saling menghormati.
__ADS_1
"Ibu, ini pesanannya." Rina datang menyela. Nyssa tersenyum dan berterimakasih kepada Rina.
"Maaf, sebaiknya anda segera pergi dari sini jika masih ingin bekerja di perusahaan ini." Rina memperingatkan dengan sopan.
"Mengapa seperti itu? Saya hanya ingin mengenal ukhty yang duduk disini saja. Tidak ada maksud jahat." terangnya.
"Melihat nametag anda dengan tali berwarna hitam, menandakan anda masih berstatus magang. Jika anda menginginkan posisi sebagai karyawan tetap di perusahaan ini, maka hal pertama yang tidak boleh anda lakukan adalah mendekati ibu Nyssa." Rina yang sudah mulai gelisah, tetap mempertahankan kesopanannya.
Melihat Rina yang gelisah juga beberapa karyawan yang mulai memperhatikannya, Nyssa pun angkat bicara. "Yang dikatakan Rina benar, anda sebaiknya kembali ketempat duduk anda. Maaf atas ketidaknyamanannya, tapi saya perempuan yang sudah bersuami. Jadi, tidak semestinya anda mendekati saya, yang ada hanya akan menimbulkan fitnah."
Laki-laki tersebut terlihat kecewa dengan kata-kata Nyssa, baru memulai sudah di tolak dan ternyata sudah bersuami. Nyssa adalah perempuan yang sesuai dengan type nya. Ia bermaksud untuk mengajukan khitbah, untuk berta'aruf dengan Nyssa. Karena di dalam keluarganya tidak ada kata pacaran, tetapi niatnya harus pupus seketika. Seperti mati sebelum berperang. Akhirnya ia pun meninggalkan meja Nyssa dan menuju mejanya, tidak lupa mengucapkan salam.
Nyssa tetap menjawab salam tersebut, karena hukumnya wajib bagi seorang muslim menjawab salam. Sedangkan Rina menghembuskan nafas lega.
"Tenang saja. Mari duduk, makanannya nanti dingin." dengan santai Nyssa menyantap makanannya. Rina hanya menurut, paling tidak ia sudah mendapat asuransi dari istri atasannya tersebut.
Kabar dari kantin segera menyebar di grup chating para karyawan, kebetulan Leon berada di dalam grup tersebut. Saat melihat isi dari chat yang ramai, ia segera menyerahkan ponselnya yang berisi perbincangan tentang Nyssa kepada Azmy yang akan memasuki ruangannya.
Azmy sebelumnya mendapat pesan dari Nyssa, yang mengatakan jika ingin ke kantin bersama Rina. Sekretaris yang ia tugaskan menemani istri kecilnya, selama meeting berlangsung. Membaca isi dari chat karyawannya tersebut, Azmy merasa darahnya mendidih. Berani sekali menggoda istrinya! tidak menyangka akan ada kejadian seperti ini.
__ADS_1
"Panggil pegawai tersebut ke ruangan sekarang!"
"Baik Tuan Muda." jawab Leon yang bersimpati pada pegawai magang tersebut.
Beberapa menit kemudian, Leon membuka pintu ruangan Azmy membawa satu pegawai laki-laki bersamanya. Sidiq, nama pegawai tersebut. Tanpa basa-basi Azmy mengajukan pertanyaan, mengapa ia mendekati Nyssa. Leon yang berada di ruangan yang sama merasakan hawa dingin menurun beberapa derajat.
Nyssa sudah kembali ke lantai dimana ruangan Azmy berada. Rina mengetuk pintu ruangan, kemudian pintu dibuka oleh Leon dan menyambut Nyssa. "Silahkan Nona.."
Nyssa masuk ke dalam ruangan dan melihat wajah dingin suaminya, juga laki-laki yang menyapanya di kantin. Firasatnya mengatakan jika suaminya sudah mengetahui kejadian di kantin. Ia mendatangi suaminya dan mengecup punggung tangannya, mengucapkan salam. Azmy pun menjawab salam Nyssa dan mengecup puncak kepala istrinya.
Leon dan Rina sudah kebal dengan sikap atasannya tersebut, jadi mereka sudah terbiasa. Dan mereka adalah contoh beberapa orang yang betah bekerja dibawah Azmy secara langsung. Hanya Sidiq yang kaget dengan perubahan sikap atasannya terhadap Nyssa. Wajah dingin yang ia lihat tadi seketika berganti hangat penuh cinta. Apa ini masih atasannya yang tadi?
Nyssa menanyakan apakah ia mengganggu suaminya, namun Azmy menggeleng. Kemudian melihat ke arah Sidiq dengan tatapan dinginnya.
"Nyssa adalah istri saya, jadi jangan berharap yang tidak mungkin." tegasnya. Nyssa yang mengerti maksud suaminya, tersenyum geli. Ternyata suaminya cemburu.
"Baik Pak, saya minta maaf karena telah lancang." jawab Sidiq.
"Tidak masalah karena kamu sudah memahaminya. Saya tidak akan memecat kamu, saya menghargai potensi kamu jadi jangan mengecewakan perusahaan ini."
__ADS_1
"Baik Pak, terimakasih." yang di jawab dengan lambaian tangan. Leon dan Rina mengajak Sidiq untuk undur diri.
Dengan adanya kejadian ini, akhirnya Azmy bisa mengerti dengan sikap Papi yang posesif terhadap Maminya. Ternyata kehidupan rumah tangga mampu meruntuhkan tembok es yang ia bangun selama ini. Bukan karena tidak menyukai lawan jenis, hanya saja ia merasa menikah itu merepotkan. Tapi lihatlah sekarang, ia malah bersikap posesif sendiri. Hanya pandangan yang mengarahkan ke Nyssa saja membuatnya kesal. Dan sekarang Azmy pun rela bekerja dari rumah, membuatnya hanya sebentar di perusahaan, semua ia lakukan demi selalu bersama dengan istri kecilnya.