
"Tuan.. Nyonya menuju rumah sakit tempat Nona Nyssa dirawat." Lapor Vino kepada Bambang.
"Laporkan setiap gerakannya!" Bambang berpikir, ia belum ada menceritakan tentang kejadian Nyssa kepada Leni. Darimana istrinya tahu?
Bambang mencoba menghubungi Leni, istrinya menjawab jika dirinya sekarang sedang di supermarket untuk belanja bulanan. Firasat Bambang sudah kacau, mengapa istrinya harus berbohong? Kemudian Bambang menghubungi asisten Azmy.
"Leon, dimana Tuan Azmy sekarang?"
"Tuan Muda sedang menghadiri meeting, ada apa Pak Bambang?"
"Tidak apa, apakah Nyssa dirumah sakit sendiri?"
"Nona Muda ditemani Tuan dan Nyonya besar."
"Baiklah." Bambang menutup telponnya, ia merasa lega ada yang menjaga Nyssa saat ini.
Di rumah sakit.
"Nyssa,, tante datang.." Leni memasuki kamar Nyssa, tetapi hanya melihat Nyssa yang terlelap di brankar. Leni mencoba menggoyang-goyangkan Nyssa, tetapi tidak mendapat respon. Ia pun keluar ruangan dan kembali lagi dengan membawa kursi roda bersama 2 orang laki-laki. Mereka memindahkan Nyssa ke kursi roda, membawa Nyssa keluar lewat pintu belakang rumah sakit. Kebetulan Nyssa sudah lengkap dengan cadarnya, jadi tidak akan ada yang menyadari tindakannya.
Sedangkan Azmy yang kini tengah memimpin meeting, tidak mengetahui pergerakan Leni. Ia fokus dengan laporan beberapa manajer yang hari ini menyerahkan proposal kerja untuk peningkatan produktifitas karyawan.
Leni tersenyum puas mendengar laporan anak buahnya yang mengatakan, jika Azmy masih ada di perusahaan. Leni memerintahkan anak buahnya untuk langsung menuju tempat persembunyian. Sebelum itu, ia telah memerintahkan salah satu anak buahnya untuk membeli keperluan rumah. Karena ia masih menjaga diri sebagai istri Bambang. Setelah memastikan Nyssa dikurung ditempat persembunyian, Leni kembali ke apartemen dengan belanjaan yang telah dipersiapkan anak buahnya.
__ADS_1
Vino yang ditugaskan Bambang untuk mengikuti Leni, kehilangan jejak saat berhenti di lampu merah. Sehingga kembali ke apartemen untuk melapor kepada Bambang, jika istrinya membawa Nyssa pergi dari rumah sakit. Bambang sempat tidak percaya, ia memutuskan untuk diam. Ia ingin melihat apa yang akan istrinya lakukan kepada Nyssa dengan mata kepalanya sendiri. Tetapi yang dilihatnya adalah Leni yang pulang dengan membawa barang belanjaan. Bambang bernafas lega, mungkin bukan Leni yang dilihat Vino di rumah sakit.
Malamnya, Bambang terlelap setelah makan malam. Bambang tidak tahu jika Leni menambahkan obat tidur di makanan yang dimakan oleh Bambang dan anak-anaknya. Hasilnya saat Leni keluar apartemen, tidak ada satupun yang menyadarinya. Leni pergi menuju ke tempat persembunyian, disana anak buahnya sedang berjaga. Begitu Leni memasuki rumah, semua penjaga memberi hormat dan mempersilahkan Leni masuk ke ruangan dimana Nyssa disekap.
"Nyssa, apakah kamu masih dalam efek obat rumah sakit?" Nyssa yang ada dihadapannya masih diam, ia pun duduk disamping ranjang Nyssa.
