
Setelah Arka memastikan nama kedua putranya itu, lalu Arka menanyakan untuk keluarga yang akan membesuk kedua anaknya itu, Vano dan Vino.
"Oh iya Dok.. Apa boleh orangtua dan juga keluarga untuk membesuk Vano juga Vino, dok?" tanya Arka penasaran
"Maaf Pak, untuk sementara selain kedua orangtua belum diperbolehkan.. Karena kondisi bayi yang masih rentan juga" jawab dr. Bayu dengan cepat
Arka terdiam, ia merasa sedih karena Nenek dan Kakeknya Vano juga Vino belum bisa membesuk dan melihat langsung wajah cucunya itu. Tapi disisi lain Arka tetap bersyukur karena dirinya diperbolehkan.
Setelah lama berbincang, Arka kembali keruang tunggu depan ruang IGD itu dan duduk kembali disamping Ibunya.
"Sudah selesai Ka?" tanya Nisa perhatian
"Sudah kok Bu.." jawab Arka dengan cepat
----------
Sementara di kantor, Rio dan Yusuf mencari keberadaan Arka. Ponselnya yang tertinggal di rumah orangtua Zahra, membuatnya tak mengangkat panggilan dan tidak bisa mengabari siapapun.
Rio dan Yusuf merasa cemas karena tak ada kabar apapun dari Arka, sementara berkas sudah banyak yang masuk dan harus segera dikirimkan kepada client.
Rio dan Yusuf terus mencoba menghubungi Arka, dengan menelepon ke nomor ponsel Arka, lalu bergantian ke nomor ponsel Zahra, tapi sama saja hasilnya nihil.
Rio seketika berpikir kemana Arka sebenarnya, apa apa? Mengapa sulit dihubungi rasanya, Rio dan Yusuf sedang termenung berdua di ruang kantor Arka.
"Suf, gimana kalau kita hubungi Bu Annisa saja? Kalau Si Arka sama Zahra memang sedang asik liburan, kita minta tanda tangan Bu Annisa aja, gimana?" ucap Rio dengan idenya
"Gak bisa Pak Rio, semuakan proyeknya atas nama Arka, pasti client tidak setuju.." ucap Yusuf menolak
"Iya juga yaaa.." jawab Rio sembari berpikir kembali
"Apa sebaiknya kita hubungi Bu Annisa saja untuk menanyakan Arka, gimana?" ucap Yusud mengungkapkan idenya, dan meminta persetujuannya.
"Boleh boleh tuh, Bu Annisa pasti tahu Arka kemana.." jawab Rio setuju
"Tapi bicaranya hati-hati ya sama Bu Annisa.. Takut dia juga tidak tahu dan malah kaget nantinya.." ucap Rio lagi menambahkan
"Iya juga yaaa.. Pak Rio sajalah yang menghubungi, kalau saya takut salah" ucap Yusuf langsung
Rio memberanikan diri untuk menghubungi Nisa dengan sangat berhati-hati. Rio benar-benar tidak mendapatkan kabar apapun dari Arka.
"Si Arka kemana sih, baru aja kemaren dia ngadain selametan 7 bulanan, udah ngilang aja" ucap Yusuf yang sebenarnya kesal sedari tadi menunggu bosnya itu
"Kan biasanya dia sudah ada acara langsung bulan madu kaliiii" jawab Rio sembari bercanda dan tertawa itu
"Hahaha" tawa Yusuf dan Rio bersamaan
Rio langsung merogoh saku celananya dan meraih ponselnya dengan cepat mencari kontak nama Nisa dan menekan tombol panggil. Telepon itu dengan cepat tersambung pada Nisa, Nisa yang masih di rumah sakit dengan cepat membuka ponselnya dari dalam tas dan melihat panggilan dari "Pak Rio"
"Pak Rio pasti mencari kamu" ucap Nisa pada Arka
__ADS_1
Arka menoleh seketika melihat kelayar ponsel Ibunya yang berdering itu.
"Biar Arka yang jawab yaaa Bu, mereka pasti menunggu Arka" ucap Arka setelah tahu yang menelepon Ibunya itu adalah Rio
Nisa membolehkan dan langsung memberikan ponselnya pada Arka. Arka langsung menekan tombol hijau untuk menerima sambungan telepon itu.
"Halo Assalamu'alaikum Pak Rio.." ucap Arka dengan suara sendu terdengar habis menangis
"Walaikumsalam.." jawab Rio dengan merasa heran kok bisa yang menjawab telepon itu langsung oleh Arka
"Eh Arka kenapa kenapa gak ngabarin dari tadi? Saya dan Yusuf sudah sedari tadi menghubungi mu ke nomor kamu juga Zahra tapi sama tidak ada yang diangkat" lanjut ucap Rio dengan cepat karena memang sudah menunggu sedari tadi
"Maaf ya Pak Rio, Arka tadi sedang ada insident.. Zahra sudah melahirkan, anak ku kembar, laki-laki.." jawab Arka dengan senyum menyungging tipis di wajahnya
"Sekarang aku masih dirumah sakit, Zahra kritis, anak-anak dirawat di NICU..." lanjut ucap Arka dengan suara bergetar
"Ya Allah.. Semoga semuanya cepat sehat, cepat pulih lagi ya Arka.. Kamu sabar" ucap Rio merasa prihatin dengan Arka, Rio langsung berpikir pasti melahirkannya karena sesuatu karena kandungan Zahra baru 7 bulan
"Aamiin Aamiin.. Makasih ya Pak Rio.." ucap Arka sangat berterimakasih atas dukungannya
"Oh Iya, hari ini ada berkas penting kan? Apa sudah siap? kalau belum bisa kirim lewat email, saya akan tanda tangan digital" lanjut ucap Arka mengurus pekerjaannya
"Berkasnya sudah siap semua, Ka.. Sudah diruangan mu.. Bagaimana?" jawab Rio lalu bertanya karena memang semua sudah ia siapkan sedari tadi pagi bersama Yusuf
"Ya sudah Pak Rio atau Yusuf ke rumah sakit ya sekarang bawa berkas dan alat tulisnya untuk ku.." ucap Arka dengan cepat
Sambungan telepon itu mati, Rio yang sudah mengerti langsung menyiapkannya segera karena sudah beberapa client menunggu hasilnya. Rio memutuskan untuk dirinya saja yang ke rumah sakit.