"Nyssa, tahukah kamu? Aku adalah anak dari seorang pelayan. Majikan ayahku memperlakukan keluarga kami dengan baik, mereka tidak merendahkan kami walaupun kami ini hanya berstatus pelayan. Suatu malam, ayahku mendengar rahasia dibalik kesuksesan keluarga majikannya secara tidak sengaja. Ayah mendengar, jika keluarga itu diberkati dengan jiwa dari dunia lain sehingga kemajuan bisnis dan usaha keluarga tersebut dapat bertahan dan bersaing. Ayahku mulai menggali rahasia tersebut, bagaimana dan seperti apa. Akhirnya, ayah mengetahui semuanya." Leni menjeda ceritanya.
"Setiap perempuan di keluarga itu akan memeliki jiwa baru saat mereka berusia 18 tahun. Awalnya, ayah diam saja karena ayah sudah banyak berhutang budi kepada keluarga itu. Tapi, jiwa yang masuk kedalam generasi ketiga mempunyai pembawaan yang santun dan baik hati. Meskipun keluarga itu memang baik, tetapi jiwa itu lebih baik lagi. Akhirnya, ayah jatuh cinta kepada majikannya sendiri. Kakek sudah melarang ayah, memintanya mengubur perasaannya dalam-dalam. Tidak sepantasnya bagi ayah mencintai majikannya sendiri. Tetapi, di luar dugaan jiwa tersebut juga mencintai ayah. Mereka pun menjalin hubungan dekat, sampai suatu hari.."
"Bos,, ada pergerakan diradius 3 km." Lapor seorang anak buah Leni.
"Pantau, jika memang tujuannya adalah mendekati kita. Jangan beri ampun!" Perintah Leni ditanggapi anggukan dan meninggalkan Leni bersama Nyssa.
"Nyssa,, sepertinya suamimu sudah mulai bergerak. Aku akan melanjutkan ceritaku sampai aku menyambut suamimu." Leni menghela nafas panjang. "Suatu hari, ingatan jiwa tersebut kembali, karena rasa bersalah jiwa tersebut merasa hampir gila. Ayah berusaha menenangkannya, namun jiwa itu memilih mengakhiri hidupnya. Ayah yang merasa terpukul kehilangan orang yang dicintai, berjanji pada tubuh yang sudah dingin jika ayah akan membunuh semua keturunan perempuan yang ada di keluarga itu. Semua ayah lakukan agar jiwa yang dicintainya menjadi tenang, tidak akan ada jiwa yang tersiksa lagi karena harus bertukar raga." Leni tertawa, suara tawanya lebih mirip suara tangisan.
"Nyssa, aku menyayangimu. Kamu baik, tidak memandang rendah kami yang notabene adalah pelayan keluarga mu. Kamu juga tidak serakah, kamu justru membangun yayasan untuk membantu orang. Tapi misi tetaplah misi, misi ku menghabisi setiap keturunan keluarga itu. Maafkan aku Nyssa.." Leni mengelus kepala Nyssa.
Leni mulai curiga dengan Nyssa yang sedari siang tidak melakukan pergerakan dan tidak meresponnya selama bercerita. Ia pun membuka cadar Nyssa, alangkah terkejutnya Leni melihat wajah yang ada didepannya bukanlah Nyssa.
"Halo nyonya.. Apakah akting q sangat bagus sampai-sampai anda baru menyadarinya?" Kata seorang pemuda yang menyamar sebagai Nyssa.
"Bagaimana mungkin!!" Leni tidak percaya, dirinya kecolongan.
__ADS_1
"Oh, tidak ada yang tidak mungkin Nyonya. Semua pergerakan anda sudah dalam rencana bos." Pemuda itu berkata sambil melepaskan satu persatu baju yang dikenakannya termasuk tubuh palsu* yang membuatnya terlihat seperti Nyssa yang sedang hamil. Tersisa kaos v-neck yang sudah basah karena keringat dan celana cargo.
Leni benar-benar kecolongan kali ini. Tinggi badan pemuda didepannya sama persis dengan Nyssa, sehingga orang tidak akan mengira jika ia adalah Nyssa yang mengenakan tubuh palsu. Leni mundur, hidup diantara pembunuh bayaran ia jadi bisa menilai pemuda yang ada dihadapannya memiliki aura kematian.
"Mengapa mundur nyonya? Bukankah anda dengan percaya diri menculik Nona Bos?" Pemuda tersebut menekankan kata "Nona Bos" dengan itonasi yang dilambatkan.
Terdengar suara gaduh diluar, Leni sudah bisa menebak jika itu adalah suara baku hantam antara anak buahnya dan Azmy. Tidak berlangsung lama, suara gaduh itu pun berubah hening. Pintu ruangan dimana Leni berada, didobrak oleh sekelompok orang bersenjata lengkap. Leni masih dengan tenang berdiri menghadapi situasi yang memojokkannya.
"Apakah pertunjukkannya menyenangkan?" Tanya Azmy yang berjalan dengan aura intimidasi kearah Leni.
"Ternyata kamu tidak sebersih yang orang kira. Jadi pasukan inilah yang membuatmu menjadi Raja real estate. Hebat!" Puji Leni dengan nada sarkasme.
"Apa urusannya dengan mu?" Azmy tidak menjelaskan, baginya hal itu tidak penting. Leni satu-satunya orang yang bisa membuatnya mengeluarkan seluruh sumber daya yang ia sembunyikan rapat-rapat.
"Aku memberimu satu kesempatan untuk mengatakan semuanya, sebelum polisi datang. Jika tidak.." Azmy menggerakkan tangannya, seseorang memutar video di tablet yang memperlihatkan anak kedua Leni sedang duduk di sebuah ruangan.
"Mau apa kau?!" Teriak Leni histeris. Bagaimanapun ia adalah seorang ibu, tidak mungkin tidak mempunyai kelemahan.
"Kau bisa mencelakai orang demi ego, mengapa aku tidak?" Dengan suara yang dalam, ancaman Azmy berhasil membuat Leni marah. Tetapi Leni sudah terlatih, ia masih mempertahankan posturnya.
Melihat Leni yang masih teguh dengan pendiriannya, Azmy mulai curiga. Jika pembunuh bayaran yang ada diluar berani mati, maka Leni akan bernasib sama. Azmy mengedipkan matanya pada pemuda yang menyamar sebagai Nyssa, yang ditanggapi dengan anggukan kecil. Dan tanpa aba-aba, pemuda itu menusukkan jarum berisi obat tidur ditangan Leni. Leni kalah cepat dengan reaksi obat, sehingga ia langsung terkapar seketika.
Beberapa saat kemudian, Bagas datang dengan beberapa orang yang segera membawa Leni. Azmy mengingatkan Bagas untuk memastikan, apakah ada racun ditubuh Leni. Karena semua pembunuh bayaran yang ada ditempat itu mati karena racun yang ditanam dimulut mereka. Azmy juga mengatakan, jika obat bius yang digunakan adalah obat dengan dosis tinggi. Hal ini dilakukan untuk mencegah pergerakan Leni setelah menerima obat. Bagas mengerti, ia sudah menyiapkan tim khusus untuk menangani Leni. Azmy menyerahkan semuanya kepada Bagas, ia sudah berjanji tidak akan mengotori tangannya. Pemuda yang menyamar sebagai Nyssa, menyerahkan rekaman suara kepada Bagas.
__ADS_1
Azmy merasa lega, rencana yang disusunnya berjalan sesuai perhitungan. Pengakuan Leni di rekaman suara yang diserahkan kepada Bagas adalah bonus. Ia tidak menyangka, Leni masih memiliki sisi yang lembut kepada Nyssa. Dengan selesainya masalah ini, ia bisa menemui istri kecilnya tanpa dihalangi Mami Sita.
*tubuh palsu : tubuh buatan/tambahan yang biasa digunakan dalam dunia akting, tubuh yang terbuat dari silikon guna memenuhi kebutuhan akting seperti hamil, gemuk, dll.