"Mas Arka orang hebat yaaa, pekerjaanya mapan, masih muda sudah bisa menghandle semuanya, sedang begini saja masih bisa ingat pekerjaannya" ucap batin Ahsan sembari terus memperhatikan kakak iparnya itu.
Arka mengembalikan ponsel milik Ibunya itu, Nisa menerimanya sembari menatap Arka dengan senyum tipis, lalu mengelus lembut tangan putranya itu.
"Pak Rio akan kesini?' tanya Nisa dengan lembutnya
"Iya Bu.. Banyak berkas penting hari ini.." jawab Arka dengan tidak bersemangat
Nisa hanya memandang lembut pada anaknya itu, mengelus lembut tangan putranya, berharap memberikan semangat.
Arka hanya mengangguk dan tersenyum tipis.
Arka memandang kearah Azam juga Tiara yang juga memandang kearah dirinya.
Arka tahu bahwa kedua mertuanya juga sangat lelah.
"Mama, Abi.. Pulanglah dulu.. Biar Arka yang tetap disini" ucap Arka dengan lirih
"Tapi gimana kamu.." jawab Azam ragu-ragu
"Arka tidak apa-apa Bi.. Ada Ibu, yang menemani Arka.. Abi dan Mama istirahat dulu saja dirumah" ucap Arka meyakinkan
__ADS_1
"Kamu juga San, istirahatlah dulu.." lanjut ucap Arka pada adik iparnya itu
"Ahsan tidak apa-apa Mas disini saja, Mama dan Abi saja pulang beristirahat, Ahsan kan baru tadi kesininya" jawab Ahsan belum ingin pulang
"Iya kalian pulanglah dulu, kasihan kalian dari pagi" ucap Nisa menyetujui ucapan Arka
"Ya sudah kalau gitu kami pulang dulu yaaa Arka, Bu Annisa" ucap Tiara berpamitan
"Nanti Abi dan Mama kesini lagi, dan ponsel juga baju ganti mu" lanjut ucap Tiara
Nisa dan Arka mengiyakan kepulangan Tiara dan Azam. Tak lama datang Rio membawa setumpuk berkas-berkas. Rio sudah melihat Arka dan Nisa yang duduk di ruang tunggu.
"Ya Allah Arka saja sampe masih pakai baju takwa dan sarung. Apa kejadiannya setelah sholat subuh ya?" ucap Rio dalam hatinya setelah melihat Arka
Rio terus berjalan mendekat kearah Arka dan Nisa hingga menyadari Rio sudah datang.
"Eh Pak Rio.." ucap Arka yang menyadari kedatangan Rio
"Assalamu'alaikum.." ucap Rio langsung sembari tersenyum manis ke arah Arka dan Nisa
"Walaikumsalam.." jawab Nisa dan Arka bersamaan
Rio langsung menyerahkan semua berkas-berkas itu pada Arka, karena sangat ditunggu cepat oleh para client.
Tiba-tiba seorang suster datang menghampiri ketika Arka sedang mengurus semua berkas yang ada dipangkuannya itu.
"Permisi Pak, Bu.. Keluarga dari pasien Bu Azzahra dan bayi kembar Alvano dan Alvino?" tanya suster dengan ramahnya
"Iya saya suaminya sus.." jawab Arka dengan cepat
"Silahkan segera mengurus administrasinya dulu Pak.. Soalnya akan segera ada tindakan-tindakan lainnya" ucap Suster pada Arka
"Baik sus" jawab Arka dengan cepat
Arka sebenarnya bingung karena ia tak juga membawa dompet.
"Pak Rio tolong urus semua administrasinya yaaa, saya tidak membawa dompet." ucap Arka pada Rio
Rio mengerti langsung melangkah ke ruang administrasi untuk melunasi semua tagihan bosnya itu. Saat diruang administrasi Rio jadi tahu semua kejadian yang sudah dialami oleh Arka, bosnya itu.
"Ya Allah kasihan sekali Arka, seberat ini cobaannya" ucap Rio dalam hatinya
Nisa masih melihat semua kerjaan Arka, yang menumpuk di pangkuannya itu, sebenarnya Nisa penasaran sekali apa bisa ia melihat cucu-cucunya itu.
"Arka... Ibu pengen melihat cucu Ibu.. Apa boleh?" tanya Nisa yang penasaran sedari tadi
"Belum boleh Bu.. Karena kondisinya masih rentan, cuma orangtuanya yang boleh.. Nanti saja ya Ibu lihat melalui foto dulu.." jawab Arka memberi pengertian pada Nisa dengan lembut
"Iya Ka, gak apa-apa.. sudah Alhamdulillah kalau orangtuanya boleh membesuk juga" ucap Nisa penuh pengertian
__ADS_1
Rio kembali datang menghampiri Arka dan Nisa, lalu memberikan secarik kertas pembayaran dari administrasi.
Arka menerimanya dan langsung melihat sejumlah uang yang sudah dilunasi Rio itu, yang jumlahnya sangat lumayan